
Setelah beberapa saat perjalanan dan di temani penjelasan dari Mu Xiaoyang, akhirnya sampailah mereka di depan area hutan LingShao.
"Kenapa banyak sekali orang yang berada di sini?" Ucap Laren sambil mengamati gerombolan orang orang di sekitarnya.
"Tentu saja, karena bukan hanya kita yang menginginkan bongkahan batu sihir itu dan meningkatkan kultivasi. Semua orang juga ingin menjadi kuat." Balas Mu Xiaoyang.
Mereka berdua pun turun dari kuda mereka dan mengikat kuda mereka di batang suatu pohon yang cukup besar.
Saat Laren sedang melihat sekeliling, matanya secara tidak sengaja melihat wanita dengan pakaian merah elegan sedang berdiri tidak jauh darinya.
Wanita itu memasang wajah yang acuh tak acuh kepada keramaian orang yang ada di situ, dan juga melipat tangannya di depan dada.
"Siapa wanita itu?" Gumam Laren sambil melihat wanita itu.
"Apa kau benar benar tidak tahu siapa dia saudaraku?" Ucap Mu Xiaoyang sambil merangkul pundak Laren.
"Tidak, memangnya siapa dia?" Tanya Laren penasaran.
"Dia adalah salah satu nona dari keluarga panglima besar salah satu kerajaan yang ada di daratan Zhoushan. Dia terkenal sangat ahli dalam memanah, tapi dia juga di kenal sebagai seorang wanita yang sangat dingin kepada orang lain." Ucap Mu Xiaoyang menjelaskan sambil menatap wanita itu.
"Nona dari keluarga panglima kerajaan? Kerajaan apa?" Tanya Laren.
"Nona Xia Fei. Nona dari keluarga panglima besar Fei yang memiliki kuasa yang cukup kuat di kerajaan Fangxi."
"Hmm jadi dia adalah nona Xia Fei." Balas Laren sambil mengangguk ngangguk.
"Mari kita mengambil token terlebih dahulu, baru bisa mengubah hewan beast menjadi ekstraksi untuk menjadi bukti nanti."
"Hmm baiklah."
Laren dan juga Mu Xiaoyang mengantri untuk mengambil token itu, setelah mendapatkan token itu mereka berdua langsung masuk ke dalam hutan dan berburu hewan beast.
Mereka pun melawan hewan hewan beast dengan tingkat kultivasi prajurit pertama hingga prajurit tingkat kelima, tapi hingga siang hari ekstraksi nyawa hewan beast yang mereka dapatkan masih sangat sedikit.
__ADS_1
"Huft tuan Mu, kita sudah berada di hutan ini sampai siang hari. Tapi kita masih mendapatkan sedikit ekstraksi nyawa para hewan beast itu." Ucap Laren.
"Hah... Kamu benar, saudara Xiao." Balas Mu Xiaoyang sambil terengah engah karena melawan hewan hewan beast itu.
"Bagaimana jika kita masuk ke hutan yang lebih dalam di sana." Usul Laren.
"Apa? Itu terlalu berbahaya saudaraku, tidak ada jaminan nyawa kita akan tetap berada dalam tubuh kita saat kita masuk ke area hutan yang lebih dalam." Ucap Mu Xiaoyang.
"Ayolah, tidak ada hasil yang bagus tanpa sebuah usaha dan keberanian. Kita bisa mendapatkan bongkahan batu sihir yang lebih besar jika kita dapat mengumpulkan lebih banyak Ekstraksi nyawa hewan hewan beast itu." Ucap Laren berusaha mengajak Mu Xiaoyang.
"Aishh aku masih ingin hidup saudaraku, aku tidak mau masuk ke sana." Ucap Mu Xiaoyang tetap menolak ajakan Laren.
"Baiklah teman, sepertinya ada lagi yang ingin mati di tangan kita." Ucap Laren sambil menatap ke arah sesuatu yang ada di belakang Mu Xiaoyang.
"Apa? Siapa? Kalah begitu kita lawan sa.. Ja." Ucap Mu Xiaoyang sambil menoleh ke belakang dan melihat apa yang ada di belakangnya.
Mata Mu Xiaoyang pun langsung membelalak saat melihat hewan beast yang ada di depannya itu.
