Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 64 Gara-gara Kecap


__ADS_3

"Baiklah, rapat untuk hari ini cukup sampai di sini dulu, dan untuk meeting selanjutnya akan ditentukan jadwalnya," ucap Rayhan seraya mengakhiri meetingnya.


"Baik, Pak," ujar semua yang ada di ruang meeting itu, dibalas anggukan oleh laki-laki CEO itu.


Langkah kaki menderap pada keramik putih, Rayhan melangkah kembali menuju ruangannya setelah dua jam lamanya ia meninggalkan ruangan itu. Lalu setelah sampai, Rayhan segera duduk dan menyenderkan kepalanya pada kursi kebesarannya.


Tak lama kemudian, ponsel di sakunya bergetar, menandakan ada pesan masuk. Dengan cepat ia segera mengambil benda pipih itu.


Senyum terbit dari bibirnya ketika melihat nama 'My Wife💗' di layar ponselnya, yaitu orang yang mengiriminya pesan.


Ashila :


Assalamualaikum, Mas, lagi apa?"


Dengan gerakan cepat Rayhan segera mengirimkan balasan chat dari istrinya itu.


Rayhan :


Waalaikumsalam, lagi rindu sama kamu😘😘.


Di sebrang sana Ashila terkekeh geli ketika membaca balasan dari suaminya itu.


Ashila :


Jangan rindu, Mas, rindu itu berat, kamu gak akan kuat.


Rayhan :


Kamu tuh udah kayak Dilan aja.


Ashila :


Kamu udah makan siang belum, Mas?


Rayhan :


Belum.


Ashila :


Aku boleh ke kantor kamu gak? Nganterin makan siang buat kamu.


Rayhan :


Emang kamu gak kuliah, Sayang?


Ashila :


Enggak, hari ini gak ada mata kuliah, Mas.


Rayhan :


Ya kalo enggak ngerepotin sih, kamu ke sini aja, Sayang.


Ashila :


Yaudah, aku ke sana sekarang, ya.


Rayhan :


Iya, hati-hati di jalan ya, emmuach😘.


Emotikon dari Rayhan menjadi akhir perbincangan mereka secara tidak langsung itu. Ashila tak membalasnya, ia segera bangkit dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor suaminya itu.

__ADS_1


***


"Kay, harusnya lo tadi bilang makasih sama si Azka karena udah nolongin lo tadi!" ucap Tasya.


"Iya, Kay, kalo misalkan Azka tadi gak nolongin lo pasti sekarang lo udah di rumah sakit karena kepala lo kebentur keramik," timpal Amira.


Kayla terdiam mencerna perkataan kedua sahabatnya itu.


"Yaudah iya, entar gue minta maaf," ucap Kayla namun sebenarnya ia malas dan jika harus meminta maaf kepada laki-laki itu.


"Udah ah, mending kita pesen makanan, gak usah bahas tuh cowok lagi," ucap Kayla seraya mendudukan diri di kursi diikuti pula oleh kedua sahabatnya.


Tak jauh dari sana, Azka berjalan menuju kantin diikuti oleh fans-fans barunya, sebenarnya dirinya merasa risih diikuti oleh para siswi itu.


"Eh liat tuh, Kay, panjang umur tuh cowok," ucap Tasya sambil menunjuk ke arah Azka. "Buruan minta maaf gih!"


Dengan enggan, Akhirnya Kayla bangkit dan berjalan mendekati Azka.


"Gue mau minta maaf dan juga bilang makasih karena elo udah nolongin gue tadi," ucap Kayla sambil mengulurkan tangannya.


"Kalo minta maafnya gak ikhlas, mending gak usah," ucap Azka yang dapat melihat raut wajah Kayla, ada keterpaksaan di sana.


Kayla memelototkan matanya, tak suka dengan ucapan Azka. "Jadi lo pikir gue gak ikhlas gitu minta maafnya?" ucap Kayla dengan nada tinggi.


"Kok lo malah nyolot sih?"


"Lo ngeselin sih!"


"Lo tuh yang ngeselin!"


"Lo!"


"Lo!"


"Bubar… bubar!" ucap seorang laki-laki yang baru saja datang, semua siswa pun kembali menlanjutkan aktivitasnya masing-masing, begitu pun para fans-nya Azka, mereka semua segera bubar dari sana.


"Ada apa ini, Kay?" tanya laki-laki itu mendekati Kayla dan Azka yang sedang adu mulut itu.


"Ini nih, Rel. Anak baru ini nyebelin banget," ucap Kayla sambil menunjuk Azka dengan tatapan tak suka.


