Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 74 Rencana Licik Renata


__ADS_3

Malam ini Ashila sedang menonton televisi bersama adik iparnya di ruang tamu.


Meskipun matanya melihat layar televisi, tetapi pikiran Ashila sedang berkelana ke sana kemari, sesekali wanita itu menatap ponsel digenggamannya, berharap orang yang ia pikirkan saat ini memberinya kabar.


"Kakak lagi nunggu kabar dari kak Rayhan, ya?" tanya Kayla yang sejak tadi memperhatikan kakak iparnya.


Ashila mengangguk.


"Telepon aja, Kak."


Ashila pun segera mengambil ponselnya dan mencari kontak Rayhan, lalu ia pun segera menelepon suaminya itu.


"Assalamualaikum, Mas."


[…..]


"Mas masih sibuk, ya."


[…..]


"Jadi bakal lembur lagi."


[…..]


"Oh, yaudah, kamu semangat ya kerjanya, jangan lupa makan, ya."


Tuuut!


Kayla menoleh sebentar ke arah Ashila lalu kembali menatap layar televisi. "Kak Rayhan lembur lagi ya, Kak?" tanyanya.


Ashila mengangguk. "Iya."


"Perasaan akhir-akhir ini kak Rayhan lembur mulu, ya," ujar Kayla.


"Mungkin di kantornya emang lagi banyak kerjaan kali, Kay, makanya kakak kamu tuh akhir-akhir ini sibuk banget," lirih Ashila, wanita itu kembali mendudukan bokongnya di sofa.


"Yaudah lah, gak usah dipikirin, mending kita lanjut lagi nonton drakornya," ujar Kayla.


Ashila tersenyum lalu mengangguk, tetapi sebenarnya hatinya cemas.


***


Sudah tiga kali, suara ponselnya terus berdering menandakan ada seseorang yang meneleponnya, lelaki itu hanya melihat nama yang terpampang dalam layar ponselnya, ia memutar bola malas, dan lebih memilih membaca berkas-berkas ditangannya.


Ting!

__ADS_1


Tak lama kemudian, suara ponsel Rayhan berbunyi kembali, bukan karena ada yang menelepon, melainkan ada yang satu pesan masuk dari seseorang.


Dengan malas lelaki itu pun mengambil ponsel yang berada di sampingnya, satu nama terpampang jelas di sana yang membuat emosi Rayhan menguar seketika.


"Mau apa lagi dia?"


Rayhan pun membuka pesan yang dikirimkan oleh si pengirim.


'Kalo dalam 30 menit kamu gak datang temuin aku, aku pastiin istri kamu akan nerima foto-foto itu!!'


Rayhan menggeram kesal, lelaki itu mengepalkan tangannya, napasnya naik turun.


Rayhan langsung mematikan ponselnya dan meletakan kembali pada saku jasnya, lelaki itu beringsut dari kursi kebesarannya.


Rayhan pun segera melajukan mobilnya, dengan kecepatan tinggi.


Setelah perjalanan yang cukup lama, Rayhan sampai di tempat tujuan, yaitu berada di sebuah gedung apartemen yang bertingkat 20, yang pasti itu bukanlah di gedung apartemen miliknya.


Lelaki itu langsung menerobos masuk dan mulai menaiki lift menuju lantai 17.


Setelah sampai di lantai 17, Rayhan berjalan dengan gontai dan ogah-ogahan menuju kamar apartemen yang tak jauh dari lift itu.


Ting tong!


"Buka!" kata Rayhan dengan sedikit berteriak, membuat penghuni kamar apartemen tersebut segera membuka pintu.


"Sayang, akhirnya kamu dateng juga," ujar Renata, pada saat wanita akan mencium pipi Rayhan, lelaki itu menghindar.


"Ada apa? Hari ini mau apa lagi, kemarin udah ditemenin makan malam, kemarennya lagi nonton, kem…"


"Syuuut… kamu tuh gak pernah berubah dari dulu, bawel, yaudah yuk kita ngobrolnya di dalem aja," potong Renata lembut.


Gadis itu mengangkat tangannya dengan maksud akan menggandeng tangan Rayhan, tetapi lelaki itu menghindar. "Aku bisa jalan sendiri," ketus Rayhan.


Lelaki itu melenggang masuk ke dalam apartemen diikuti oleh sang wanita yang sejak tadi terus tersenyum simpul.


