Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 80 Cemburukah?


__ADS_3

Hai semua...


Maaf ya, aku baru up lagi, aku tuh lagi sibuk-sibuknya di dunia nyata, jadi kayaknya gak bisa up tiap hari dulu.


Happy reading...


Saat ini Kayla sedang berkeliling di dalam rumah Azka, melihat-lihat foto-foto keluarga dan beberapa lukisan yang terpajang rapi di dinding ruangan.


Terdengar samar-samar suara pantulan bola dari halaman sisi rumah bernuansa Eropa itu, Kayla mendekat ke arah sumber suara, Terlihat Azmi sedang bermain basket sendirian, gadis itu tersenyum sambil terus memandangi lelaki pujaannya itu.


"Aduuh pangeran gue, uwu banget dah," teriaknya pelan.


Keringat yang mengucur dari tubuh lelaki itu menjadi daya tarik tersendiri, tubuhnya yang atletis yang terpahat indah membuat lelaki yang bernama Azmi Askandar itu terlihat seperti aktor-aktor tampan yang terkenal.


Azmi tampak cekatan dalam mendribel bola besar itu, Kayla bertepuk tangan kala melihat lelaki pujaannya itu memasukan bola ke dalam ring.


Azmi menoleh saat mendengar seseorang bertepuk tangan. "Kay?"


Kayla berjalan menghampiri lelaki pujaannya itu. "Hai, Kak Azmi, apa kabar?"


Azmi memeluk santai bola basket berwarna orange itu. "Baik, kamu?"


"Aku juga baik, Kak," ucap Kayla. "Oh ya, tadi kakak keren banget loh main basketnya,"


"Ah! Masa sih, biasa aja tuh, emm… kamu mau coba?" tanya Azmi seraya menyodorkan bola basket itu pada Kayla.


"Aku gak bisa, Kak," ucap Kayla berbohong, padahal gadis itu cukup mahir dalam permainan bola besar itu.


Perlu diketahui! Sejak SMP Kayla dijuluki sebagai ratu basket dan kapten basket putri, dari kecil ia suka sekali dengan permainan bola berwarna orange itu, pernah suatu ketika, dia mengalahkan kakaknya dalam bermain permainan itu. Dan perlu diketahui juga, Rayhan adalah seorang kapten basket pada saat lelaki itu duduk di bangku SMA.


"Yaudah, coba dulu, siapa tau bisa," ujar Azmi.


Kayla pun mengangguk, gadis itu mengambil bolanya, dengan sengaja Kayla membuat bola itu melesat, sehingga tidak mengenai ring.


"Yaa… aku gagal, Kak, aku gak bisa," ucap Kayla, gadis itu membuat mimik muka sesedih mungkin.


"Jangan sedih dong, kakak juga gitu waktu pertama kali main, yaudah, mau kakak ajarin?"


Ini tujuan gue!


"Mau, Kak," ucap Kayla antusias.


Sementara Azka sedang mencari-cari Kayla di setiap sudut rumahnya, namun lelaki itu tak menemukan keberadaan gadis yang sekarang berstatus sebagai babu-nya itu.


"Si cewek babu pergi kemana, ya?" monolognya.


Langkahnya terhenti ketika mendengar suara-suara orang yang sedang mengobrol, Azka yakin itu suara Kayla dan kakaknya.


Lelaki itu berjalan ke arah kaca jendela yang berukuran cukup besar, Azka melihat kakaknya sedang mengajari gadis babu-nya bermain basket.


Jika dilihat dari belakang, terlihat seperti sang kakak memeluk Kayla dari belakang.


"Huh! Nge-shoot aja gak bisa!" ujarnya sinis, lelaki itu mengepalkan tangannya, entah kenapa?


"Kak, ini gimana sih, kok susah, ya?"

__ADS_1


"Itu karena posisi badan lo sama tangan lo salah, dasar bodoh!" Dari dalam rumah, lagi-lagi Azka mengomentari apa yang sedang dilakukan oleh gadis babu-nya itu.


"Jadi gini, kedua tangan kamu harus megang sisi ini, dan lebarin, buat jarak antara jari telunjuk sama jari jempol, naah… iya kayak gini, tekuk sedikit."


Melihat kakaknya memegang tangan Kayla, membuat Azka jengkel, barisan gigi atas dan gigi bawahnya saling beradu, tanpa sadar lelaki itu memukul tembok di sampingnya.


Bi Minah, yang sejak tadi sedang membersihkan guci, segera berlari ke sudut rumah karena mendengar suara seperti benda jatuh.


Sesampainya di sana, wanita paruh baya yang berstatus sebagai ART itu melihat putra bungsu majikannya sedang memegangi tangannya yang terlihat memerah, seperti habis memukul sesuatu, bahkan wajah tuan muda-nya itu juga terlihat memerah karena menahan amarah.


"Mas Azka, Mas kenapa?" tanya bi Minah khawatir.


Azka segera membuat wajah sesantai mungkin. "Euu… tadi aku liat cicak, Bi, pas aku pukul, eh malah ilang," ujar Azka datar.


"Oh, bibi kira apa, kalo mau mukul cicak jangan pake tangan atuh, pake sapu," ucap bi Minah.


"Ah! Iya, Bi, lagi pula cicak-nya udah gak ada, udah, ya, Azka mau ke dapur dulu, haus."


