Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 78 Jadi Kacung 2


__ADS_3

Azka memasukan uang koin terlebih dahulu, kemudian mengambil alih tuas yang sedang dipegang Kayla.


Lelaki itu mengendalikan tuas dan fokus pada salah satu boneka yang akan diambilnya, ia menjalankan tuas itu dengan teliti dan penuh konsentrasi, hingga sampai pada bagian kepala boneka.


Kayla terkesima ketika Azka dengan mudah mengendalikan mesin itu.


Azka tersenyum tipis. "Lo salah kalo nantangin gue main kayak ginian," ujarnya sambil terus fokus pada mesin


yang berisi banyak boneka itu.


Tak lama kemudian, Azka memencet tombol yang berada di mesin capit itu, dan akhirnya lelaki itu berhasil mendapatkannya, boneka berbentuk kelinci itu pun bergerak menuju kotak tempat keluarnya


Azka pun segera mengambilnya dan memperlihatkannya pada Kayla. "Nih gue dapet, hebat kan gue," ujar lelaki itu sambil menepuk bahunya.


Kayla memutar bola mata malas, sifat songong Azka mulai berterbangan udara.


"Oke, jadi sesuai kesepakatan, elo harus jadi kacung gue selama seminggu," ucap Azka.


Kayla mendengus. "Iya-iya, karena gue itu orangnya gak suka ingkar janji, gue mau jadi kacung lo selama seminggu, puas!!"


Azka menyodorkan boneka kelinci itu pada Kayla. "Yaudah nih bonekanya buat elo."


Kayla pun menerimanya. "Tapi gue juga pengen boneka beruang yang itu," ujar Kayla sambil menunjuk boneka beruang berwarna coklat itu. "Jadi elo harus ajarin gue cara ngambilnya."


"Gampang."


Azka berdiri tepat di belakang Kayla, lelaki itu memegang tangan kanan Kayla yang sejak tadi menyentuh mesin tuas.


"Nih gini caranya," ucap Azka pelan tepat di telinga Kayla, karena rambut gadis itu dikuncir kuda, bulu kuduknya meremang kala merasakan hembusan napas Azka yang menerpa tengkuknya.


"Kita cukup melakukan kalkulasi pada sudut dan arah dari capitan mesin sebelum memencet tombol," jelas Azka.


"Udah gitu doang?"


Azka mengangguk. "Emang sih, permainan ini tuh harus dilakuin sama orang yang ahli juga, kayak gue ini," terang Azka sambil memuji diri sendiri.


Kayla menoleh ke belakang lalu memukul dada Azka pelan. "Huh! Baru bisa kayak gini aja songong!"


"Apasih yang gue gak bisa, gue ganteng iya, pinter matematika dan fisika juga iya, tajir juga iya, hampir sempurna kan gue?"


Kayla mendengus. "Serah lo deh!"


Gadis itu pun mengalihkan perhatiannya kembali pada mesin tuas itu, ia sangat bertekad ingin mendapatkan boneka yang menurutnya sangat imut itu.


Gadis itu juga ingin mencoba teori yang di ajarkan oleh lelaki di sampingnya itu.


Baru sekali ia melakukannya, Kayla langsung gagal.


"Kok gue tetep gak bisa sih?" gerutunya. "Ini tuh lebih susah dari teori logaritma tau gak," kesalnya.


"Yaudah sini gue bantu ambilin deh," ujar Azka.


Lelaki itu memasukan koin terlebih dahulu, lalu mulai mengendalikan tuas yang berada di mesin capit itu, menjalankannya dengan konsentrasi penuh.

__ADS_1


Mata Kayla berbinar kala alat pencapit itu menyentuh bagian kepala boneka yang diinginkannya. "Ka, ayo terus, bentar lagi dapet."


"Iya-iya, elo jangan cerewet napa."


Azka memencet tombol yang berada di mesin capit itu, tak lama kemudian boneka pun keluar dari kotak dan Azka pun segera mengambilnya, lalu menyodorkannya pada Kayla. "Nih"


Kayla mengambilnya dengan girang, gadis itu mengangkat bonekanya tinggi-tinggi. "Yeeaay… lo tau gak, ini tuh salah satu boneka koleksi gue," ujarnya sambil memeluk erat boneka beruang mini berwarna coklat itu.


Azka tersenyum melihat gadis di depannya sebahagia itu. "Tapi elo jangan seneng dulu, karena mulai besok, elo bakal jadi kacung gue," ujar Azka datar.


Kayla tersenyum masam. "Iya-iya gue inget."


***


Di sisi lain, Ashila kini sedang memasak di dapur, menyiapkan makan malam.


"Assalamualaikum, Bunda."


Ashila menoleh, menatap seseorang yang tadi menyapanya itu. "Waalaikumsalam, eh bentar-bentar, kamu tadi panggil aku apa?" tanya Ashila memastikan pendengarannya tadi.


Rayhan menyimpan tas kerjanya di kursi. "Bunda," ujarnya datar.


"Emang aku udah jadi bunda?"


"Semoga sebentar lagi cepet jadi seorang bunda."


Ashila segera mencium tangan suaminya. "Oh ya, tumben kamu pulang cepet, Mas? Gak lembur."


