
Waktu menunjukan pukul 19.00 WIB. Kayla dan teman-temannya sudah berada di depan bioskop, melihat beberapa spanduk film yang sedang ditayangkan.
"Gimana kalo kita nonton itu aja," ujar Kayla sambil menunjuk spanduk yang berada di ujung, kelima temannya pun melihat ke arah yang Kayla tunjuk.
"Itu kan film zombie? Yakin mau nonton itu?" tanya Farel.
"Jangan ih! Gue tuh kalo nonton film horor suka kepikiran, mending yang romance aja sih," ujar Tasya.
"Iya mending kita nonton yang romance aja," timpal Amira.
"Yaudah, oke deh romance aja," ucap Kayla.
Arya pun segera membeli enam tiket masuk, tak lupa juga membeli popcorn dan beberapa minuman soda.
***
Mereka duduk di kursi yang berada di tengah-tengah, posisi yang pas ketika menonton film, mereka semua duduk dengan barisan sejajar, kayla dan Azka berada di kursi paling ujung.
Film sudah dimulai, semua orang tampak fokus melihat layar yang besar itu.
Sama halnya juga dengan Kayla, gadis terlihat serius menonton sambil memeluk popcorn, matanya tidak ingin berpaling dari layar dengan suara yang amat besar itu.
Sampai pada akhirnya, adik dari seorang CEO itu tersentak kala merasakan sesuatu yang berat menimpa bahunya, Kayla menoleh, dan mendapati Azka sudah terlelap di bahunya, bahkan dengkuran halus terdengar dari mulut Azka, lelaki itu seolah tak peduli jika dirinya kini sedang berada di bioskop.
Kayla mendengus. "Heh! Bangun woi! Lo pikir bahu gue ini bantal lo apa?" bisik Kayla kesal sambil menepuk-nepuk pipi lelaki yang sekarang sudah berpindah alam itu.
Azka melenguh sebentar, tetapi tidak membuka matanya. "Adek ngantuk, Mi, kalian makan malam duluan aja," racaunya pelan.
Kayla mendelik. "Lu pikir gue mami lo, woi! Gue bukan mami lo! Bangun!" Kayla kembali menepuki pipi Azka, tapi lelaki itu tetap diam.
Pada akhirnya gadis itu pun menyerah dan membiarkan lelaki yang sedang terlelap itu bersandar di bahunya, karena gadis itu ingin kembali fokus melihat ke depan.
Kayla kembali tersentak saat salah satu tangan Azka melingkar di perutnya, bahkan popcorn yang berada digenggaman gadis itu sekarang sudah jatuh berserakan.
"Hih! Dasar si Kunyuk! Lu pikir gue guling dipeluk-peluk," batin Kayla menggerutu, jika bukan sedang berada di dalam bioskop, sudah pasti lelaki itu akan ditendang bahkan dicincang olek Kayla karena berani memeluknya itu.
"Ka, bangun napa elo berat tau," kesal Kayla, lelaki itu benar-benar sudah mengganggu konsentrasinya yang sedang asyik menonton film yang bergendre romance itu.
Lelaki itu tetap tak bergeming.
Setelah cukup lama, layar pun menghitam pertanda filmnya sudah selesai, ke empat teman-temannya dan para penonton lain sudah turun satu persatu, tetapi Azka belum juga membuka matanya.
"Azka bangun!"
Entah Azka sedang bermimpi apa, lelaki itu tak kunjung membuka matanya.
Kayla mulai jengah, akhirnya ia pun berteriak. "AZKA BANGUUUN!!"
__ADS_1
Lelaki yang sedang terlelap itu tersentak kaget, dengan refleks ia memeluk leher kayla.
Perlahan Azka mulai membuka matanya. Kedua manik mata itu bertemu, lelaki itu mendekatkan wajahnya pada Kayla.
Semakin dekat…
Semakin dekat…
Deru napas Azka mulai menerpa wajah Kayla, gadis itu pun kini memejamkan matanya, ia merasakan bibirnya tersapu oleh sesuatu.
"Kenapa lo nutup mata?"
Kayla pun langsung membuka matanya, ia melihat Azka sedang mengusap bibirnya. "Elo kalo makan atau minum sesuatu yang bener dong, kok jadi blepotan gini," ujar Azka.
