Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 66 Cinta Pada Pandangan Pertama


__ADS_3

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak tadi, Kayla harus pulang sendiri karena tidak ada yang menjemputnya atau teman yang mengajaknya pulang bersama.


Tasya dan Amira sudah pulang lebih dahulu, Lagi pula arah rumah Kayla dan rumah kedua sahabatnya itu berlawanan arah dengan apartemen kakaknya, Farel yang rumahnya searah dengannya tidak bisa mengantarkannya pulang karena harus rapat osis.


Gadis berambut panjang itu berdoa agar ada pangeran berkuda yang mengajaknya boncengan. Oh sungguh halunya itu terlalu tinggi.


"Aduuh, mana duit gue tinggal goceng, mana bisa buat bayar taksi sama ojek, batre hape juga lowbat, gak bisa telepon kaka Rayhan, masa cewek secantik gue harus jalan kaki sih."


"Ya Tuhan… kenapa sih gak ada yang jemput, kan kasian sama gue yang super duper cantik ini."


"Aduuh… kenapa lagi ni duit gue malah tinggal goceng, ah gak lucu banget sih!"


Kayla terus menggerutu sambil sesekali menendang kerikil di tanah, ia tak peduli dengan orang-orang yang menatapnya bingung.


Tid, tid!


Sebuah motor sport merah berhenti di di depan Kayla. Gadis itu mengernyit bingung, karena merasa asing dengan motor itu.


Lelaki itu melepaskan helm full face-nya. Kayla terkejut melihat lelaki tersebut, dengan cepat ia merubah wajahnya yang terkejut menjadi pandangan sinis.


"Ngapain lo? Mau ngajak gue tumpangan? Sorry, ya, gue gak mau!" ucap Kayla sok jual mahal, padahal ia sangat ingin sekali cepat sampai apartemen kakaknya.


Lelaki itu mengernyit lalu tertawa. "Pttff… hahaha, lo ngarep banget ya gue kasih tumpangan, jangan mimpi, ya," ucapnya yang ternyata adalah Azka.


"S-siapa yang ngarep. Geer banget lo!" ucap Kayla gelagapan, batinnya merutuk, kenapa tadi ia langsung ceplas-ceplos.


"Yaudah, ayo naek, gue anterin lo pulang." Azka tersenyum sangat manis. "Tapinya boong, yaaa… gua balik ya, daaah.." Azka pun segera melajukan motornya dengan cepat, meninggalkan Kayla yang amarahnya sudah di ujung tanduk itu.


"Azka kampret!"


"Woi! Dasar jelek!"


"Mati aja lo sono!"


"Gak ada akhlak!"


Kayla terus meneriaki Azka yang sudah menghilang dari pandangan, berkali-kali ia mengumpati lelaki yang menurutnya songong itu.


Langit terlihat mendung, kemungkinan akan turun hujan, Kayla berjalan lebih cepat agar tidak kehujanan.


Namun Kayla kalah cepat dengan hujan, hujan turun dengan lebatnya, membuat seragam sekolah gadis itu basah, ia segera menepi di sebuah halte kecil.


Kayla menggosok-gosok telapak tangannya untuk mengurangi rasa dingin. "Shhh… dingin banget, gimana gue bisa pulangnya, apartemen juga masih jauh banget, mana hujannya deres banget lagi."


Tak lama kemudian, sebuah mobil BMW berwarna silver berhenti di depan halte itu, dari dalam mobil itu, keluarlah seorang lelaki menghampiri Kayla.


"Kamu adiknya Ashila bukan, ya?" tanya lelaki itu.


Kayla mendongakkan kepalanya, ia terpana ketika melihat sosok di depannya, lelaki itu berhidung mancung, bibir tipis, mata sipit, sungguh sempurna fisik lelaki itu, apakah ini adalah pangeran berkuda-nya itu? Pikir Kayla.


"Hello."

__ADS_1


Setelah lelaki itu melambai-lambaikan tangannya di depan Kayla, barulah gadis itu tersadar dari lamunannya.


"Ah! Iya, aku adik iparnya kak Shila, kamu tau dari mana?"


"Aku temennya kakak ipar kamu itu." Lelaki itu mengulurkan tangannya. "Nama aku Azmi."


Kayla pun membalas uluran tangan itu. "Kayla."


"Memangnya kita pernah bertemu sebelumya?"


"Iya kita pernah ketemu di…"


Duar!


Belum sempat Azmi meneruskan ucapannya terdengar suara halilintar yang menggelegar, membuat Kayla refleks memeluk Azmi.


Dag, dig, dug!


Itulah suara jantung Kayla saat ini, entah karena ia kaget karena ada suara halilintar tadi, atau karena ia memeluk lelaki tampan di depannya itu.


"Maaf kak, gak sengaja," ucap Kayla sambil melepaskan pelukan itu.


