Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 80


__ADS_3

Sebenarnya apa yang di sembunyikan oleh Rayden? Apakah ada jebakan di bawah tanah yang akan mengenai diriku jika aku menginjak tanah? (Batin Laren bertanya tanya)


Tidak pangeran, jangan sampai anda menginjak selain daun yang saya siapkan. Jika tidak, bahkan jika saya bertindak mungkin anda masih akan terluka parah. (Batin Rayden sambil terus mengamati kaki Laren yang melangkah di atas daun satu per satu)


Setelah beberapa saat, daun yang di taruh oleh Rayden sudah habis dan Laren pun menyelesaikan tantangan dari Rayden dengan selamat.


Huft, untung saja pangeran bisa menyelesaikan tantangan dariku. (Batin Rayden sambil menghela nafas lega)


"Baiklah pangeran anda telah menyelesaikan tantangan yang saya berikan, saya akan melakukan apapun permintaan dari pangeran Laren." Ucap Rayden setelah Laren menyelesaikan tantangan darinya.


"Hmm baiklah, aku akan memikirkan hal ini dulu. Jika ada sesuatu yang aku inginkan maka aku akan mengatakannya kepadamu." Balas Laren.


"Baik pangeran."


Mereka pun segera kembali ke kerajaan dan setelah beberapa saat perjalanan, akhirnya sampailah mereka di istana pangeran.


Saat mereka kembali, terlihat pangeran lainnya sedang berkumpul di taman dan langsung melihat ke arah Laren saat Laren masuk ke dalam istana itu.


Apa yang di lakukan oleh para pangeran ini? (Batin Laren bertanya tanya)


Laren pun tidak menghiraukan para pangeran itu dan langsung bergegas menuju ke kediamannya sendiri.


Saat hendak masuk ke kediamannya, salah satu pengawal memanggil Laren.


"Pangeran Laren,"


"Hmm ada apa?"


"Yang mulia raja mengundang semua pangeran untuk pergi ke istana Yun malam ini juga." Ucap pengawal itu.


"Malam ini juga? Untuk apa? Kenapa mendadak sekali?" Tanya Laren penasaran.


"Benar pangeran, itu karena ibu suri datang ke kerajaan Yun dan tadi kaisar menurunkan titahnya untuk mengangkat kerajaan Yun menjadi suatu kekaisaran." Ucap pengawal itu menjelaskan.


"Baiklah, aku mengerti aku akan bersiap siap." Balas Laren sambil mengangguk perlahan.


Setelah itu pengawal itu pun pergi dan Laren masuk ke dalam kediamannya dengan di ikuti oleh Rayden di belakangnya.

__ADS_1


Ibu suri? Siapa dia? (Batin Laren)


"Rayden, apakah kamu tau siapa ibu suri ini?" Tanya Laren kepada Rayden.


"Ibu suri adalah ibu kandung dari sang raja, dia selama ini berada di kerajaannya dan beberapa tahun ini dia sangat jarang datang ke kerajaan Yun. Entah karena apa dia datang ke sini hari ini." Ucap Rayden mulai menjelaskan.


"Hmm jadi seperti itu, kamu bersiap siaplah nanti malam kita akan pergi ke kerajaan Yun."


"Baik pangeran, saya permisi." Ucap Rayden yang kemudian di balas anggukan oleh Laren.


Rayden pun langsung menghilang setelah mendapatkan izin dari Laren untuk pergi dan kemudian Laren mengunci pintu kamarnya.


Laren pun menurunkan Xiao Ying yang sejak tadi berada dalam pelukannya dan membiarkannya berjalan jalan di kamarnya.


"Lacey," Panggil Laren secara tiba tiba.


"Iya tuan, saya di sini." Balas Lacey yang baru saja muncul di hadapan Laren.


"Siapa ibu suri ini? Dan kenapa dia tiba tiba datang ke kerajaan Yun?" Tanya Laren tanpa basa basi lagi.


"Untuk sang raja?"


