Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 55 Gara-gara Morning Kiss


__ADS_3

Kemarin ada yang komen minta visual karakter, tapi aku bingung siapa yang cocok sama karakter Rayhan dan Ashila, jadi terserah kalian mau artis siapa aja yang cocok jadi pemeran Rayhan dan Ashila, tapi kalo aku lagi ngetik tuh ya, suka ngebayangin Rayhan itu kayak Oh Sehun Exo, gak tau kenapa? Jadi terserah kalian mau sambil ngebayangin siapa aja kalo lagi baca novel ini.


Happy reading…


Ashila kini sedang menonton televisi di ruang tamu ditemani oleh cemilan.


"Kamu lagi nonton apa?" tanya Rayhan sambil menuruni satu persatu anak tangga.


"Nonton film DraKor terbaru, Mas. Filmnya romantis banget."


Sesampainya Rayhan di sofa, ia segera mendudukan tubuhnya di samping Ashila.


"Tumben nonton tivi, biasanya jam segini kamu lagi mainin laptop sama berkas-berkas," ucap Ashila sambil memakan cemilan.


"Pengen temenin kamu nonton."


Kemudian Rayhan merebahkan tubuhnya di sofa dan berbantalkan paha Ashila, lalu ia pun menutup matanya.


"Loh, katanya mau temenin aku nonton, kok malah tidur."


"Ngantuk," ucap Rayhan dengan mata tertutup.


"Kalo ngantuk pindah ke kamar gih."


"Sama kamu juga ya."


"Kan filmnya belum selesai."


"Yaudah, kalo filmnya udah selesai, kamu bangunin aku ya," ucap Rayhan sambil memutar kepalanya menghadap ke perut Ashila, menenggelamkan kepalanya di sana, dan juga hidung mancungnya merapat pada perut Ashila.


Posisi Rayhan yang seperti itu membuat Ashila merasa geli di bagian perut dan pahanya.


"Mas, jangan kayak gini, geli tau," ucap Ashila sambil mendorong kepala Rayhan pelan.


Rayhan sama sekali tidak bergerak dan tidak menghiraukan panggilan Ashila yang membangunkannya, justru ia malah mengambil satu tangan Ashila dan membawanya ke atas kepalanya, mengisyaratkan gadis itu agar mengelus-elus kepalanya.


"Mas, kamu ini." Ashila tersenyum menatap suaminya, ia pun mengelus-elus puncak kepala Rayhan dengan lembut sambil terus menikmati film yang ia tonton.


Beberapa menit kemudian, terdengar dengkuran halus dari mulut Rayhan, menandakan pria itu kini sudah tertidur pulas.


Setelah filmnya selesai, Ashila segera mematikan televisi dengan remote, ia berniat membangunkan suaminya agar pindah ke kamar, tetapi melihat wajah damai suaminya yang tertidur pulas, Ashila mengurungkan niatnya, ia pun menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa, menyusul suaminya menuju alam mimpi.


***


Jam menunjukan pukul 23.00 WIB, Rayhan terbangun dari tidurnya, ia mencoba membuka mata dan melihat sekeliling, ternyata ia masih berada di ruang tengah dan terbaring di pangkuan istrinya.


Rayhan melihat ke arah Ashila, istrinya itu ternyata ikut tertidur juga dengan bersandar pada sandaran sofa, bahkan tangan wanita kiri itu masih berada di puncak kepalanya, Rayhan pun meraih tangan istrinya itu kemudian mencoba bangun dengan pelan agar Ashila tidak terganggu dengan pergerakannya.


Ashila yang merasa ada pergerakan, mulai membuka matanya dan menatap Rayhan sudah duduk di samping kanannya.


"Kamu udah bangun, Mas," ucap Ashila sambil mengucek-ngucek matanya.


"Iya, kamu tidur lagi gih, biar aku gendong ke kamar," ucap Rayhan dengan lembut, lalu mengangkat tubuh Ashila ala bridal style, membawanya menuju kamar.

__ADS_1


***


"Loh, kok aku dibawa ke kamar kamu?" tanya Ashila ketika Rayhan menurunkan tubuhnya di tempat tidur.


"Mulai hari ini dan seterusnya kita berdua akan tidur di kamar ini, sekarang tidur gih." Rayhan menarik selimut dan menyelimuti Ashila sampai batas dada, ia mengusap puncak kepala Ashila lalu mencium kening istrinya itu.


"Selamat tidur istriku."


**


Azan subuh berkumandang mengisyaratkan umat muslim untuk bangun dan melaksanakan kewajiban mereka.


Ashila menggeliatkan tubuhnya, mengerjap-ngerjapkan matanya pelan untuk menghilangkan rasa kantuk, perlahan matanya mulai terbuka, pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah damai suaminya yang tertidur pulas, tangan pria itu memeluk tubuh Ashila dengan erat.


"Lagi tidur aja ganteng banget, apalagi lagi melek," batin Ashila sambil terkekeh, ia mengangkat tangannya, menelusuri wajah tampan pria itu. Pria yang kemarin sore telah menyatakan cinta padanya.


