Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 53


__ADS_3

"Semua hewan hewan itu sudah... Mati? T-tuan Xiao? Bagaimana... Bagaimana bisa kamu melakukan hal ini?" Ucap Mu Xiaoyang terkejut dengan kejadian yang baru saja di lihatnya dan juga sangat terkejut karena ini pertama kalinya ia melihat hal seperti ini.


"Sudah aku bilang bukan? Selama kamu ada bersama denganku maka aku akan pastikan kamu akan hidup sampai kita keluar dari tengah hutan ini." Balas Laren sambil meletakkan sebelah tangannya di pundak Mu Xiaoyang.


"Ya ya, baiklah, sekarang aku percaya semua itu." Ucap Mu Xiaoyang sambil mengangguk.


"Baiklah, ayo kumpulkan ekstraksi nyawa hewan hewan beast itu dengan menggunakan token ajaib ini." Balas Laren kemudian melangkah menuju ke mayat mayat hewan buas itu.


Mu Xiaoyang pun mengikuti Laren di belakangnya, kini mereka mulai mengumpulkan ekstraksi nyawa hewan hewan itu untuk di tukarkan dengan poin dan di gunakan untuk menukarnya dengan bongkahan batu sihir.


"Saudara Xiao, sepertinya kita sudah mendapatkan sangat banyak ekstraksi dari hewan beast ini. Sepertinya ini sudah sangat cukup, mari kita kembali." Ucap Mu Xiaoyang sambil menatap Laren.


"Baiklah, ini juga sudah tengah hari. Aku harus segera kembali." Balas Laren sambil mengangguk.


Aku harus segera kembali, aku masih harus bertemu dengan Liu Shang nanti. (Batin Laren)


Kini yang tersisa hanyalah tulang tulang yang berasal dari hewan hewan beast yang di bunuh oleh Laren tadi.


Mereka langsung meninggalkannya dan keluar dari hutan tersebut, sambil mengobrol dengan santai.


"Saudara Mu, apakah kamu mengetahui sesuatu tentang hutan kematian?" Tanya Laren secara tiba tiba.


"Hutan kematian? Aku mengetahui beberapa informasi. Memangnya kenapa saudara Xiao ingin tahu tentang hutan berbahaya ini?" Balas Mu Xiaoyang.


"Tidak ada apa apa, aku hanya penasaran dan ingin tahu. Banyak orang yang mengatakan jika ada orang yang masuk ke hutan itu maka tidak akan bisa keluar selamanya, apakah semua itu benar?"


"Iya, semua orang mengatakan seperti itu. Dahulu ada orang yang tidak percaya dengan kata kata itu sehingga ia masuk ke dalam hutan kematian itu, dan sampai sekarang pun ia di kabarkan tidak pernah kembali." Balas Mu Xiaoyang.

__ADS_1


"Jadi seperti itu, apa lagi yang di ketahui oleh saudara Mu?"


"Hutan kematian adalah hutan yang berbatasan langsung dengan hutan LingShao, jika kita pergi lebih jauh ke dalam hutan maka kita akan memasuki area pinggir hutan kematian itu." Ucap Mu Xiaoyang menjelaskan.


"Hmm jadi di sini jalan yang harus di tempuh saat ingin pergi ke hutan kematian." Balas Laren sambil mengangguk perlahan.


"Apakah saudara Xiao ingin pergi ke hutan kematian itu? Aku sarankan jangan saudaraku, selama ini telah banyak orang orang yang masuk ke dalam hutan itu dan tidak pernah kembali." Ucap Mu Xiaoyang memperingatkan Laren.


"Baiklah, aku akan memikirkannya lagi nanti."


Saat Laren dan juga Mu Xiaoyang sedang berbincang bincang tiba tiba tanah di sekitar mereka bergetar.


Dan terlihat di depan mereka seorang gadis cantik dengan rambut coklat yang terikat dan mengenakan pakaian merah yang elegan.


Gadis itu sangat tidak asing di mata Laren dan juga Mu Xiaoyang, gadis itu sedang di kejar oleh lima hewan beast dengan tingkat yang cukup tinggi.


