Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 8


__ADS_3

"Karena jika mereka mengungkit tentang masalah kemarin malam, dan sampai di selidiki oleh anggota kerajaan maka sama saja mereka akan melompat ke lubang jebakan yang mereka buat sendiri." Ucap Laren sambil tersenyum


"Emm maaf tuan, tapi aku tidak mengerti apa yang di maksud oleh tuan." Ucap Lacey menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Karena merasa jengkel dengan kelakuan Lacey, Laren pun menyentil dahi Lacey


"Aduh, tuan mengapa anda menyentil saya?" Ucap Lacey sambil memegangi dahinya yang di sentil


"Kau sangat lama dalam mengerti kata kataku, itu membuatku sedikit kesal." Ucap Laren dengan wajah yang kesal


"Maksudku adalah jika mereka berani mengungkit masalah itu kepada pihak kerajaan maka mereka sendiri yang akan terkena hukumannya. Karena jika sampai penyelidik kerajaan turun tangan maka mereka terbukti bersalah kemudian akan tertangkap jika mereka telah menyelinap keluar tanpa izin dan menerobos kediaman pangeran keempat." Jelas Laren dengan panjang


"Ohh jadi seperti itu maksud tuan." Ucap Lacey sambil mengangguk ngangguk mengerti


"Bagus kalau kamu sudah mengerti, ngomong ngomong Lacey apakah kamu tidak bisa memberikan seluruh ingatan pemilik asli kepadaku secara lengkap?" Ucap Laren


"Maafkan saya tuan, tapi sistem utama melarang hal itu. Kami para sistem biasa hanya bisa menuruti apa kata sistem utama. Sistem utama mempunyai peraturan di mana penjelajah waktu hanya boleh mendapatkan ingatan pemilik asli untuk menjalankan tugas saja dan tidak semua informasi dapat di sampaikan kepada para penjelajah waktu." Ucap Lacey menjelaskan


"Hmm baiklah kalau begitu, aku mengerti." Ucap Laren sambil mengangguk


Setelah itu Laren pun duduk di pinggir kasurnya dan mengambil lonceng yang berada di meja tepat di sebelahnya, kemudian memanggil Rayden dengan cara membunyikan lonceng tersebut.


Tak lama setelah itu, Rayden pun muncul dengan menjaga jarak yang cukup jauh dari hadapan Laren.


"Hamba di sini pangeran." Ucap Rayden sambil menjaga jarak yang cukup jauh dari Laren


"Emm Rayden, mengapa kamu mengambil jarak yang begitu jauh denganku?" Tanya sambil menatap Rayden yang masih pada posisi awalnya


"Itu... Hamba takut pangeran akan terkejut lagi sehingga memukul hamba jadi saya mengambil jarak agar kejadian yang sama tidak terulang kembali." Ucap Rayden masih tetap berada di posisi awalnya


"Hmm baiklah kalau begitu, terserah padamu. Rayden aku ingin kamu membantuku dalam memilih hadiah untuk ulang tahun sang raja dan membantuku menyiapkannya." Ucap Laren


"Hamba selalu siap pangeran. Tuan apakah tahun ini anda berencana datang ke acara ulang tahun sang raja?" Ucap Rayden penasaran

__ADS_1


"Tentu saja, mengapa kamu tiba tiba bertanya seperti itu?" Tanya Laren sambil memikirkan hadiah yang cocok untuk sang raja


"Hanya saja tahun tahun sebelumnya anda hanya mengirimkan hadiah saja dan tidak pernah datang ke acara itu." Ucap Rayden


"Tahun ini aku akan datang, kaki ku sudah sembuh jadi aku akan memberikan kejutan untuk yang mulia raja." Ucap Laren


Dan melihat bagaimana sifatnya kepadaku dan kepada pangeran Yun Laren yang asli. (Batin Laren)


"Pangeran, kesembuhan anda adalah hadiah paling istimewa untuk yang mulia raja." Ucap Rayden


"Kamu benar, tapi aku tidak bisa datang dengan tangan kosong, aku harus tetap membawakan sesuatu untuk yang mulia raja. Menurutmu apa yang harus aku berikan untuk hadiah yang mulia?" Ucap Laren


