
Setelah beberapa tamu telah datang dan duduk di aula tersebut, tidak lama kemudian datanglah seorang wanita yang kedatangannya cukup menghebohkan seisi ruangan tersebut.
"Wah, ternyata dia datang, sungguh kecantikan yang tidak tertandingi."
"Pantas saja julukannya adalah seorang Dewi yang turun dari langit."
"Dia memang pantas di sebut sebagai salah satu wanita tercantik di daratan Zhoushan."
Banyak tamu tamu yang bergumam saat melihat kedatangan wanita itu, banyak bisikan bisikan satu orang dengan yang lainnya.
Yang membicarakan tentang wanita yang baru saja memasuki aula itu, begitu juga dengan Laren.
Astaga! Dia datang ke sini! Sudahlah, semuanya kini akan tau tentang identitas asliku. (Batin Laren sambil menghela nafas panjang)
Wanita itu berjalan dengan anggun memasuki aula tersebut dan menghadap ke arah sang raja kemudian sedikit membungkuk.
"Xia Fei memberi hormat kepada yang mulia raja, selamat atas pencapaian kerajaan Yun, yang mulia." Ucap wanita itu sambil membungkuk dan sedikit tersenyum.
"Xia Fei, terima kasih telah datang." Balas sang raja dengan ramah.
"Dengan senang hati yang mulia." Balas Xia Fei sambil tersenyum ramah.
Saat hendak duduk di kursinya, secara tidak sengaja matanya melihat pria yang tidak asing baginya yang duduk di sebelah pangeran Altezza.
Kenapa aku merasa tidak asing dengannya? (Batin Xia Fei sambil melirik ke arah Laren)
Laren yang mengetahui hal itu seketika langsung memalingkan wajahnya perlahan dan berusaha untuk menutupi wajahnya menggunakan tangan.
__ADS_1
Habislah sudah, dia melihat ke arahku. (Batin Laren mengusap wajahnya dengan sedikit kasar)
Sebelum duduk di tempatnya, Xia Fei menatap Laren secara terus menerus tanpa melepaskan tatapannya selama beberapa saat.
Hal itu membuat beberapa orang yang ada di dalam aula tersebut sedikit bergosip tentang Xia Fei, akan tetapi tidak berani mengeluarkan suara yang keras.
Raja Yun juga menatap heran ke arah Xia Fei, dalam pikiran raja Yun ia sangat bertanya tanya, mengapa putri dari kediaman panglima dari kerajaan Fangxi ini terus menatap Laren?
Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya? Dan apakah mereka sudah saling mengenal satu sama lain?
Begitu banyak pertanyaan yang mengisi pikiran raja Yun saat ia melihat hal itu, tapi di sisi lain ada beberapa orang yang tidak senang saat Xia Fei menatap Laren seperti itu.
Orang tersebut tidak lain adalah ketiga pangeran lainnya yang merasa iri karena nona Xia Fei dari kediaman panglima kerajaan Fangxi yang biasanya bersikap dingin dan acuh tak acuh itu.
Kini ia menatap Laren seakan akan mereka telah mengenal cukup jauh, selain ketiga pangeran itu, ada seorang wanita yang juga tidak senang saat Xia Fei menatap Laren secara terus menerus seperti itu.
Ia tidak lain adalah Liu Shang, Liu Shang terus menatap tajam ke arah Xia Fei yang tidak memperhatikannya tapi sedang menatap Laren.
Xia Fei pun memutuskan untuk duduk di tempatnya terlebih dahulu, akan tetapi pikirannya tetap berusaha mengingat siapa pria itu.
Setelah di rasa semua tamu telah datang ke aula, acara pun hendak di mulai. Akan tetapi kehadiran seseorang membuat raja Yun dan semua orang yang berada di dalam aula itu kembali terkejut.
Bahkan mereka lebih terkejut saat melihat kedatangan orang paling penting di daratan Zhoushan itu.
