Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 69 Kayla Ngambek


__ADS_3

Kini Kayla sedang berada di balkon kamarnya, setelah melakukan ritual mandinya, gadis dengan balutan kaos putih dan celana levis pendeknya kini sedang melamunkan seseorang yang mungkin sekarang mengisi hati dan pikirannya itu, gadis itu senyum-senyum sendiri bak orang tak waras.


"Ya ampun kak Azmi, udah ganteng, baik, perfect banget sih."


Kayla berjalan mendekati kaos berwarna hitam milik Azmi itu, bibirnya melengkung membentuk senyuman yang sangat manis, gadis itu mencium kaos itu, menghirup dalam-dalam wangi parfum yang melekat pada kaos itu.


"Hmm… kak Azmi pake parfum apa ya? Wanginya nenangin banget, hati gue juga ikut tenang." Kayla terkagum-kagum.


Gadis berambut panjang itu kemudian duduk di kursi belajarnya. "Pokoknya gue harus cari cara buat deketin kak Azmi, tapi gimana, ya?"


Kayla mulai berpikir.


Terlintas di otaknya untuk meminta bantuan pada Azka, adik dari lelaki yang kini menjadi pujaan hatinya itu.


"Ah! Enggak-enggak, masa lewat si songong sih!" Kayla mendengus, bermonolog sendiri.


Berbicara tentang Azka, sekelebat bayangan terlintas dipikiran Kayla ketika lelaki itu memakaikan helm padanya, ia tersenyum sendiri.


"Astaga Kayla." Gadis itu menoyor kepalanya sendiri. "Kok malah jadi mikirin cowok songong itu sih!"


"No no no, gak boleh mikirin dia."


"Elo harusnya mikirin gimana caranya deketin kakaknya bukan adeknya!"


Kayla menggaruk-garuk kepalanya frustasi. "Au ah! Mending gue tidur sambil pelukin kaosnya kak Azmi."


Gadis itu pun membawa kaos milik lelaki pujaannya itu ke tempat tidur, memeluknya dengan erat.


***


Keesokan harinya…


Pagi ini Ashila sedang menyajikan makanan sarapan pagi di atas meja.


"Nasi, tumis kangkung, ikan goreng, air minum, oke semuanya udah siap," ucap Ashila setelah menyajikan menu makanan.


"Waah, wanginya enak nih," ucap Kayla sambil melenggang masuk ke dalam ruang makan.


"Eh, pagi Kay," sapa Ashila.


"Pagi juga kakak ipar," sahut Kayla sambil mendudukan bokongnya di salah satu kursi.


"Kak, kakak kenal kak Azmi, kan?"


"Kenal, kok kamu tau?"


"Jadi kemarin tuh aku kan kehujanan pas pulang sekolah, pas aku lagi neduh di halte, ada cowok keluar dari mobil, dia nanya gini 'kamu adiknya Shila, ya?' terus aku jawab iya, dari situ kita kenalan, terus dia ngajakin aku ke rumahnya," jelas Kayla.


Ashila ber oh ria.


"Kak Azmi orangnya baik ya, Kak."


"Iya, dia tuh orangnya baik banget, walaupun dia anak seorang pemilik kampus, tapi dia itu orangnya supel, mau gaul sama siapa aja, gak pernah mandang harta atau fisik," ungkap Ashila, gadis itu tersenyum, bagaimana pun dirinya pernah dan masih mengagumi sosok lelaki seniornya itu, tetapi rasa cintanya hanya untuk suami seorang.


"Dia udah punya pacar belum?"


Pertanyaan Kayla sontak membuat kakak iparnya itu mengernyitkan keningnya. Ashila memicingkan matanya menatap lekat Kayla.


"Jangan-jangan kamu--"


"Jangan-jangan apa?"


"Kamu… suka ya sama kak Azmi?" tanya Ashila sambil tersenyum menggoda.


Tebakan Ashila tepat mengenai sasaran, kayaknya kakak iparnya itu cocok jadi peramal deh, pikir Kayla.


"Euu…" Kayla terlihat salah tingkah.

__ADS_1


"Ayo ngaku, kamu suka kan sama Kak Azmi?"


"Hehe." Kayla nyengir kuda menampakan giginya yang rapi itu. "Kakak tau aja," ucap Kayla sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Keliatan dari ekspresinya," terang Ashila.


"Emang keliatan banget, ya?"


Ashila mengangguk. "Iya, keliatan banget."


"Jadi, kak Azmi udah punya pacar apa belum?"


"Kayaknya belum deh."


"Yes." Kayla begitu kegirangan. "Berarti aku punya kesempatan dong."


Ashila tersenyum melihat adik iparnya kegirangan seperti itu, seperti anak ABG yang sedang puber-pubernya.


"Kakak setuju gak, kalo aku deketin kak Azmi?"


"Kalo kakak sih setu--"


"Enggak!!" ucap seseorang yang baru saja melenggang masuk ke dalam pantry.


"Kenapa emangnya, Kak Ray?" tanya Kayla.


Rayhan menarik kursi dan mendudukan bokongnya di sana, ia mengambil segelas air, lalu meminumnya sebentar.


"Kamu tuh masih sekolah," ucap Rayhan datar.


