Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 56 Ngambek


__ADS_3

Pagi ini Ashila sedang memasak di dapur, tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu melingkar di perutnya.


"Astagfirullah." Ashila sangat terkejut, hampir saja spatula yang ia pegang mengenai wajah suaminya yang sudah nangkring di bahunya itu. "Mas… kamu ngagetin ajah."


"Hee... maaf, Sayang. Lagi masak apa?"


"Pagi ini sarapannya cuma nasi goreng, enggak papa kan, Mas?"


"Iya nggak papa."


Rayhan menciumi pipi sang istri berkali-kali. Bukan hanya itu saja, rambut panjang yang Ashila gulung ke atas membuat Rayhan leluasa menciumi leher jenjangnya itu, membuat bulu kuduk Ashila meremang.


"Mas, awas dulu ih. Aku kan lagi masak."


"Gak papa, aku pengen meluk kamu."


"Mas… mending kamu duduk aja di sana."


"Gak mau."


Ashila merasa sangat risih dan kesal, ia mematikan kompornya dan membalikan tubuhnya menghadap Rayhan. "Mas… mau aku pukul pake spatula nih?" Ashila menatap tajam suaminya sambil mengangkat spatula ke atas seperti akan memukul.


"Eeh… jangan dong, Sayang." Rayhan pun menarik tubuh Ashila sehingga berdekatan dengannya."Kalo kamu pukul aku, terus kalo aku mati gimana dong, Sayang."


lalu Rayhan pun mendekatkan kepalanya di telinga Ashila, ia pun berbisik pelan di telinga istrinya itu. "Aku kan belum nikmatin surga dunia, Sayang."


Blush!!


"Dasar mesum!"


Rayhan hanya terkekeh menanggapi Ashila, ia pun menarik pinggang Ashila agar merapat pada tubuhnya.


"Mas." Ashila menatap tajam ke arah Rayhan. "Kamu bener-bener pengen dipukul, ya?" Ashila mengangkat spatulanya mengambil ancang-ancang untuk memukul suaminya dengan benda berbahan alumunium itu.


"Iya… iya." Rayhan akhirnya melepaskan pelukannya, laki-laki CEO itu pun berjalan menuju meja makan.


***


Dua puluh menit kemudian, kini Rayhan sudah bersiap ke kantor.


Ashila pun mengantar Rayhan sampai ke depan pintu.


"Aku berangkat ya, Pacar plus istriku." Rayhan mencium kening Ashila.


"Iya. Hati-hati di jalan, ya," ucap Ashila seraya mencium punggung tangan suaminya.


"Pasti, Sayang. Assalamualaikum." Rayhan mencium bibir Ashila singkat lalu berlalu meninggalkan istrinya itu.


"Wa'alaikumsalam, Mas." Ashila menatap punggung suaminya hingga benar-benar hilang dari pandanganya, perempuan itu pun bergegas memasuki apartemennya kembali.


***


Mobil Rayhan sudah tiba di pelataran kantor, Rayhan pun bergegas keluar dari mobilnya lalu melangkahkan kakinya ke dalam gedung.


Para Karyawan yang melihat Bosnya datang, dengan sopan memberikan sapaan, sementara Rayhan hanya tersenyum dan mengangguk, laki-laki itu kemudian masuk ke dalam lift khusus CEO menuju ruangannya.


Sesampainya Rayhan di ruangannya, ia segera mendudukan tubuhnya pada kursi kebesarannya, kembali berkutat dengan beberapa berkas dan layar monitor.

__ADS_1


Tok, tok, tok!


"Maaf, Pak. Meeting pagi ini akan segera dimulai," ucap Arin.


"Oke saya akan segera ke sana, kamu siapkan saja semuanya," ucap Rayhan yang dibalas anggukan oleh sekertarisnya itu.


Arin pun segera keluar dari ruang kerja CEO-nya itu.


***


"Kamu udah baikan sama suami kamu?" tanya Azmi.


"Alhamdulillah, udah, Kak."


"Oke, selamet, ya," sahut Azmi sambil tersenyum, tetapi sebenarnya hatinya tengah menangis sekarang.


"Kak, aku minta maaf, ya," ucap Ashila sambil menunduk.


"I'ts oke, aku tau, cinta gak bisa dipaksain, kan?"


Ashila mendongakkan kepalanya membalas Azmi yang sedang tersenyum, meskipun sebenarnya ia dapat melihat bahwa senyuman Kakak seniornya itu adalah senyuman palsu.


"Semoga Kakak selalu diberi kebahagiaan, semoga Kakak bisa ngedapetin perempuan yang pas buat Kakak, " batin Ashila.


