
Sesampainya di apartemen Rayhan masih terus mendiamkan Ashila, pria itu terus saja tak menghiraukan celotehan Ashila, membuat gadis itu hanya menghela napas bingung dengan sikapnya, suaminya itu benar-benar sungguh membingungkan.
Setelah selesai mandi Ashila melihat Rayhan sedang berkutat denga ipadnya di sofa kamar.
"Mas."
"Hemm."
"Masih marah, ya?"
"Enggak," ucap Rayhan singkat tanpa melihat lawan bicaranya.
"Mas aku tuh bingung sama kamu, aku harus pake cara apa lagi supaya kamu gak marah lagi, masa cuman gara-gara perdebatan tadi, kamu jadi ngediemim aku kayak gini?" tanya Ashila, wanita itu kini menangis.
Rayhan terkejut saat mendengar suara isakan dari mulut istrinya itu, apakah dirinya sudah kelewatan sampai membuat Ashila menangis.
"Kamu nangis?"
"Enggak." Ashila menggeleng, namun tangannya terangkat menghapus buliran bening yang sudah terlanjur jatuh.
Rayhan pun menyimpan ipad-nya, ia pun mendekati Ashila
"Jangan menangis, maaf jika aku udah keterlaluan." Rayhan menatap manik mata Ashila dengan intens, menghapus air mata yang masih tersisa di kedua pipi gadis itu, lalu menariknya ke dalam pelukan.
"Maaf kalo aku punya salah," ucap Ashila pelan.
"Emang kamu punya salah apa?"
"Menurut kamu?"
"Lho, kok menurut aku?"
"Terus kenapa pas aku ngomong jawabnya gak liat aku, jawabnya juga cuma singkat-singkat aja lagi?"
"Maaf, Sayang. Aku tadi lagi sibuk ngecek email-email yang masuk, maaf ya?"
"Terus tadi di mobil kenapa ketusin aku, gara-gara masalah kecil lagi?"
"Maaf, aku gak bisa kontrol emosi, Sayang."
"Maksudnya?"
"Kamu pikir deh, suami mana yang gak cemburu ngeliat istrinya bercanda mesra sama laki-laki lain, pake acara cubit-cubit pipi lagi," jawab Rayhan seadanya.
Ashila mengernyitkan keningnya, ia jadi teringat saat Azmi mencubiti pipinya. "Kamu ngeliat..."
"Iya aku liat," sela Rayhan cepat.
"Maaf," ucap Ashila sambil menundukan kepalanya.
"Iya aku maafin, tapi lain kali jangan suka deket-deket sama orang sembarangan, aku gak suka."
"Tapi kan Kak Azmi, temen aku, bukan orang lain."
Rayhan menatap Ashila dengan gusar, ia melipat tangannya di dada dan memalingkan wajah ke arah lain. "Yaudah gak jadi dimaafin," ucap Rayhan cemberut.
__ADS_1
Melihat ekspresi Rayhan yang begitu menggemaskan membuat Ashila tertawa geli.
"Kenapa ketawa? Ada yang lucu?" tanya Rayhann sambil mengernyitkan keningnya.
"Kamu lucu, merajuknya kayak anak kecil pengen balon tapi gak dikasih."
"Gak lucu."
"Ulu-ulu bayi gedeku merajuk, sini bunda kasih balon, Sayang," ucap Ashila sambil menoel pipi Rayhan
"Mas, kita maafan ya, gak lucu ih kayak anak kecil tau gak."
"Tapi janji jangan deket-deket sama dia lagi."
"Euu... aku gak janji." Rayhan menatap Ashila tajam. "T-tapi aku akan berusaha kok," tambah Ashila
Ashila pun segera memeluk Rayhan dengan erat, Rayhan tersenyum dan membalas pelukan Ashila, mereka pun saling mengeratkan pelukan satu sama lain.
"Oh ya, Sayang. Nanti malem aku pengen ngajakin kamu ke suatu tempat."
"Kemana, Mas?" tanya Ashila penasaran.
"Rahasia, pokoknya entar kamu siap-siap aja, ada kejutan kecil buat kamu."
"Kejutan apa? Kasih tau dong, aku penasaran tauk."
"Kalo aku kasih tau sekarang, namanya bukan kejutan lagi dong. Tunggu aja, ya."
"Oke, deh."
