
Suasana kelas XI fisika 1 kini terbilang ricuh, ada yang sedang mencoret-coret papan tulis, ada yang sedang ngerumpi tidak jelas, ada juga sebagian yang membicarakan siswa baru itu, ada pula yang sedang tidur.
Semua tampak terlihat merdeka dan santai sebelum guru datang ke kelas, sama halnya dengan Kayla, salah satu siswi kelas itu, ia sibuk memainkan ponselnya, entah apa yang ia lihat di dalam benda pipih itu.
"GAES… GUE ADA INFO TERBARU!" teriak Amira di ambang pintu di ikuti oleh Tasya, sontak semua orang yang berada dalam kelas itu mengarah padanya. " SISWA BARU YANG GANTENG ITU BAKAL MASUK KELAS KITA GUYS."
Arya yang notabenenya artis kelas itu membuka suara karena dirinya merasa tersaingi. "Gantengan mana gue apa dia?"
"Dia lah," ucap semua siswi kelas itu serempak. Kecuali Kayla, gadis itu hanya diam saja karena ia belum bertemu dengan siswa baru itu, ia juga tak terlalu perduli dengan keadaan sekitar, ia fokus memainkan ponselnya itu.
Arya mengepalkan tangannya.
"Wah, kayaknya lo ada saingan nih, Ar," ucap Dito, temannya Arya.
Mata Arya memanas, ia paling benci jika ada orang yang menyaingi popularitasnya.
"Awas aja tuh murid baru," ucapnya marah lalu mendudukan dirinya di kursi.
Suasana kelas mulai mendadak hening, hanya ada suara sepatu yang mengisi ruang kelas itu, seorang guru mulai memasuki kelas.
"Selamat pagi anak-anak."
"Pagi, Bu."
"Hari ini kita kedatangan siswa baru, Azka silahkan masuk."
Kayla yang tadinya sedang memainkan ponselnya segera memasukan benda pipih itu ke dalam sakunya, ia segera mendongakan kepalanya melihat siapa siswa baru yang sudah membuat semua siswi di sekolahnya itu histeris, sontak saja matanya membulat sempurna saat menatap siswa baru itu. "Itu kan….."
"Hai kenalin nama gue Azka Askandar pindahan dari Amrik, salam kenal semuanya, semoga kita bisa berteman baik," ucap Azka disertai senyum manisnya, membuat siswi kelas itu berteriak histeris.
Mata Kayla juga masih terfokus dengan objek itu, masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Kay, kenapa lo? Terpesona ya?" tanya Tasya yang duduk bersebrangan dengan kursi Kayla.
"Apaan sih, enggak kok."
"Oke anak-anak, apa ada yang mau ditanyakan sama Azka?"
"Azka lo udah punya pacar belum?" tanya salah satu siswi.
Azka tersenyum sambil menggeleng.
"Waah… berarti kita bisa daftar dong," celetuk seorang siswa.
Lagi-lagi Azka hanya tersenyum menanggapi perkataan teman-teman barunya itu.
"Ish! Sok kecakepan banget sih tuh orang." Kayla mencibir Azka dalam hatinya.
"Oh ya anak-anak, perlu kalian tau juga, Azka ini adalah anak dari pemilik sekolah ini, jadi kalian perlakukannya dengan baik."
"Pasti, Bu."
"Ya sudah, Azka silahkan kamu duduk di kursi yang kosong."
__ADS_1
Azka mengangguk, ia pun berjalan menuju kursi kosong yang kebetulan berada di belakang Kayla.
Kayla langsung menundukan kepalanya, berpura-pura membaca buku dan menutupi wajahnya dengan buku itu kala Azka berjalan melewatinya.
Azka memicingkan mata menatap gadis yang sedang membaca buku itu.
"Cewek aneh," gumamnya pelan.
Mengapa Azka mengatakan gadis yang sedang membaca itu aneh? Karena pasalnya gadis itu membaca buku yang terbalik. Dengan cepat ia segera mendudukan pantatnya di kursi yang berada paling belakang kelas itu.
"Kay, Kayla!"
Amira yang duduk di depan kursi Kayla segera mengetuk-ngetuk meja sahabatnya itu.
Namun Kayla tetap tak bergeming, ia tetap menutupi wajahnya dengan buku terbalik itu.
"Kay, kayla!"
Amira kembali mengetuk-ngetuk meja Kayla, membuat Kayla kesal.
"Apaan sih, Mir? Gue lagi baca buku!" ucap Kayla kesal.
"Baca apaan? Bukunya kebalik gitu," ucap Amira sambil mengambil buku yang Kayla pegang, lalu memperlihatkannya pada sahabatnya itu. "Tuh liat!" lanjutnya.
Pipi Kayla memerah, karena malu tentunya. "Lo gak tau, gue itu lagi baca buku gaya baru," ucap Kayla mengelak untuk menetralisir rasa malunya.