"S-saudaraku... A-apakah kamu bercanda?" Ucap Mu Xiaoyang sambil tidak melepaskan tatapannya dari hewan beast di depannya karena khawatir hewan itu akan menyerang mereka secara mendadak.
"Hmm? Ada apa? Bukankah kamu dapat membunuhnya semudah kamu membunuh hewan hewan lainnya?" Tanya Laren penasaran.
"Kamu bercanda? Dia adalah kadal berkulit baja yang memiliki kultivasi dengan tingkat tinggi kelima. Bisa bisa kita yang mati di tangannya." Ucap Mu Xiaoyang dengan sedikit gemetar.
"Benarkah? Apa dia memang sekuat itu?" Tanya Laren dengan santai.
"Tentu saja benar! Bagaimana mungkin aku akan berbohong di saat mendesak seperti ini!." Balas Mu Xiaoyang.
"Kulitnya setebal baja dan tidak bisa di tembus dengan mudah, lalu dia juga bisa mengeluarkan semburan bisa beracun yang sangat berbahaya. Bahkan jika hanya terkena di kulit kita maka bisa menjadikannya infeksi yang sangat serius. Sampai saat ini belum di temukan ramuan untuk racun yang berasal dari kadal ini." Ucap Mu Xiaoyang.
"Hmm kedengarannya memang sangat hebat, aku akan..."
Sebelum Laren menyelesaikan kalimatnya, Mu Xiaoyang sudah menariknya dan membawanya pergi menggunakan ilmu kultivasinya.
__ADS_1
Mu Xiaoyang berlari menjauh dari hewan beast itu, sedangkan Laren hanya pasrah saat dirinya di tarik oleh Mu Xiaoyang.
Bukan tanpa alasan, tapi Laren memang ingin pergi ke tempat yang di tuju oleh Mu Xiaoyang.
Kadal berkulit baja itu tidak mengejar mereka, karena merasa Laren sama sekali tidak menolak saat di bawa olehnya Mu Xiaoyang pun merasa ada yang aneh dengan Laren.
"Saudaraku, bukankah kamu tadi ingin melawan kadal berkulit baja itu?" Ucap Mu Xiaoyang tetap berlari menggunakan ilmu kultivasinya.
"Benar, tapi kamu menarikku pergi, sehingga aku tidak bisa melawan kadal itu." Ucap Laren yang masih di tarik kerah bajunya oleh Mu Xiaoyang.
"Lalu kenapa kamu tidak menolak?" Ucap Mu Xiaoyang merasa curiga dengan Laren.
"Karena kamu membawaku ke tempat yang aku inginkan," Ucap Laren dengan santai.
Mu Xiaoyang pun melambatkan laju larinya dan menatap Laren secara lamat lamat karena bingung dengan ucapan Laren.
"Ke tempat yang kamu inginkan? Ke mana? Tunggu... Jangan jangan kawasan ini." Ucap Mu Xiaoyang kemudian menghentikan langkahnya.
Laren pun hanya tersenyum kecil saat Mu Xiaoyang menyadari sesuatu, Laren pun iku menyamakan langkahnya dengan Mu Xiaoyang.
"Gawat! Aku salah arah!" Ucap Mu Xiaoyang sambil menepuk jidatnya.
"Aku benar benar harus berterima kasih kepadamu teman." Ucap Laren sambil menepuk pundak Mu Xiaoyang.
"T-tapi aku... Aku tidak... Astaga! Bagaimana aku bisa salah arah hingga masuk lebih dalam ke hutan ini, bagaimana jika lebih banyak hewan hewan beast yang sangat kuat ada di sini."
"Ayolah! Karena kita sudah masuk maka mari dapatkan ekstraksi nyawa hewan hewan beast yang lebih banyak di sini."
Kini Laren yang menarik Mu Xiaoyang untuk mencari hewan hewan beast dan memburu mereka untuk mendapatkan Ekstraksi nyawa mereka.
Mu Xiaoyang pun hanya pasrah dengan wajah yang memelas di tarik oleh Laren, untuk mencari hewan beast yang ada di situ.
"Saudaraku, apakah kamu tidak ada keinginan untuk keluar dari sini?" Ucap Mu Xiaoyang.
__ADS_1