Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 54 Kebahagiaan Yang Hakiki


__ADS_3

Saatnya baper-baperan nih guys.


Happy reading…


Belum sempat Rayhan keluar pintu, Ashila berlari dan memeluk suaminya dari belakang dengan erat, membenamkan wajahnya di punggung lelaki yang dicintainya.


"Tolong jangan pergi… dengerin penjelasan aku dulu, aku gak kuat kalo terus didiemin lama-lama sama kamu, Mas. Aku sama ka Azmi itu nggak ada hubungan apa-apa. Hari itu Kak Azmi emang ungkapin perasaannya sama aku, tapi aku tolak karena…"


"Karena apa?"


"Karena aku cinta sama suami aku, aku cinta sama kamu Mas Rayhan," ucap Ashila sambil terus terisak.


Jantung Rayhan berdegup kencang kala istrinya itu mengatakan mencintainya, sebuah lengkungan terbit dari bibir Rayhan. Ia pun membalikan tubuhnya menghadap Ashila.


"Syut… j-jangan nangis." Rayhan langsung membawa Ashila menuju sofa dan mendudukannya di sana. Pria itu menarik Ashila dalam dekapannya.


"Plis jangan diemin aku lagi, Mas," lirih Ashila di sela-sela tangisannya, gadis itu memeluk erat tubuh Rayhan. Rayhan juga mengeratkan pelukannya pada Ashila.


"Udah ya nangisnya, saya juga cinta sama kamu," ucap Rayhan sambil terus mengelus punggung Ashila, gadis itu mendongakkan kepalanya menatap Rayhan. Pria itu mengangkat tangannya mengusap lembut sisa-sisa buliran bening di kedua pipi Ashila.


"Mas beneran cinta sama aku?" tanya Ashila sambil menatap manik mata Rayhan dengan intens.


Rayhan mengangguk.


"Sayang juga?"


Rayhan mengangguk lagi.


Ashila mengerucutkan bibirnya dan melepaskan kedua tangan Rayhan dari pinggangnya, ia memalingkan wajah ke arah lain membuat Rayhan kebingungan.


"K-kenapa? Ada yang salah?" tanya Rayhan sambil mengerutkan keningnya.


"Kamu tuh sebenarnya cinta gak sih sama aku? Sayang gak sih sama aku? Aku tanya jawabnya cuma ngangguk-ngangguk doang, atau kamu itu cuma kasian doang sam…hmppt…"


Ashila membelalalakan matanya kaget saat Rayhan menyatukan bibir mereka, ia hanya terdiam, mematung dan pasrah karena sama sekali tak tahu cara ciuman yang benar.


Rayhan yang merasa belum mendapat balasan pun menggigit pelan bibir bawah Ashila, membuat gadis itu membuka bibirnya.


Lima menit kemudian, Rayhan melepas ciumannya, saat Ashila memukul-mukul dadanya, mungkin kehabisan napas, dilihatnya Ashila yang menghirup udara dengan rakus.


"Maaf soalnya bibir kamu manis," ucap Rayhan sambil mengusap-usap bibir mungil Ashila.


"Ih dasar mesum!" ketus Ashila dengan kondisi pipi sudah merah merona, ia memukul lengan Rayhan tetapi tidak berpengaruh apapun pada pria itu.


"Huahaha… ih liat deh pipinya merah tuh," ucap Rayhan sambil tertawa membuat Ashila tambah malu dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan mungilnya.


"Ikh jangan ditutupin, saya suka liat rona pipi kamu," ucap Rayhan sambil berusaha menyingkirkan tangan Ashila dari wajahnya.


"Ikh, apa sih, Mas, malu tau." Ashila terus berusaha menutupi wajahnya yang sudah sangat memerah bak kepiting rebus itu.


Rayhan terkekeh ekspresi Ashila yang menurutnya sangat menggemaskan itu. Tanpa aba-aba ia segera menggendong Ashila ala bridal style, membuat gadis itu terkejut bukan main.


"Mas!" pekik Ashila sambil mengalungkan tangannya di leher Rayhan.


"Iya, Sayang, kenapa?" Rayhan tersenyum manis sambil membawa Ashila menuju tangga.


"Ih! Kok jadi panggil sayang sih!" ucap Ashila kesal sambil memukul lengan Rayhan pelan.

__ADS_1


"Lho, emangnya enggak boleh panggil sayang sama istri sendiri?" tanya Rayhan sambil mengangkat alisnya sebelah.


"Ih, apaan sih, turunin aku sekarang iih, kamu ngapain lagi gendong-gendong aku?"


"Kamu mau bukti kan?" Rayhan terus membawa Ashila menapaki satu persatu anak tangga.


"Maksudnya?"


"Yah kita ke kamar sekarang, kita salurin rasa cinta masing-masing, entar juga tercipta buah cinta kita."


