Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 79 Dikerjain


__ADS_3

Suara ponsel yang berdering membuat seorang gadis cantik yang masih setia memejamkan matanya itu merasa terganggu.


"Siapa sih pagi-pagi udah nelepon," gerutunya kesal.


Dengan mata yang masih tertutup, gadis itu berusaha meraba-raba ponselnya yang ia letakan tak jauh dari bantalnya, setelah dapat, ia pun menggeser benda pipih itu lalu menempelkannya ke telinganya.


"Halo."


"Elo beliin gue bubur yang ada di pangkalan deket komplek gue!"


"Heh! Siapa lo nyuruh-nyuruh gue! Gue ngantuk, udah ya, bye!"


Gadis itu mematikan panggilan sepihak dan menyimpan ponselnya ke sembarang arah.


Tak lama kemudian, dering ponselnya terdengar lagi, gadis itu menggeram kesal lalu mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya, dan mengambil benda pipih itu.


Gadis itu melihat layar ponselnya. "Nomor tidak dikenal?" gumamnya.


Dengan malas, Kayla menggeser tombol hijau dan langsung memarahi lelaki yang membuat tidurnya terganggu itu "Siapa ni, pagi-pagi udah nelepon gue, gak ada kerjaan banget."


"Kalau dalam waktu tiga puluh menit kalo itu bubur gak ada di rumah gue, gue hukum!"


Kayla mendesah, ia kenal dengan suara itu. "Kampret! Emang gue babu elo apa?"


"Elo gak inget tantangan kemaren hah? Elo kan–"


Kayla langsung memotong. "Iya gue inget, tapi kan elo punya tangan, punya kaki, kenapa gak jalan sendiri? Lagi pula tukang bubur yang elo maksud itu kan deket rumah! Kenapa harus gue coba?"


"Elo kan udah jadi babu gue sekarang! Sayang kan kalo gak gue manfaatin," ujar Azka santai.


"Ya elo tau kan, jarak dari rumah gue ke rumah elo itu jauh banget, kenapa gak elo suruh salah satu pelayan rumah lo aja sih?"


"Ya gue pengennya elo yang beliin, TITIK!"


Tuuut!


Azka mematikan telepon sepihak.


Kayla mendengus. "Ihh dasar Azka kampret! Gak ada akhlak! Bisa-bisanya dia seenaknya gini sama gue! Kalau aja bukan karena gue gak suka ingkar janji, udah abis lo! Dasar nyebelin!" umpatnya merasa geram.


Kayla pun segera beringsut dari kasur dan melenggang masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya.


***


Setengah jam kemudian, kini Kayla sudah cantik dan wangi, gadis itu segera menuruni tangga menuju dapur karena mencium bau masakan.


Sesampainya di sana, ia melihat sesuatu yang seharusnya tak dilihat oleh gadis jomblo seperti dirinya itu.


"Mata suci gue, astagfirullah!" Dalam batinnya Kayla memekik, melihat kakaknya sedang memeluk istrinya dari belakang, mereka sedang memasak romantis. Sungguh, seperti nonton drama Korea saja, pikirnya.


Kayla berdehem, membuat kedua insan yang sedang bemesraan itu menoleh dan sedikit terkejut karena keberadaannya, bahkan sang kakak ipar segera mendorong suaminya karena refleks.


"Eh, Kay, kamu udah bangun?" tanya Ashila sedikit terbata seperti orang yang ketahuan mencuri saja.


"Pagi-pagi mata suci aku ini udah liat yang mesra-mesraan aja," celetuk Kayla.

__ADS_1


Rayhan berdecak sebal, kedatangan adiknya itu sangat mengganggu. "Siapa suruh tinggal di sini," ujarnya kemudian kembali memeluk Ashila, namun istrinya itu mencegahnya.


"Kamu tumben jam segini udah bangun, biasanya kalo hari minggu bangunnya suka telat?" tanya Rayhan karena ia sangat tahu kebiasaan adiknya itu.


"Iya, Kak, aku ada janji sama temen."


Ashila dan Rayhan hanya ber oh ria.


"Yaudah aku pergi, ya," ujar Kayla.


"Yaudah pergi sana! Ganggu tauk!" usir Rayhan.


Kayla mendengus, sebelum pergi, gadis itu mencomot sepotong tempe hangat yang tersaji di meja makan, lalu segera berlalu.


***


Sudah setengah jam lebih Kayla mencari tukang bubur yang dimaksud oleh Azka, tetapi gadis itu tak kunjung menemukannya.


"Si Azka kayaknya ngerjain gue nih, gue udah cari-cari tukang bubur dengan nama di gerobaknya mang Kurdi, tapi gak ketemu-ketemu," gerutunya.


Gadis itu segera mengirim sebuah pesan pada sang 'juragan' nya.


Kayla :


Woi! Azka kampret! Gue udah keliling-keliling cari bubur yang lo maksud, tapi gak ketemu-ketemu, lo ngerjain gue, ya.


Tak lama kemudian, Azka pun membalas pesan dari Kayla.


Azka :


Coba lo cari di sekitar komplek perumahan gue, mungkin ketemu.


"Bu, tau tukang bubur mang Kurdi gak? Biasanya suka lewat sini?" tanya Kayla pada dua orang ibu-ibu yang menenteng belanjaan berisi sayuran.


