
"Pangeran, apa yang pangeran lakukan?" Ucap Rayden terkejut.
"Apa? Maafkan aku, apakah aku membuat kesalahan?" Ucap Laren berpura pura tidak tahu.
"Pangeran, bunga yang anda pegang adalah bunga yang berbahaya. Segera lemparkan bunga itu ke tempat yang jauh pangeran!" Ucap Rayden memperingatkan.
Laren pun melemparkan bunga itu tidak jauh darinya, hanya berjarak beberapa cm darinya. Tidak lama setelah itu terjadi suatu getaran yang terjadi secara tiba tiba.
"Gawat!" Gumam Rayden.
Tidak lama setelah itu, Laren dan Rayden melihat adanya kumpulan hewan hewan beast yang berlari ke arah mereka.
Laren pun menutup matanya dan membuka mata langit miliknya dan melihat berapa banyak hewan hewan beast yang datang menuju ke arah mereka.
Hmm sekumpulan kadal berkulit baja, badak besi, dan juga beberapa ekor ular yang memiliki bisa berbahaya sedang datang ke arah sini. (Batin Laren setelah melihat gambaran hewan hewan itu datang melalui mata langitnya)
"Pangeran, anda bersembunyilah di belakang. Saya akan menghadapi hewan hewan itu."
"Baiklah." Balas Laren sambil tersenyum kecil tapi Rayden tidak menyadari senyumannya itu.
Baiklah Rayden, mari kita lihat seberapa jauh kemampuan dan seni bela dirimu Rayden. (Batin Laren sambil mengamati Rayden dari jauh)
Sekelompok kadal berkulit baja, kelemahan mereka berada di matanya. (Batin Rayden kemudian melakukan serangan ke arah mata para kadal itu)
Laren hanya mengamati Rayden yang sedang bertarung sambil mengangguk ngangguk dan juga kagum atas kemampuan Rayden.
Selanjutnya, badak besi yang mempunyai cula yang sangat tajam dan beracun. Kelemahan mereka berada di perut bagian bawah mereka. (Batin Rayden kemudian lagi lagi langsung menyerang titik kelemahan hewan hewan itu)
Rayden melawan semua hewan beast yang datang ke tempat itu dan menghabisi mereka semua dalam waktu yang sangat singkat.
Bisa di lihat dari sini jika Rayden mengetahui tentang kelemahan semua hewan yang ada di sini. Dari mana dia mengetahui semua itu? Apakah dia sering berburu hewan beast? (Batin Laren sambil mengamati Rayden tanpa melepaskan pandangannya)
Setelah membunuh semua hewan itu, Rayden pergi untuk menghampiri Laren.
"Pangeran apakah anda baik baik saja?" Tanya Rayden yang baru saja menghampiri Laren.
__ADS_1
Rayden masih terengah engah karena melawan semua hewan itu sendirian, sehingga ia banyak bergerak.
"Aku baik baik saja, bagaimana denganmu?"
"Menyelesaikan mereka ada hal kecil pangeran, saya tidak apa apa." Balas Rayden.
"Hmm baiklah kalau begitu." Balas Laren sambil mengangguk.
"Tapi pangeran kenapa anda mengambil bunga itu?" Tanya Rayden.
"Memangnya kenapa? Bunga apa sebenarnya itu? Aku memetiknya karena merasa jika bunga itu sangat indah dan aku hanya ingin menyimpannya." Ucap Laren berpura pura tidak tau tentang bunga itu.
"Pangeran bunga itu adalah bunga yang berbahaya. Bunga itu di namakan dengan bunga Hizhao, bunga itu memang memiliki bentuk dan warna yang sangat indah. Tapi bunga itu juga mempunyai bau harum yang bisa tercium hingga ratusan kilometer."
"Lalu apa masalahnya dengan itu? Bukankah baunya juga tidak busuk?" Tanya Laren berpura pura tidak tau.
"Itu sangat berbahaya pangeran, karena itu bisa mengundang hewan hewan beast yang ada di hutan ini dan menuju ke arah bau bunga ini berasal." Jelas Rayden.
