
Pengawal itu pun langsung memanggil kepala desa sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh Laren.
"Hamba memberi salam kepada yang mulia pangeran." Ucap kepala desa yang baru saja datang
"Hmm. Kepala desa, aku sudah menemukan penawar untuk mengatasi wabah yang berasal dari sungai Cano Cristales."
"Apa? Benarkah itu yang mulia pangeran?" Ucap kepala desa itu terkejut
"Aku bersungguh sungguh." Ucap Laren meyakinkan
"Apa? Penawarnya benar benar sudah di temukan? Anda sungguh sangat hebat yang mulia pangeran, hamba sangat berterima kasih kepada yang mulia pangeran." Ucap kepala desa itu sambil membungkuk kepada Laren
"Sekarang kita harus pergi ke sungai Cano Cristales untuk menguji penawarnya."
"Baik, mari hamba antarkan. Lewat sini yang mulia pangeran."
Laren pun mengikuti jalan yang di arahkan oleh kepala desa untuk menuju ke sungai Cano Cristales tersebut.
Setelah beberapa saat berjalan sampailah mereka di sungai tersebut, Laren pun langsung mencoba mendekat ke sungai tersebut.
Laren pun langsung memasukkan ramuan yang di buatnya ke dalam sungai tersebut, dan setelah di amati menggunakan mata langit milik Laren zat berbahaya yang ada di sungai itu pun lenyap.
"Bagaimana hasilnya pangeran?" Tanya kepala desa itu penasaran
"Ini... Ini berhasil, zat berbahaya yang ada di dalam air sungai Cano Cristales ini sudah hilang." Balas Laren sambil berdiri
"Benarkah? Terima kasih banyak atas bantuan pangeran Laren, hamba mewakili seluruh warga yang ada di desa ini berterima kasih kepada pangeran Laren. Kami tidak akan pernah bisa membalas kebaikan pangeran." Ucap kepala desa itu sambil berlutut di depan Laren
"Sudah kamu berdirilah. Kamu tidak perlu berterima kasih kepadaku, karena ini sudah menjadi tugasku untuk melindungi dan membantu rakyatku." Ucap Laren sambil membantu itu kepala desa itu berdiri
"Baik pangeran."
"Sekarang kita hanya perlu membuat penawar ini lebih banyak untuk di bagikan kepada warga di desa dan agar zat berbahaya yang ada di sungai ini hilang sepenuhnya."
__ADS_1
"Baik pangeran, hamba akan membantu anda untuk mengumpulkan bahan bahan untuk membuat penawar ini pangeran." Ucap kepala desa itu
"Baiklah." Ucap Laren sambil mengangguk
Dengan bantuan dari kepala desa, Laren dan anggota kerajaan lainnya menemukan bahan bahan untuk penawar itu dengan lebih cepat.
Beberapa warga pun ikut membantu pengawal Laren untuk mengumpulkan bahan bahan tersebut.
Laren membuat banyak botol yang berisi penawar untuk di tuangkan ke sungai Cano Cristales dan untuk di bagikan kepada warga yang terkena wabah tersebut.
Setelah 4 hari, sungai Cano Cristales terbebas dari zat zat yang berbahaya itu secara menyeluruh, dan warga yang terkena wabah tersebut pun mulai membaik hari demi hari.
Setelah menyelesaikan semuanya Laren berpamitan untuk pergi kembali ke kerajaan dan melapor kepada sang raja.
"Kepala desa tugas sudah selesai sekarang, aku harus kembali ke kerajaan dan melapor kepada ayahanda." Ucap Laren
"Pangeran, anda sudah bekerja sangat keras di sini jika anda lelah anda bisa tinggal di sini beberapa hari lagi." Ucap kepala desa itu
"Terima kasih atas tawaranmu, tapi aku harus segera kembali ke kerajaan."
"Hmm sama sama." Balas Laren
"Pangeran jika anda membutuhkan bantuan kami, walaupun kamu harus mengorbankan nyawa demi anda kami akan tetap berusaha untuk membantu pangeran." Ucap kepala desa itu sambil membungkuk
"Hmm baiklah aku mengerti, terima kasih."
"Sama sama pangeran."
"Baiklah aku harus pergi."
"Baik hati hati di jalan pangeran."
Laren naik ke keretanya dan juga anggota kerajaan lainnya pun pergi meninggalkan desa tersebut.
__ADS_1
Pada saat awal perjalanan, semuanya baik baik saja akan tetapi pada saat pertengahan perjalanan Laren merasa ada aura asing sedang mendekat ke arahnya.
Laren pun menutup matanya dan membuka mata langitnya untuk melihat siapa yang datang mendekati mereka.
Hmm lima orang dari barat dan lima orang dari timur, kali ini benar benar di kepung oleh pembunuh bayaran. (Batin Laren kemudian membuka matanya)
"Pengawal, peringatkan semua pengawal untuk siaga dan siap bertarung sebentar lagi. Tapi beritahu mereka dengan tenang dan diam diam jangan gegabah." Ucap Laren kepada pengawal yang berasa di samping keretanya
"Baik. Tapi kenapa pangeran? Apakah ada jebakan di sini?" Tanya pengawal itu penasaran
"Kamu peringatkan dulu semuanya, kemudian aku akan menjelaskannya kepadamu."
"Baik pangeran."
Setelah selesai memperingatkan semua pengawal itu pun kembali ke samping kereta Laren untuk mendengar jawaban mengapa Laren memerintahkan hal tersebut.
Tapi sebelum Laren menjelaskan apa maksud dari perintahnya, sudah ada orang yang menyerang dari arah barat sejumlah lima orang.
Hmm ternyata mereka datang lebih cepat dari perkiraanku. (Batin Laren)
Karena sebelumnya sudah di peringatkan oleh Laren, maka semua pengawal tersebut langsung melawan pembunuh tersebut.
Sepertinya pembunuh bayaran kali ini lebih kuat dari yang sebelumnya, aku akan membantu para pengawalku. (Batin Laren)
Laren pun keluar dari keretanya dan membantu para pengawalnya untuk melawan para pembunuh bayaran itu.
Saat Laren sedang fokus menyerang pembunuh yang ada di hadapannya, tiba tiba ada serangan anak panah dari arah timur.
Untungnya Laren segera menghindar dan kemudian menyerang pemanah yang ada di arah timur menggunakan kultivasinya.
Setelah beberapa saat bertarung, semua pembunuh bayaran itu pun mati dan ada beberapa pengawal Laren yang terluka.
"Pengawal, bawa orang yang terluka ke dalam kereta. Aku akan menggunakan kuda saja." Ucap Laren
__ADS_1
"Tapi pangeran, perjalanan kita masih beberapa jam lagi. Pangeran akan sangat kelelahan jika menaiki kuda saja." Ucap salah satu pengawal di situ
"Tidak apa, nyawa para pengawal yang terluka lebih penting." Ucap Laren kemudian menaiki salah satu kuda milik para pengawal