
"Hmm sampai jumpa lagi adikku tersayang." Ucap seseorang itu dengan suara kecil lalu pergi melalui jendela secara diam diam
Saat sudah tidak merasakan kehadiran seseorang, Laren pun bangun dari berpura pura tidurnya, sambil menahan nafas agar tidak menghirup bau dupa tersebut dan tidak terkena efek dupa itu.
"Tuan, anda sudah meminum pil yang saya berikan jadi anda tidak akan terpengaruh pada asap ini. Anda tidak perlu menahan nafas lagi tuanku." Ucap Lacey
"Oh kamu benar." Ucap Laren kemudian bernafas seperti biasa
Saat tepat pukul dua belas malam, terdengar suara langkah kaki dan pintu yang terbuka secara perlahan perlahan.
Ada beberapa orang yang masuk ke dalam kediaman Laren dan benar saja itu adalah ketiga pangeran lain yang hendak mencelakakan Laren.
Setelah masuk ke dalam ruangan tersebut, ketiga pangeran itu pun langsung mengecek Laren terlebih dahulu apakah sudah benar benar sudah terbius oleh bau dupa yang di bakar tadi atau tidak.
Setelah di periksa para pangeran itu pun berfikir jika Laren sudah terbius oleh bau dari dupa tersebut padahal laren hanyalah berpura pura tidur agar bisa mengelabui para kakak kakaknya itu.
Setelah merasa aman dan memastikan jika Laren sudah benar benar tertidur, mereka pun mengangkat Laren dan membawanya menuju ke kolam.
Saat perjalanan hendak menuju ke kolam, Laren membuka sedikit matanya lalu berusaha menyebarkan laba laba api ke tubuh para pangeran yang mengangkatnya itu.
Saat sampai di kolam, Laren yang sedang di bawa oleh pangeran pangeran itu tiba tiba terbangun dan menyadari dirinya di bawa ke suatu tempat.
"Hmm, di mana aku? Kakak? apa yang akan kalian lakukan kepadaku?" Tanya Laren berpura pura panik
"Ohh ternyata kamu bisa terbangun lebih cepat dari perkiraan kami, tapi tidak apa kami akan membawamu ke suatu tempat yang sangat indah, kamu pasti menyukainya adikku." Ucap salah satu pangeran itu sambil tersenyum kecil
"Apa? tapi... emhh"
Laren pun tidak bisa berbicara karena mulutnya di tutup dengan kain oleh para pangeran pangeran itu agar Laren tidak bisa berbicara dan tidak menyebabkan kekacauan.
Saat itu, Rayden yang sudah menyelesaikan tugas yang di berikan oleh Laren pun kembali dan melihat Laren di bawa oleh pangeran pangeran itu.
Rayden hendak pergi untuk menyelamatkan Laren, Laren yang mengetahui hal itu langsung menggunakan telepati untuk menghentikan perbuatan Rayden tersebut.
'Hentikan Rayden, jika kamu berfikir untuk menyelamatkan diriku jangan lakukan hal itu.' Ucap Laren melalui telepati
Rayden terkejut karena Laren menyuruhnya untuk tidak menyelamatkan dirinya, akhirnya Rayden menuruti apa yang di perintahkan oleh Laren dan mengamati para pangeran itu dengan perasaan yang sangat khawatir terhadap Laren.
Salah satu dari ketiga pangeran tersebut memperhatikan suasana dan berjaga jaga apabila ada orang masuk melihat, lalu setelah merasa aman mereka pun menceburkan Laren dengan perlahan agar tidak timbul suara yang memancing orang datang.
__ADS_1
"Haha... Selamat tinggal, adikku tersayang." Ucap pangeran pangeran itu sambil tertawa kecil
Saat sampai di dalam air Laren pun berusaha berenang keluar dari air melewati jalur bawah yang lainnya.
Ia pun melakukan telepati untuk Rayden, dan Rayden yang sudah menerima telepati dari laren pun langsung membantu Laren untuk keluar dari air.
Mereka berdua pun keluar dari air dan bersembunyi di suatu tempat sambil mengamati para pangeran yang lainnya dari kejauhan.
"Rayden apakah kamu sudah menyiapkan apa yang aku perintahkan tadi?" Tanya Laren kepada Rayden
"Sudah yang mulia pangeran, hamba juga sudah memancing perhatian para penjaga yang ada di luar untuk mengikuti saya. Jarak para penjaga itu cukup jauh jadi mungkin akan ada waktu sebelum ke sini." Ucap Rayden
"Bagus, aku sudah menyelipkan laba laba beracun ke dalam pakaian para pangeran itu, seharusnya tidak lama lagi mereka akan merasa kepanasan." Ucap Laren sambil menyeringai
"Pangeran, mengapa anda memilih untuk pasrah di tenggelamkan oleh para pangeran itu dan melarang saya untuk menyelamatkan anda?" Tanya Rayden
"Rayden, jika kamu menyelamatkan aku tadi maka rencanaku akan berantakan. Kamu tenang saja aku baik baik saja." Ucap Laren
"Baiklah pangeran, yang terpenting sekarang anda sudah selamat." Ucap Rayden
Tidak lama kemudian para pangeran itu merasakan panas di sekujur tubuh mereka.