Tangan Ashila terus menelusuri lekuk wajah tampan suaminya yang tertidur dengan damai itu, hingga tangannya beralih pada bibir tipis Rayhan, bibir ini juga yang kemarin menyebabkan dirinya hampir kehabisan napas.


"Udah puas ngeliatinnya?" tanya Rayhan tersenyum sambil membuka matanya.


Ashila yang terkejut seketika wajahnya memerah bak kepiting rebus karena merasa malu.


"K-kamu udah bangun," ucap Ashila terbata sambil menarik tangannya yang sedari tadi bergerilya di wajah suaminya itu.


Ashila pun segera bangkit dari tidurnya dan akan beringsut dari kasur, tetapi Rayhan sudah lebih dahulu menariknya sehingga Ashila terjatuh di atas tubuh Rayhan. Ia pun mencoba mengangkat tubuhnya namun kedua tangan Rayhan mengunci pergerakannya.


"Mas, lepas, udah subuh."


"Kasih morning kiss dulu," ucap Rayhan sambil menyentuh bibirnya.


"Iya dong, kalo mau lepas harus kiss dulu," ucap Rayhan sambil memajukan bibirnya.


"Ish dasar mesum kamu tuh ya, awas ih lepas, perasaan kemarin-kemarin kalo bangun tidur gak minta yang aneh-aneh deh," kesal Ashila sambil mencebikan bibirnya.


"Kemarin kan kita belum pacaran, kalo hari ini kan kita udah resmi pacaran."


"Pacaran? Kita kan udah nikah."


"Pacaran setelah menikah, Sayang. Ayo cepet cium dulu, entar waktu subuhnya keburu abis loh."


"Yaudah tutup mata dulu gih," titah Ashila, pria itu pun langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh sang istri.


Cup!


"Udah tuh, sekarang lepasin aku." Ashila pun segera mengangkat tubuhnya, namun Rayhan tetap tidak melepaskan kedua tangannya itu.


"Mas, lepasin ih, kan udah dicium tadi," ucap Ashila sambil terus berusaha melepaskan diri dari Rayhan, namun hasilnya tetap nihil.


"Itu mah bukan ciuman, Sayang. Cuman kecupan doang, aku kan maunya cium."


"Kecupan sama ciuman sama aja kok, Mas."


"Beda lah."

__ADS_1


"Sama."


"Beda, Yang. Kalo kecupan kan cuma nempelin bibir doang, kalo ciuman kan ada gerakannya."


"Sama aja."


"Beda."


"Mas lepasin ih, entar waktu subuhnya keburu abis."


Ashila terus berusaha melepaskan diri dengan cara menggoyang-goyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.


"Berhenti, Shila, jangan digoyangin lagi, nanti ada mahluk kecil yang bangun," ucap Rayhan sambil mencoba menahan sesuatu.


"Mahluk kecil? Siapa?"


"Ada lah pokonya, nanti kalo dia bangun bisa bahaya."


"Bahayanya?"


"Yah, bahayanya, entar dia bisa jadi besar loh."


"Yaudah lepasin gih tangannya, Mas. Kita sholat subuh yuk," ajak Ashila.


"Cium dulu makanya."


"Entar aja, aku juga harus sikat gigi dulu, bau soalnya. Lepas ya, janji deh abis sholat subuh," ucap Ashila memohon.


"Bener ya, abis sholat subuh. Tapi kalo abis sholat subuh dikasih bunga ya."


"Iya kalo kamu mau bunga nanti aku beliin pulang ngampus."


"Ih, bukan bunga tanaman."


"Terus bunga apa?"


"Bunganya jadi dua ronde, jadi maksud aku masing-masing ciuman kita lima menit, kalo dua ronde jadi sepuluh menit."


"Lho kok gitu, itu namanya riba, Mas, gak boleh. Sepuluh menit lagi, kamu mau bikin aku mati kehabisan napas," ucap Ashila kesal.


"Kok ngomongin riba sih, ini ciuman sayang, bukan ngomongin bank. Lagian kalo kamu kehabisan napas nanti aku bisa kasih napas buatan kok," ucap Rayhan sambil mengerlingkan matanya nakal.


"Lagian kamu juga minta cium kok minta dua kali lipat, mau bikin bibir aku dower. Udah ih lepas, kita sholat dulu, kalo kamu gak lepasin aku, gak bakalan aku kasih ciuman satu detik pun," ancam Ashila.


Rayhan membelalakan matanya, ia pun segera melepaskan tangannya dari tubuh Ashila. "Jangan dong, Sayang."



Iih kok malah ribut gara-gara ciuman sih. Kalo mau cium mah tinggal cium aja padahal mah Rayhan.


Yang salah siapa? Author nya lah😂😂😂


Yang greget siapa? Yang baca kayaknya😂😂😂

__ADS_1


Jangan lupa like ya, komen juga, supaya authornya semangat, mohon dukungan kalian semua.


Love you…


__ADS_2