***
Setelah semuanya selesai, Ashila segera mengaitkan tas slempang di bahu kirinya, ia segera keluar dari kamar menuju ruang tamu karena suaminya sudah menunggunya sejak tadi.
"Mas, aku udah selesai," ucap Ashila sambil menuruni satu persatu anak tangga.
"Perfect! Sangat cantik," batin Rayhan sambil menatap wajah Ashila intens membuat wajah sang empu kini merah merona karena malu.
"K-kenapa kamu liatin aku kayak gitu, ada yang salah?"
"Enggak, Sayang, kami cantik banget malam ini,"
"Kita pergi sekarang," ucap Rayhan sambil mengulurkan tangannya.
"Emang kita mau kemana sih, Mas?"
"Nanti kamu juga akan tau."
Rayhan dan Ashila segera keluar dari apartemen dengan bergandengan tangan, tak jarang beberapa orang yang melewat yang terkagum dengan keromatisan pasangan suami-istri ini.
Setelah sampai di parkiran, Rayhan segera membukakan mobil untuk Ashila. "Silahkan bidaari surgaku," ucap Rayhan dengan senyum manisnya.
"Iikh... Mas," ucap Ashila sambil memasuki mobil.
Rayhan pun segera memutari mobil, menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di sebuah restoran bintang lima yang sengaja Rayhan booking untuk memberikan kejutan pada istrinya itu.
"Udah sampe, Mas?"
"Iya, tapi sebelum keluar, aku mau mata kamu ditutup dulu pake ini ya," ucap Rayhan sambil memperlihatkan sebuah kain berwarna hitam.
"Emang harus ya?"
"Iya dong sayang, biar kejutan, mau ya?"
Ashila pun akhirnya mengangguk, Rayhan pun segera menutupi mata Ashila dengan kain berwarna hitam itu. Ia pun segera keluar dari mobil, membukakan pintu untuk istrinya.
Rayhan pun segera menggandeng lengan Ashila masuk ke dalam restoran. Mereka segera memasuki lift untuk naik ke lantai dua, tempat yang sudah Rayhan pesan sebelumya
Ting!
Lift pun terbuka, dan mereka pun sudah sampai di tempat tujuan.
"Mas, udah nyampe belum?" tanya Ashila karena merasa sudah cukup lama berjalan.
"Belum, Sayang, bentar lagi."
Rayhan pun terus menuntun sang istri menuju tempat yang sudah ia siapkan.
"Udah sampe, Sayang. Aku buka kainnya ya?"
Ashila mengangguk pelan.
"Satu, dua, tiga, suprise…"
Ashila terpana.
Matanya menatap ke sekeliling dengan takjub, tidak pernah terbayangkan sebelumya, suaminya itu akan membawanya ke tempat seperti ini.
Sebuah pemandangan yang begitu manis di depan mata, suasana dalam restoran begitu romantis sekarang. Lilin-lilin dan kelopak mawar merah yang ditata begitu indah, di atas langit-langit restoran penuh dengan hiasan balon berwarna merah maroon, pink, dan biru, warna kesukaan Ashila.
Diiringi dengan instrumental live music yang mengalunkan lagu-lagu melalkolis dari sebuah panggung yang berada di sudut ruangan restoran, suasana tempat ini terlihat tambah romantis.
"Mas, ini…" Ashila berdecak kagum melihat pemandangan di depannya.
"Gimana? Kamu suka nggak?" tanya Rayhan.
Ashila mengangguk cepat. "Suka banget."
"Kamu yang nyiapin ini?"
"Bukan aku, yang siapin yah pelayan restoran ini. Tapi aku yang nyuruh mereka."
Ashila terkekeh. "Tapi sama aja dong kamu juga yang siapin ini buat aku."
Rayhan menuntun Ashila ke sebuah meja bulat dengan dua kursi berhadapan, di atas meja itu ada sebuah lilin yang dibiarkan menyala, dua gelas tinggi dan beberapa rangkaian bunga segar yang ditaruh di dalam sebuah pot botol transparan, serta beberapa kelopak mawar merah yang ditabur begitu saja.
"Yaudah kita duduk, yuk." Rayhan menarik sebuah kursi agar Ashila mendudukinya kemudian ia menarik kursinya sendiri. Uhh! Romantisnya.
***
__ADS_1
Maaf ya updatenya telat lagi, semoga kalian selalu bisa menikmati ceritanya, jangan lupa like, komen, dan selalu dukung author ya.
Love you.