Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 88 Ketemu Mantan


__ADS_3

"G-gimana? Udah gak kepedesan?"


"Lumayan."


"Makanya lain kali, jangan makan seblak level tinggi kayak gini lagi, elo harus kasian sama lambung lo."


"Hmm… lo lama-lama udah kayak nyokap gue deh, bawel!"


"Serah lo deh, gue kayak gini karna gue say-kasian sama lo, yaudah balik, yuk, ini udah malem, gue gak mau dimarahin nyokap lo gara-gara anak gadisnya pulang kemaleman," ujar Azka.


Kayla melihat jam yang berada di pergelangan tangannya. "Baru juga jam setengah sembilan, lagi pula gue masih pengen makan sesuatu, gue masih pengen abisin duit di dompet lo."


"Astaga lo…" Azka melihat perut Kayla. "Tuh perut atau karung beras sih, masa lo masih pengen makan lagi?"


"Gak papa sih, anggap aja ini balesan lo, karena elo udah bikin gue pusing selama seminggu kemaren gara-gara jadi babu lo!"


"Oke deh, tapi kalo nyokap lo nanti ngomel jangan salahin gue, ya,"


"Iya-iya, biasa aja kali, lo kayak gak pernah jalan sama cewek malem-malem aja."


"Emang gak pernah."


Kayla melotot. "What?! Serius lo."


Azka mengangguk.


"Masa sih, orang seganteng lo… emm maksud gue… elo masuklah dalam kriteria cowok urutan ke-999 dari 1000 orang terganteng, masa gak pernah jalan sama cewek? Lo pernah pacaran, 'kan?"


Azka menggeleng.


"Kenapa?" tanya Kayla.


"Karena menurut gue… pacaran itu ribet dan apa-apa selalu cowok yang disalahin."


"Hmm… serah lo deh, eh tapi ngomong-ngomong… si Rita itu?"


"Nah itu, dia tuh cewek yang bikin gue ilfeel banget, gak di Amrik gak di sini, nempelin gue mulu, risih gue jadinya. Menurut lo gimana tuh caranya supaya tuh cewek gak deketin gue lagi."


"Ya elo cari pacar."


"Maksudnya?"


"Ah! Lo percuma pinter fisika sama matematika kalo maksud kata-kata gue aja gak ngerti."


"Emang gue gak ngerti."


"Nih gue kasih tau, si Rita kan gencer banget tuh deketin lo, gimana caranya supaya di gak deketin lo lagi, ya dengan cara lo punya pacar. Kalo lo punya pacar, otomatis dia juga bakal berhenti deketin lo, gitu maksud gue."


Azka mengangguk dan memikirkan sesuatu.


"Yaudah yuk balik."


"Katanya lo mau makan lagi."

__ADS_1


"Gak deh, mending kita balik aja," ujar Kayla.


"Eh! Oke deh!"


Setelah membayar, Azka dan Kayla berjalan beriringan, sesekali bercanda, saat tiba di depan kedai tanpa sengaja Kayla menabrak seseorang.


Bugh!


"Aww! Elo kalo jalan liat-liat…" Kata-kata makian Kayla terhenti kala melihat siapa yang ia tabrak. "K-kak Vino."


Lelaki yang Kayla tabrak pun tampak terkejut melihat Kayla. "K-kayla?" ini adalah sapaan pertamannya setelah sekian lama tidak bertemu.


"Kamu gak papa?" tanya lelaki yang bernama Vino itu, lelaki itu segera membantunya berdiri, Namun ditepis oleh Kayla.


"Gak usah, aku bisa sendiri kok," ujar Kayla.


"Dia siapa, Kay?" tanya Vino sambil menatap Azka.


Kayla segera menggelayut tangan Azka. "Emm… dia… dia pacar aku, Kak."


"APA?" kaget Azka.


Kayla menggelayutkan tangannya di tangan Azka. "Iya, Kak, kenalin namanya Azka."


Kayla menginjak kaki Azka karena lelaki itu hanya diam mematung. "Aww... hm…iya… hai, g-gue Azka," ujar Azka sembari mengulurkan tangannya, Vino pun menbalas uluran tangan Azka.


"Gue Vino."


