Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 31


__ADS_3

"Hmm baiklah kalau begitu, aku juga harus kembali ke istana pangeran." Ucap pangeran Stellan ikut berdiri


Laren pun meninggalkan pangeran Stellan di taman dan melangkah menuju ke kediamannya, saat dalam perjalanan ia bertemu dengan pengawal pribadinya.


"Salam pangeran." Ucap Rayden sambil membungkuk


"Rayden? Ada apa?" Tanya Laren menghentikan langkahnya


"Tidak ada pangeran, hanya saja saat saya tadi sedang berjalan tidak sengaja melihat pangeran Stellan menghampiri anda, jadi saya mengawasi dari sini untuk menjamin keselamatan pangeran." Ucap Rayden menjelaskan


"Kamu berfikir terlalu berlebihan Rayden."


"Pangeran hamba hanya mengkhawatirkan anda, apa yang di lakukan oleh pangeran Stellan? Mengapa ia bisa tiba tiba mengajak pangeran untuk berbicara berdua? Apakah pangeran Stellan membuat masalah dan menyakiti pangeran lagi?" Ucap Rayden melontarkan pertanyaan yang bertubi tubi


"Hanya mengajakku berbicara biasa Rayden, kamu tidak perlu mengkhawatirkan diriku. Aku tidak apa apa, lagi pula tidak akan ada yang bisa menyakitiku lagi sekarang." Ucap Laren sambil menepuk pundak Rayden


Aku sudah bukan pangeran Laren lemah yang kamu kenal dulu Rayden, kini aku sudah berkembang menjadi lebih kuat, dan aku berjanji aku akan menjadi lebih kuat lagi. (Batin Laren)


"...Maksud pangeran?"


Selama ini pangeran selalu takut jika bertemu dengan pangeran lainnya, terutama kepada pangeran Stellan. Karena setiap bertemu dengan para pangeran lainnya pangeran Laren selalu di rendahkan dan di remehkan, terkadang bahkan sampai menyakiti pangeran hingga terluka cukup parah. Sehingga setiap pangeran bertemu dengan para pangeran itu selalu mengajakku, tapi hari ini pangeran Laren bahkan menemui pangeran Stellan sendirian tanpa penjagaan dariku ataupun para pengawal lainnya. (Batin Rayden heran dengan kelakuan Laren hari ini)


"Itu... Maksudku aku sudah sembuh, jadi tidak perlu ada yang di khawatirkan."


"Pangeran, apakah saya bisa menanyakan sesuatu?"


"Katakan saja Rayden." Balas Laren


"Dulu pangeran begitu takut jika bertemu dengan para pangeran yang lainnya dan saya harus menemani pangeran jika anda ada keperluan dengan pangeran lain. Tapi hari ini anda dengan berani bertemu dengan pangeran Stellan sendirian apalagi sampai berbicara empat mata dengannya. Mengapa anda bisa berubah secepat ini pangeran?"


"I-itu... Itu akan aku jawab nanti. Sekarang ada yang ingin aku sampaikan kepadamu." Ucap Laren berusaha mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


"Baik, ada apa pangeran?" Tanya Rayden


"Tadi kaisar memberikan titah kepadaku, aku di undang untuk menemui beliau tiga hari lagi, kamu ikutlah denganku Rayden."


"Kaisar? Bagaimana bisa kaisar tiba tiba mengundang anda pangeran?" Ucap Rayden terkejut


"Kasim kaisar datang dan mengatakan jika kaisar sudah mendengar aku menyelesaikan kasus wabah yang ada di desa timur kerajaan dan memutuskan ingin bertemu denganku." Jelas Laren kepada Rayden


"Hmm jadi seperti itu."


Kaisar bukanlah orang biasa, hanya karena menyelesaikan masalah wabah mengapa harus sampai di undang ke istana kekaisaran? Apa sebenarnya yang di incar kaisar dari pangeran Laren? (Batin Rayden melamun)


"Rayden... Rayden!" Panggil Laren


"Ah iya pangeran?" Balas Rayden yang telah sadar dari lamunannya


"Mengapa kamu melamun? Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Laren


"Baiklah kalau begitu, bantu aku untuk bersiap siap."


