
"Gimana, Dok? Menantu saya hamil kan?"
"Bukan, Bu. Menantu hanya masuk angin saja mungkin karena Mbak Shila terlalu lama di ruangan yang ber-AC atau bisa jadi juga karena kelelahan," jelas Dokter Ila setelah memeriksa kondisi Ashila.
"Jadi bukan hamil ya, Dok."
"Bukan, Bu."
Walaupun penglihatannya masih berkunang-kunang, Ashila dapat melihat dengan jelas raut wajah Mama Putri, ada kekecewaan di sana. Ia menjadi merasa bersalah pada ibu mertuanya itu.
"Ya Allah kasian banget Mama, tapi aku harus gimana? Masa iya aku minta Mas Rayhan buat hamilin aku? Ah itu rasanya gak mungkin, dia kan gak ada perasaan apa-apa sama aku, aku gak mau ngasih kehormatanku sama orang yang gak mencintai aku, tapi Mas Rayhan kan suami aku? Apa aku berdosa Ya Allah," Ashila terus membatin, ia bingung dengan keadaan ini.
"Oh iya, Mbak Shila harus banyak istirahat, makan makanan yag sehat juga agar cepat sembuh, dan ini resep obatnya bisa di tebus di apotek." Dokter Ila memberikan resep obat pada Rayhan.
"Terima kasih, Dok."
"Sama-sama, Yaudah, kalo begitu saya permisi."
"Ray, anterin dokter Ila ke depan, gih."
Semua orang melenggang pergi keluar kamar, yang tersisa hanya Ashila dan Mama Putri saja.
"Ma, maafin Shila, ya," ucap Ashila sambil memegang tangan mertuanya itu.
"Kok minta maaf, Sayang. Kamu gak salah kok."
"Maafin Shila karena belum bisa ngasih cucu buat Mama." Perlahan buliran bening yang berasal dari mata mulai membasahi kedua pipi Ashila.
"Sttt… udah jangan nangis, Sayang. Harusnya Mama yang minta maaf udah maksa-maksa kalian buat cucu," ucap Mama Putri sambil menghapus air mata Ashila.
"Ma, kalo seandainya Ashila gak kunjung hamil juga, gimana?"
"Sttt... kamu jangan ngomong kayak gitu ih, kalian kan baru nikah empat bulan, dulu Mama pas hamil Rayhan juga setahun setelah menikah dengan papa, jadi jangan ngomong seolah-olah kamu itu gak subur," ucap Mama Putri yang mengira Ashila berbicara tentang kesuburan.
Padahal dalam pikiran Ashila, ia takut tak kunjung hamil karena suaminya tidak akan pernah menyentuhnya sehingga tidak ada satu pun sel ****** yang akan masuk ke dalam rahimnya.
"Yaudah, Sayang. Kamu istirahat ya biar cepet sembuh, jangan dulu mikirin hal yang berat-berat dulu, kalo gitu Mama keluar ya."
"Iya, Ma."
***
Setelah membeli obat, Rayhan segera menemui Ashila di kamarnya.
"Kepalanya masih pusing gak?" tanya Rayhan sambil mendudukan tubuhnya di tepi tempat tidur.
"Sedikit doang," jawab Ashila.
__ADS_1
Rayhan jadi teringat, mungkin penyebab istrinya masuk angin adalah karena tadi sore dirinya terlalu lama mengulur-ulur waktu saat akan memberikan baju ganti pada istrinya itu, ia jadi merasa bersalah karena telah membuat istrinya sakit seperti ini.
"Saya minta maaf, ya."
"Kok minta maaf?" tanya Ashila sambil mengernyitkan keningnya.
"Kalo aja saya gak ngerjain kamu waktu sore tadi, pasti kamu gak bakalan masuk angin kayak gini," ucap Rayhan tak enak hati.
"Udah lah, Mas. Yang lalu biarlah berlalu, gak usah ngerasa bersalah gitu."
"Tapi tetep aja saya salah."
"Kan aku juga bilang gak usah ngerasa bersalah."
"Tapi.."
Puk!
Ashila langsung membungkam mulut Rayhan dengan tangannya, terlihat romantis bukan, mata mereka bertatapan beberapa detik, sebelum akhirnya saling melepaskan satu sama lain.
