
Keesokan harinya, Laren bangun pagi pagi sekali dan langsung membersihkan dirinya kemudian bersiap siap.
Setelah selesai, Laren merasa bosan karena berada di dalam ruangannya secara terus menerus akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan berjalan jalan.
Laren keluar bersama dengan Lacey yang berada di sampingnya, akan tetapi tidak ada yang dapat melihat Lacey.
"Pangeran anda sudah bangun?" Ucap Rayden menghampiri Laren yang baru saja keluar dari ruangannya
"Hmm aku merasa bosan, sehingga aku ingin berkeliling." Balas Laren
"Kalau begitu biarkan saya menemani anda pangeran."
"Baiklah." Balas Laren dengan singkat
"Pangeran anda sekarang berada di tingkat apa? Mengapa saya tidak bisa merasakannya?" Tanya Rayden penasaran
"Aku berada di tingkatan..."
'Lacey apakah aku harus memberitahu yang sebenarnya kepada Rayden? Atau aku masih harus menyembunyikan hal ini darinya?' Tanya Laren kepada Lacey melalui telepati
'Tuan katakan saja yang sebenarnya kepada Rayden, karena dari alur cerita yang saya baca sebelum anda bereinkarnasi ke tubuh ini Rayden selalu setia menjaga pangeran keempat.' Balas Lacey
'Hmm baiklah'
Melihat Laren yang hanya diam saja, Rayden pun berusaha memanggil Laren dan menyadarkannya dari lamunannya.
"Pangeran? Pangeran." Ucap Rayden sambil melambai lambaikan tangan di depan wajah Laren
"Ah iya?" Balas Laren
"Ada masalah tuan? Apakah anda merasa kurang sehat?" Tanya Rayden
"T-tidak, tidak ada apa apa. Jadi aku sebenarnya berada di tingkatan..."
"Tunggu tuan, sepertinya saya merasakan ada aura seseorang yang mengawasi kita di sini." Ucap Rayden waspada
Hmm Rayden bisa mengetahui keberadaan orang itu memanglah sangat hebat. Aura ini... Milik kaisar, mengapa kaisar tiba tiba datang ke sini dengan diam diam? (Batin Laren sambil melirik ke salah satu sudut)
"Kamu benar Rayden, lebih baik kita masuk dulu dan membicarakannya."
__ADS_1
"Baik pangeran."
Laren beserta dengan Rayden masuk ke dalam ruangan milik Laren, di ikuti juga dengan Lacey di samping Laren.
Apakah mereka melihat diriku? Mengapa mereka tiba tiba masuk ke dalam? Aku tidak bisa mendekat lagi, kalau tidak mereka akan mengetahui siapa diriku. Aku harus pergi.
Laren pun menggunakan ilmu kultivasinya untuk membuat gelombang kedap suara agar percakapan mereka tidak di dengar orang lain.
"Pangeran apa yang anda lakukan?" Tanya Rayden penasaran
"Aku membuat gelombang kedap suara agar tidak ada orang yang mendengar percakapan kita berdua." Ucap Laren menjelaskan
Mata Rayden pun seketika membelalak saat mendengar jawaban dari Laren, karena Laren yang dulu ia kenal adalah pangeran yang sangat lemah.
Selain sangat lemah, pangeran Laren yang Rayden kenal juga sangat takut dengan para pangeran lainnya.
Akan tetapi, pangeran yang berada di hadapannya kini seperti orang lain, pangeran yang mempunyai ambisi yang sangat tinggi untuk membalas semua perbuatan yang orang lain perbuat kepadanya.
Bahkan kini bisa membuat gelombang kedap suara yang tidak bisa di buat oleh sembarang orang dengan menggunakan ilmu kultivasinya agar orang lain tidak dapat mendengar percakapan mereka.
Orang yang bisa melakukan hal itu bukanlah orang dengan tingkat kultivasi yang rendah, bahkan seorang kultivator dengan tingkat tinggi pun tidak dapat melakukan hal itu dengan sangat mudah seperti yang di lakukan oleh Laren.
Bahkan Rayden sendiri memerlukan waktu paling cepat adalah 20 menit untuk menutup seluruh area di mana mereka berada, tapi Laren bahkan dapat melakukannya dengan waktu kurang dari 5 menit untuk melakukan itu dengan sempurna.
