Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 60 Ketemu Renata


__ADS_3

Ashila sedang menonton televisi sambil menikmati cemilan, tiba-tiba bel apartemen berbunyi.


"Siapa, ya? Kalo Mas Rayhan kayaknya gak mungkin, biasanya dia kan langsung masuk."


Ashila pun segera melangkah menuju pintu.


"Kayla." Ashila tersenyum sumringah menatap adik iparnya. "Tumben ke sini, sama siapa ke sininya?" tanyanya.


"Aku ke sini sama kak Rayhan, Kak, tapi kak Rayhannya balik lagi ke kantor, oh ya mulai sekarang aku mau tinggal di sini, ya soalnya di rumah sepi, mama sama papa pergi ke london lagi, grandma sakitnya kambuh."


"Astagfirullah, grandma sakit lagi?" Ashila terkejut.


"Iya, Kak."


"Semoga grandma cepet sembuh, ya."


"Amin."


"Kamu serius mau tinggal di sini?"


"Iya, Kak."


"Waah, kakak seneng banget, Kay, apartemen ini jadi rame, yaudah yuk masuk."


Ashila pun mengandeng adik iparnya itu, membantunya membawa koper dan ransel yang Kayla bawa.


"Kay, kenapa grandma gak dibawa ke sini aja?" tanya Ashila. "Dirawat di Indonesia, kakak juga pengen kenalan sama grandma," lanjut Ashila


"Papa juga udah berkali-kali ngajakin grandma buat tinggal di sini, tapi grandma gak mau ninggalin rumahnya di sana, karena rumah itu peninggalan grandpa satu-satunya, katanya rumah itu banyak kenangan mereka," jelas Kayla.


Ashila hanya mengangguk, ia berpikir grandma pasti sangat mencintai grandpa, sampai-sampai tidak mau meninggalkan tempat itu.


Mereka berdua menapaki satu persatu anak tangga, menuju lantai dua.


"Kamu bisa pake kamar ini, Kay," ucap Ashila sambil membuka pintu kamar yang dulu pernah ditempatinya sebelum ia dan Rayhan satu kamar.


"Iya, Kak."


Ashila membantu Kayla memasukan pakaian-pakaian yang berada dalam koper.


"Selesai, makasih ya, Kak."


Ashila mengangguk sambil tersenyum lembut.


"Kay, kita ke supermarket, yuk, belanja bulanan, soalnya stok makanan di kulkas udah abis," ucap Ashila.


"Ayo, Kak, aku juga pengen makan es krim."

__ADS_1


***


Kini Ashila dan Kayla di supermarket, mereka segera mengambil troli dan mulai mencari bahan-bahan kebutuhan yang dibutuhkan.


"Kak, beli itu, yuk!" Kayla menunjuk ke arah bahan kue.


"Yang mana?" tanya Ashila sambil mengikuti arah telunjuk Kayla.


"Bahan brownies coklat, Kak. Aku suka banget, nanti kita bikin."


"Boleh, Kay."


"Yaudah, aku ke sana dulu, ya. Kakak pilih yang lain aja." Ashila mengangguk mengiyakan.


Kayla pun segera berjalan menuju ke arah rak jajaran kue, mengambil satu bungkus bahan brownies coklat kesukaannya itu.


"Kayla!"


Kayla pun menoleh ke belakang kala mendengar suara perempuan memanggilnya, wajahnya sinis menatap seseorang yang kini mendekat ke arahnya itu.


"Kay, kakak kangen banget sama kamu, kamu apa kabar," ucap perempuan itu langsung memeluk Kayla.


Kayla yang dipeluk tiba-tiba langsung melepaskan pelukan itu secara paksa. "Lo apaan sih, meluk-meluk gue, entar gue kena virus lagi."


"Ya ampun, Kay, kamu jangan gitu loh sama kakak ipar." Wanita itu menatap Kayla manja, sedangkan Kayla membalas tatapannya dengan tatapan jijik.


"Kakak ipar dari hongkong lo, jijik gue punya kakak ipar ulet bulu kayak lo! GATEL!" Kayla menggaruk-garuk tangannya seakan merasa gatal sambil melihat ke arah mantan kekasih kakaknya yaitu Renata.


"Kay, tenang, Kay. Ada apa ini?" Ashila menahan tangan Kayla yang terlihat akan menjambak rambut Renata.


"Aku gak bisa tenang, Kak, ini nenek lampir emang harus dibasmi."


Terlihat tangan Kayla kembali akan menjambak rambut Renata, namun dengan cepat Ashila langsung menahannya.


"Jangan, Kay, kasian, kamu juga gak malu diliatin banyak orang."


Kayla pun melihat ke sekeliling, terlihat banyak orang-orang yang sedang melihat ke arahnya, bahkan ada beberapa orang yang berbisik-bisik yang sepertinya membicarakan hal yang terjadi saat ini.


"Mbak siapa, ya?" tanya Ashila sopan menatap ke arah Renata.


"Kenalin aku Renata, kakak iparnya Kayla."


