Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 13


__ADS_3

"Apa? Kesalahan apa yang kamu maksud?" Tanya pangeran Altezza keheranan


Tanpa menjawab pertanyaan dari pangeran Altezza, Laren melanjutkan perkataannya.


"Dan satu lagi, sebagai adik yang baik maka aku akan membantu masalah ini, terutama masalah yang di timbulkan oleh kakak kedua, pangeran Yun. Stellan" Ucap Laren sambil menatap pangeran Stellan dan tersenyum kecil


"Masalah apa yang kamu maksud?" Tanya pangeran Stellan keheranan dengan ucapan Laren


Laren pun tersenyum kemudian melangkah dan mendekat ke arah pangeran Stellan dan membisikkan sesuatu.


"Masalah tentang wabah yang ada di desa timur kerajaan beberapa bulan lalu yang telah kamu tinggalkan." Ucap Laren sambil berbisik ke telinga pangeran Stellan


"Apa? B-bagaimana kamu bisa mengetahui hal ini?" Ucap pangeran Stellan dengan sangat terkejut dan mundur beberapa langkah dari Laren


"Apa? Ada apa kak?" Tanya pangeran Altezza


"Jika kakak ingin tahu aku mendapat informasi itu dari mana, mungkin akan ada seseorang yang akan menjelaskannya kepadamu." Ucap Laren sambil menyeringai dan menatap pangeran Stellan


"Siapa... Siapa orang itu?" Tanya pangeran Stellan sambil ketakutan dan sedikit gemetar


Laren mendekati kereta kuda yang tadi telah ia naiki dan mempersilahkan orang yang ada di dalam kereta itu untuk turun.


"Silahkan." Ucap Laren mempersilahkan orang tersebut untuk turun sambil sedikit membungkukkan badannya


Hmm sungguh perilaku yang sangat mengesankan, bukannya emosi karena di rendahkan tapi Laren masih bisa mengontrol amarahnya dan tidak mudah terbawa suasana. Bagus sekali. (Batin sang raja kemudian turun dari kereta itu)


Para pangeran itu pun sangat penasaran siapakah orang yang di dalam kereta itu, setelah itu sang raja pun turun dan mengejutkan para pangeran itu.


Pangeran Abercio dan pangeran Altezza sangat terkejut dengan kedatangan sang raja karena mereka yakin sang raja mengetahui mereka telah mengolok olok Laren tadi.


Berbeda dengan dua pangeran itu, Pangeran Yun Stellan lebih terkejut dan ketakutan melihat kedatangan sang raja karena ia berfikir ia telah ketahuan meninggalkan tugas kerajaan yang di berikan oleh sang raja.

__ADS_1


"K-kami memberikan salam kepada ayahanda." Ucap para pangeran itu dengan sedikit terbata bata


Bagaimana bisa ayahanda berada di dalam kereta itu? (Batin pangeran Abercio)


Bagaimana bisa Laren membahas hal itu padahal ada ayahanda di dalam kereta itu? Apakah mungkin ayahanda sudah mengetahui semuanya? (Batin Pangeran Stellan dengan panik dan berkeringat dingin)


Jadi... Laren bukanlah datang ke sini sendiri tapi di jemput oleh ayahanda? (Batin pangeran Altezza)


Setelah turun dari kereta itu, sang raja melihat ke arah ketiga pangeran itu secara bergantian.


"Putraku Laren... Dan kalian semua ikut aku ke aula utama istana, ada yang harus aku bicarakan." Ucap sang raja kemudian melangkah pergi menuju ke aula utama istana


"Baik ayahanda." Ucap semua pangeran termasuk Laren


Lalu mereka semua berjalan mengikuti sang raja di belakangnya tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Saat berjalan menuju ke aula utama istana, keringat dingin membasahi tubuh pangeran kedua, ia sangat khawatir terhadap suatu hal.


Sesampainya di aula utama, sang raja memerintahkan kepada para penjaga untuk memanggil semua tokoh penting kerajaan untuk datang ke aula utama.


"Baik yang mulia." Ucap penjaga itu kemudian pergi untuk melaksanakan perintah sang raja


Beberapa saat kemudian semua orang penting kerajaan sudah berkumpul di aula utama tersebut, mereka semua heran mengapa sang raja tiba tiba memanggil mereka tanpa mengatakan alasan yang pasti.


