
"Sama sama pangeran." Balas Rayden sambil mengangguk perlahan.
Setelah itu, Laren pun keluar dari kamarnya dan menuju ke keretanya kemudian berangkat ke kerajaan Yun bersama dengan para pangeran yang lainnya.
Lacey pernah mengatakan kepadaku jika ibu suri lebih menyayangi para pangeran lainnya dari pada pangeran Laren yang asli. Semoga saja dia tidak akan membuat masalah untukku nantinya. (Batin Laren)
Setelah beberapa jam perjalanan dengan kawalan yang cukup ketat, sampailah mereka semua di kerajaan Yun.
Setelah sampai mereka semua langsung menuju ke aula utama karena di perintahkan oleh sang raja.
Di saat semua pangeran dan juga para menteri sudah berkumpul di aula tersebut, sang raja baru masuk ke aula itu.
Saat sang raja masuk, semua orang yang ada di dalam aula tersebut langsung berdiri dan membungkuk kepada sang raja.
Pada saat sang raja telah duduk di singgasana, semua orang pun ikut duduk di tempatnya masing masing.
Tidak lama setelah semua orang itu duduk, ada seseorang yang masuk ke dalam aula tersebut yang mengharuskan semua orang yang ada di dalam aula tersebut berdiri.
Tidak terkecuali pada sang raja, ia pun ikut berdiri dan membungkuk saat seseorang itu masuk ke dalam aula tersebut.
"Hamba memberikan salam kepada ibu suri. Semoga ibu suri sehat dan panjang umur." Ucap sang raja sambil membungkuk.
"Hmm berdirilah putraku."
Sang raja pun berdiri, setelah ibu suri duduk sang raja dan semua orang yang ada di situ pun duduk di kursinya masing masing.
"Aku memanggil kalian semua ke sini karena ingin menyambut kedatangan ibu suri dan juga ada hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua." Ucap sang raja mulai membuka pembicaraan.
Sang raja sekilas menoleh ke arah ibu suri yang tengah duduk dan menatap putranya itu, setelah sang raja menoleh ke arah ibu suri, ia menganggukkan kepalanya perlahan.
"Aku ingin mengumumkan kepada kalian jika besok adalah hari peresmian di mana kerajaan Yun akan segera berubah nama menjadi kekaisaran Yun." Ucap sang raja sambil menatap semua orang yang ada di situ.
__ADS_1
"Ini adalah berita yang menggembirakan yang mulia, setelah menunggu beberapa saat akhirnya titah kaisar Xiao di turunkan kepada kerajaan Yun dan mengangkat kerajaan Yun menjadi suatu kekaisaran." Ucap salah satu menteri dengan senang.
"Itu benar, oleh karena itu aku ingin acara peresmian ini akan berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah sama sekali. Aku juga ingin keamanan kerajaan di tingkatkan, aku tidak ingin ada kesalahan dalam acara ini." Ucap sang raja dengan tegas.
"Baik yang mulia, kami mengerti." Balas para menteri itu.
Setelah pembahasan beberapa hal di aula tersebut, akhirnya sang raja pun membubarkan semua orang yang ada di dalam aula tersebut.
Para pangeran di perintahkan untuk tetap tinggal di kerajaan dan tidak kembali ke istana pangeran sebelum acara peresmian selesai.
Di saat Laren hendak pergi ke kamar yang sudah di siapkan untuknya di kerajaan, tiba tiba salah satu pengawal memanggilnya.
"Pangeran Laren," Panggil pengawal itu kemudian menghampiri Laren.
Laren yang merasa namanya di panggil pun segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"Hamba memberikan salam kepada pangeran Laren, mohon maaf karena telah menganggu waktu anda pangeran." Ucap pengawal itu sambil membungkuk.
"Pangeran, ibu suri memanggil anda ke tempat beliau. Mohon pangeran segera datang ke sana dan menemuinya." Ucap pengawal itu.
"Ibu suri? Baiklah, aku akan menemuinya." Balas Laren sambil mengangguk perlahan.
Setelah itu, Laren pun membatalkan rencananya untuk pergi ke kamarnya dan kini ia menuju ke tempat ibu suri berada.
Haish, semoga saja dia tidak akan membuat masalah untukku. (Batin Laren)
Saat sedang menuju ke tempat ibu suri, salah satu pelayan menghampiri Laren.
"Pangeran, ibu suri menunggu anda di taman." Ucap pelayan itu.
"Baiklah aku mengerti." Balas Laren kemudian segera menuju ke taman seperti yang di katakan oleh pelayan itu.
__ADS_1
Setelah sampai di taman, terlihat seorang wanita sedang berdiri menatap kolam yang memantulkan cahaya bulan.
Di temani dua pelayan yang setia di belakangnya, Laren pun langsung menuju ke arah wanita itu dan membungkuk.
"Hamba memberikan salam kepada ibu suri. Ibu suri memanggil saya?" Ucap Laren sambil membungkuk di hadapan wanita itu.
"Benar, pangeran Laren. Berdirilah." Balas ibu suri sambil membalikkan badan ke arah Laren.
"Baik," Balas Laren kemudian berdiri sesuai dengan perintah ibu suri.
"Aku memanggilmu karena ada yang ingin aku bicarakan denganmu pangeran Laren, para pelayan kalian tinggalkan aku bersama dengan pangeran Laren." Ucap ibu suri itu.
"Baik yang mulia." Balas para pelayan itu kemudian membungkuk dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Pangeran Laren, aku sangat senang saat mendengar kamu telah bisa berjalan dengan lancar. Bagaimana bisa kamu bisa langsung tiba tiba bisa berjalan dengan lancar seperti itu pangeran?" Ucap ibu suri dengan menatap Laren.
Dia langsung menanyakan hal ini kepadaku, sepertinya dia adalah orang yang susah untuk di hadapi. (Batin Laren)
"Iya, ini adalah karena usaha para tabib yang mengobati saya dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan saya, sehingga saya bisa sembuh dan berjalan dengan lancar seperti saat ini." Ucap Laren dengan sopan.
"Hmm jadi seperti itu. Aku dengar kamu menyelesaikan suatu kasus yang ada di suatu desa yang berada di kawasan kerajaan Yun, aku sangat terkesan saat mendengar hal itu dan menjadi lebih terkesan saat tau jika pangeran lainnya tidak dapat menyelesaikan kasus itu sendirian." Ucap ibu suri sambil menatap Laren.
Dia bahkan mengetahui jika para pangeran lainnya tidak dapat menyelesaikan kasus itu dan hanya aku yang bisa menyelesaikan kasus itu. Itu artinya dia sangat memantau semua yang terjadi di kerajaan ini walaupun dari kejauhan. Dia hampir sama dengan kaisar yang selalu memperhatikan kerajaan Yun. (Batin Laren merenung)
"Ada apa pangeran Laren? Kenapa kamu tidak membalas perkataanku?" Tanya ibu suri.
"Mohon maaf ibu suri." Ucap Laren sambil menunduk.
"Aku sangat penasaran bagaimana caramu untuk menyelesaikan kasus wabah itu pangeran?"
"Sebenarnya saat itu saya sedang membuat penawar untuk wabah itu, tapi selama beberapa hari masih belum menemukan penawar untuk itu. Di suatu malam tiba tiba ada beberapa pembunuh bayaran yang mengacak acak ruangan saya. Sehingga ada beberapa penawar yang saya buat tercampur secara acak dan ada beberapa ramuan yang bisa di gunakan untuk menawar wabah itu." Ucap Laren menjelaskan dengan rinci.
__ADS_1