"Rayden... Sebenarnya aku berada di tingkat phoenix."
"APA?! Tingkat phoenix?" Ucap Rayden sangat terkejut saat mendengar tingkat kultivasi Laren
"Benar Rayden." Balas Laren sambil mengangguk perlahan
Tidak aku sangka, pangeran yang selama ini aku lindungi karena terluka para dan juga karena kelemahannya. Setelah sembuh bahkan dapat menandingi kekuatanku, bahkan dia adalah keturunan dari phoenix legendaris. (Batin Rayden)
Rayden sangat terkejut saat mengetahui jika aku adalah keturunan dari phoenix legendaris, dia pasti tahu sesuatu tentang ini. (Batin Laren)
"Jadi getaran kemarin adalah karena pangeran mencapai tingkat master dan menunjukkan jika pangeran adalah keturunan dari phoenix?" Ucap Rayden
"Getaran? Getaran apa?" Tanya Laren
"Kemarin saat pangeran sedang berlatih kultivasi, ada suatu getaran yang muncul secara tiba tiba dan sekilas saya merasakan jika ada aura yang sangat kuat berada di sekitar sini pangeran." Ucap Rayden menjelaskan
__ADS_1
"Aku tidak tahu, tapi dari ucapanmu sepertinya memang ada hubungannya dengan kenaikan tingkat kultivasiku." Balas Laren
"Rayden apakah kamu tahu sesuatu tentang keturunan dari phoenix?" Tanya Laren
"Hamba hanya tahu sedikit tentang keturunan dari burung phoenix ini pangeran." Balas Rayden
"Katakan semua yang kamu tahu tentang phoniex ini."
"Baik pangeran, yang saya tahu tingkat phoenix awal ini setara dengan tingkat master. Orang yang dapat menembus ke tingkatan phoenix awal adalah keturunan phoenix yang mempunyai darah yang sangat murni, tidak semua keturunan phoenix dapat mendapatkan tingkatan ini, oleh karena itu banyak orang yang tidak mengetahui jika dirinya keturunan phoenix atau bukan. Tapi karena pangeran sudah menembus sampai ke tingkat ini maka sudah dapat di pastikan jika pangeran adalah keturunan murni dari phoenix legendaris." Ucap Rayden menjelaskan dengan rinci semua yang ia ketahui
"Hmm jadi seperti itu, lalu apalagi yang kamu ketahui Rayden?"
"Keturunan murni dari phoenix biasanya mempunyai roh phoenix surgawi pangeran, biasanya roh akan aktif jika seseorang berumur 20 tahun." Jelas Rayden
"Hmm baiklah, Rayden aku tahu identitas ini akan berbahaya jika terungkap. Akh ingin kamu merahasiakan identitas tentang keturunan dari phoenix ini, apa kamu mengerti?"
"Baik yang mulia, saya mengerti." Balas Rayden sambil membungkuk
Tiba tiba saat sedang mengobrol dengan Rayden, ada seseorang yang mengetuk pintu dari luar.
Mengetahui hal itu Laren pun menghilangkan gelombang kedap suara yang di buatnya kemudian membuka pintu untuk mengetahui siapa yang ada di luar.
"Hamba memberi salam kepada pangeran Laren." Ucap pengawal itu sambil membungkuk
"Iya, ada apa?" Tanya Laren
"Mohon maaf karena menganggu waktu pangeran, tapi hari ini urusan kaisar sudah selesai dan beliau ingin menemui pangeran." Ucap pengawal itu
"Hmm baiklah, aku akan segera pergi ke sana. Di mana aku bisa menemui kaisar?"
"Saat ini kaisar berada di aula utama istana pangeran."
"Baiklah, kamu bisa pergi. Aku akan bersiap siap kemudian menemui kaisar."
"Baik pangeran, saya permisi."
Setelah menyampaikan pesan kaisar, pengawal itu pun pergi meninggalkan Laren.
"Rayden, kamu ikutlah bersamaku untuk menemui kaisar."
__ADS_1
"Baik pangeran."
Laren bersama dengan Lacey di sampingnya dan begitu juga dengan Rayden pun pergi ke aula utama untuk menemui kaisar.