"Sayang, kamu mau minum apa?" tanya Renata, tangan wanita itu terulur memainkan kancing kemeja Rayhan.


"Gak usah!" ketus Rayhan sambil menepis tangan Renata, lelaki itu mendudukan bokongnya di sebuah sofa ruang tamu.


"Duuh, jangan ketus-ketus dong, Sayang." Renata duduk tepat di samping Rayhan, kedua tangannya memegang paha Rayhan.


"Ray, aku kangen kita yang dulu, aku kangen sama romantisan kita, momen-mom…"


"Cukup, Ren! Gak usah ingat masa lalu lagi, toh kita sudah memiliki kehidupan masing-masing," potong Rayhan cepat.

__ADS_1


"Tapi aku masih sayang sama kamu."


Rayhan menghembuskan napas gusar lalu berdecak. "Bukannya kamu sendiri yang khianatin aku, Ren?"


Renata tersenyum getir, ia sungguh menyesal telah mengkhianati lelaki itu. "Maka dari itu, aku ingin kita bersama lagi," ujarnya sambil memegang tangan lelaki itu. "Kita mulai lagi dari awal."


Rayhan menarik tangannya dari genggaman Renata. "Gak bisa, aku udah punya kehidupan sendiri, aku sangat menyayangi istriku dan juga sangat mencintainya."


"Apa dia lebih baik dari aku?" tanya Renata.


"Tentu saja, dia itu perempuan yang sangat baik, tidak bisa dibandingkan dengan siapa pun, bahkan aku aja ngerasa nggak pantes buat dia."


Wanita itu kembali memegang tangan Rayhan. "Ray, jadikan aku istri kedua kamu," ujarnya.


Rayhan tersentak kaget bukan main, lelaki itu segera menghempaskan tangan Renata. "Kamu udah gila, ya?" teriak Rayhan


Renata mengerucutkan bibirnya manja."Iya, aku udah gila! Gila karena cinta kamu!" jawab wanita itu sambil menyentuh perlahan dada bidang Rayhan, namun segera ditepis kuat oleh lelaki CEO itu.


"Jangan pernah menyentuhku lagi, Renata!!" teriak Rayhan sambil mengubah posisi yang tadinya duduk menjadi berdiri. "Dengar, ya, kamu nyuruh aku ke sini itu hanya membuang waktu ku saja! Mulai hari ini dan seterusnya aku gak akan pernah nurutin kemauan kamu lagi!" gertak Rayhan dengan suara barintonnya itu.


Lelaki ceo itu segera melenggang pergi dari hadapan Renata, tetapi dengan cepat wanita itu menarik kuat lengan Rayhan. Lelaki itu pun berbalik. "Apa lagi?"


Tanpa aba-aba Renata segera menjinjitkan kakinya, tangannya menarik kerah kemeja Rayhan, sehingga membuat lelaki itu menunduk.


Dengan cepat wanita itu segera menempelkan bibirnya dengan Rayhan, mencium bibir lelaki itu secara paksa dan brutal.


Rayhan pun tak tinggal diam, lelaki itu mendorong tubuh Renata, mencoba menjauhkan bibirnya dari bibir wanita, sampai akhirnya ia meringis ketika bibir bawahnya digigit oleh Renata.


Rayhan mengusap bibirnya yang berdarah. "Dasar wanita gila!" umpat Rayhan lalu segera melenggang pergi dari sana.


Renata tersenyum simpul, wanita itu menepuk tangannya dua kali, tampaklah seorang wanita datang mendekati Renata dengan kamera di tangannya.


"Gimana, Mil?" tanya Renata pada wanita yang tampak seumuran dengannya itu.


Wanita itu mengangkat jempolnya. "Aman, Ren, foto-fotonya bagus banget," ucap wanita yang dipanggil dengan sebutan 'Mil' itu oleh Renata.


"Bagus!"


"Aku nggak akan pernah melepaskan kamu, Rayhan," ujarnya sambil tersenyum miring.


***


Aduuh... si Renata emang licik banget deh, si Rayhan juga ngapain mau-mau aja nurutin keinginan mbak pelakor itu, ditinggal sama Ashila baru tau rasa.


Apa aku bikin Ashila dan Rayhan cerai aja ya, terus Ashila bakalan sama Azmi? haha jahat banget ya authornya.

__ADS_1


Intinya terus ikuti kelanjutannya aja ya, jangan lupa untuk selalu like, komennya, dukung author juga dengan cara vote novel ini, maaciw..


__ADS_2