"Ah ngeles aja lo," ucap Amira.
"Oke anak-anak hari ini kita adakan kuis saja, materinya yang sudah ibu ajarkan kemarin."
"Oke siapa yang bisa menjawab soal ini?"
Terlihat tiga orang murid mengacungkan tangannya, salah satunya adalah Azka.
"Baiklah Azka, silahkan kamu maju dan isi soal ini."
Azka pun bangkit dan berjalan menuju papan tulis dan mengerjakan soal dengan cepat membuat semua siswi kelas itu terkagum-kagum menatap siswa baru itu.
Tetapi perlu di garis bawahi, ada beberapa orang yang justru menatap Azka dengan sinis yaitu Kayla dan beberapa siswa laki-laki yang merasa tersaingi kepopulerannya oleh siswa baru itu.
"Nih cowok kayaknya mau caper deh," batin Kayla.
"Jawabannya benar, Azka akan mendapatkan poin plus dari ibu."
Bu Ayu dan beberapa murid kelas itu memberikan tepuk tangan untuk Azka.
"Azka silahkan duduk kembali," ucap bu Ayu dengan lembut.
Azka tersenyum lalu mengangguk, ia pun segera berjalan kembali menuju tempat duduknya.
Ketika Azka melewati meja Kayla, gadis itu dengan cepat menutupi wajahnya dengan buku paket, kembali berpura-pura membaca.
"Kenapa ya? Setiap gue lewat tuh cewek nutupin mukanya? Banyak jerawatnya kali, ya?" batin Azka sambil melihat kayla dari beli ketika ia sudah duduk di tempat duduknya.
__ADS_1
Guru pun kembali menulis soal di papan tulis dan menyuruh siswa dan siswi yang mengacungkan tangannya untuk maju ke depan.
***
Kring, kring, kring!
Akhirnya bel istirahat pun berbunyi menandakan pelajarn pertama telah berakhir.
"Oke anak-anak, cukup untuk kuis hari ini, jangan lupa pelajari kembali pelajaran-pelajaran yang sudah ibu ajarkan kepada kalian," ucap bu Ayu sebelum berlalu pergi
"Baik, Bu."
Semua murid pun segera berhamburan ke luar kelas.
"Kay, ke kantin, yuk," ajak Tasya.
"Ayo."
Pada saat Kayla akan berjalan tak sengaja ia tersandung oleh kakinya sendiri yang menyebabkan dirinya terhuyung ke belakang.
Azka yang melihat teman kelasnya itu akan terjatuh dengan cepat menangkapnya.
Mata mereka bertemu, saling menatap satu sama lain dari jarak dekat, bahkan hembusan masing-masing dapat dirasakan oleh keduanya.
Orang-orang yang menyaksikan adegan siaran langsung bak drama korea itu merasa iri pada sang gadis yang kini ada dipelukan pemuda tampan itu, dan ada yang berteriak histeris karena merasa terbawa suasana (baper) dengan apa yang mereka lihat.
Tak lam kemudian, Kayla tersadar dan segera menjauhkan diri dari Azka. "Apaan sih lo pegang-pegang, jangan ambil kesempatan dalam kesempitan deh," marah Kayla.
"E-enggak, lo tadi mau jatoh makanya gue pegangin, kalo gak gue pegangin mungkin sekarang lo udah jatuh ke lantai!"
Azka sedikit emosi bukannya gadis yang ia tolong itu berterima kasih padanya, malah menuduh dirinya mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Maling mana ada yang mau ngaku, penjara penuh."
"Eh bentar-bentar, lo kan cewek yang kemaren?"
Azka mendekatkan wajahnya untuk meneliti wajah Kayla, apakah gadis di depannya ini gadis yang sama dengan wanita yang kemarin memarahinya.
"Apasih? Sok kenal banget sih lo!" ujar Kayla sambil mendorong dada Azka agar menjauh darinya.
"Udah yuk, Girls, kita ke kantin," ajak Kayla pada Tasya dan Amira.
Sebelum pergi ke kantin, Kayla terlebih dahulu menatap Azka sejenak lalu mengibaskan rambutnya hingga mengenai laki-laki itu, membuat sang empu menatapnya kesal.
Azka menatap lekat punggung Kayla yang semakin jauh dari pandangannya, ia benar-benar tak menyangka jika akan bertemu lagi dengan gadis itu. Dan mungkin kedepannya ia akan sering bertemu dengan gadis yang menurutnya pemarah itu.
"Udah galak, aneh, bar-bar lagi."
…
Aduh si Kayla emang sedikit tak tau diri ya, bukannya bilang makasih malah nyalahin.
Jangan lupa untuk selalu tekan tombol like, budayakan komen juga ya gengs..
__ADS_1
Love you..