Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 39


__ADS_3

Tapi jika aku merupakan keturunan phoenix yang langka, bukankah salah satu dari kedua orang tuaku yang ada di dunia ini adalah keturunan dari phoenix itu juga? (Batin Laren merenung)


"Kaisar, mohon maaf sebelumnya tapi apakah saya bisa bertanya sesuatu? Mohon Kaisar jawab dengan sejujur jujurnya." Ucap Laren.


"Tanyakan saja pangeran Laren, aku akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu." Balas Kaisar sambil mengangguk perlahan.


"Jika saya adalah keturunan dari phoenix bukankah salah satu dari orang tua saya juga adalah keturunan phoenix?" Ucap Laren mulai bertanya.


Tidak di sangka pangeran Laren dapat berfikir sejauh itu, memang benar benar putra dari kakak, dia berfikiran sangat kritis dan dapat berfikir begitu jauh. (Batin kaisar sambil menatap Laren)


"Benar." Jawab kaisar sambil mengangguk.


"Apakah kaisar tahu siapa dari salah satu orang tua saya yang memiliki keturunan phoenix?" Tanya Laren.


"Ini..."


Laren sudah cukup dewasa, sudah saatnya dia tahu semua ini. Selama ini aku hanya memantaunya dari jauh, aku tidak bisa selalu melindunginya di masa depan, kelak dia harus bisa melindungi dirinya sendiri. (Batin sang kaisar)


"Orang yang mempunyai darah phoenix yang menurun kepadamu adalah darah milik ibu mu, permaisuri Yun." Ucap kaisar menjelaskan.


Ibu dari pangeran Laren yang asli merupakan keturunan dari phoenix legendaris? (Batin Laren terkejut)


Tiba tiba tanpa mengatakan apapun, kaisar berdiri dan membuat gelombang kedap di sekitar mereka berdua agar percakapan mereka tidak di dengar oleh siapapun.


Kaisar membuat gelombang kedap suara? Sebenarnya apa yang hendak di bicarakan lagi denganku sehingga sampai menggunakan gelombang kedap suara? Apakah ini sesuatu yang sangat rahasia?(Batin Laren bertanya tanya)


"Pangeran Laren, sudah saatnya kamu mengetahui semua ini." Ucap kaisar sambil menatap Laren.


"Mengetahui tentang hal apa yang mulia?" Tanya Laren heran.


"Tentang identitas kamu sebenarnya."


Laren pun sangat bingung dengan ucapan sang kaisar, Laren pun memilih untuk diam dan melihat apa yang akan di katakan oleh kaisar.


"Sebenarnya ibumu, permaisuri Yun adalah kakakku." Ucap Kaisar mulai menjelaskan.


"Apa?!"

__ADS_1


Jadi ibu pangeran Laren yang asli adalah kakak dari kaisar?! Bagaimana mungkin? (Batin Laren terkejut)


"Dia adalah kakak kandungku, jika saja dia tidak bertemu dengan ayahmu maka mungkin saat ini dia akan menjadi seorang kaisar wanita di kekaisaran ini." Ucap kaisar sambil menatap Laren.


"Lalu kenapa ibu lebih memilih untuk menjadi permaisuri daripada menjadi kaisar utama?" Tanya Laren penasaran.


"Karena ibumu sangat mencintai ayahmu, bahkan kakek dan nenekmu tidak dapat menghentikan keinginannya, akhirnya mereka mengizinkan pernikahan itu terjadi tapi dengan syarat permaisuri Yun harus menyembunyikan identitas keluarga kaisar dan juga klan phoenix." Ucap kaisar menjelaskan dengan rinci.


"Ibumu sebenarnya bermarga Xiao, dan nama aslinya adalah Xiao Yao. Tapi saat berada di istana Yun marganya menjadi Yun Yao, tidak banyak orang yang mengetahui hal itu, bahkan ayahmu sendiri tidak mengetahui kebenaran ini Laren." Ucap Kaisar menjelaskan dengan jelas dan rinci.


"Apa? Bahkan ayahanda tidak mengetahui hal ini? Tapi kenapa?" Tanya Laren.


"Itu untuk menjaga keselamatan ibumu agar tidak di incar oleh orang yang memiliki motif tertentu." Balas kaisar menjelaskan.


