Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 60


__ADS_3

Lacey mengatakan jika hubungan antara pangeran Laren yang asli dan juga nona Liu Shang sangat dekat dahulu, bahkan Rayden juga mengatakan hal yang sama. Jika aku tidak membalas pelukannya atau mendorongnya sekarang mungkin dia akan sedih dan bisa saja muncul masalah baru. (Batin Laren merenung dan berfikir)


Laren pun mengarahkan tangannya untuk membalas pelukan Liu Shang dengan hangat, Liu Shang pun semakin memeluk Laren dengan erat.


Setelah beberapa saat Liu Shang pun melepaskan pelukannya dan berbicara sambil menatap Laren lamat lamat.


"Aku sangat merindukanmu Yun'er. Maaf telah meninggalkan dirimu tanpa berpamitan sebelumnya."


"T-tidak apa apa, aku tidak marah kepadamu. Lagi pula itu adalah kejadian yang sudah berlalu, tidak perlu membahasnya lagi." Ucap Laren sambil mengelus pucuk rambut Liu Shang tanpa sadar.


"Yun'er banyak yang ingin aku katakan dan juga ceritakan kepadamu, menginaplah di kerajaan Liu malam ini. Aku mohon kepadamu." Ucap Liu Shang sambil menggenggam tangan Laren dan menatap Laren dengan wajah yang melas.


Aku mungkin akan mendapatkan beberapa informasi dari Liu Shang, mungkin bukan hal yang buruk jika aku menginap di sini selama satu malam. (Batin Laren)


"Baiklah kalau begitu, karena Shang'er sudah meminta maka aku hanya dapat menurutinya." Ucap Laren sambil tersenyum.


"Benarkah? Terima kasih banyak Yun'er." Ucap Liu Shang sambil kembali memeluk Laren dengan erat.


Uhh wanita ini sudah berkali kali memelukku. (Batin Laren pasrah)


"Baiklah, bisakah aku bertanya sesuatu?" Ucap Laren.


"Tentu saja, aku akan menjawab semua yang Yun'er tanyakan dengan jujur." Balas Liu Shang.


"Dulu, ke mana kamu pergi? Mengapa tidak berpamitan terlebih dahulu kepadaku?" Tanya Laren.


"Aku di utus ayahanda untuk pergi ke kerajaan Utara untuk bertemu dengan beberapa tetua yang ada situ dan berlatih selama beberapa tahun di situ." Ucap Liu Shang menjelaskan.


"Hmm jadi seperti itu." Balas Laren sambil mengangguk.


Pantas saja, tingkatannya berada di tahap master kedua di usia yang masih muda. Tidak salah jika dia menjadi murid kesayangan beberapa tetua dan menjadi orang yang di segani. (Batin Laren)


Saat Laren dan juga Liu Shang sedang mengobrol, Laren tiba tiba teringat jika dirinya belum memberitahu kepada Rayden jika dia ingin menginap di kerajaan Liu.

__ADS_1


"Shang'er aku harus memberitahu Rayden terlebih dahulu agar dia tidak menungguku." Ucap Laren.


"Baiklah, aku akan menunggumu di dalam sini." Balas Liu Shang sambil mengangguk perlahan.


Laren pun keluar dan memanggil nama Rayden, dan Rayden pun langsung muncul di hadapan Laren.


"Rayden." Panggil Laren


"Hamba di sini pangeran, apakah ada tugas?" Ucap Rayden yang baru saja muncul di depan Laren.


"Tidak, aku hanya ingin memberitahumu jika aku akan menginap selama satu malam di kerajaan Liu. Kamu tidak perlu menungguku di luar, aku akan katakan kepada beberapa pengawal agar menyiapkan kamar untukmu." Ucap Laren menjelaskan alasannya memanggil Rayden.


"Baik pangeran, tapi anda tidak akan menginap di sini bukan pangeran?" Ucap Rayden dengan tatapan yang mengarah ke kamar milik Liu Shang.


"Tentu saja tidak. Apa yang kamu pikirkan Rayden?" Ucap Laren sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"T-tidak ada pangeran. Kalau begitu saya pamit." Ucap Rayden.