"Kamu benar, sepertinya dia dalam bahaya. Kita harus membantunya." Balas Laren.


"Eh tapi kita tidak mungkin bisa menghadapi mereka... Secara langsung. Eh? Saudara Xiao di mana kamu?" Ucap Mu Xiaoyang sambil mencari Laren yang sudah tidak berada di sebelahnya.


Tanpa Mu Xiaoyang sadari, Laren sudah berlari dengan cepat menuju ke arah Xia Fei dan itu membuat Mu Xiaoyang membelalakkan matanya.


Apakah dia gila?! Tadi dia memang bisa membunuh puluhan hewan beast dengan satu gerakan, tapi itu semua menggunakan trik dan persiapan yang matang. Tapi kali ini dia menghadapi langsung para hewan hewan itu, apakah dia sengaja mengantarkan nyawanya? (Batin Mu Xiaoyang yang terkejut dengan perbuatan Laren karena merasa tindakan Laren adalah tindakan yang gegabah)


Laren pun tidak memperdulikan Mu Xiaoyang lagi, kini ia berlari dengan cepat menuju ke arah Xia Fei dan juga kumpulan hewan hewan itu.


Siapa pria itu? Mengapa dia berlari ke arahku? Apakah dia tidak lihat di belakangku ini ada lima hewan beast dengan tingkat tinggi? (Batin Xia Fei yang melihat Laren berlari ke arahnya)

__ADS_1


Setelah Laren berlari ke arah Xia Fei ia berbalik arah dan kini posisi mereka sejajar dan sama sama di kejar oleh lima hewan beast itu.


"Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan di sini? Apakah kamu ingin mati? Mengapa kamu memposisikan dirimu sebagai sasaran para hewan hewan ini juga?" Ucap Xia Fei melontarkan pertanyaan yang bertubi tubi kepada Laren.


"Nona aku akan menjawab pertanyaan pertanyaan darimu itu nanti, sekarang kemarilah aku akan membawamu pergi dari kejaran hewan hewan beast ini." Ucap Laren sambil mengulurkan tangannya.


"Tidak, aku bahkan tidak mengenalmu, kenapa aku harus menerima bantuanmu." Balas Xia Fei dengan nada yang datar.


"Nona, apakah kamu masih memikirkan siapa yang menolongmu saat gigi hewan hewan itu sudah berjarak beberapa inci darimu?" Ucap Laren tetap mengulurkan tangannya.


Uh perkataan pria ini benar, sekarang yang penting adalah nyawaku. Aku tidak punya untuk memikirkan ego ku saat ini. (Batin Xia Fei)


"Tapi bagaimana kamu bisa menjamin jika kamu bisa berlari lebih cepat dari hewan hewan ini dan bahkan lebih cepat dariku?" Tanya Xia Fei masih ragu dengan Laren.


"Jika aku tidak yakin aku bisa berlari lebih cepat dari pada hewan hewan itu maka aku tidak akan mengorbankan nyawaku untuk berlari ke arahmu dan menjadi sasaran hewan hewan itu nona Xia." Balas Laren.


"Tapi..."


"Nona Xia, jika kamu mengatakan satu pertanyaan lagi maka aku yakin hewan hewan ini sudah akan melahapmu sebentar lagi." Ucap Laren.


Xia Fei pun menoleh ke belakang dan mendapati jika hewan hewan itu semakin dekat dengan mereka berdua, sehingga Xia Fei pun menerima tangan Laren.


Setelah Xia Fei menerima tangan Laren, Laren pun langsung menariknya dan kemudian menggendong Xia Fei di pelukannya.


"Kau! Apa yang kamu lakukan!" Ucap Xia Fei dengan wajah yang mulai memerah dan menatap tajam ke arah Laren.


"Nona Xia, jika aku tidak melakukan ini maka kita tidak akan bisa lolos dari hewan hewan itu. Tidak mungkin aku akan berlari sambil menarik tanganmu dengan paksa." Balas Laren tetap fokus ke depan tanpa menoleh ke arah Xia Fei.

__ADS_1


__ADS_2