Xia Fei terus saja menatap Laren tanpa memperhatikan siapakah yang baru saja memasuki aula tersebut.
Saat pria itu melangkahkan kakinya ke dalam, semua mata tertuju padanya dan seketika semua orang yang ada di dalam aula itu langsung berdiri tegak.
__ADS_1
Tidak terkecuali pada raja Yun, ia juga sangat terkejut dan langsung berdiri dengan cepat saat melihat kedatangan pria itu.
Raja Yun langsung turun dari singgasananya dan menghampiri pria itu, kini ia berada tepat di hadapan pria itu.
"Kami memberikan salam kepada yang mulia kaisar Xiao." Ucap semua orang yang ada di aula tersebut dengan serempak sambil sedikit membungkuk kepada kaisar Xiao.
"Hmm, raja Yun. Tidak, maksudku kaisar Yun, kerajaanmu sebentar lagi akan menjadi sebuah kekaisaran. Aku datang untuk memberikan ucapan selamat kepadamu." Ucap sang kaisar dengan ramah.
"Saya sangat tersanjung karena yang mulia kaisar bisa meluangkan waktu dan mengesampingkan beberapa pekerjaan untuk datang ke acara kerajaan Yun hari ini." Balas raja Yun dengan sopan dan ramah.
Setelah itu, raja Yun langsung menyuruh pengawalnya untuk menyiapkan tempat yang paling istimewa untuk kaisar Xiao.
Setelah itu, acara kerajaan Yun pun di mulia dengan meriah dan megah dengan di hadiri oleh orang orang penting di beberapa negara dan juga pernah yang paling berpengaruh di daratan Zhoushan.
Bagaimana bisa kaisar Xiao tiba tiba datang ke acara kerajaan Yun? Aku sebelumnya memang mengirim undangan untuknya tapi itu hanya untuk formalitas saja, tidak aku sangka jika kaisar Xiao akan benar benar datang ke acara kerajaan Yun hari ini. (Batin raja Yun yang terkejut atas kedatangan kaisar Xiao ke istananya)
Beberapa orang berbisik bisik tentang kedatangan kaisar Xiao, mereka juga sama halnya dengan raja Yun.
Mereka sangat terkejut atas kedatangan pion utama daratan Zhoushan itu, mereka hampir tidak percaya jika saat ini mereka sedang berada di satu ruangan bersama dengan tokoh yang paling berpengaruh seperti itu.
Ada apa dengan kaisar Xiao? Tidak biasanya seorang kaisar utama sepertinya akan menghadiri acara peresmian kerajaan kerajaan di daratan Zhoushan. Apa sebenarnya yang akan di lakukannya setelah acara ini berakhir? (Batin Laren bertanya tanya sambil sedikit melirik ke arah kaisar Xiao)
Mengetahui jika dirinya di lirik oleh Laren, kaisar Xiao pun balas menatap Laren dan seketika Laren pun mengalihkan pandangannya.
Hm pangeran Laren, keponakanku. Apa yang kamu lakukan di tempat itu? Kenapa kamu sangat nekat hingga masuk ke dalam sana dan bagaimana kamu bisa tidak terluka sama sekali? Sungguh keturunan phoenix yang sangat berbakat. (Batin sang kaisar sambil menatap Laren)
Aih kenapa aku melirik kaisar tadi? Sekarang kaisar jadi menatapku, bagaimana jika ada sesuatu nanti. (Batin Laren sambil menghela nafas panjang dan tetap mengalihkan perhatiannya)
__ADS_1
Laren pun memutuskan untuk fokus kepada acara yang berlangsung itu, setelah beberapa saat matanya secara tidak sengaja bertatapan dengan Xia Fei.
Tatapan mata Laren seakan akan terkunci untuk tetap mengarah ke mata Xia Fei, begitu juga sebaliknya. Mereka berdua seakan akan tidak bisa melepas tatapannya masing masing selama beberapa saat.