
"Ikut di seleksi? Tapi kenapa? Bukankah mereka sudah masuk ke dalam perguruan itu? Kenapa mereka juga ikut di seleksi?" Tanya Laren penasaran.
"Itu benar tuan, jadi di dalam perguruan biasanya di bagi menjadi lima tingkat yang berbeda beda. Setiap murid yang baru masuk akan di tempatkan di tingkat kelima, jika murid itu bisa melalui seleksi yang diadakan maka ia akan naik ke tingkat selanjutnya." Ucap Lacey kembali menjelaskan.
"Hmm jadi seperti itu." Balas Laren sambil mengangguk ngangguk.
"Tuan apakah anda tidak berencana untuk mengikuti pemilihan sekte tahun ini?" Tanya Lacey penasaran.
"Aku ingin mengikuti acara itu, tapi aku masih belum tahu mana sekte yang akan aku pilih, aku masih belum terlalu mencari informasi lebih lanjut tentang perguruan perguruan ini."
"Mungkin tuan memang harus memikirkan hal itu terlebih dahulu, mungkin saja anda ingin bergabung di dalam perguruan yang belum menerima murid baru tahun ini, sehingga anda mempunyai kesempatan di tahun tahun lainnya." Ucap Lacey.
"Hmm kamu benar, tapi aku memikirkan hal ini dan membuat keputusan secepat mungkin." Ucap Laren.
Lacey pun hanya balas mengangguk atas ucapan Laren tersebut, saat sore hari ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Laren.
Laren pun melangkah keluar dan membukakan pintu untuk orang tersebut.
"Hamba memberikan salam kepada pangeran Laren." Ucap orang tersebut sambil membungkuk ke arah Laren.
"Hmm ada apa? Apakah kamu sudah menemukan barang yang aku inginkan?" Tanya Laren kepada orang tersebut.
"Sudah pangeran, ini adalah barang yang anda minta." Ucap orang tersebut sambil memberikan sebuah gulungan kertas kepada Laren.
"Hmm peta hutan kematian, memang terlihat sedikit rumit. Apakah kamu bisa menjelaskan kepadaku apa arti semua tanda tanda yang ada di peta ini Rayden?"
"Bisa pangeran." Balas Rayden sambil mengangguk.
"Kalau begitu masuklah dan jelaskan semua yang ada di peta ini di ruangan pribadiku." Ucap Laren.
"Baik pangeran."
Aku terpaksa memberikan peta salinan milikku kepada pangeran Laren, karena jika tidak melakukan hal ini takutnya walaupun aku mencari ke dalam pasar gelap pun tidak akan menemukan peta yang sejelas milikku, dan itu akan lebih berbahaya bagi pangeran Laren. (Batin Rayden sambil memperhatikan peta yang di pegang oleh Laren)
Laren dan juga Rayden pun pergi ke ruangan pribadi milik Laren, kemudian Rayden menjelaskan semua tentang tanda yang ada di dalam peta itu dan tentang jalur yang akan di lewati oleh Laren.
__ADS_1
"Hamba sudah menandai beberapa tempat di peta ini pangeran, warna merah yang ada di sini itu artinya adalah sebuah sarang hewan beast dengan tingkat yang tidak rendah, sedangkan jalan yang saya tandai dengan tinta hitam yang tidak terlalu tebal ini adalah jalur yang akan kita lewati nanti." Ucap Rayden mulai menjelaskan.
"Lalu tempat apa yang kamu tandai dengan warna ungu itu?" Tanya Laren sambil menunjuk salah satu sudut peta.
"Itu adalah tempat batu sihir pangeran, jika anda beruntung mungkin akan bisa mendapatkan batu sihir itu untuk berlatih."
"Hmm jadi seperti itu aku mengerti."
Ngomong ngomong tentang batu sihir, bukankah aku masih memiliki beberapa bongkah batu sihir yang aku dapatkan saat bersama dengan saudara Mu dan juga Xia Fei? Bagaimana bisa aku lupa untuk memurnikan batu sihir itu. (Batin Laren)
Setelah beberapa jam membahas tentang peta itu dan isinya, akhirnya penjelasan Rayden pun selesai.
"Baiklah kalah begitu, terima kasih karena sudah mendapatkan peta ini dan juga telah menjelaskannya kepadaku." Ucap Laren.