"Kakak nih, kayak gak pernah jadi anak SMA aja."


"Oke! Kakak ngijinin kamu deket sama siapa pun, tapi bukan sama kakak senoirnya kakak ipar kamu itu."


"Ya… gimana dong, aku kan--"


Rayhan memotong. "Udah-udah, kita harus sarapan, kakak ada meeting pagi ini," ucap Rayhan mengakhiri pembicaraan.


***


Kayla pun segera keluar dari mobil. "Kak Shila, aku masuk, ya."


"Iya, belajar yang bener," ucap Ashila lembut.


Kayla sama sekali tidak menatap Rayhan, tadi, di perjalanan pun, Kayla yang biasanya super duper heboh itu, hanya diam saja, tak berbicara satu kata pun.


"Kay, kamu bawa uang, 'kan?" tanya Rayhan, ia takut adiknya itu lupa lagi membawa uang ke sekolah.


Kayla hanya diam saja. Rayhan mendesah pelan. Fiks! adik kesayangannya itu sedang dalam mode ngambek saat ini.


"Kay, kamu bawa uang gak?" tanya Ashila mengulangi pertanyaan Rayhan untuk adik iparnya itu.


"Bawa, Kak."


"Bagus, soalnya kakak gak bakal jemput kamu," terang Rayhan.


Kayla hanya memutar bola matanya malas menatap Rayhan.


"Yaudah kak Shila aku masuk, ya, bye." Kayla melambaikan tangan kanannya terlebih dahulu kepada Ashila dan Rayhan sebelum ia masuk ke area sekolah.


Setelah Kayla hilang dari pandangan, Rayhan pun segera melanjutkan perjalanan menuju kampus istrinya itu.


"Mas."


Rayhan menoleh ke arah Ashila sebentar lalu kembali fokus melihat ke depan. "Iya, Sayang."


"Emm… Mas beneran gak bakal ngijinin Kayla deket sama kak Azmi?" tanya Ashila hati-hati.

__ADS_1


"Gak akan!"


"Kenapa? Kan kasian Kayla, Mas, dia juga mungkin baru ngerasain jatuh cinta, kamu kayak gak tau anak remaja yang lagi puber aja."


"Aku bakal ngasih izin Kayla deket sama laki-laki, terkecuali laki-laki itu."


"Yah kan Kay sukanya sama kak Azmi, Mas. Kamu gak liat tadi pagi Kayla seneng banget gitu mukanya, biarin aja lah Kayla deketin kak Azmi."


"Justru aku khawatir laki-laki itu bakal nyakitin Kayla, Sayang."


"Maksudnya?"


"Dia kan suka sama kamu, aku takut nanti laki-laki itu jadiin Kayla buat balas dendam karena kamu milih aku," terang Rayhan.


"Kamu mikirnya kejauhan banget sih, Mas, lagi pula kak Azmi itu gak seperti yang kamu pikirin, dia laki-laki baik," ucap Ashila.


"Kamu belain dia? Jelaslah, kamu kan pernah suka sama dia, atau kamu memang masih suka sama dia," tuduh Rayhan.


Ashila menghembuskan napasnya kasar. "Kamu gak percaya sama aku?" tanya Ashila sedikit bernada tinggi.


Rayhan menoleh, ia melihat kedua mata istrinya itu berkaca-kaca, bahkan satu buoiran bening sudah terjun bebas sekarang, Astaga! Dirinya salah bicara.


Rayhan pun menghentikan mobilnya. "Bu-bukan begitu, Sayang." Rayhan menarik Ashila ke dalam dekapannya, mengusap pelan punggung istrinya itu, Ashila sama sekali tidak menolak.


"Maaf, aku bukannya gak percaya sama kamu," ucap Rayhan merasa bersalah.


"Terus tadi?"


Rayhan melepas pelukannya, lalu memegang kedua bahu Ashila.


"Udah ya, Sayang, kita bicarain masalah Kayla nanti, aku gak mau kita marahan gara-gara masalah adik ipar kamu itu."


Lelaki itu menghapus air mata yang tersisa di pipi Ashila dengan ibu jarinya. "Jangan nangis lagi."


Gadis itu mengangguk.


Rayhan pun kembali melanjutkan perjalanannya.


***


Ashila segera mencium tangan suaminya, ketika mereka sudah sampai di depan gerbang kampusnya. "Mas, aku masuk, ya."


Ketika Ashila akan membuka pintu mobilnya, Rayhan menahannya. "Kenapa, Mas?"


"Minta vitamin dulu dong, biar kerjanya semangat," ucap Rayhan manja.


Ashila terkekeh pelan.


Cup!


Cup!


Cup!


Cup!


Ashila pun mendaratkan sebuah kecupan di kening, pipi dan yang terakhir di bibir sang suami.


"Makasih, Sayang, kalo gini kan aku kerjanya semangat," ucap Rayhan nyengir kuda.


"Kamu tuh ya, yaudah aku turun sekarang ya. Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."


***


Semoga kalian selalu nyaman baca ceritaku.

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu tekan tombol like nya, budayakan komen juga ya, aku sayang kalian semua.


Terima kasih.


__ADS_2