"Maksudnya?" Ashila semakin bingung dengan ucapan Rayhan.


"Belum ngerti juga?"


Ashila mengangguk.


"Gini nih kalo nikahnya sama anak kecil, polos lagi," batin Rayhan sambil terkekeh.


"Bukain pintunya dulu gih, entar aku jelasin," ucap Rayhan karena mereka sudah sampai di depan pintu kamar Rayhan.


Ashila pun menurut, ia pun segera membuka pintu, Rayhan tersenyum lalu membawa Ashila masuk dan mendudukannya di tepi tempat tidur.


"Jadi sekarang kita bikin dedek bayi, bikin Rayhan junior," ucap Rayhan santai sambil memunculkan seringai mesumnya.


Ashila menelan salivanya susah payah. Haruskah ia memberikan hak suaminya itu malam ini juga?


"A-apa? D-dedek bayi?"


"Iya."


Semakin dekat…


Semakin dekat…


Ashila memejamkan matanya pasrah, gadis itu bahkan sudah merasakan hembusan napas Rayhan yang menerpa wajahnya.


Ketika Rayhan akan menempelkan bibirnya, suara perut Ashila yang keroncongan berbunyi, membuat Rayhan terbahak dan segera menjauhkan wajahnya dari Ashila.


"Kamu laper, ya?"


Ashila pun segera membuka matanya, ia hanya nyengir kuda menampilkan deretan gigi putih bersihnya.


"Yaudah yuk makan dulu."


***


Sesampainya di ruang makan, Rayhan menarik sebuah kursi dan menyuruh Ashila untuk duduk di sana.


"Sekarang kamu duduk, saya yang siapin makanan."


"Tapi kan ini udah tugas aku, Mas." Ashila mengangkat tubuhnya untuk berdiri. Namun, dengan cepat Rayhan mendorongnya kembali agar tetap duduk.


"Kamu duduk aja, gak papa sesekali saya yang siapin makanan."


Rayhan pun mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi beserta lauknya.


"Nih udah. Kita makannya satu piring berdua aja." Rayhan menaruh piringnya di dekat Ashila, ia pun menarik sebuah kursi dan menyimpannya di samping Ashila. "Biar romantis," tambah Rayhan.

__ADS_1


Ashila hanya tersenyum saja menanggapi Rayhan. Mereka pun segera menyantap makanan yang disajikan oleh Rayhan.


"Suapin," ucap Rayhan dengan manja.


Ashila terkekeh, ia pun segera menyuapi Rayhan. "Dasar bayi gede, manja lagi."


"Manja sama istri sendiri itu pahala loh. Nah, sekarang gantian saya yang suapin kamu."


Rayhan pun menyendokan makanan dan mendekatkannya pada bibir Ashila. "Ayo buka mulutnya, Sayang."


"Aku bisa makan sendiri kok." Ashila mengambil sendok yang dipegang Rayhan tetapi pria itu tidak memberikannya.


"No… buka mulutnya, aku pengen suapin kamu." Akhirnya Ashila pun mengiyakan suaminya, ia pun membuka mulutnya.


"Nah, gitu dong."


Setelah makanannya habis, Ashila segera mengambil gelas dan menungkan air di sana, ia pun meminumnya setengah, Rayhan segera mengambil gelas yang Ashila pegang dan minum di gelas bekas bibir Ashila.


"Mas, itu bekas aku."


"Gak papa, Sayang, justru ini bekas kamu makanya aku minum."


"Emang gak jijik."


"Kan bibir istri sendiri, sunah rosul juga loh."


"Iya aku pernah baca cerita kalo Rasulullah SAW itu suka minum di bekas bibirnya Siti Aisyah."


"Iya, Sayang."


Ashila pun segera membereskan piring kotor dan membawanya ke westafel, pada saat ia akan mengambil spons, Rayhan sudah lebih dulu mengambilnya.


"Saya aja yang cuci piring."


"Aku aja, Mas."


"Aku aja."


"Aku aja."


"Oke kita berdua."


Rayhan pun mengambil posisi berada di belakang Ashila, seperti memeluk istrinya dari belakang.


Mereka pun mencuci piring sambil sesekali bermain busa.



Aaaa… cuci piring aja romantis amat, author jadi pengen cepet nikah😂😂😂


Gimana? Pada baper gak nih temen-temen? Siapa nih yang pengen punya suami kayak Rayhan, udah gantengnya kayak Sehun Exo, se-kaya Suho Exo, setinggi Chanyeol Exo, se-seksi Kai Exo, loh, loh, loh, kok jadi pada Exo semua ya😂😂😂


Tunggu kelanjutannya besok ya, guys.


Jangan lupa tekan tombol like, komennya juga jangan lupa ya teman-teman.


Love you all.

__ADS_1


__ADS_2