Farel Sebastian, siswa kelas XI IPS 2 yang menjabat sebagai ketua osis sekolah ini. Baik, ramah, dan juga berwibawa, dan tentunya juga tak kalah tampan dengan Azka Azkandar yang sekarang sedang naik daun di sekolah itu.


"A-azka? Lo Azka, 'kan?" tanya Farel mendekat ke arah Azka.


"Jangan bilang lo Farel."


"Ya ampun, Ka. Ternyata elo murid baru yang viral itu di sekolah ini? Astaga gue kira siapa." Farel pun segera memeluk Azka, lebih tepatnya sahabatnya waktu kecil. Begitu pun Azka, ia segera membalas pelukan Farel.


Kayla, Tasya, Amira dan beberapa orang di sana hanya melongo kebingungan menyaksikan adegan dua sahabat ini.


"Rel, lo kenal sama dia?"


"Iya, dia itu temen SMP gue di Amrik, Kay."


"Tapi dia itu nyebelin, Rel." Kayla menunjuk Azka.


Azka mendesis, ia memelototkan matanya ke arah Kayla. "Lo yang nyebelin!"


"Udah ih jangan ribut, Kay, dia orangnya baik kok, ramah, enggak sombong juga," ucap Farel melerai keduanya.


"Kok lo malah belain dia sih, gue kan sahabat lo, Rel," ucap Kayla.


"Tapi kan Azka juga sahabat gue, Kay. Elo berdua sama-sama sahabat gue."

__ADS_1


Kayla mendengus. "Puas lo, Farel lebih ngebelain lo daripada gue!" ucapnya pada Azka.


"Udah, udah, mending kita makan, pasti pada laper, 'kan?" ucap Farel sambil mendudukan dirinya di kursi bergabung dengan Tasya dan Amira.


"Ayo, Ka, lo gabung aja sama kita," ajak Farel pada Azka.


"Reeel..." Kayla menatap Farel dengan wajah cemberutnya.


"Kan biar rame, Kay."


Kayla mendengus kesal. "Yaudah."


Azka pun segera mendudukan dirinya di kursi yang tersedia, lebih tepatnya ia duduk bersebrangan dengan Kayla.


"Kalian mau pesen apa nih?" tanya Amira.


"Mending kita semua pesen baso aja, kan enak tuh siang-siang gini," ucap Tasya memberi ide.


"Boleh tuh," timpal Farel.


"Gimana, Kay?"


Kayla hanya berdehem dan menganggukan kepalanya.


"Lo, Ka, gimana?" tanya Amira pada Azka.


Azka mengangguk. "Boleh"


"Bu, pesen baso lima mangkok, ya," ucap Amira pada ibu kantin.


"Iya, Neng, sebentar."


Sambil menunggu pesanan, Farel mengajak Azka berbincang-bincang membicarakan tentang kepulangan Azka ke tanah air ini.


"Ka, bukannya lo bilang mau sampe kuliah, ya di Amrik, kok lo malah pindah sekolah ke sini?" tanya Farel.


"Gue juga pengennya di sana, cuma nyokap gue sakit, Rel, dan dia nyuruh gue buat balik ke sini. Mungkin pas kenaikan kelas nanti gue juga bakal balik lagi ke sana."


"Bagus deh, lo balik ke Amrik sekarang juga boleh," ujar Kayla dalam hati.


Tak lama kemudian, bu kantin pun datang membawa pesanan.


"Ini pesanannya, selamat menikmati, ya."


"Wah, enak nih," ujar Kayla sambil menatap makanan kesukaannya, ia pun segera mengambil sambal dan memasukannya pada mangkok berisi baso itu.


Pada saat Kayla akan mengambil botol kecap, di waktu yang sama, Azka juga mengambil botol itu. Karena tangan Azka yang bergerak cepat, jadilah ia yang berhasil memegang botol kecap itu lebih dulu.


"Gue duluan!" teriak Kayla menarik botol kecap yang digenggam Azka.


Azka pun tak mau kalah, ia menggenggam erat botol kecap itu. "Gue yang pegang duluan!"


Duk!


Karena aksi saling tarik menarik itu, botol kecap itu pun jatuh ke lantai.


"Tuh kan, ini semua gara-gara lo!" ucap Azka menyalahkan Kayla.


"Heh! Kalo lo ngalah, gak bakal botol ini jatuh!" ucap Kayla yang merasa tak terima.


"Udah-udah, kalian nih udah kayak Tom and Jerry tau gak, ribut cuma gara-gara kecap doang," ucap Tasya menengahi perdebatan kedua insan itu.


...

__ADS_1


Aku datang lagi nih, jangan bosen sama ceritanya ya, dan aku juga gak bakal bosen ngingetin buat like, komen, dan juga dukung aku hehe😂😂😂


__ADS_2