Hmm apa yang sebenarnya dia pikirkan? Tidak biasanya dia melamun di depanku seperti itu. (Batin Laren sambil menatap Rayden)


"Baik pangeran."


Laren dan juga Rayden pun pergi untuk menyiapkan apa yang mereka butuhkan saat pergi ke istana kekaisaran tiga hari lagi.


"Pangeran semuanya sudah di siapkan, apakah anda perintah lagi?" Tanya Rayden


"Sudah tidak ada, kamu bisa beristirahat Rayden." Balas Laren


"Baik, kalau begitu hamba permisi pangeran." Ucap Rayden kemudian di balas anggukan oleh Laren

__ADS_1


Rayden pun pergi meninggalkan Laren di ruangannya, sedangkan Laren mengamati Rayden sampai siluetnya menghilang.


Hmm Rayden memang sangatlah cerdas, dia bahkan mengetahui perubahan pada diriku. Sepertinya dulu dia sangat melindungi pangeran Laren yang asli sehingga dapat mengetahui jika pangeran Laren yang asli sangat takut jika bertemu dengan para pangeran lainnya. Aku harus sangat berhati hati agar tidak ketahuan oleh Rayden. (Batin Laren)


"Benar sekali tuan, anda harus sangat berhati hati dengan Rayden agar identitas asli anda tidak di ketahui olehnya." Ucap seseorang yang entah berasal dari mana


"Lacey?" Ucap Laren sambil melihat Lacey yang tiba tiba berada di sampingnya


"Iya tuan, aku sudah kembali. Apakah tuan merindukanku?" Ucap Lacey sambil tersenyum


"Kenapa kamu lama sekali baru kembali? Ada hal yang ingin aku tanyakan kepadamu." Ucap Laren


"Yaa sebenarnya sistem utama memerintahkan para sistem bawahan untuk mengerjakan sesuatu dan baru selesai kemarin tuan, tapi saya baru sempat kembali kepada anda hari ini." Ucap Lacey menjelaskan


"Hmm baiklah aku tidak akan mempermasalahkannya lagi."


"Tuan bukankah tadi tuan bilang ingin menanyakan sesuatu kepadaku? Apa yang ingin tuan ketahui?" Tanya Lacey


"Lacey, siapa ibu suri di kerajaan ini? Mengapa aku tidak punya ingatan sama sekali tentang dirinya?" Tanya Laren


"Ibu suri di kerajaan ini adalah ibu dari sang raja tuan, nenek dari pangeran Laren yang asli. Saat ini dia sedang berada di istana selatan yang merupakan istana dari kakek anda." Ucap Lacey menjelaskan


"Jika ada kerajaan yang menjadikannya sebagai ratu di istana itu mengapa mempunyai kekuasaan di istana ini? Bukankah tahta tertinggi di istana ini di pegang oleh raja?" Tanya Laren


"Itu karena ibu suri pandai dalam strategi perang dan juga pandai dalam mengelola keuangan kerajaan. Sehingga pada saat raja Yun mulai menduduki tahtanya ibu suri membantunya dan bisa di bilang membantunya cukup banyak sehingga sudah bisa di katakan dia sangat berperan dalam kemajuan kerajaan ini. Oleh karena itu dia juga memiliki kedudukan yang tinggi di istana ini maupun di istana selatan." Ucap Lacey menjelaskan dengan panjang


"Hmm jadi seperti itu." Balas Laren dengan mengangguk perlahan


"Tuan mengapa tuan tiba tiba ingin mengetahui tentang ibu suri ini?" Tanya Lacey


"Karena tadi saat aku berbincang dengan raja, dia mengatakan jika dia tidak bisa menghukum para pangeran yang telah membohongi pangeran Laren yang asli sesuai dengan aturan kerajaan karena di halangi oleh ibu suri ini. Dan raja juga mengatakan jika saya itu kekuasaannya belum sekuat sekarang oleh karena itu raja tidak bisa melakukan apapun." Balas Laren

__ADS_1


"Ohh jadi seperti itu, di alur cerita yang berada di sistem kami juga di tuliskan jika ibu suri sangat menyayangi pangeran lainnya daripada pangeran Laren yang asli, mungkin itu sebabnya dia menghalangi raja untuk menghukum para pangeran itu sesuai dengan aturan kerajaan."


__ADS_2