
"Kak, mending kita beli es krim, yuk, daripada cerita-cerita tentang si nenek lampir itu, bikin gerah hati sama gerah body tau gak."
"Yaudah, Pak, berhenti di kafe di depan, ya," ucap Ashila pada bapak supir berseragam biru itu.
"Baik, Mbak."
Setelah sampai di depan kafe, Ashila dan Kayla pun segera keluar dari mobil, tak lupa juga mereka membayar argo taksi.
Mereka berdua pun segera masuk ke dalam Restoran, memilih tempat duduk yang yang terletak di sudut Kafe.
"Kak, aku ke toilet bentar, ya, panggilan alam," ucap Kayla.
"Iya gih, sana."
"Shila!"
Ashila menoleh ke arah sumber suara, ia tersenyum manis menatap ke arah yang memanggilnya barusan.
"Kak Azmi."
Pria itu pun segera mendekati Ashila. "Kamu sendirian aja?"
"Sama adek ipar aku, Kak. Cuma dia-nya lagi ke toilet dulu."
Azmi hanya ber oh ria saja.
"Kalo kakak?"
"Aku abis jemput adik dari bandara, terus mampir dulu ke sini."
"Terus adeknya kakak dimana sekarang?"
"Dia lagi ke toilet."
"Aku boleh duduk di sini, 'kan?" tanya Azmi yang sebenarnya sudah duduk tepat di depan Ashila.
"Boleh, Kak."
***
Di sisi lain, Kayla kini baru baru saja keluar dari toilet, tiba-tiba saja ada seseorang yang menabraknya hingga membuatnya jatuh.
Brukk!
"Aduuh, lo kalo jalan liat-liat dong," omel Kayla.
"Lah, lu ngapain duduk di lantai?" tanya pria yang tadi menabrak Kayla.
"Pake nanya lagi, lu nabrak gue, Bambang!" ketus Kayla.
"Kapan gue nabraknya?"
"Jangan sok pura-pura lupa deh, lo barusan nabrak gue!" ucap Kayla dengan kesal.
"Emang ketabrak, ya?"
"Kalo gue gak ketabrak mana mungkin gue jatoh."
"Itu mah lo aja kali yang sengaja nabrakin diri ke tubuh gue, biar bisa kenalan sama cowok ganteng kayak gue, 'kan?"
"Idiiih… iyuuuh… pede banget lo jadi orang," ucap Kayla seraya memutar bola malas.
__ADS_1
"Mending pede daripada minder," ucap pria itu lagi.
"Astaga lo lama-lama bikin kesel, pergi lo sana," ucap Kayla sambil menahan emosinya.
"Iya-iya gue pergi, astaga! Belum sehari gue nginjekin kaki di Indonesia, udah kena marah cewek galak!" ucap pria itu seraya pergi.
***
"Tuh adek aku, Shil, namanya Azka," ucap Azmi sambil menunjuk seseorang.
Ashila pun menoleh mengikuti arahan jari telunjuk Azmi, terlihat seorang pria yang menurut Ashila wajah pria itu hampir mirip dengan kakak seniornya itu. Pria itu mendekat ke arah Azmi dan Ashila.
Di saat yang bersamaan pula Kayla datang menghampiri Ashila.
"Kak, ayo pulang!"
"Bang, ayo balik!"
Ucap Kayla dan adik Azmi bersamaan, mereka saling menatap satu sama lain.
"Elo?!!" ucap mereka bersamaan. "Lo ngapain di sini?" Lagi-lagi mereka berucap bersamaan.
"Apaan sih lo pengen bareng-bareng aja ngomongnya," ucap Kayla kesal.
Saat pria itu akan membuka mulutnya dengan maksud akan menjawab, Kayla mengisyaratkan kepada pria itu agar diam. "Stop! Lo jangan ngomong apa-apa!" ucap Kayla sambil menatap tajam pria itu.
Tatapan Kayla kini beralih pada kakak iparnya. "Kak Shila, ayo kita pulang, aku udah gak mood banget di sini."
"Loh, kan kita baru nyampe, kamu juga belum makan es krim-nya, kakak udah pesen loh."
"Udah kak, kita pulang aja, aku tunggu di depan," ucap Kayla berlalu pergi.
Salah satu pelayan kafe pun segera mendekati Ashila. "Iya, Mbak," ucapnya.
"Saya mau bayar pesanan yang ini." Ashila menunjuk dua buah cup es krim yang ia pesan tadi.
"Semuanya lima puluh ribu, Mbak."
Ashila pun segera mengambil uang senilai lima puluh ribu rupiah lalu memberikannya pada pelayan kafe itu. "Ini, Mbak, makasih ya.Azmi
Kak Azmi dan euu… Azka, duluan, ya." Ashila mengambil belanjaan lalu segera pergi mengejar adik iparnya.
Azmi dan adiknya menatap punggung Ashila yang semakin jauh dari pandangan.