Di incar oleh seseorang? Iya, klan phoenix memang bukan klan biasa jika sampai terungkap mungkin memang akan menimbulkan masalah yang tidak kecil. (Batin Laren)


Laren pun merenung sejenak berusaha memahami kebenaran yang di ungkapkan oleh sang kaisar.


Jadi ini sebabnya kaisar selalu memantau kerajaan Yun, dan terutama memantau diriku juga? (Batin Laren)


"Ini... Aku sedang menyelidiki hal ini sampai sekarang, tapi aku belum menemukan alasan kenapa ibumu bisa tewas, tapi aku yakin jika kejadian itu adalah sesuatu yang di rencanakan oleh seseorang." Ucap kaisar dengan tangan yang mengepal kuat


"Di rencanakan? Maksud kaisar ada orang yang sengaja ingin membunuh ibunda?"


"Benar." Ucap kaisar sambil mengangguk pasti


"Untuk sementara aku hanya bisa menyampaikan semua ini Laren." Ucap kaisar kemudian menghilangkan gelombang kedap suara


"Ini merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi Laren, terima kasih karena kaisar sudah bersedia untuk memberi tahu Laren semua ini."


"Memang sudah waktunya untuk kamu mengetahui semua ini, setelah kamu menjadi lebih dewasa maka akan semakin banyak rahasia rahasia yang akan kamu temukan Laren."


Laren pun balas mengangguk atas ucapan kaisar tersebut.


"Baiklah kalau begitu, aku akan segera mengeluarkan titah untuk mengangkat kerajaan Yun menjadi sebuah kekaisaran. Ini akan memperkuat kekuatan militer kalian, aku harap kamu bisa menggunakan kekuatan phoenix mu untuk melindungi semua orang Laren."


"Hamba pasti akan melindungi orang orang yang mulia, tapi saya tidak akan mengampuni siapapun yang berani menganggu saya dan orang yang saya lindungi."

__ADS_1


Dia sungguh sangat mirip dengan kakak Yao, ambisi yang kuat dan tidak ada yang bisa menghentikan hal itu. Kak Yao, putramu telah sembuh dan kini semakin mirip denganmu. (Batin kaisar sambil tersenyum tipis)


"Bagus sekali Laren, ingat pesanku kamu adalah keponakanku dan kamu bisa memanggilku paman jika kamu mau. Ingat Laren, jangan membuat masalah terlebih dahulu tapi jangan pernah takut pada datangnya masalah." Ucap sang kaisar sambil menepuk pundak Laren perlahan


"Baik Laren akan mengingatnya... Paman." Ucap Laren sambil tersenyum


Kaisar pun sangat senang karena keponakannya kini dapat memanggilnya paman.


"Baik kalau begitu, terima kasih atas kebaikan paman, Laren izin undur diri." Ucap Laren kemudian berdiri dan membungkuk


"Baiklah, aku akan segera mengurus titah itu."


"Baik yang mulia."


Laren pun pergi meninggalkan ruangan tersebut, kemudian saat perjalanan menuju ke kamarnya Laren bertemu dengan Rayden.


"Pangeran anda sudah selesai berbincang dengan yang mulia kaisar?" Tanya Rayden yang baru saja menghampiri Laren


"Sudah." Balas Laren dengan singkat


Laren pun berjalan menuju ke kamarnya dan di ikuti oleh Rayden, setelah sampai di kamarnya Laren langsung membereskan barang barang miliknya


"Pangeran, mengapa anda membereskan semua barang barang anda? Apakah kita akan kembali ke istana kerajaan sekarang?" Tanya Rayden


"Benar, kita akan segera kembali ke istana kerajaan." Balas Laren sambil tetap membereskan barang barangnya


"Baik, mari saya bantu pangeran."


Rayden pun membantu Laren untuk membereskan barang barangnya kemudian tidak lama setelah itu mereka selesai berberes.


"Pangeran, jika boleh tahu apa yang di katakan oleh yang mulia kaisar? Mengapa perlu membuat gelombang kedap suara?" Tanya Rayden penasaran


Sementara aku tidak bisa mengatakan identitas tentangku ataupun tentang permaisuri Yun itu kepada Rayden. (Batin Laren sambil melirik ke arah Rayden tanpa sepengetahuan Rayden)


"Sang kaisar hanya membahas tentang bagaimana caraku untuk menyelesaikan wabah yang ada di desa timur kerajaan Yun, dan juga mengatakan tentang..."


"Tentang apa pangeran?"

__ADS_1


__ADS_2