Keheningan sempat terjadi di antara keduanya, mereka hanya saling menatap lalu saling memalingkan wajah ke arah lain, sebelum akhirnya Rayhan memberanikan diri untuk berbicara duluan.
"Shila ada yang mau saya bicarain sama kamu," ucap Rayhan.
"Bicara apa , Mas?"
"Saya ingin mengatakan bahwa saya... saya…." Rayhan menarik napasnya terlebih dahulu sebelum ia mengatakan kata selanjutnya.
"Mungkin memang awalnya saya gak ada perasaan apa-apa sama kamu, bahkan saya juga benci dengan pernikahan ini, tapi seiring berjalannya waktu saya mulai terbiasa dengan keberadaan kamu di sisi saya, dan entah kapan rasa itu muncul, yang pasti saya jatuh cinta sama kamu," ucap Rayhan sambil menggenggam tangan Ashila, membuat sang empu terkejut dan membulatkan kedua bola matanya.
"Kamu cinta sama aku?" tanya Ashila sambil menatap mata Rayhan.
"Emm… iya. Saya tau kamu gak ada perasaan apa-apa sama sa…"
"Aku juga cinta sama Mas Rayhan," sela Ashila cepat.
"Apa? K-kamu serius?" tanya Rayhan tak percaya.
"Aku serius, Mas."
Keduanya terdiam sebentar mengatur detak jantung masing-masing.
"Jadi kita…," ucap Rayhan dan Ashila berbarengan, kemudian keduanya tertawa.
"Shila, kamu serius cinta sama saya?"
"Serius Mas, dua rius malah."
__ADS_1
Rayhan pun langsung memeluk tubuh Ashila dengan erat, Ashila pun tak kalah eratnya membalas pelukan suaminya itu.
"Terima kasih telah mencintaiku, jadilah wanita satu-satunya dihidupku, I love you." Rayhan mendaratkan satu kecupan di kening wanita yang ada di hadapannya itu.
"Terima kasih telah mencintaiku juga, I love you too."
Kemudian Rayhan melepaskan pelukannya, ia menatap lekat manik wajah Ashila, memperhatikan setiap lekuk wajah istrinya yang imut itu, lalu tatapannya beralih pada bibir mungil Ashila yang berwarna pink alami itu, tangan kanannya terangkat mengusap-usap benda kenyal itu.
"Boleh aku cium gak?" tanya Rayhan.
"Tapi Mas, aku kan lagi sakit, entar kamu ketularan lagi."
"Gak papa, Sayang. Aku bahkan rela sakit kamu ini pindah ke aku."
"Masa?"
"Beneran, Sayang."
"Ish dasar gombal," ucap Ashila sambil melabuhkan pukulan kecil di dada Rayhan.
"Ikh aku gak lagi ngegombal, Sayang. Jadi gimana?"
"Gimana apanya?"
"Boleh aku cium gak?"
Ashila pun mengangguk, Rayhan pun langsung mendekatkan wajahnya pada Ashila, gadis itu langsung menutup matanya saat merasakan deruan napas Rayhan yang hangat menerpa wajahnya.
Rayhan langsung menarik tengkuk Ashila, mendaratkan sebuah kecupan di bibir mungil istrinya itu, awalnya hanya kecupan kecil saja, lalu berubah menjadi ciuman yang menuntut, menyalurkan hasrat yang selama ini terpendam.
Perlahan Rayhan membaringkan tubuh Ashila, ia kembali mencium bibir Ashila, bahkan tubuhnya kini sudah berada d atas tubuh istrinya itu.
"Mas, kamu ngapain berdiri aja di situ, sini masuk!" seru Ashila yang sedari tadi melihat suaminya itu berdiri di depan pintu.
Rayhan pun tersadar dari khayalannya. Ia menggelengkan kepala dan mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali.
"ASTAGA?!! BERARTI TADI CUMA KHAYALAN GUE DOANG??" tanya Rayhan dalam hati.
"Mas, ada apa sih di situ? Sini masuk!"
"I-iya saya masuk."
…
Yaaa ternyata cuma khayalan Rayhan doang😂😂😂, jgan marah yaaa, tunggu aja momen-momen sweet dari Rayhan & Ashila, jgan bosen sama novelku ini yaa..
Jangan lupa tekan tombol like-nya dan jangan lupa komen juga, karena komen kalian bikin aku semangattt😊😊😊😊
__ADS_1