
Pagi hari selepas sholat subuh, Ashila mendapat panggilan video dari orang tuanya.
Ashila tersenyum menatap wajah pria dan wanita paruh baya dalam layar ponselnya.
"Assalamualaikum, Umi, Abi," ucap Ashila sambil melambaikan tangannya.
"Wa'alaikumsalam."
"Selamat ulang tahun ya anaknya Umi," ucap Umi Ira sambil tersenyum menatap wajah anak kesayangannya dari layar ponsel.
"Anak Abi juga," timpal Abi Alwi. "Semoga di umur kamu yang ke dua puluh ini kamu makin rajin ibadahnya, panjang umurnya, banyak rezekinya, selalu jadi anak yang dibanggakan sama Umi dan Abi, dan selalu patuh sama suami kamu," lanjut Abi Alwi.
"Iya, Sayang. Umi gak tau mau nambahin kata-kata apalagi soalnya kata-katanya udah diambil semua sama Abi kamu." Ucapan Umi Ira sontak membuat ketiganya tertawa.
"Makasih, Umi, Abi."
"Kamu lagi apa, Nak?"
"Baru abis sholat subuh, Mi."
"Suami kamu kemana, Sayang? Kok gak keliatan?"
"Euu… euu… Mas Rayhan lagi mandi Umi," ucap Ashila sedikit terbata.
"Gak mungkin kan aku bilang kalo aku gak sekamar sama Mas Rayhan," batin Ashila.
"Yasudah, Umi tutup ya teleponnya soalnya Umi harus bikin sarapan." Ashila pun mengangguk.
Video call pun berakhir, Ashila segera berjalan keluar kamar menuju dapur untuk memasak.
***
Setengah jam kemudian, nasi, orek tempe, sayur sop dan goreng ikan sudah tersaji, tak lupa juga air putih sudah tersedia di atas meja makan.
"Pagi," sapa Rayhan sambil melenggang masuk ke ruang makan lalu menyimpan tas kerjanya di sebuah kursi.
"Pagi juga."
"Mas Rayhan inget gak ya sama hari ulang tahun aku?" batin Ashila.
"Mas tau gak ini tanggal berapa?" tanya Ashila untuk memancing Rayhan.
"Tanggal tiga belas mei, emang kenapa?"
"Tanggal tiga belas mei itu bertepatan dengan hari apa?"
"Hari apa, ya, emm... yang saya tau hari ini itu..." Rayhan menghentikan ucapannya.
"Hari ini itu apa?"
"Hari ini saya ada meeting dengan klien dari Amerika," ucap Rayhan santai membuat Ashila cemberut.
"Emang kenapa sih?"
"E-enggak papa," ucap Ashila sedikit kecewa.
"Iikh, Mas Rayhan jahat banget sih padahal kan udah aku kasih kode, gak peka banget sih," batin Ashila sambil menghentak-hentakan kakinya ke lantai.
"Kenapa kaki di hentak-hentakin kayak gitu? Kesemutan?" tanya Rayhan.
__ADS_1
"Gak papa," ucap Ashila singkat, ia pun segera mengambilkan makanan untuk Rayhan dan memberikannya pada suaminya itu.
"Nih makan."
"Makasih."
***
"Happy brithday, Ashila."
Ashila terkejut, gadis itu tersenyum memandangi kedua sahabatnya secara bergantian.
"Happy brithday, Shila."
"Happy brithday, Shila."
"Happy brithday, happy brithday, happy brithday, Shila."
"Ya Allah, Umi, Abi dan sahabat-sahabat aku aja inget sama ulang tahun aku, tapi suamiku sendiri gak inget atau bahkan dia lupa sama hari lahir istrinya ini," batin Ashila.
Dari arah belakang kedua sahabatnya, ada Azmi dan juga haikal, Azmi memegang kue ulang tahun yang dihiasi oleh lilin merah berangkat dua puluh.
"Selamat ulang tahun, Ashila."
"Makasih, Kak."
"Selamat hari lahir, ya Shila," timpal Haikal.
"Makasih, Kak."
"Nih, sekarang kamu tiup lilinnya dulu, tapi sebelum itu kamu make a wish dulu," ucap Azmi yang diangguki oleh teman-temannya.
"Shil, kamu ada waktu gak? Nanti pulang kampus aku pengen ajakin kamu makan di restoran sekalian ada yang pengen aku omongin sama kamu."
"Euum… boleh, Kak."
"Yaudah aku tunggu kamu pulang kampus ya, entar aku tunggu di parkiran."
"Iya, Kak."