"Oh mang Kurdi, itu Neng, mang Kurdi lagi mangkal di depan rumah itu tuh," ujar ibu-ibu yang memakai kerudung berwarna kuning.


Kayla menoleh mengikuti arahan telunjuk ibu tadi, terlihat sekitar berjarak 100 meter dari tempat berdirinya sekarang sebuah gerobak bubur yang dikerumuni banyak orang.


"Yaudah, Bu, makasih, ya."


Kayla pun segera berlari menuju tempat dimana gerobak bubur itu berada.


"Mang, pesen bubur satu porsi, ya."


"Siap, Neng, tunggu aja dulu di situ," ujar tukang bubur itu sambil menunjuk sebuah kursi.


Kayla pun mengangguk, gadis itu pun segera mendudukan bokongnya di sebuah kursi yang yang ditunjuk oleh tukang bubur tadi.


Sambil menunggu, gadis itu mengedarkan pandangan ke sekeliling komplek, meneliti orang yang berlalu lalang dengan ramai, maklum, hari ini adalah hari minggu, dimana sebagian besar orang libur bekerja dan sekolah.


Pandangannya tertuju pada rumah yang berada di sebrang tempat kini dirinya duduk, Kayla merasa tak asing dengan rumah itu. "Ini rumah kayak gue kenal, ya," gumamnya. "Nomor rumahnya kayak…"


Mulut Kayla menganga lebar saat sadar bahwa ternyata rumah di depannya itu adalah rumah dimana sang 'juragan' itu tinggal.


Pada detik berikutnya, gadis itu sadar bahwa dirinya sedang dikerjai.

__ADS_1


"Mang buburnya kasih sambal 10 sendok, ya," ujar Kayla pada tukang bubur itu.


"Iya, Neng."


Kayla tersenyum miring. "Moncor-moncor lo seharian, suruh siapa kerjain gue," batinnya bahagia.


"Ini, Neng."


"Makasih, ya, Mang, ini uangnya,


"Neng, kem–"


Kayla memotong. "Kembaliannya ambil aja, karena saya lagi bahagia sekarang," ujar Kayla seraya pergi menyebrangi jalan menuju rumah sang 'juragan' nya itu.


Sebelumnya gadis itu sudah mengabari Azka terlebih dahulu, jika dirinya sudah berada di depan rumah lelaki itu.


Kayla dipersilahkan masuk oleh satpam di sana. "Masuk aja, Neng."


Kayla mengangguk.


Sebelum Kayla membuka pintu rumah itu, seseorang dari dalam sudah lebih dahulu membuka rumah. "Mana pesenan gue?" tanyanya.


Kayla pun memberikan pesanan yang dimaksud oleh lelaki itu.


"Yaudah, makasih, ya, elo boleh pulang," ucapnya datar sambil menutup pintu, tetapi sebelum itu Kayla sudah lebih dahulu menahan pintu itu agar tetap terbuka.


"Ada apa lagi?" tanya lelaki itu tanpa dosa.


Kayla menarik ujung baju lelaki itu ke depan rumah. "Apa sih narik-narik gue?" tanyanya lagi.


"Elo liat itu!"


Azka mengikuti arahan telunjuk Kayla, terlihat di sana ada gerobak bubur yang ia inginkan itu. "Itu gerobak bubur, kenapa emang?" tanyanya datar.


Kayla mengeram kesal. "Elo tanya kenapa emang? Elo gak mikir, gue jauh-jauh dari rumah, ke sini cuman buat beliin bubur yang ada di depan rumah lo itu, gak ada kerjaan banget sih! Elo ngerjain gue ya, kalo misalkan tuh bubur ada di depan rumah lo, elo kan bisa nyuruh satpam atau pembantu lo," cerocos Kayla tanpa jeda.


"Oh, gu—"


Ucapan Azka terpotong karena ada suara wanita paru baya yang langsung melenggang keluar memeluk bahu gadis di depannya itu. "Eh, ada Kayla, tante denger suara ribut-ribut dari dalem, tante kira siapa aja, ternyata kamu,"


"Ini, Mi, Kayla pagi-pagi ke sini cuma buat beliin adek bubur, baik kan dia," ujar Azka pada mami-nya.


Kayla memelototi Azka sejenak, lalu pandangannya beralih pada Karina, ia tersenyum manis pada wanita paru baya itu.


Gadis itu segera menyalami Karina "Tante apa kabar?"


Wanita paru baya itu tersenyum manis menerima uluran tangan Kayla. "Baik, kamu baik banget sih, pagi-pagi udah anterin Azka bubur, memang pacar yang baik."


Kayla dan Azka saling pandang. "KIT—"


Ucapan keduanya terpotong karena suara dering ponsel di tangan Karina. "Eh, mami ada telepon, Dek, ajak Kayla ke dalem, ya," ucap Karina sambil berlalu pergi.


***


Wkwk... gimana ya nanti reaksi si Azka pas makan bubur yang dibeliin Kayla, dia bakal sakit perut atau giman, yaa??

__ADS_1


Tetap tunggu kelanjutannya ya kawan-kawan, jangan lupa like and komen, votenya juga.


Makasih.


__ADS_2