"Gak papa kok, yaudah yuk masuk ke mobil kakak, di sini dingin banget," ucap Azmi yang langsung dibalas anggukan oleh Kayla.


***


Azmi segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan ibukota yang nampak terlihat sepi, hanya rintik-rintik hujan yang membasahi permukaan bumi dan sesekali cahaya kilat yang saling sahut menyahut dengan suara halilintar menggelegar di langit hitam.


"Kakak kenal kak Shila di mana?" Kayla mulai membuka suara sambil terus menggosok-gosok telapak tangannya.


Kayla ber oh ria. "Kakak deket sama kak Shila?"


"Yah bisa dibilang kita sahabatan."


"Waah… berarti nanti gue bisa deketin kak Azmi lewat kak Shila dong." Kayla berbatin sambil tersenyum.


"Oh ya, btw juga kakak kok kenal aku, emang kita pernah ketemu, ya?"


"Iya pernah."


"Di mana? Kok aku gak inget, ya?"


"Di kafe es krim kemaren."


Kayla teringat tempo hari ia dan Ashila pergi ke kafe untuk memakan es krim, tetapi ia tidak ingat pernah bertemu dengan lelaki tampan di sampingnya itu.


"Aku gak inget, Kak," ucap Kayla.


"Yaudah kalo gak inget mah, gak papa," ucap Azmi.


Tidak mungkin kan, Azmi akan mengatakan mereka bertemu ketika gadis itu memarahi adiknya? Dia tidak ingin gadis itu merasa malu.

__ADS_1


Azmi melihat Kayla menggosok-gosok telapak tangannya, sepertinya gadis itu sangat kedinginan, ia pun berinisiatif dengan mengambil sebuah jaket yang berada di jok belakang.


"Ini ada jaket, kamu pake aja, buat ngurangin rasa dingin."


Begitulah memang sifat Azmi, dia selalu menolong orang lain meskipun ia sama sekali tidak mengenal atau tidak dekat dengan orang itu, ini menjadikan banyak sekali kaum hawa yang salah mengartikan kebaikannya itu, termasuk sekarang yang di alami Kayla.


"Ya ampun kak Azmi so sweet banget, ya, kayaknya gue jatuh cinta deh sama dia," batin Kayla.


"Oh ya, gimana kalo kita ke rumah kakak dulu, apartemen Ashila kan masih jauh, kamu juga kayaknya udah kedinginan banget, kamu nanti kakak pinjemin baju buat ganti, rumah kakak bentar lagi nyampe kok."


"Boleh deh, kali aja bisa kenalan sama calon mertua," bisik Kayla dalam hati.


"Boleh, Kak."


***


Beberapa saat kemudian, Azmi dan Kayla sampai di sebuah rumah mewah dan megah bak istana, di halamannya terdapat banyak bunga-bunga kecil yang di hias rapi, ada juga beberapa pohon cemara yang berjejer di sekitarnya, rumah bernuansa ke Eropa-eropaan itu sangat indah dipandang mata.


"Ini rumah kakak?" tanya Kayla.


"Bukan, ini rumah orang tua kakak."


Kayla tertawa kecil.


"Yaudah, yuk turun, kayaknya kamu udah kedinginan banget." Kayla tersenyum lalu menganggukan kepalanya.


Mereka langsung turun, tetapi sebelum Kayla memasuki rumah Azmi, ia melihat sebuah motor sport berwarna merah yang terparkir di garasi rumah itu, Kayla merasa pernah melihat motor itu, tetapi di mana?.


Azmi yang sudah berada di ambang pintu rumah, melihat Kayla masih berdiri di garasi mobil.


"Kayla, ayo masuk, ngapain berdiri di situ aja, ini masih gerimis loh."


"I-iya, Kak."


Mereka pun segera memasuki rumah bernuansa ke-Eropaan itu, di dalam sana mereka di sambut oleh seorang wanita paru baya yang sedang membersihkan ruang tamu, sepertinya itu adalah asisiten rumah tangga ini, pikir Kayla.


"Kay, silahkan duduk dulu di sini," ucap Azmi sambil menunjuk sofa berwarna hitam.


"Gak usah, Kak, baju aku basah, aku berdiri aja," ucap Kayla.


Azmi mengangguk.


"Bi Minah tolong ambilin handuk sama teh anget ya," ucap Azmi pada wanita paru baya tadi.


"Iya, Mas sebentar, ya," ucap wanita paru baya yang di sapa dengan panggilan 'Bi Minah' itu sambil berlalu pergi.


"Kamu di sini dulu, ya, kakak ke atas dulu nyari baju buat kamu."


Kayla mengangguk. "Iya, Kak."


__ADS_1


Heheh… aku datang lagi guys, semoga kalian selalu suka ceritanya, jangan lupa untuk selalu tekan tombol like, budayakan komen juga, okeh👍


Love you all..


__ADS_2