Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 64


__ADS_3

"Saya bisa membuat anda melihat kejadian di masa lalu, di mana pertemuan ketiga pangeran Laren dan juga Rayden bertemu dan kejadian yang terjadi setelah itu. Dengan begitu, tidak akan membuang banyak waktu dan itu juga bersamaan dengan anda beristirahat tuan." Ucap Lacey menjelaskan.


"Hmm baiklah, sepertinya itu adalah ide yang bagus." Balas Laren sambil mengangguk.


"Lalu bagaimana caranya aku melakukan hal itu? Apakah perlu menggunakan ilmu kultivasi?" Tanya Laren penasaran.


"Tidak perlu tuan, anda hanya perlu berbaring di kasur anda dan saya akan mengatur semuanya." Balas Lacey.


Laren pun menuruti apa kata Lacey dan langsung menuju ke kasurnya kemudian berbaring.


Tiba tiba tepat setelah Laren berbaring, ia langsung merasa mengantuk dan ingin tidur.


Tidak butuh waktu lama, Laren langsung jatuh ke alam mimpi dan sampai di tempat di mana pangeran Laren yang asli dan juga Rayden bertemu untuk yang ketiga kalinya.


"Siapa dia?" Gumam Laren yang melihat seorang anak laki laki yang sedang berdiri dengan tatapan kosong di tengah hutan.


Tidak lama setelah itu, Laren melihat seorang anak laki laki lain yang sedang bersembunyi di balik semak semak.


Seketika Laren ingat dengan cerita Lacey sebelumnya yang mengatakan jika pangeran Laren yang asli mengikuti Rayden ke dalam hutan.


"Jadi anak laki laki yang berdiri itu adalah Rayden dan anak yang bersembunyi itu adalah pangeran Laren yang asli?" Gumam Laren sambil mengamati kedua anak tersebut.


Tiba tiba saat sedang mengamati kedua anak tersebut, Rayden tiba tiba mengambil suatu bunga yang ada di dekatnya.


Itu bukanlah bunga biasa, itu merupakan bunga Hizhao, bunga yang di sukai oleh para hewan beast dan dapat menarik perhatian mereka semua untuk datang.


"Haha, bunga Hizhao, bunga yang indah tapi dapat menarik perhatian hewan beast yang bisa membahayakan seseorang. Orang yang tidak tahu akan memetiknya secara sembarangan dan mengundang bahaya bagi dirinya sendiri. Sama seperti kedudukan di dalam kerajaan yang terlihat menggiurkan tapi mengudang bahaya yang mengancam nyawa dan setiap hari harus menghadapi drama drama pertengkaran dan perebutan kedudukan, hingga kehilangan orang yang sangat di sayangi seperti sudah biasa di dalam kerajaan." Ucap Rayden kecil sambil menatap kosong ke arah depannya dan tersenyum pahit.


Setelah mengatakan hal itu, Rayden langsung membuka kelopak bunga itu sehingga menyebarkan bau yang sangat kuat dan kemudian melemparkannya tepat di depannya.

__ADS_1


"Tunggu, apa yang di lakukan oleh Rayden?" Ucap Laren kemudian menghampiri Rayden dan berusaha membawanya untuk pergi dari situ.


Bukannya mengajak Rayden pergi, tangan Laren justru menembus tubuh Rayden kecil saat hendak menyentuhnya untuk membawanya pergi.


"Apa? Mengapa aku tidak bisa menyentuhnya?" Ucap Laren terheran.


Seperti dugaannya sebelumnya, banyak hewan hewan beast yang datang ke tempat itu karena bau dari bunga Hizhao tersebut.


Tiba tiba dari belakang Laren, muncul satu anak laki laki yang melawan beberapa hewan itu kemudian membawa Rayden kecil pergi dari tempat itu.


Mata Rayden pun membelalak saat melihat kedatangan anak laki laki yang sedang melawan hewan beast itu kemudian tanpa sadar langsung membawanya pergi.


"Itu pasti pangeran Laren kecil yang asli." Gumam Laren kemudian mengikuti kedua anak tersebut.


Setelah mencapai tempat yang di rasa cukup aman, pangeran Laren berhenti berlari dan berhenti di luar area hutan tersebut.