"Elo kenal sama adek-nya Shila, Ka?" tanya Azmi sambil menepuk bahu adiknya pelan.
Pria yang bernama Azka yang notabenenya adalah adik kandung dari Azmi menatap kakaknya bingung. "Shila yang mana, Bang?"
"Itu loh yang tadi pake hijab itu namanya Shila, kalo yang tadi ribut-ribut sama elo itu adeknya," jelas Azmi.
"Tau ah gue juga bingung, Bang, tuh cewek lagi PMS kali tiba-tiba marahin gue, emang gak jelas tuh cewek, semoga gue gak ketemu lagi sama dia," ucap Azka.
***
"Ikh… kesel, kesel, kesel!"
Sesampainya di apartemen pun Kayla masih saja uring-uringan dan sesekali mengumpat tak jelas, membuat Ashila hanya menggelengkan kepalanya saja karena kebingungan dengan tingkah adik iparnya itu.
"Kamu kenapa sih, Kay, perasaan dari tadi kamu marah-marah melulu," ucap Ashila sambil menyusun barang-barang belanjaan ke dalam kulkas.
"Coba aja ya, Kak. Kalo kakak gak nyegah aku pasti aku udah jambakin tuh si nenek lampir," ucap Kayla sambil mengangkat kedua tangannya seperti seekor macan yang akan menyerang.
__ADS_1
"Astagfirullah, Kay, masih karena mantannya kakak kamu itu, kenapa sih, kamu tuh emosi banget sama dia?"
"Gimana gak emosi, Kak, dia itu cewek yang yang udah bikin kak Rayhan depresi, karena kak Rayhan cinta banget sama dia, udah ah, aku gak mau bahas itu lagi, aku ke kamar dulu, ya," ucap Kayla berlalu pergi.
Setelah Kayla berlalu, Ashila kembali melanjutkan pekerjaannya memasukan barang-barang belanjaan ke dalam kulkas, tetapi kata-kata Kayla selalu terngiang-ngiang di telinganya.
"Dia itu cewek yang udah bikin kak Rayhan depresi, karena kak Rayhan cinta banget sama dia."
Timbul rasa takut dalam diri Ashila jika Rayhan akan meninggalkannya dan akan kembali pada mantan kekasihnya itu
"Apa sekarang mas Rayhan masih cinta sama mbak Renata? Gimana ya reaksinya kalo mas Rayhan ketemu sama dia? Apa mas Rayhan nantinya bakal ninggalin aku?" batin Ashila.
Sebuah tepukan di bahu Ashila membuyarkan lamunannya. Ia pun menoleh ke arah pemilik tangan yang menepuk bahunya dengan lembut itu.
"Mas, tumben udah pulang?" tanya Ashila pada orang itu yang ternyata adalah suaminya.
"Kangen sama kamu," celetuk Rayhan.
Blush!
Pipi Ashila langsung memerah mendengar ucapan suaminya itu.
"Dasar gombal!"
"Cie mukanya merah tuh," celetuk Rayhan kembali yang semakin sukses membuat kedua pipi istrinya itu makin memerah.
"Maas, aku cubit nih."
"Jangan dong, Sayang, oh ya aku perhatiin kamu dari tadi ngelamun, sampe-sampe aku dateng aja kamu gak engeh, ngelamun apa sih, apa jangan-jangan kamu…" Rayhan semakin memicingkan matanya menatap ke arah Ashila.
"Jangan-jangan apa?" tanya Ashila bingung.
"Jangan-jangan kamu mikirin yang semalem," goda Rayhan
"Iikh... apa sih." Ashila segera mendaratkan sebuah cubitan di perut Rayhan, sehingga terdengar suara desisan dari mulut sang empu. "Awws... sakit, Sayang," ringis Rayhan.
"Abis kamu tuh suka ngaco tau gak," kesal Ashila.
"Yaudah aku minta maaf, kamu ngegemesin deh kalo lagi marah, jadi pengen cubit pipinya."
Rayhan mengangkat tangannya akan menyentuh kedua pipi istrinya, tetapi Ashila langsung menatap Rayhan tajam, membuat pria itu langsung menurunkan tangannya kembali.
"Gak jadi nyubit kok," ucap Rayhan.
"Kamu kalo lagi marah kayak singa," celetuk Rayhan kemudian segera berlari meninggalkan Ashila ketika Ashila mengambil ancang-ancang akan memukulnya.
"Mas Rayhan... awas kamu!"
…
Guys aku datang lagi, oh ya kayaknya kedepannya aku akan masukin cerita Kayla juga nih, buat selingan aja, biar gak terfokus sama Rayhan dan Ashila.
Kalian setujunya gimana nih
Kayla 💗 Azka
Kayla 💗 Azmi
Annisa 💗 Azmi
Jangan lupa like, komennya kawan-kawan.
__ADS_1