Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 94


__ADS_3

"Anak harimau?" Ucap pangeran Liu Xi terkejut karena melihat hewan itu.


"Benar,"


"Bagaimana bisa ada seekor anak harimau di sini? Dari mana kamu mendapatkannya?"


Yah, sudah ku duga di dunia harimau sangatlah langka di dunia ini apalagi jika itu adalah anak harimau. (Batin Laren)


"Ini... Ceritanya cukup panjang, aku akan menceritakannya kepada kalian di lain hari saja." Balas Laren sambil tersenyum kecil.


Darimana sebenarnya pangeran Laren mendapatkan harimau ini? Siapa orang yang telah membantunya? (Batin pengawal pribadi yang berada di sebelah pangeran Liu Xi)


"Baiklah kalau begitu, ayahanda sudah mencarimu Liu Shang. Kita harus segera kembali ke kerajaan." Ucap pangeran Liu Xi menatap Liu Shang yang masih mengelus hewan kesukaannya itu.


"Kenapa ayah tiba tiba mencariku? Aku masih ingin berada di tempat ini." Ucap Liu Shang sambil murung.


Liu Shang tidak ingin meninggalkan tempat tersebut karena menurut Liu Shang tempat itu adalah tempat yang paling indah yang pernah ia datangi sebelumnya.


Apalagi di tambah dengan adanya hewan kesukaannya yaitu harimau putih kecil bernama Xiao Ying.


Layaknya mengetahui perasaan sedih Liu Shang, Xiao Ying langsung melompat turun dari pelukan Liu Shang dan menghibur Liu Shang dengan bertingkah imut di depannya.


Liu Shang yang awalnya murung pun kembali tersenyum saat melihat tingkah laku Xiao Ying yang menggemaskan.


"Tidak apa Shang'er, jika kamu ingin bermain dengan Xiao Ying kamu bisa pergi ke kekaisaran Yun dan menemuiku untuk bermain dengannya." Ucap Laren sambil mengelus lembut pucuk rambut Liu Shang.


Liu Shang pun menatap Laren sambil tersenyum dan mengangguk perlahan, pangeran Liu Xi pun merasa lega karena Liu Shang mau untuk di ajak kembali ke istana.


"Tapi tempat ini... Sebenarnya aku ingin tidak ada orang lain yang datang dan menemukan tempat ini selain orang orang yang aku inginkan." Ucap Liu Shang sambil menatap Laren dan juga pangeran Liu Xi secara bergantian.


"Baiklah kalau kamu memang menginginkan itu Liu Shang." Balas Laren sambil tersenyum lembut ke arah Liu Shang.

__ADS_1


"Benarkah? Apakah bisa?" Tanya Liu Shang dengan wajah yang senang.


"Tentu saja." Balas Laren mengangguk perlahan.


"Bagaimana caranya?" Tanya Liu Shang dan juga pangeran Liu Xi secara bersamaan.


"Caranya adalah dengan membuat formasi pelindung untuk menutupi wilayah ini, sehingga orang lain yang tidak mempunyai akses untuk masuk tidak akan bisa masuk atau menyadari keberadaan tempat ini." Ucap Laren menjelaskan dengan rinci.


Benar, bagaimana bisa aku tidak terfikir cara itu? (Batin pangeran Liu Xi)


Tidak di sangka pangeran Laren sangatlah cerdas, aku bahkan tidak memikirkan cara itu. (Batin pengawal yang ada di sebelah pangeran Liu Xi)


"Kamu benar, aku akan membuat formasi itu." Balas pangeran Liu Xi.


Laren pun mengangguk atas ucapan pangeran Liu Xi dan kemudian pangeran Liu Xi mulai untuk membuat formasi di sekeliling tempat tersebut.


Setelah beberapa saat, akhirnya pangeran Liu Xi selesai membuat formasi yang mengelilingi tempat tersebut, sehingga tidak ada orang yang dapat masuk ke dalam tempat itu kecuali orang orang tertentu.


"Formasinya sudah selesai, dan orang yang dapat masuk ke dalam tempat ini hanya aku, Liu Shang, dan juga Laren." Ucap pangeran Liu Xi sambil menatap Laren dan juga Liu Shang secara bergantian.