"Aku kira kamu gak bisa move on dari aku, Kay. Bahkan kamu abis makan seblak di sini. Kita kan dulu sering banget makan di sini. Di sini aku nembak kamu–"


"Kakak putusin kamu karena–"


"Sayang…"


Kayla, Azka, dan Vino menoleh ke arah sumber suara, terlihat seorang gadis cantik dengan rambut sepunggung berjalan ke arah mereka.


"Kita masuk sekarang, yuk," ujar gadis itu sambil menggelayutkan tangannya pada tangan Vino. "Eh ada Kayla juga, elo apa kabar?"


"Hmm… baik," ujar Kayla sinis.


Marisa melihat Azka. "Ganteng juga nih cowok," batinnya.


"Dia pacar kamu?"tanya Marisa pada Kayla.


"Iya."


"Bagus deh, kalo elo udah move on dari Vino dan nggak ngejar-ngejar COWOK gue lagi," ujar Marisa


"Saaa…," ujar Vino memelas agar Marisa tidak memancing keributan.


"Heh! Dari dulu gue udah move on kali, cuman pacar lo aja yang masih NGEJAR-NGEJAR gue," ujar Kayla. "Dasar nenek lampir," sambung Kayla pelan, namun dapat didengar oleh Marisa.


"Lo ngatain gue!" ujar Marisa emosi.

__ADS_1


"Kalo iya emang kenapa? Gue gak takut sama lo!" ucap Kayla menantang pacar dari manatannya itu.


"Lo…!"


Marisa pun langsung menarik rambut Kayla sehingga membuat gadis itu kesakitan. Kayla pun tak mau kalah, ia pun ikut menarik rambut Marisa. Terjadilah aksi saling tarik menarik dan pukul memukul di antara keduanya.


Azka dan Vino pun tak tinggal diam, kedua lelaki itu dengan cepat melerai keduanya.


"Kay… udah, Kay," ujar Azka sambil berusaha menarik rambut Kayla dari rambut Marisa.


"Marisa, udah… cukup!" Vino pun berusaha menarik tangan pacarnya itu dari rambut Kayla.


"Lepasin, Vin. Aku mau ngasih pelajaran buat dia!" ujar Marisa sambil terus berusaha menarik rambut Kayla.


"MARISA, CUKUP!" teriak Vino sehingga membuat beberapa pengunjung mengalihkan pandangan pada mereka berempat.


Kayla dan Marisa pun langsung kicep.


"Elo mending bawa Kayla pergi dari sini," ujar Vino pada Azka.


***


"Pokoknya dia itu mantan gue, yang ninggalin gue pas lagi sayang-sayangnya."


Kayla tertunduk, matanya mulai memerah. Tangisan mulai terdengar dari mulutnya.


"Eh... kok nangis, ngapain sih nangis, udah jangan nangis lagi, please…" Azka mulai kalang kabut karena ulah Kayla, lelaki itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ia waspada karena tentunya tidak ingin dicurigai sebagai penculik anak gadis.


Sroott..


Tiba-tiba dengan sembarang Kayla menarik ujung jaket Azka dan membuang ingusnya sambil terisak. Azka speechlees. Ia jelas sebal, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


"Lo dengerin gue, harusnya elo beruntung diputusin sama dia–"


"Hua… lo jahat banget sih, mana ada orang yang diputusin itu beruntung, hua… mama…" Kayla makin mengeraskan tangisnya, membuat mata pengunjung di taman itu teralih pada Kayla dan Azka.


"Mas, kalo ceweknya nangis dihibur dong, Mas. Kasian itu," kata seorang wanita yang menghampiri mereka berdua.


Azka menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Elo mau apa?" tanya Azka datar.


Sambil sesenggukan, Kayla memikirkan apa yang dia mau, dan dipikirannya saat ini ada es krim, coklat dan permen, sepertinya cocok untuknya.


"Mau es krim," rengek Kayla sambil menunjuk sebuah kedai yang berjualan es krim.


"Elo kalo mau es krim kagak usah nangis-nangis napa, gue takut dikira hamilin anak orang, yaudah ayo beli es krim."


Azka pun segera menarik lengan Kayla menuju kedai itu.


***


Haha… si Kayla ada-ada aja deh, mau es krim kudu nangis-nangis dulu, maaf, ya, bagi yang nunggu Rayhan Ashila ada di bab selanjutnya.


Tunggu aja kelanjutannya, jangan lupa like, komen, vote juga, supaya author tambah semangat ngetiknya.

__ADS_1


Thank you all.


__ADS_2