Rayhan menangkup kedua pipi Ashila. "Maaf, ya, Sayang, akhir-akhir ini aku selalu pulang malem, tapi aku akan berusaha, mulai hari ini dan seterusnya, aku bakal selalu pulang cepet, dan kita bisa habisin banyak waktu berdua," ujarnya.


Ashila menepuk lengan Rayhan. "Jangan kenceng-kenceng meluknya, dedek bayinya kasian."


"Hah? Dedek bayi?" Rayhan segera menjauhkan tubuhnya. "Maksudnya gimana?"


"Dedek bayinya itu ya cacing-cacing perut aku, Mas," jawab Ashila sambil terkekeh.


Rayhan mencubit kedua pipi Ashila gemas. "Kamu tuh ya, aku kira kamu hamil beneran, yaudah aku mau mandi dulu, ya."


"Kamu mau aku siapin air angetnya gak?"


"Emang masaknya udah selesai?"


"Hee… belum sih."


"Yaudah gak usah, Sayang." Rayhan mengusap kepala Ashila sebentar lalu beralih menuju perut istrinya itu. "Hai jagoan kecil." Rayhan lalu mensejajarkan kepalanya denga perut Ashila. "Sayang, cacingnya nendang-nendang," ujar Rayhan sambil terkekeh.


Ashila tertawa renyah mendengarkan ucapan suaminya barusan. "Dasar! Yaudah mandi gih sana, aku tunggu di sini, ya."


"Iya, Sayang." Rayhan mengusap bahu Ashila sebentar. "Dadah para dedek kecil." Rayhan melambai-lambaikan tangannya ke arah perut Ashila kemudian berlalu.


Sedangkan Ashila hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah konyol suaminya itu.


***

__ADS_1


Setelah selesai makan malam dan mencuci piring berdua, kini Ashila dan Rayhan sedang duduk berdua di sofa, menyaksikan acara komedi di salah satu chanel televisi.


Rayhan duduk bersandar di sofa sedangkan Ashila merebahkan tubuhnya di atas paha suaminya itu.


Sesekali keduanya tertawa terpingkal-pingkal melihat adegan yang diperankan oleh pelawak-pelawak itu.


"Mas, liat deh, si Azis mirip sama kamu," kata Ashila sambil tertawa.


"Enak aja, aku ganteng gini di samain sama mahluk luar angkasa sih, " ketus Rayhan dengan wajah masam.


"Husst… sesama kembaran jangan saling mengejek, Mas," ucap Ashila sambil tergelak.


"Tau ah! Aku ngambek!" ketus Rayhan sambil membuang muka.


Ashila langsung bangkit dari paha Rayhan kala melihat suaminya itu mengerucutkan bibirnya pertanda lelaki itu sedang mode on ngambek. "Lah kok ngambek, nggak kok, Sayang, kamu ganteng banget, emmm… mirip sama Sehun."


Rayhan mendelik. "Siapa tuh bihun?"


"Sehun, Mas, bukan bihun."


"Iya, terus gantengan mana aku sama si bihun-bihun itu."


"Aku bilang juga bukan bihun, tapi Sehun, Mas, S-E-H-U-N, emm... kalo diliat-liat sih yaa... gantengan Sehun kemana-mana lah."


"Terserah deh, aku beneran ngambek."


"Jangan ngambek dong, entar gantengnya ilang loh," sahut Ashila membujuk suami manjanya itu.


"Biarin, asal gak kehilangan kamu," ucap Rayhan sambil mencubit gemas kedua pipi Ashila.


"Ihh, Maaas, aku kira kamu ngambek beneran," ucap Ashila cemberut mengerucutkan bibirnya.


"Hei, kok sekarang malah kamu yang ngambek, yaudah kalo gitu aku juga mau izin ngambek deh." Rayhan pun mengikuti gaya Ashila, mengerucutkan bibirnya.


Keduanya bertatapan sambil menahan tawa. Namun Rayhan tak dapat menahan tawanya karena melihat ekspresi wajah istrinya yang terlihat lucu itu.


"Huuh, kamu kalah," ujar Ashila.


Rayhan mengelus kepala Ashila, merapikan anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya itu. "Biarin, asal kamu bahagia,"


Ashila memukul dada Rayhan pelan. "Idih gombal!" ucap Ashila sambil menggigiti bibir bawahnya.


Rayhan hanya terkekeh lalu mencium bibir istrinya singkat.


"Ihh, Maaas…" pekik Ashila.


"Siapa suruh gigit-gigit bibir kayak gitu, aku kan tergoda, Sayang."


Ashila kembali merebahkan kepalanya di paha Rayhan, mata keduanya kembali menatap layar televisi, sesekali Rayhan menggoda Ashila, begitu juga sebaliknya.


***


Hai, sorry ya aku baru up lagi, karena aku banyak kesibukan di kehidupan nyata, mungkin ke depannya aku juga bakal up dua hari sekali, karena aku sibuk banget, tetap tunggu kisah Rayhan, Ashila, Kayla, Azka selanjutnya yaaa..

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote kalian juga sangat berharga bagi author..


Makasih.


__ADS_2