"Sama sama, sekarang Liu Shang kita harus pergi dan kembali ke istana secepat mungkin."


Liu Shang pun mengangguk atas ucapan kakaknya itu, setelah itu Liu Shang menatap kakaknya selama beberapa saat tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Pangeran Liu Xi pun mengerti akan kode dari adiknya itu dan kemudian keluar dari area tempat tersebut bersama dengan pengawal pribadinya.


Pangeran Liu Xi menunggu di luar formasi tersebut bersama dengan pengawal pribadinya dan menunggu adiknya itu.


Sedangkan di tempat tersebut tersisa Laren dan juga Liu Shang, Laren heran kenapa Liu Shang tidak ikut keluar bersama dengan kakaknya?


Bukankah tujuan pangeran Liu Xi kemari tadinya adalah untuk menjemput Liu Shang agar kembali ke istana bersama dengannya?

__ADS_1


Tanpa mengatakan apa apa Liu Shang tiba tiba melangkah mendekat ke arah Laren dan memberinya sebuah pelukan hangat.


Laren awalnya cukup terkejut dengan sikap Liu Shang yang tiba tiba memeluknya itu, akan tetapi setelah itu Laren membalas pelukan hangat dari Liu Shang.


"Terima kasih telah menyiapkan semua ini untukku, dan juga maaf karena telah salah paham dan mengabaikan dirimu selama beberapa hari ini Yun'er." Ucap Liu Shang tanpa melepaskan pelukannya itu.


"Sama sama, aku juga berterima kasih karena sudah mau mendengarkan penjelasan dariku tadi. Aku juga meminta maaf karena sudah menculikmu dari raja Liu tadi." Balas Laren.


Setelah itu Liu Shang pun melepas pelukannya dan beralih mengelus Xiao yang yang sedari tadi bermain di sekitar kakinya.


"Xiao Ying kita akan bermain bersama lagi nanti, sampai jumpa. Terima kasih telah mau bermain bersamaku dan telah berperilaku baik tadi." Ucap Liu Shang sambil mengelus lembut kepala Xiao Ying dan tersenyum manis.


Setelah berpamitan kepada Laren dan juga Xiao Ying, mereka pun keluar dari dalam formasi itu dan menemui pangeran Liu Xi yang telah menunggu di luar formasi bersama dengan pengawalnya.


Liu Shang, pangeran Liu Xi, dan juga pengawal pribadinya menaiki kudanya masing masing dan kemudian kembali ke istananya.


Setelah mereka pergi, Rayden tiba tiba muncul di sebelah Laren.


"Pangeran, apakah anda tidak ingin kembali ke istana?" Tanya Rayden yang baru saja muncul di sebelah Laren.


"Ya kita akan segera kembali, tapi ngomong ngomong apakah kamu berada terus menerus di sini sejak tadi?" Ucap Laren sambil menatap Rayden.


"Benar pangeran, saya tidak pergi dari sini sejak tadi." Balas Rayden sambil mengangguk perlahan.


"Apakah tadi kamu tidak merasakan aura milik orang asing di sekitar sini tadi?" Tanya Laren tanpa melepaskan tatapannya kepada Rayden.


"T-tidak pangeran, hamba tidak merasakan aura milik orang asing di sini sejak tadi." Balas Laren sambil tetap menunduk dan dengan sedikit terbata bata.


"Apakah kamu yakin?" Tanya Laren sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Yakin... Pangeran." Balas Rayden tanpa menatap Laren.

__ADS_1


Pangeran, untuk sekarang hamba masih belum bisa mengatakan semuanya sekarang. Tapi hamba berjanji saya akan mengatakan dan menjelaskan semuanya jika waktunya sudah tiba. (Batin Rayden)


Kenapa aku merasa jika Rayden sedang menutupi sesuatu dariku? Apakah ini hanya perasaanku saja atau memang ada sesuatu? Aku yakin jika tadi sekilas aku merasakan aura milik orang asing di sini. (Batin Laren tanpa mengalihkan pandangannya)


__ADS_2