"Apakah kamu gila? Kenapa kamu melakukan hal bodoh seperti itu?" Ucap pangeran Laren sambil mengguncang tubuh Rayden.


"Jika aku tidak mengikutimu tadi mungkin sekarang kau sudah di terkam oleh hewan hewan itu. Apakah kamu sudah bosan hidup hah?" Balas pangeran Laren.


"YA! MEMANG ITU YANG AKU INGINKAN! Aku sudah bosan hidup dan aku sudah muak dengan semua itu." Ucap Rayden sambil berteriak.


"Apa yang terjadi kepadamu? Kenapa kamu ingin mengakhiri hidupmu?" Tanya Laren sambil menepuk pundak Rayden.


"Kau tidak perlu tau, tapi kau menyelamatkan hidupku tadi adalah kesalahan yang seharusnya tidak kau lakukan." Ucap Rayden sambil membelakangi pangeran Laren.


"Kau pernah menyelamatkan diriku, dan aku tidak akan pernah menyesal karena menyelamatkan dirimu tadi." Balas pangeran Laren.


"Kenapa kau menyelamatkanku? Kau adalah anggota kerajaan, apakah kamu tidak pernah mendengar jika menyelamatkan orang asing maka orang itu bisa saja menjadi senjata yang menyerangmu di masa depan." Ucap Rayden masih tetap membelakangi pangeran Laren.

__ADS_1


"Ya, aku pernah mendengar itu dari ayahku. Tapi aku tidak akan pernah melupakan orang yang pernah menyelamatkan dan membantuku sampai kapanpun." Balas pangeran Laren.


"Pergi dari sini. Tempat ini berbahaya untukmu." Ucap Rayden.


"Jika tempat ini berbahaya, kenapa kamu pergi ke sini?"


"Bukankah kejadian tadi sudah jelas jika aku benar benar ingin mengakhiri hidupku?" Ucap Rayden.


"Apa alasannya? Kau tau, mengakhiri hidupmu tidak akan menyelesaikan semua masalah yang kamu tinggalkan di dunia ini. Apakah kamu tidak pernah memikirkan perasaan keluargamu jika tau kau telah meninggalkan mereka?" Ucap pangeran Laren sambil mendekat ke arah Rayden.


"Heh, keluarga? Aku bahkan tidak tahu apa yang di namakan keluarga setelah kehilangan kedua orang tuaku." Balas Rayden sambil menatap Laren dengan tatapan kosong.


"Apa? Apa yang terjadi dengan kedua orang tuamu?" Tanya pangeran Laren.


"Haha hanya berusaha masuk ke lingkungan kerajaan kemudian secara tidak sengaja di jadikan kambing hitam kemudian di bunuh karena tuduhan yang tidak berdasar." Ucap Rayden sambil tertawa pahit.


"Jadi itu karena permainan kerajaan? Kau tau Rayden, jika aku bisa memilih aku sama sekali tidak ingin menjadi keluarga kerajaan, walaupun kerajaan yang aku tempati adalah kerajaan yang paling kuat atau bahkan menjadi suatu kekaisaran. Tapi takdir ternyata berkata sebaliknya." Ucap pangeran Laren sambil menatap sendu.


"Ya, kau sejak kecil berada di lingkungan kerajaan pasti akan dapat beradaptasi dengan semua itu. Tapi aku, dan keluargaku hanya orang baru yang ingin mendapatkan peran dalam kerajaan dan berakhir tragis."


"Beradaptasi? Itu adalah hal kedua yang di urus di kerajaan, bukan yang pertama Rayden."


"Apa? Kalau begitu hal apa yang pertama?" Tanya Rayden sambil menoleh ke arah pangeran Laren.


"Yang pertama? Yang pertama pastinya adalah bertahan hidup. Tidak ada gunanya jika kamu dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar tapi kamu tidak bisa bertahan dari semua permainan itu." Balas pangeran Laren.


"Hmm yang kamu katakan benar." Balas Rayden sambil mengangguk.


"Kenapa keluargamu bisa masuk ke dalam area kerajaan?"

__ADS_1


Rayden diam sejenak kemudian mulai menceritakan tentang semuanya kepada pangeran Laren kecil.


Setelah saling bercerita satu sama lain, mereka pun menjadi lebih dekat pada hari itu.


__ADS_2