"Hmm baiklah, pergilah." Balas Laren.


Laren dan juga Liu Shang pun mengobrol banyak hal hingga langit menunjukkan jika sudah larut malam.


"Liu Shang, ini sudah sangat malam. Kamu harus beristirahat." Ucap Laren kemudian berdiri.


"Baiklah, Yun'er juga pasti sangat lelah. Terima kasih karena sudah menemani Shang'er dan mau mendengar semua cerita Shang'er." Ucap Liu Shang juga berdiri di samping Laren.


Liu Shang pun mengantarkan Laren sampai ke depan pintunya dan Laren pun di antar oleh beberapa pengawal untuk menuju ke kamar yang telah di sediakan.


Laren pun langsung menuju ke kasurnya beristirahat di kamar yang telah di siapkan untuknya.


Keesokan harinya, Lacey tiba tiba muncul di samping Laren yang masih tertidur. Suara Lacey membuat Laren terbangun dan menyadari keberadaan Lacey di sampingnya.


"Tuan," Ucap Lacey yang membuat Laren terbangun.

__ADS_1


"Hmm ada apa? Mengapa kamu datang pagi pagi sekali?" Tanya Laren dengan mata yang sedikit masih tertutup.


"Tuan, kenapa anda berada di kamar yang berbeda dengan kamar di mana anda berada kemarin? Lalu di mana nona Liu Shang saat ini? Bukankah anda kemarin bersama dengannya tuan? Kenapa anda tidak bersama dengan nona Liu Shang?" Ucap Lacey mengatakan pertanyaan pertanyaan secara bertubi tubi.


"Lacey, aku baru saja bangun dan kamu sudah bertanya banyak hal kepadaku. Lalu apa maksudmu aku bersama dengan nona Liu selama semalaman?" Ucap Laren kemudian terduduk di kasurnya.


"T-tidak ada tuan, tolong lupakan apa yang saya katakan tadi." Ucap Lacey.


Dasar sistem aneh, ada saja hal tidak masuk akal yang di pikirkan olehnya. (Batin Laren sambil menatap Lacey)


"Uh tuan, saya bukan sistem aneh. Tuan adalah pria normal dan nona Liu Shang adalah seorang gadis yang sangat rupawan, jadi bukan salah saya jika saya bisa berpikir seperti itu." Ucap Lacey setelah mendengar isi pikiran Laren.


"Oh aku lupa jika kamu bisa membaca pikiranku. Aku dan Liu Shang kemarin hanya saling bercerita dan tidak melakukan hal apapun, terutama hal yang kamu pikirkan Lacey." Ucap Laren kemudian beranjak dari tempat tidurnya.


"Baiklah tuan saya mengerti." Balas Lacey.


Setelah itu Laren pun pergi untuk membersihkan dirinya dan kemudian bersiap siap.


Setelah menyelesaikan beberapa hal itu, Laren keluar untuk berjalan jalan di sekitar area itu dan tidak sengaja bertemu dengan Liu Shang.


"Yun'er." Panggil Liu Shang.


Laren pun menoleh ke arah sumber suara saat namanya di panggil dan menghentikan langkahnya.


Setelah memanggil Laren, Liu Shang pun menghampiri Laren dengan sedikit berlari.


"Bagaimana tidurmu? Apakah kamu merasa nyaman berada di kerajaan Liu?" Tanya Liu Shang.


"Aku sangat nyaman berada di istana ini. Kamar yang di siapkan untukku juga sangat nyaman." Balas Laren sambil tersenyum kecil.


"Apakah Yun'er tau? Kamar itu adalah kamar yang aku siapkan khusus untuk Yun'er." Ucap Liu Shang sambil tersenyum.


"Benarkah? Aku sangat berterima kasih atas hal itu." Balas Laren.

__ADS_1


"Sama sama Yun'er. Ngomong ngomong aku mendengar jika beberapa waktu yang lalu kamu pergi ke desa timur kerajaan Yun dan membantu para rakyat di sana untuk menghadapi wabah."


__ADS_2