"Sama sama pangeran, jadi... Kapan anda berencana untuk pergi ke dalam hutan kematian itu?" Ucap Rayden.
"Mungkin besok pagi, atau sebelum tengah hari." Balas Laren.
"Pangeran mohon izinkan hamba untuk ikut dan menemani pangeran. Hamba juga bisa melindungi pangeran di dalam hutan itu." Ucap Rayden.
"Apa? Tapi pangeran... Terlalu berbahaya jika anda pergi sendirian. Mohon izinkan hamba untuk ikut dengan anda pangeran."
'Lacey.' Panggil Laren melalui telepatinya.
"Iya tuan, saya di sini." Balas Lacey yang baru saja muncul di samping Laren.
'Bagaimana ini? Apakah aku harus mengajak Rayden atau tidak? Dia sangat memaksa untuk ikut sejak tadi, jika aku tidak mengizinkan dirinya sepertinya dia akan mengikuti ku secara diam diam.' Ucap Laren kepada Lacey.
"Kalau begitu biarkan saja Rayden untuk ikut dengan anda pangeran, lagipula Rayden juga sudah tau tentang kultivasi Phoenix dan juga keturunan anda." Balas Lacey.
'Hmm baiklah kalau begitu.'
Setelah melihat Laren yang merenung beberapa saat, akhirnya Rayden pun memberanikan diri untuk bertanya apa keputusan Laren.
"Jadi bagaimana pangeran? Apakah anda mengizinkan saya untuk ikut dengan anda besok?" Tanya Rayden sambil menatap Laren.
__ADS_1
"Hmm baiklah, karena kamu sangat ingin ikut aku akan mengizinkanmu untuk ikut besok."
Bagus sekali, jika aku bisa mengikuti pangeran Laren besok maka aku juga bisa melindunginya dari formasi formasi yang ada di dalam hutan itu. (Batin Rayden senang)
"Baik, terima kasih pangeran." Ucap Rayden.
"Hmm sama sama, ini sudah malam, istirahatlah kita akan berangkat besok pagi."
"Baik pangeran, kalah begitu saya permisi."
"Hmm."
Setelah jawaban singkat dari Laren, Rayden pun menghilang tanpa jejak dan meninggalkan Laren di ruangan tersebut.
Laren pun keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke kamarnya untuk beristirahat.
"Huft... Sebenarnya aku masih penasaran, ke mana Rayden pergi setelah di utus oleh permaisuri Yun dulu?" Gumam Laren sambil duduk di pinggir kasurnya.
"Lacey," Panggil Laren secara tiba tiba.
"Iya tuan, saya di sini. Ada apa?" Tanya Lacey yang baru saja muncul di hadapan Laren.
"Apakah kamu tau ke mana perginya Rayden setelah di utus oleh permaisuri Yun dulu?" Tanya Laren.
"Saya tidak tau tuan, dalam layar sistem tidak tercatat ke mana perginya Rayden selama lima tahun itu. Setelah kembali pun Rayden dalam keadaan kultivasi yang sangat kuat." Ucap Lacey.
"Itu berarti selama lima tahun dia pergi untuk berlatih di suatu tempat, tapi di mana? Ini pasti ada hubungannya dengan perintah permaisuri Yun." Ucap Laren sambil berfikir keras.
"Tuan benar, tapi kenapa tuan tiba tiba ingin tahu ke mana Rayden pergi selama lima tahun dulu tuan? Itu adalah kejadian yang sudah sangat lama dan tidak ada pengaruhnya untuk saat ini." Ucap Lacey.
"Kamu benar, tapi aku merasa jika identitas Rayden bukanlah sekedar identitas biasa. Aku hanya merasa jika identitasnya yang asli ada hubungannya dengan tempat yang di kunjungi beberapa tahun yang lalu." Ucap Laren.
"Jadi seperti itu, tapi tulisan tentang karakter Rayden di dalam layar juga masih ada beberapa paragraf yang masih terkunci, mungkin saja sejarah identitas milik Rayden masih panjang tuan." Ucap Lacey.
"Kamu benar, aku sangat penasaran dengan hal itu. Aku akan menyelidikinya sedikit demi sedikit." Balas Laren.
__ADS_1