"Kakak ipar? Kayla kan cuma punya kakak satu yaitu Mas Rayhan, aku kan istrinya Mas Rayhan, terus Mbak ini istrinya siapa?" batin Ashila.


"Enak aja lo ngaku-ngaku jadi kakak ipar gue!" Emosi Kayla kembali terpancing. "Lo denger ya, kakak ipar gue tuh cuma Kak Shila, lo jangan ngaku-ngaku! Gue gak sudi punya kakak ipar kayak lo!" ucap Kayla setengah berteriak.


Salah satu pelayan supermarket mendekat ke tempat dimana keributan dua orang wanita itu.

__ADS_1


"Maaf, Mbak, tolong jangan buat keributan di sini, jika ada masalah pribadi, tolong selesaikan di luar saja," ucap pelayan berseragam biru kuning itu.


"Maaf ya, Mbak, sudah membuat keributan di sini," ucap Ashila sambil menatap pelayan itu tak enak.


"Kay, udah, mending kita pulang yuk," ucap Ashila lembut sambil menarik tangan adik iparnya itu.


Awalnya Kayla menolak, tetapi Ashila terus menarik-narik tangannya, terpaksa ia pun mengiyakan ajakan kakak iparnya itu.


Kayla mengepalkan tangannya sambil menatap Renata dengan tatapan membunuh.


"Kalo bukan karena Kak Shila, kakak ipar gue satu-satunya." Kayla menekankan kata satu-satunya. "Udah pasti muka lo sekarang udah bonyok! Dasar cewek murahan! Awas kalo ketemu lagi, abis lo sama gue!" lanjutnya sambil menunjuk-nunjuk wanita yang pernah masuk ke dalam kehidupan kakak satu-satunya itu.


"Kita liat aja, Kayla. Sampai kapan perempuan itu akan meniadi kakak ipar kamu," gumam Renata menyeringai sinis menatap punggung Ashila yang sedang membayar belanjaannya di kasir.


***


Sampai di dalam taksi pun, Ashila masih dapat melihat dengan jelas kilatan kemaran dari wajah Kayla, ia pu mengambil dan membuka botol air minum lalu memberikannya pada Kayla.


"Nih minum dulu, Kay. Biar kamu tenang."


"Makasih, Kak." Kayla pun mengambik botol yang Ashila sodorkan tadi, lalu ia pun segera meneguk air minum itu sampai habis.


Ashila cukup terkejut melihat botol minum yang sudah habis karena adik iparnya itu menghabiskannya dalam sekali tegukan saja, mungkin kalo lagi marah gitu kali, pikir Ashila.


"Kamu udah tenang, 'kan? Sekarang cerita sama kakak, perempuan tadi siapa dan kenapa kamu segitu marahnya ngeliat dia?" tanya Ashila sambil mengusap punggung Kayla dengan lembut.


"Dia mantan pacar kak Rayhan."


"Jadi perempuan itu mantan pacarnya mas Rayhan." Ashila berbatin.


"Namanya siapa tadi, Kay? Kakak lupa soalnya."


"Namanya Renata, Kak."


"Ren, Ren…" Ashila jadi teringat saat Rayhan sakit, waktu itu ia mendengar suaminya itu terus menggigau menyebut-nyebut nama perempuan itu. Hatinya terasa nyeri mengingat itu.


"Oh ya, kamu kayaknya benci banget ngeliat mantannya kakak kamu tadi?" tanya Ashila.


"Ceritanya panjang banget, Kak. Intinya dia itu cewek yang udah bikin kak Rayhan sama mama sering bertengkar dulu, dia juga yang udah bikin kak Rayhan sempet depresi, karena dia selingkuhin kak Rayhan."


"Apa?" Ashila membulatkan kedua matanya lebar-lebar, tak percaya dengan apa yang dikatakan adik iparnya itu.


"Iya, Kak. Dulu mama gak pernah suka kak Rayhan pacaran sama nenek lampir itu, aku juga gak pernah suka dari dulu sama dia, beberapa kali mama mergokin nenek lampir itu selingkuh, tapi kak Rayhan gak pernah pernah percaya sama apa yang diomongin mama, dari situ kakak sama mama selalu cekcok, Kak. Dan pada suatu ketika, kak Rayhan ngeliat pake mata kepalanya sendiri, kalo pacarnya itu selingkuh di belakang dia, kak Rayhan frustasi banget waktu itu, Kak. Dia depresi selama hampir enam bulan, dan sikap kak Rayhan juga jadi dingin sama cewek yang mau deketin dia, kak Rayhan juga jadi gila kerja dan suka lupa waktu," ucap Kayla sambil mengingat pertengkaran kakak dan mamanya dan beberapa kejadian sekitar tiga tahun yang lalu itu.


"Segitu sayangnya mas Rayhan sama perempuan itu, sampe-sampe dia berantem sama mama gara-gara ngebelain perempuan itu," batin Ashila, dadanya terasa nyeri mendengar penuturan adik iparnya itu.


...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan selalu dukung author ya..


Love you.


__ADS_2