
Halo gengs, maaf ya author baru update lagi, autor sedang sibuk banget di dunia nyata, kalian doain aja, semoga kerjaan author di dunia nyata cepet kelar, dan bisa up seperti biasa lagi.
So... happy reading...
Seorang gadis tampak sedang berjalan santai di koridor sekolahnya dengan sebatang permen karet yang selalu setia di mulutnya, kepalanya berlenggak-lenggok ke sana ke mari mengikuti alunan musik yang berasal dari headset yang dipasang di telinganya, gadis itu tetap berjalan sampai akhirnya berada di tempat tujuannya, yaitu kantin sekolah.
"Pagi, Sya..." sapanya pada sahabatnya.
"Pagi, juga, Kay," balas Tasya.
Kayla segera mendudukan dirinya di samping Tasya. "Sendiri aja, si Amira dan yang lain mana?" tanyanya.
Sebelum menjawab, Tasya mengunyah nasi goreng yang dibawanya dari rumah. "Kalo si Farel sama si Azka gak tau gue, tapi kalo si Mira sama si Arya, ya elo tau lah, orang pacaran gimana, pasti berangkat sekolah di lama-lamain dulu di jalan," jelasnya.
Kayla melihat nasi goreng yang sedang disantap oleh Tasya. "Wah, enak tuh kayaknya," ucapnya nyeletuk. "Gue mau nyobain dong."
"Kalo mau makan aja kali, biasanya juga lo langsung makan," canda Tasya sambil terkekeh.
Kayla menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Hehe… tau aja lo."
Tanpa basa-basi Kayla pun langsung mengambil alih sendok yang dipegang Kayla, menyendokan nasi goreng, lalu memasukannya ke dalam mulut, tiba-tiba Farel datang menghampiri mereka.
"Eh… lo semua udah tau belom, kalo si Azka sakit," ucap Farel sambil mendudukan dirinya di kursi di sebelah Kayla.
Uhuk, uhuk, uhuk!
Kayla terbatuk kala mendengar penuturan lelaki yang duduk di sampingnya itu, Farel pun dengan cepat mengambilkan air untuk Kayla. "Aduh, Kay, makanya kalo makan hati-hati," omel Farel.
"Apa? Azka sakit? Apa jangan- jangan… gara-gara sambel kemaren, ya," batin Kayla.
"Si Azka sakit apa, Rel?" tanya Tasya.
"Asam lambungnya kumat, kata maminya si Azka kemaren diare, bolak-balik kamar mandi sampe 12 kali, dan yang paling parah, di semalem sampe pingsan dua kali," terang Farel.
"Kok bisa, ya? Emang si Azka abis makan apa, ya?"
"Gak tau juga gue,"
"Yaudah, kita jengukin aja gimana," ucap Tasya sambil mengunyah makanan.
"Iya, entar kita jengukin."
Farel melihat jam di pergelangan tangannya. "Bentar lagi masuk, gue duluan, ya, mau ke ruang osis dulu, nanti kita omongin lagi pas istirahat," ujarnya sambil berlalu.
__ADS_1
Setelah kepergian Farel, Kayla tampak terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
Tasya menyenggol lengan sahabatnya itu. "Kay."
"Hah? Heum."
"Kenapa lo, kok kayak lemes gitu pas… denger si Azka sakit."
"Hah, nggak kok, bi-biasa aja."
"Aneh banget sih, gue yakin, pasti ada apa-apa, atau jangan-jangan…" Ucapan Tasya terputus.
"Jangan-jangan apa?"
"Jangan-jangan lo sama Azka ada apa-apa, jangan-jangan lo sama dia pac–"
Tuk!
Kayla memukul kepala Tasya dengan sendok, membuat Tasya meringis pelan. "Sembarangan lo, mana mungkin gue sama si Azka kampret ada apa-apa, apalagi pacaran, jelas-jelas dia musuh gue," ujarnya sambil mendengus kesal.
"Ya mungkin aja, lo berdua ada apa-apa, soalnya sikap lo aneh, pas denger Azka sakit, kayak orang kehilangan semangat hidup gitu."
"Ya, ya, gue…"
"Gue apa heh?"