Kemudian mata mereka pun bertemu, membuat kayla mati gaya sekarang.
Kayla mendorong pelan dada Azka, kalau dibiarkan lama-lama, mungkin ia akan jatuh hati dengan tatapan mata elang dari lelaki manis itu. Sumpah! Tatapannya itu tidak baik untuk jantungnya sekarang.
"Elo juga kalo nonton jangan tidur di bahu gue, kan pegel gue jadinya," ketus Kayla untuk menetralkan degup jantungnya yang menggila itu.
"Gue itu gak suka nonton kayak ginian, gue lebih suka nonton pertandingan bola dan olahraga yang lain," ujar Azka santai.
"Kalo elo gak suka nonton, ngapain lo ikut."
"Yah gue gak enak sama temen-temen lo itu, gue kan udah dianggap temen mereka, gak enak kan kalo gue nolak!"
Kayla pun segera bangkit dan turun diikuti oleh Azka dari belakang.
***
"Aduh! Si Mira dan yang lainnya kemana ya, ini semua gara-gara lo sih! Coba kalo elo gak tidur, kita gak akan kepisah gini kan," cerocos Kayla setelah mereka berada di luar bioskop.
"Tinggal ditelepon aja, susah banget sih!" ketus Azka karena tak terima dirinya disalahkan.
"Oh iya, ya."
"Makanya ogeb jangan dipelihara!"
Kayla hanya mengerucutkan bibirnya, gadis itu segera menelepon Amira untuk menanyakan keberadaan mereka sekarang.
Setelah tersambung, Kayla segera menempelkan ponselnya ke arah telinganya. "Halo, Mir, elo semua sekarang lagi ada di mana?" tanya Kayla tanpa basa-basi.
[…..]
"Oh, yaudah oke kita ke sana?"
Panggilan pun terputus.
__ADS_1
"Gimana?" tanya Azka.
Kayla kembali memasukan ponselnya ke tas selempangnya. "Mereka sekarang lagi di game center," ujarnya.
"Yaudah, ayo ke sana," ajak Azka.
***
Kini Kayla dan Azka sudah berada di pusat permainan, di sana mereka melihat teman-temannya sedang bermain beberapa wahana permainan.
Mata Kayla berbinar melihat boneka teddy bear kecil yang berada di claw machine, ia jadi berkeinginan mendapatkan boneka imut itu.
Perlahan gadis itu melangkah menuju tempat dimana boneka itu berada, sebenarnya dulu Kayla sering memainkan permainan ini, tetapi ia tidak begitu jago dan selalu gagal. Tetapi, apa salahnya mencoba lagi, pikirnya.
Kayla pun sudah bersiap di depan mesin capit tersebut, ia memasukan uang koin terlebih dahulu, kemudian mulai mengendalikan tuas yang berada pada mesin.
Pertama kali melakukan, ia gagal, tetapi bukan Kayla namanya jika gampang menyerah, gadis itu pun melakukannya lagi.
"Kok susah banget sih," gerutunya kesal karena sudah beberapa kali gagal mencapit boneka yang ia inginkan itu di claw machine.
Kayla menghembuskan napasnya gusar. "Oke, sekali lagi!" serunya bersemangat, gadis itu pun mencoba kembali, tetapi tetap saja gagal.
"Huh! Ngeselin banget sih!" erangnya, gadis menendang mesin di depannya dengan kesal, beberapa orang mulai meliriknya.
"Sini gue ajarin!" ucap seseorang dari belakang.
Refleks Kayla menoleh, ia berdecih meremehkan. "Emang lo bisa?" tanyanya.
"Ini mah gampang!"
"Udah pasti lo gak bakalan bisa, gue aja gagal."
Azka mendengus. "Nantangin gue banget lo, awas ya kalo gue dapet, lo harus jadi kacung gue selama seminggu!"
"Kalo elo gagal?"
"Yah gue yang bakalan jadi kacung elo selama seminggu juga."
"Oke deal, ya." Kayla mengulurkan tangannya, Azka pun membalas uluran tangan gadis itu.
"Oke!"
***
Waduuh gengs, menurut kalian Azka bakal menang tantangannya gak ya?? Tunggu terus kelanjutannya yaa.
Jangan lupa like like, komen komen, vote vote juga yaa.
__ADS_1
Makasih.