"Hmm... Bagaimana jika anda memberikan dekrit stempel berbentuk gabungan antara kepala harimau dan naga." Usul Rayden


"Hmm itu ide yang bagus, apa menurutmu yang mulia raja akan menyukainya?" Ucap Laren


"Tentu saja pangeran, yang mulia raja selalu menyukai apa yang anda berikan." Ucap Rayden


"Tentu saja pangeran, hamba akan menyuruh orang untuk membuat barang itu secara khusus. Hamba permisi, saya akan menyiapkan barang yang pangeran inginkan." Balas Rayden


"Hmm pergilah." Ucap Laren dengan singkat


Kemudian Rayden langsung pergi dan menghilang untuk menyiapkan apa yang di perlukan oleh Laren, dua hari setelahnya Rayden menemui Laren di kediamannya.


tok tok tok


"Salam pangeran, pangeran ini hamba." Panggil Rayden


"Rayden, masuklah." Ucap Laren


"Pangeran ini barang yang anda minta, saya sudah menyelesaikannya. Barang itu di buat dengan emas murni dan di lengkapi dengan tinta yang cukup langka." Ucap Rayden sambil menyerahkan barang itu kepada Laren


"Hmm ini barang yang sangat indah, terima kasih." Ucap Laren

__ADS_1


"Sama sama pangeran, jika tidak tugas lagi hamba permisi."


"Hmm." Balas Laren dengan singkat


Rayden pun pergi meninggalkan kediaman Laren dan kemudian Laren menyimpan barang yang telah di buatkan oleh Rayden tadi, dan kemudian pergi beristirahat.


Beberapa hari kemudian tiba saat hari ulang tahun sang raja, Laren pun bersiap siap untuk pergi ke istana utama untuk menghadiri acara ulang tahun raja.


Laren masih berpura pura jika kakinya belum sembuh dan akhirnya memanggil beberapa orang untuk membantunya berjalan menuju ruangan di mana acara ulang tahun sang raja berlangsung.


Setelah beberapa saat, Laren pun sampai di aula besar di mana acara itu berlangsung, Laren pun langsung memberi salam kepada sang raja.


"Hamba memberi salam kepada yang mulia raja. Selamat ulang tahun yang mulia raja semoga anda selalu sehat dan kerajaan ini terus maju dan semakin kuat." Ucap Laren sambil membungkuk


Melihat kedatangan Laren para pangeran itu sangatlah terkejut dan panik, mereka heran bagaimana bisa Laren bisa ada di sini padahal menurut kejadian beberapa hari lalu seharusnya berita kematian Laren di sampaikan hari ini.


"Laren... Berdirilah anakku." Ucap sang raja dengan ekspresi yang terkejut karena Laren datang ke acara ulang tahunnya kali ini


Laren pun berdiri dan juga tetap di bantu oleh beberapa pengawal yang ia siapkan tadi.


"Pengawal, bawa hadiah yang aku siapkan untuk sang raja." Perintah Laren


Ada salah satu pengawal yang keluar untuk mengambil barang yang di minta oleh Laren kemudian tidak lama setelah itu ia kembali dengan membawa suatu barang di tangannya.


"Ayahanda ini adalah hadiah kecil dari Laren, mohon ayahanda menerimanya." Ucap Laren


Kemudian salah satu pengawal membawa barang tersebut dan memberikannya kepada yang mulia raja.


Setelah melihat isi hadiah yang di bawakan oleh Laren, sang raja turun dari singgasananya dan berjalan turun menuju ke arah Laren.


"Laren anakku, kedatanganmu di acara ulang tahunku kali ini sudah merupakan hadiah terbesar bagiku. Mengapa kamu masih repot repot untuk membawa hadiah ini lagi. Tapi ayahanda sangat menyukainya, terima kasih nak." Ucap sang raja sambil memeluk Laren


Hmm sepertinya sang raja memang menyayangi putranya dengan tulus, ini adalah waktu yang tepat untuk memberitahukan kebenaran jika aku telah sembuh. (Batin Laren)

__ADS_1


__ADS_2