"Aku tidak tau kak, tubuhku juga terasa seperti terbakar." Ucap pangeran lainnya
karena merasa sangat panas dan tidak punya cara lain untuk meredakannya akhirnya mereka pun masuk ke dalam kolam untuk meredakan rasa panas yang ada di tubuh mereka semua.
Tanpa di sadari sebuah tanaman merambat ke kaki para pangeran itu dan menarik kaki para pangeran itu ke dasar kolam.
Para pangeran itu berusaha keras untuk berenang ke permukaan tapi usaha mereka sia sia dan tanaman itu terus menarik mereka ke dasar kolam sampai akhirnya mereka pingsan karena kehabisan nafas dan tenaga mereka.
"Haha bagaimana rasanya kehabisan nafas dan tidak dapat melakukan apapun hmm? Apakah begitu menyenangkan rasanya kak?" Ucap Laren mengamati para pangeran itu tenggelam sambil tersenyum kecil
Di sebelah Laren, ada Rayden dan Lacey yang bergidik ngeri karena melihat pelaksanaan rencana Laren yang cukup sadis bagi mereka.
Pangeran... Pangeran Laren membalas apa yang di lakukan pangeran lainnya kepadanya? Ini tidak seperti sifat pangeran yang dulu aku kenal. Tapi ini membuatku lega karena pangeran tidak diam saja saat di tindas oleh para pangeran lainnya seperti selama ini. (Batin Rayden)
Astaga tuanku kejam sekali, apakah aku akan baik baik saja bersama dengannya? Tapi tuan cukup cerdas seharusnya akan baik baik saja bersama dengan tuan. (Batin Lacey yang bergidik ngeri)
Di sisi lain para penjaga yang mengikuti Rayden tadi mendengar ada suara air sehingga mereka menghampiri kolam tersebut dan melihat para pangeran tenggelam di situ.
__ADS_1
Mereka pun langsung terjun ke kolam dan menyelamatkan para pangeran itu.
Karena sebelumnya Rayden telah menyebarkan cuka ke pakaian para penjaga itu secara diam diam maka saat para penjaga itu terjun ke kolam tanaman merambat itu langsung mundur dan melepaskan kaki para pangeran yang di lilitnya tadi.
Kemudian para penjaga itu membawa para pangeran itu ke darat dan mencoba untuk menyadarkan mereka bertiga, akan tetapi mereka tidak kunjung sadar sehingga membuat para penjaga panik dan akhirnya membawa para pangeran itu ke tabib dengan segera karena takut di hukum oleh sang raja.
"Haha sampai jumpa lagi kakakku tersayang... Aku akan menyiapkan 'kejutan' lainnya, tunggu dan nikmati saja." Ucap Laren sambil menyeringai dan melihat pada pangeran itu di bawa pergi oleh para penjaga
Keesokan harinya, di pagi hari saat Laren sedang berbaring di tempat tidurnya ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.
tok tok tok
Laren pun keluar dan membukakan pintu untuk orang tersebut.
"Saya memberikan salam kepada pangeran keempat. Pangeran, ada pesan dari yang mulia raja untuk anda pangeran."
"Baik katakanlah."
"Pangeran, dua hari lagi adalah hari ulang tahun yang mulia raja, dan beliau akan mengadakan pesta ulang tahunnya di istana utama. Raja mengundang anda untuk datang ke acara tersebut." Ucap penjaga itu sambil membacakan isi gulungan kertas yang di bawanya
"Baiklah, akan aku usahakan untuk datang ke acara itu, terima kasih." Ucap Laren
"Baik, sama sama yang mulia pangeran. Kalau begitu hamba permisi." Ucap penjaga itu kemudian pergi meninggalkan Laren
Lalu setelah penjaga itu pergi, Lacey muncul di sebelah Laren.
"Tuan, apakah anda akan pergi ke acara tersebut?" Tanya Lacey
"Hmm tentu saja, aku akan pergi ke acara itu. Ngomong ngomong Lacey, kamu muncul seperti ini apakah tidak takut ada orang yang dapat melihatmu?" Ucap Laren
"Tuan tenang saja, selama aku tidak mengizinkan seseorang untuk melihat, maka mereka tidak akan bisa melihat keberadaan saya tuan." Jelas sistem itu
"Hmm baiklah kalau begitu." Ucap Laren
"Tapi tuan, jika tuan pergi ke pesta itu bagaimana jika ada para pangeran lainnya di sana? Dan bagaimana jika mereka membahas tentang kejadian kemarin malam tuan?" Ucap Lacey
"Di sana pasti ada orang orang penting kerajaan dan yang pasti para kakak kakakku, tapi kamu tenang saja karena mereka tidak akan pernah membahas masalah kemarin malam kepada yang mulia raja atau tokoh kerajaan penting lainnya." Ucap Laren
"Tapi kenapa tuan?" Tanya Lacey penasaran
__ADS_1