Sesaat lelaki itu melempar pandangan ke arah dua insan yang berada di seberang sana, lalu pergi dengan cepat.


***


Azmi tersenyum kala melihat Kayla memasukan bola basket ke ring. "Wah! Hebat kamu, Kay, baru belajar beberapa menit, udah keren aja." Azmi mengacungkan dua jempolnya ke atas.


"Ah! Dibanding sama kakak mah, aku tuh cuma butiran debu."


Kayla hanya tersenyum malu-malu, padahal hatinya sedang heboh seperti menang hadiah lotre.


siapa sih yang gak seneng kalo dipuji sama doi!


Suara ponsel di sakunya mengalihkan gadis itu dari Azmi.


"Siapa sih nih yang nelepon, gak tau waktu banget!" gerutu Kayla dalam hati.


Meskipun menggerutu, Kayla tetap mengambil benda pipih yang terselip di dalam sakunya itu.


"ELO KE DAPUR SEKARANG!" Ucapan yang terdengar di ujung telepon itu terdengar penuh dengan penekanan di setiap katanya.


"Mau ngapain sih? Gue lagi main ba—"


"SE-KA-RA-NG!!"


tuut, tuut!


Telepon diputuskan sepihak, tentu saja oleh Azka, Kayla menggeram dalam hatinya, ia kembali menyelipkan ponselnya ke dalam sakunya.


"Kak, aku pergi dulu, ya, soalnya si Azka manggil ," pamit Kayla.


Azmi mengangguk.


Gadis dengan rambut dikuncir kuda itu pun segera berlalu dari hadapan Azmi.


***


Sesampainya di dapur, Kayla melihat Azka sedang duduk manis di kursi sambil fokus memainkan ponselnya.

__ADS_1


Dengan cepat gadis itu menghampirinya, mulut gadis itu langsung nyerocos karena lelaki itu telah mengganggu momen pendekatannya dengan kakak lelaki itu.


"Apa sih lo manggil-manggil gue? Ganggu tauk! Gue itu lagi melakukan pendekat… ups!" Dengan cepat Kayla menutup mulutnya sendiri.


Azka memicingkan matanya. "Pendekat? Pendekat apa?"


"Emm… pendekat, ya ya pendekat."


"Apa sih lo, gaje banget!"


Kayla memajukan bibirnya. "Terserah gue! Oh ya, elo ngapain nyuruh gue ke sini!"


"Ambilin sendok!"


Hah? Kayla membuka mulutnya lebar-lebar, ia benar-benar tak habis pikir dengan lelaki yang sekarang berstatus sebagai 'juragan' nya itu, lelaki itu menyuruhnya mengambilkan sendok bersih yang ada di hadapannya, padahal jaraknya hanya satu jengkal dari mangkuk bubur yang tadi Kayla beli itu.


"Itu kan sendoknya ada di depan lo, ngapain mesti nyuruh gue!"


"Ambilin!"


Kayla mendengus. "Ya ya gue ambilin!" Kayla pun segera mengambilkan sendok dan menyodorkannya pada sang 'juragan' nya itu.


"Lo duduk di situ, gue mau makan bubur yang elo beli tadi," ujar Azka sambil menunjuk kursi di sampingnya dengan bibirnya.


Melihat bubur itu, Kayla jadi teringat ketika ia menyuruh tukang bubur tadi memberikan sambel sebanyak 10 sendok pada bubur yang akan dimakan oleh lelaki di sampingnya itu.


Azka mulai mengaduk-aduk buburnya, Kayla tersenyum setan dalam diamnya.


"Hehehe… rasain lo!" batin Kayla.


Azka memasukan satu sendok bubur ke dalam mulutnya, lelaki itu mengecap-ngecapkan mulutnya. "Hmm… kok pedes, ya," ujar Azka.


Kayla mendengus puas. "Iyalah, 10 sendok coy sambelnya," batinnya.


"Warnanya juga ijo gini." Azka menyuapkan kembali satu sendok ke dalam mulutnya.


"Sambel tukang bubur gituloh." Lagi-lagi Kayla membatin dan senyum penuh kemenangan.


"Tapi…" Azka menyendokan kembali ke dalam mulutnya. "Enak banget, bubur mang Kurdi memang gak ada duanya deh!"


What!? Gak kepedesan tuh mulut!


Mulut Kayla terbuka lebar, matanya cengo melihat Azka terus memasukan bubur ke dalam mulutnya dengan santai, tetapi gadis itu dapat melihat keringat yang terus bercucuran pelipis lelaki itu.


"Nih cowok beneran gak kepedesan? Tapi kok jidatnya keringetan gitu, ya," batin Kayla.


Tak lama kemudian, bubur yang dimakan oleh Azka sampai pada suapan terakhir. "Hmmm… habis deh, yaudah elo pulang sana!"


"Hah? hmm… oke gue pulang," ujar Kayla.


Kayla pun segera beranjak dari Azka, sesekali ia menoleh kebelakang, lelaki itu hanya terlihat datar dan sesekali tersenyum tipis menatap Kayla.


***


Kenapa si Azka gak ngerasain apapun? Atau dia cuma pura-pura aja? Ayo tebak gengs. Tetap tunggu kelanjutannya ya teman-teman.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan vote novel ini ya, makasih.


__ADS_2