"Ya, si Azka kan kata lo semua udah jadi temen kita, otomatis jadi temen gue juga dong, ya walaupun gue masih gak terima itu, tapi gue kasian aja sama dia," ucap Kayla berkilah.
Tasya hanya mengangguk dan ber oh ria saja, walaupun dia belum puas dengan jawaban sahabatnya itu.
"Yaudah yuk, mending kita masuk kelas, keburu masuk nanti," ujar Kayla.
Tasya pun segera membereskan alat bekalnya lalu memasukannya ke dalam tas. "Yuk."
***
Pulang sekolah kemudian.
Kini Kayla, Farel, Tasya, Amira dan Arya berjalan beriringan di koridor menuju parkiran sambil membicarakan rencana membesuk Azka.
"Menurut kalian, kita ke rumah sakitnya sekarang atau nanti agak sorean?" tanya Farel.
"Mending sore aja lah, kita pulang dulu ke rumah masing-masing, terus kita ketemuan di parkiran rumah sakit aja, gimana?" ujar Arya memberi saran.
__ADS_1
"Setuju gue, gak mungkin kan kita ke rumah sakit pake seragam kayak gini," timpal Amira.
Tasya mengangguk. "Gue juga setuju, lo gimana, Kay."
"Hem, gue ngikut aja," ujar Kayla.
"Oke, berarti fix ya kita jengukin Azka ke rumah sakitnya jam–"
"Apa? Azka sakit!" pekik seorang gadis dari belakang, mereka berlima menoleh, terlihat seorang gadis sedang berjalan menghampiri mereka. "Pacar gue sakit apa?" tanyanya sambil menggoyang-goyangkan lengan Arya.
Amira melotot dan geram melihat tangan pacarnya dipegang-pegang oleh gadis yang baru datang tadi, ia pun segera menarik paksa tangan yang memegang lengan pacarnya itu. "Lo kalo nanya, nanya aja, jangan sambil pegang-pegang tangan pacar orang," ucapnya geram.
"Santai aja kali, gue juga gak minat sama pacar lo, gue ke sini juga karena denger pacar gue sakit, Azka PACAR gue sakit apa emang?"
Tasya mendengus. "Huh! Elo kan pacarnya, masa pacar sendiri sakit gak tau sih!"
"Iya, makanya jangan ngaku-ngaku deh," timpal Amira.
"Kok kalian malah nyolot sih!" Rita berjalan mendekati Amira dan akan menjambak rambut Amira, namun segera dicegah oleh Arya dan Farel.
"Udah-udah jangan ribut, hargai gue dong, di sini gue ketua osis, jadi jangan ribut di depan gue," ucap Farel geram.
"Dianya yang duluan, Rel," ujar Rita.
"Heh! Bukannya elo yang duluan!"
"Stoop!" Kayla yang sejak tadi diam saja, kini langsung angkat bicara membuat semuanya langsung kicep. "Kalian tuh ribut mulu, kepala gue lagi pusing, jangan nambah-nambahin pusing gue! Gue duluan, Rel, kalo kalian mau jengukin si Azka entar kabarin gue aja," ujar Kayla sambil berlalu pergi.
"Tuh kan, gara-gara elo tuh Kayla pergi," ujar Tasya pada Rita.
"Kok nyalahin gue sih!" ucap Rita tidak terima.
"Udah-udah, lo Rit, kalo misalkan elo mau ikut kita jengukin Azka, dateng ke rumah sakit medika jam setengah lima sore ini," ujar Farel pada Rita.
"Kenapa gak sekarang aja sih," ujar Rita.
"Heh! Elo jadi orang kok nyebelin banget sih, bikin emosi jiwa, kita udah fix jam segitu, kalo elo mau sekarang yaudah sana!" ucap Tasya sambil berteriak.
***
Waduuh, akan ada apa ya nanti pas jenguk Azka, apalagi kalo ada si Rita, pasti seru nih menurut author mah, jangan lupa untuk selalu tunggu kelanjutan ceritanya yaa..
Jangan lupa juga buat selalu like, komen, dan vote author juga, supaya author tambah semangat ngetiknya.
__ADS_1
Love you all.