"Hari ini, aku memanggil kalian semua ke aula ini karena aku mendapat kabar jika wabah mematikan yang ada di desa timur kerajaan kembali muncul, dan juga memakan korban yang semakin banyak. Aku juga tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya." Ucap sang raja sambil melirik ke arah pangeran Stellan


Merasa di lirik oleh sang raja, pangeran Stellan pun menunduk karena merasa bersalah dan juga takut kepada sang raja.


Semua orang yang ada di ruangan itu pun terkejut, mengapa bisa masalah wabah yang dianggap sudah di selesaikan oleh pangeran kedua kini bisa kembali muncul.


"Mohon maaf yang mulia. Saya ingin bertanya, bukankah wabah yang ada di desa timur kerajaan sudah hilang beberapa bulan yang lalu, mengapa bisa muncul kembali? Dan bagaimana bisa korban yang tewas semakin banyak?" Ucap salah satu menteri yang ada di situ

__ADS_1


"Aku juga belum tahu pasti tentang munculnya kembali wabah yang ada di desa itu, tapi akan ada seseorang yang akan memberikan beberapa informasi kepada kita semua." Ucap sang raja


Semua orang pun riuh membicarakan tentang siapa orang yang akan menjelaskan tentang masalah wabah mematikan ini.


"Penjaga bawa dia masuk." Perintah sang raja


Kemudian penjaga itu membawa seseorang ke dalam aula tersebut, dan orang itu adalah seorang penjaga yang tadi mengabarkan tentang kembalinya kasus wabah yang ada di desa timur kerajaan.


Orang tersebut juga adalah orang yang sama yaitu orang yang di perintahkan oleh pangeran kedua untuk tutup mulut tentang kasus wabah tersebut dan juga di perintahkan untuk menutup mulut penjaga lain yang terlibat.


Pangeran Stellan sangat terkejut dengan kedatangan orang tersebut, karena pangeran Stellan mengenal betul penjaga itu.


A-apa yang dilakukan oleh penjaga itu di sini? (Batin pangeran Stellan panik)


"Hamba memberi salam untuk yang mulia raja dan para pangeran." Ucap penjaga itu sambil membungkuk


"Hmm berdirilah, sekarang kamu katakan semuanya tanpa ada yang di sembunyikan. Se-je-las je-las-nya." Ucap sang raja sambil memberikan penekanan pada penjaga itu


"B-baik yang mulia." Ucap penjaga itu


Sebelum mengatakan sesuatu penjaga itu sempat melirik ke arah pangeran Stellan dan pangeran Stellan mengirim telepati untuk penjaga itu.


'Jika kamu berani membuka mulut apalagi sampai melibatkan aku, maka aku akan langsung membunuhmu setelah ini' Ucap pangeran Stellan melalui telepati


Mendengar hal itu, penjaga itu pun langsung menjadi ketakutan karena ancaman pangeran Stellan.


Melihat tubuh penjaga itu gemetaran, Laren menyadari jika pangeran Stellan sedang mengancam penjaga itu melalui telepati, jadi ia pun melakukan telepati kepada penjaga itu.


'Jika pangeran Stellan mengancam dirimu, jangan dengarkan dia. Katakan semuanya sejujurnya dan aku akan melindungi dirimu' Ucap Laren melalui telepati sambil menatap penjaga itu


Mendengar telepati dari Laren, penjaga itu pun seketika menoleh ke arah Laren, Laren mengangguk perlahan untuk menyakinkan penjaga itu.

__ADS_1


Pada awalnya penjaga itu sangat terkejut karena Laren dapat mengirimkan telepati kepadanya, karena orang yang bisa mengirimkan telepati adalah orang yang mempunyai tingkat kultivasi yang tinggi, sedangkan selama ini dia mengira bahwa Laren tidak mempunyai tingkat kultivasi apapun.


Akhirnya penjaga itu pun mengangguk perlahan dan mengatakan semuanya di depan semua orang dan tidak menghiraukan ancaman dari pangeran Stellan.


__ADS_2