"Benar tuan, selama raja Yun belum di angkat menjadi raja, ibu suri sangat berusaha keras agar anaknya itu menjadi putra mahkota dan menjadi raja selanjutnya. Kemudian untuk membantu putranya itu, ibu suri mengatur segala macam peraturan dan juga hukum yang akan berlaku saat masa pemerintahan raja Yun." Ucap Lacey menjelaskan dengan rinci.


"Hmm jadi seperti itu, lalu menurutmu apa alasan ibu suri datang secara tiba tiba ke kerajaan Yun bahkan menyuruh para pangeran untuk pergi ke kerajaan malam ini juga?" Tanya Laren.


"Menurut saya, itu karena kabar anda bisa berjalan kembali terdengar sampai ke telinganya dan juga hal ini bersamaan dengan di angkatnya kerajaan Yun menjadi sebuah kekaisaran." Balas Lacey.


"Iya, aku sebelumnya juga berfikir seperti itu. Aku berfikir jika kerajaan Yun sebelumnya telah di angkat menjadi suatu kekaisaran, ternyata sampai sekarang masih belum dan baru akan di resmikan besok pagi." Gumam Laren.


"Di angkatnya kerajaan Yun menjadi sebuah kekaisaran tidak mungkin tidak ada perayaan atau keramaian tuan, karena itu adalah hal yang sangat istimewa jika sebuah kerajaan bisa di angkat menjadi suatu kekaisaran." Ucap Lacey.


"Hmm kamu benar." Balas Laren sambil mengangguk perlahan.


Setelah itu, karena tidak ada kegiatan apapun Laren memutuskan memurnikan sisa batu sihir yang masih di milikinya.


Setelah sekitar satu jam Laren memurnikan batu sihir miliknya, ada seseorang yang mengetuk pintunya.

__ADS_1


Laren pun menghentikan latihannya dan menyimpan batu sihir yang tersisa kemudian membukakan pintu dan melihat siapa yang datang.


"Hamba memberikan salam kepada pangeran Laren." Ucap pengawal itu sambil membungkuk.


"Hmm ada apa?" Tanya Laren.


"Pangeran, mohon maaf menganggu waktu anda. Akan tetapi ini sudah waktunya para pangeran untuk berangkat ke kerajaan Yun." Ucap pengawal itu.


"Baiklah, aku akan pergi. Kamu tunggulah di sana, nanti aku akan menyusul." Ucap Laren.


"Baik pangeran." Balas pengawal itu kemudian pergi.


Laren pun kembali masuk ke dalam kamarnya dan melihat Xiao Ying yang sedang bermain main di sekitar kamarnya itu.


Bagaimana dengan Xiao Ying? Aku tidak tau akan pergi berapa lama, lalu siapa yang akan merawat dan menjaga Xiao Ying? (Batin Laren bertanya tanya sambil mengamati Xiao Ying yang berlari ke sana kemari)


"Rayden," Panggil Laren secara tiba tiba.


"Iya pangeran, hamba di sini. Apakah ada perintah?" Ucap Rayden yang baru saja muncul di depan Laren.


"Aku ingin kamu tetap tinggal di istana pangeran." Ucap Laren sambil tanpa menoleh ke arah Rayden.


"Apa? Tapi kenapa pangeran?" Tanya Rayden heran.


"Aku ingin kamu tetap tinggal di istana pangeran dan menjaga Ying untukku."


"Tapi pangeran, bagaimana jika anda membutuhkan saya di kerajaan Yun nanti?"


"Tidak apa, kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah bisa menjaga diri, dan kamu juga sudah tau kekuatanku Rayden. Tidak ada lagi yang perlu di khawatirkan saat ini." Balas Laren.


"Tapi pangeran..."


"Rayden bukankah kamu bilang jika kamu akan menuruti semua perkataanku jika aku menyelesaikan tantangan itu? Sekarang aku ingin kamu tetap di sini dan menjaga Xiao Ying." Ucap Laren sambil menatap Rayden.


"Baik kalau memang itu keinginan pangeran, saya akan tetap tinggal di istana pangeran dan menjaga Xiao Ying untuk anda." Balas Rayden.


"Baiklah terima kasih Rayden."

__ADS_1


__ADS_2