Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 102 Depresi


__ADS_3

"Kak, mau gak?" tanya Kayla sembari menyodorkan buah apel yang sedang digigit olehnya.


Rayhan menggeleng.


Kayla mendesah pelan, lalu menggigit kembali apel yang ia ambil dari nakas samping brangkar kakaknya.


Sudah dua hari Rayhan di rawat di rumah sakit, Kemarin malam kakak sulungnya itu ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri di kamar.


"Kakak kangen kak Shila, ya?"


Rayhan mengangguk.


"Kak, kalo Kakak sayang sama kak Shila harusnya Kakak perjuangin dong, jangan cuma diem kayak gini!"


Rayhan menghela napasnya. "Percuma, Kay, dia gak akan mau balik sama kakak yang brengsek ini."


"Kan Kakak gak pernah usaha, ck! Malah coba bunuh diri lagi." Kayla menyindir aksi kakaknya malam itu.


Malam ketika Rayhan menerima surat cerai dari Ashila, lelaki itu merasa hancur dan frustasi, ia melakukan percobaan bunuh diri dengan cara meminum obat dengan dosis tinggi, Kayla menemukan kakaknya itu tak sadarkan diri dengan mulut yang berbusa.


"Kakak gak mikirin gimana paniknya mama saat itu, mama histeris banget," lanjut Kayla sembari menggigit apel.


"Maafin Kakak, ya. Kakak gak mikir dengan tenang saat itu, rasanya saat itu kakak gak punya semangat hidup lagi." Rayhan merasa bersalah.


"Yaudah Kakak istirahat gih, aku mau keluar dulu, ya, nyari minum."


Rayhan mengangguk lalu membaringkan tubuhnya, Kayla menyelimutinya sampai batas dada. "Nanti aku balik lagi. inget ya, jangan ngelakuin hal aneh lagi!"


Rayhan tersenyum. "Takut banget ya kehilangan kakak," godanya pada sang adik.


Kayla terkekeh, ia bahagia melihat kakaknya tersenyum seperti ini. "Iya, aku takut banget kehilangan kakak, kalo Kak Rayhan gak ada, nanti siapa kasih aku duit jajan tambahan, hehe, bacanda, Kak," kelakarnya. "Yaudah istirahat gih, aku pergi dulu."


Kayla pun segera berlalu keluar dari ruang rawat Rayhan.


Tak lama kemudian, seorang gadis berkerudung navi mendekat ke arah ruang rawat Rayhan, gadis itu tidak masuk, melainkan hanya melihat Rayhan dari kaca jendela ruang rawat lelaki itu. "Alhamdulillah, aku seneng liat kamu udah mulai membaik, Mas," gumamnya.


"Kak Shila!"


gadis itu membelalakan matanya ketika namanya dipanggil oleh seseorang yang sangat tak asing, ia menoleh ke arah sumber suara, ia melihat Kayla-adik iparnya itu mendekat ke arahnya.


"K-kayla, b-bukannya kamu tadi pergi ya?"


"Kakak di sini? Akhirnya chat-chat aku kakak baca juga," ucap Kayla senang.


"Ayo masuk, Kak. Kak Rayhan pasti seneng banget kakak ke sini." Kayla menarik tangan sang kakak ipar menuju pintu ruang rawat, namun Ashila menahannya.


"E-enggak, Kay, Kakak gak mau nemuin kakak kamu," tolak Ashila.


"Kenapa? Kakak masih kecewa, ya, sama Kak Rayhan?" Ashila terdiam tak menjawab.


Kayla pun masuk ke dalam ruang rawat, tak lama kemudian gadis itu kembali keluar.


"Aku cuma mau ngambil dompet doang, tadi kelupaan gak bawa." Kayla memperlihatkan dompetnya pada Ashila. "Yaudah Kak, aku pergi dulu ya, titip Kak Rayhan yaaa," sambung Kayla lalu pergi.


Ashila terdiam menatap kenop pintu ruang rawat suaminya itu, menimbang apakah ia akan masuk atau tidak.


Gadis berhijab navi itu menghela napas panjang sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam sana.

__ADS_1


Tak jauh dari sana Kayla tersenyum menatap Ashila memasuki ruang rawat kakaknya, ia pun terus berjalan menuju koridor.


"Kayla!"


Merasa dipanggil, Kayla pun menoleh le arah sumber suara, ia terkejut melihat Azka sedang berlari menghampirinya sambil membawa keranjang parsel yang berisi buah-buahan.


"Lo! Ngapain lo ke sini?" tanya Kayla dingin.


"Kata Mama lo di sini, yaudah gue ke sini sekalian mau jengukin kakak lo yang lagi sakit."


Kayla menatap Azka dingin, gadis itu melipat tangannya di dada.


"Lo masih marah sama gue? Maafin, ya, pliss…"


Kayla berdecak. "Gak mau! Pokoknya gue gak mau maafin lo, gara-gara lo, bibir gue udah gak perawan tau gak!"


"Ya sorry, lagian kecium juga gak sengaja, Kay, gue tuh didorong sama si Alfa dan lo ada di depan gue, yah kecium kan jadinya," jelas Azka.


"Gue gak mau tau, pokoknya lo balikin ciuman pertama gue, Az…"


"Gimana caranya?"