"Hmm jadi seperti itu." Balas Laren sambil mengangguk mengerti.
Hanya orang yang sering mengunjungi hutan ini atau hutan kematian? Itu artinya Rayden sering keluar masuk dalam ini LingShao dan juga hutan kematian. Tidak banyak orang yang berani datang ke dalam dua hutan itu terlalu jauh, apalagi sampai berkali kali. Sebenarnya apa yang di lakukan oleh Rayden? Mengapa ia berkali kali datang ke hutan kematian? (Batin Laren merenungi ucapan Rayden)
"Pangeran?" Ucap Rayden yang seketika membuyarkan lamunan Laren.
"Iya?" Balas Laren yang tersadar.
"Apakah ada masalah pangeran?" Tanya Rayden yang melihat Laren yang melamun.
"Ah tidak." Balas Laren sambil menggelengkan kepalanya.
"Baik kalau begitu, bagaimana jika kita melanjutkan perjalanan?"
"Baiklah." Balas Laren.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ke dalam hutan kematian, dalam perjalanan mereka berkali kali bertemu dengan hewan hewan beast.
__ADS_1
"Rayden, berikan aku kesempatan untuk melawan hewan hewan itu." Ucap Laren saat berhadapan dengan salah satu hewan beast.
"Baiklah kalau begitu pangeran, saya akan membantu pangeran jika anda kewalahan. Mohon berhati hati pangeran." Ucap Rayden kemudian mundur ke belakang Laren.
Laren pun hanya balas mengangguk atas ucapan Rayden tersebut, Laren mulai mengeluarkan serangan serangannya untuk melawan hewan beast itu.
Tidak membutuhkan waktu lama, Laren pun membunuh dua hewan sekaligus dalam waktu yang bersamaan.
Tidak heran jika pangeran adalah keturunan dari klan phoenix legendaris, kekuatannya sangat hebat. (Batin Rayden yang mengamati Laren dari kejauhan)
Setelah selesai membunuh beast itu, mereka melanjutkan perjalanan mereka sambil mengamati area yang tertera pada peta mereka.
"Rayden, sebelumnya kamu mengatakan jika daerah peta yang kamu tandai dengan warna ungu itu adalah tempat yang mempunyai batu sihir bukan?" Ucap Laren sambil mengamati peta di tangannya.
"Benar pangeran." Balas Rayden sambil mengangguk.
"Saat ini kita tidak jauh dengan tempat itu, apakah kau mau mencoba keberuntunganmu untuk mendapatkan batu sihir itu?" Tanya Laren sambil menatap Rayden.
"Hamba akan selalu mengikuti anda pangeran, jika anda ingin pergi ke sana maka saya akan mengikuti anda." Balas Rayden.
"Hmm baiklah kalau begitu, kita pergi ke sana terlebih dahulu." Ucap Laren.
"Pangeran, bolehkah saya melihat peta yang anda pegang?" Tanya Rayden.
Laren pun mengangguk kemudian memberikan peta tersebut kepada Rayden.
Tunggu... Daerah ini? Gawat! Pangeran tidak boleh sampai masuk ke daerah ini apalagi mengambil baru sihir yang ada di daerah itu! (Batin Rayden terkejut setelah mengetahui di mana letak tempat batu sihir itu)
Laren yang melihat Rayden membelalakkan matanya saat melihat peta itu pun menanyakan alasannya.
"Ada apa? Kenapa kamu seperti terkejut saat melihat peta itu? Apakah ada masalah Rayden?"
"Sebenarnya... B-bagaimana jika kita tidak perlu ke tempat batu sihir itu dan mencari tempat yang saya tandai dengan warna ungu yang lainnya?" Ucap Rayden dengan sedikit terbata bata.
"Apa? Tapi kenapa? Bukankah tadi kamu mengatakan jika kamu akan mengikutiku kemana pun aku pergi." Balas Laren sambil menaikkan salah satu alisnya.
__ADS_1
"Saya memang akan selalu mengikuti anda pangeran, hanya saja... Tempat itu terlalu berbahaya, j-jadi lebih baik kita mencari tempat batu sihir yang lainnya." Ucap Rayden.