"Oh ya, ini ada kado dari aku," Azmi menyodorkan kado berukuran kecil berwarna merah ati kepada Ashila.
"Emm… makasih, Kak."
"Sama-sama, yaudah aku ke kelas dulu, ya. Inget ya entar pulang kampus aku tunggu di parkiran," ucap Azmi seraya meninggalkan Ashila dan kedua sahabatnya.
"Shil, ini hadiah ultah dari kita, spesial buat kamu," ucap Annisa sambil menyodorkan sebuah kado berukuran cukup besar pada Ashila.
"Shil, kayaknya Kak Azmi mau nembak kamu deh," celetuk Dina.
Ashila memicingkan matanya menatap salah satu sahabatnya itu. "Maksud kamu?"
"Kamu gak denger tadi Kak Azmi ngajakin kamu ke restoran terus dia juga bilang mau ngomong sesuatu sama kamu, pasti itu mau nembak," jelas Dina.
"Ah, sok tau kamu."
"Aku tuh bukan sok tau ngapain coba Kak ngajakin kamu ke restoran terus dia juga bilang mau ngomong sesuatu kalo bukan mau nembak."
"Shil, kalo Kak Azmi nembak kamu kamu bakal terima, nggak?" tanya Annisa.
__ADS_1
"Kamu kan tau, Nis, kalo aku udah punya suami."
"Tapi kan kamu suka Kak Azmi dari dulu, Shil." Ashila terdiam, ia tidak bisa menafikan rasa itu, dirinya memang menyukai Azmi sejak dulu.
"Aku gak tau, udahlah mending kita ke kelas aja, lagian Kak Azmi ngajak aku ke restoran juga belum tentu mau nembak aku, kan?"
"Iya deh, ayo kita ke kelas."
***
"Mau pesen makan dulu atau gimana?" tanya Azmi setelah mereka sampai di sebuah restoran.
"Yaudah, kita pesen makanan dulu aja, ya." Ashila mengangguk.
"Mbak," panggil Azmi pada pelayan restoran.
"Iya, Mas... mau pesen apa?" tanya Mbak pelayan restoran.
"Hmmm... saya seafood sama jus alpukat, kalo kamu apa, Shil?" tanya Azmi sambil menatap Ashila.
"Samain sama Kakak aja."
"Oke yaudah, seafood dua sama jus alpukatnya dua, ya."
"baik, Mas, Mbak, tunggu sebentar, ya, makanannya akan segera datang," ucap Mbak pelayan restoran itu sambil berlalu pergi.
Tak lama kemudian, pesanan pun datang. "Mas, Mbak, ini pesanannya, selamat menikmati," ucap Mbak pelayan restoran.
"Makasih, Mbak," ucap Azmi dan Ashila, kemudian pelayan itu pun pergi.
"Ayo makan, Shil."
"Iya, Kak."
Mereka pun menikmati makanan masing-masing, tak ada yang membuka suara, hanya suara sendok dan garpu saja yang terdengar.
Setelah selesai makan, saatnya Azmi membuka suara untuk mengatakan sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan Ashila.
"Shila, ada hal yang mau aku omongin sama kamu," ucap Azmi.
"Ngomong aja, Kak," ucap Ashila santai setelah meminum jus alpukat.
Azmi memegang tangan kanan Ashila dan menggenggamnya erat, kemudian ia menatap manik mata gadis itu erat. Ashila tersadar bahwa ia sekarang sudah memiliki suami, tak pantas rasanya tangannya ini dipegang oleh lelaki lain, ia menarik tangannya namun gagal, Azmi terlalu erat memegangnya.
Ashila yang diperlakukan seperti ini bingung sendiri, jantung berdegup cepat saat Azmi menatap matanya.
"Shila, aku mau jujur sama kamu." Azmi berucap dengan nada yang serius membuat Ashila bingung harus berbuat apa.
"Aku suka sama kamu," ungkap Azmi. "Aku suka sama kamu semenjak pertama kali kamu ospek, dulu memang aku belum punya keberanian untuk ungkapin ini semua, tapi hari ini aku mau ngungkapin semua yang ada di hati ini. Jadi Ashila, kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Azmi penuh harap.
"Aku juga suka sama kakak." Azmi tersenyum.
...
Loh, ini gimana ceritanya Ashila juga bilang suka sama Azmi😱😱😱?? Terus Rayhan dikemanain dong?? Sabar ya fansnya Rayhan.
Aku mau ingetin lagi, kalian gak usah vote novelku ya, percuma soalnya, kalo kalian bersedia, kalian bisa masuk gc aku dan sedekahin poin kalian di sana.
Makasih..
__ADS_1