"Gue gak mau tau! Pokoknya balikin ciuman pertama gue…!" keukeuh Kayla


Azka menarik tangan Kayla agar mendekat ke arahnya, ia pun memajukan bibirnya membuat Kayla kaget sekaligus bingung dengan sikap lelaki itu. "M-mau ngapain lo?"


"Gue mau balikin ciuman lo, buruan cium gue!"


Plak!


Azka meringis memegangi bibirnya. "Aww! Kok malah dipukul sih, tar bibir gue dower gimana nih!"


"Gue bakal ngelakuin apapun deh, asal lo maafin gue," ujar Azka memelas.


"Serius?"


Azka mengangguk.


"Yaudah, lo ikut gue!"


"Kemana?"


Azka mengangkat parsel buahnya. "Ini buah-buahannya gimana?"


"Bawa dulu aja, entar kan kita balik lagi ke sini, soalnya di ruang rawat kak Rayhan ada istrinya."


"Bukannya lo bilang istri kakak lo minta cerai, ya? Kok mau gitu jengukin kakak lo?"


"Entar gue jelasin!"


Sesampainya mereka di parkiran, Azka segera mengajak Kayla masuk ke dalam mobil.


"Lo bawa mobil?"


"Iya, motor gue lagi diservis."


Kayla hanya ber oh ria saja, mereka pun segera memasuki mobil, Azka pun segera menghidupkan mobilnya lalu menjalankannya.

__ADS_1


Sepanjang jalan Kayla banyak menceritakan tentang kakaknya dan masalah kehidupan pernikahannya. Azka sesekali mengangguk dan memperhatikan Kayla namun tetap fokus melihat ke depan.


"Kakak lo pasti trauma lah, secara dia ditinggalin sama cewek yang dicintanya, dua kali lagi," ujar Azka.


"Iya, gue kasian banget sama kak Rayhan sama istrinya, secara mereka itu udah saling cinta banget, ini semua tuh gara-gara si pelakor mak lampir itu,"


Azka mengangguk. "Eh tapi kakak lo juga salah sih udah buntingin tuh orang, pantes aja kakak ipar lo pengen cerai."


"Tapi kakak gue tuh dijebak sama tuh pelakor, makanya dia bunting atau cuma ngaku-ngaku bunting aja supaya kakak gue sama kak Shila pisah!" Kayla mengepalkan tangannya.


"Eh, btw kita mau kemana nih? Lo mau ngajakin gue jalan-jalan minggu, ya?"


"Enak aja lo, berhenti tuh di sana," ujar Kayla sembari menunjuk sebuah supermarket.


"Lo mau belanja?"


"Iya," ujar Kayla mengangguk. "Tapi… lo yang bayarin, lo kan bakal ngelakuin apapun supaya gue maafin lo, ini salah satunya."


"Oke deh," ucap Azka pasrah.


***


Ashila mematung melihat lelaki yang berstatus masih suaminya itu terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit itu, tubuh lelaki itu terlihat lebih kurus, wajah dan bibirnya terlihat pucat. "Maaf, Mas, aku baru jengukin kamu sekarang," gumamnya pelan.


Maksud 'jenguk' di sini, Ashila menjenguknya secara langsung.


Sebenarnya dua hari yang lalu, saat Kayla pertama kali memberitahukan bahwa Rayhan masuk ke rumah sakit, Ashila langsung berlari ke rumah sakit, tentu saja gadis itu sangat panik, tetapi yang ia lakukan hanyalah menjenguknya dari jarak jauh yaitu hanya melihat keadaan Rayhan dari jendela kamar ruang rawat suaminya itu saja.


Setelah beberapa menit Ashila duduk di samping Rayhan, ia pun berdiri.


"Mas, aku pergi dulu, ya," gumam Ashila berlalu pergi. Namun sebelum itu…


"Shila... Jangan tinggalin aku."


Ashila tersentak kaget kala tangannya ditahan oleh seseorang, sudah dipastikan itu adalah tangan suaminya, perlahan gadis itu menoleh ke arah suaminya, ia melihat mata Rayhan masih terpejam, berarti lelaki itu hanya menggigau saja.


"Bener kata Kayla, kalo mas Rayhan sering ngigo nyebut namaku, maafin aku ya, Mas." Ashila melepaskan tangan Rayhan dengan hati-hati agar lelaki itu tidak terbangun, setelah itu ia pun berlalu.


***


Azka memarkirkan mobilnya tepat di depan supermarket, keduanya keluar dari mobil lalu masuk ke dalam supermarket.


Kayla mengambil troli lalu menyodorkannya pada Azka. "Lo yang bawa trolinya, gue yang pilih barang."


Azka hanya berdehem, ia pun pasrah lalu mengambil troli dan mendorongnya.


Azka terkejut saat melihat Kayla memasukan banyak sekali cemilan ke dalam troli yang didorongnya.


"Nggak lah," cetus Kayla. "Kan lo yang bayar," ucap Kayla pelan sambil terkekeh.


Pada saat Kayla akan mengambil satu bungkus cemilan kembali, ia melihat seseorang yang tak asing tak jauh dari tempatnya berdiri.


"Bukannya orang hamil itu gak bakal menstruasi ya? Kok dia beli pembalut?" tanyanya dalam hati.


***


Hayooo… siapa tuh yang Kayla liat??? Pasti jawabannya pada bener…

__ADS_1


Tunggu terus kelanjutannya ya..


__ADS_2