"Tapi ya, Shil, kalo misalkan dia nyakitin kamu, kamu bisa dateng ke aku, kamu bisa jadiin bahu aku buat bersandar." Azmi menepuk bahu sebelah kanannya.


"Jadi Kakak ngedoain aku disakitin sama suami aku?" tanya Ashila sambil menampilkan wajah cemberut.


"Bu-bukan gitu, ikh kalo lagi cemberut gini imut banget deh, gemmeeshh..." Azmi mengangkat kedua tangannya mencubit kedua pipi Ashila dengan gemas, membuat gadis itu sedikit meringis karena merasa kesakitan.


"Abis kamu tuh gemes banget."


"Ekheh, ekhem."


Azmi segera melepaskan tangannya dari pipi Ashila ketika mendengar suara deheman.


"Eh, Nis, Din."


"Ya ampun kalian tuh ya, keliatan serasi banget, maen cubit-cubitan segala," ucap Dina sambil terkekeh.


"Apasih, Din. Nih emang dasar Kak Azmi," ucap Ashila sambil menepuk lengan Azmi.


Dina terkekeh melihat kedekatan Azmi dan Ashila, sedangkan Annisa, ia berusaha tersenyum padahal hatinya begitu sakit, andaikan ia berada dalam posisi Ashila saat ini, pasti akan sangat menyenangkan bisa bercandar ria bersama pria yang ia cintai itu.


"Sayang…"


Ashila dan yang lainnya menoleh ke arah sumber suara. Rayhan berlari kecil ke arah istrinya itu.


"Mas," ucap Ashila sambil tersenyum saat Rayhan sudah berada di depannya.


Rayhan menatap sejenak ke arah Azmi, pria itu menatap pria yang tempo hari mengatakan cinta pada istrinya itu dengan tatapan tidak suka.


"Kuliahnya udah selesai?" tanya Rayhan.


Ashila mengangguk.


Cup!

__ADS_1


kemudian Rayhan mendaratkan sebuah kecupan di sudut bibir Ashila membuat sang empu dan beberapa orang yang berada di sana terkejut.


"Mas." Ashila menyenggol lengan Rayhan karena merasa malu, ia menatap Azmi sekilas, pria itu menatapnya dengan tatapan sendu, membuat Ashila merasa tak enak.


Sedangkan Rayhan tersenyum puas sambil melirik Azmi, seolah mengisyaratkan kepada pria itu bahwa Ashila itu miliknya.


"Sayang, pulang yuk," ajak Rayhan pada Ashila.


Ashila pun mengangguk. "Nis, Din, euu… Kak Azmi, aku duluan ya."


Rayhan pun segera menggandeng Ashila dengan mesra menuju mobil.


***


Di dalam mobil.


"Mas, harusnya kamu jangan cium aku di depan umum kayak tadi," ucap Ashila setelah ia memakai seatbelt.


"Kamu kan istri aku, milik aku, jadi bebas dong aku cium," ucap Rayhan sambil menyalakan mesin lalu menjalankan mobilnya membelah jalanan.


"Iya aku tau, tapi kan gak usah cium aku di depan orang banyak juga, kan gak enak."


"Kenapa? Kamu gak suka aku cium di depan laki-laki itu, atau jangan-jangan kamu masih suka lagi sama dia," tuduh Rayhan.


"Bu-bukan gitu, Mas. Kamu gak percaya kalo aku cuma cinta sama kamu?" tanya Ashila yang sepertinya merasa kecewa suaminya menuduhnya seperti itu, padahal baru kemarin ia mengatakan bahwa ia hanya mencintai pria di sebelahnya itu.


Rayhan hanya diam.


"Mas, jangan-jangan kamu cemburu, ya?"


"Enggak," jawab Rayhan ketus. "Udah tau cemburu, pake nanya," batin Rayhan.


Ashila tersenyum jahil. "Cie cemburu," ucap Ashila sambil membenturkan pelan lengannya pada lengan Rayhan.


"Apasih, enggak."


"Ck, udah ketahuan juga, masih gak mau ngaku."


Cup!


Ashila mengecup pipi Rayhan sekilas membuat sang empu terkejut karena serangan mendadak itu.


"Apaan sih cium-cium," ucap Rayhan ketus, tetapi sebenarnya hatinya berbunga-bunga.


"Jangan cemberut, dong," ujar Ashila sambil mencubit hidung Rayhan dengan gemas.


Rayhan yang masih kesal pun menepis tangan Ashila. "Stop! Jangan godain saya lagi, saya lagi fokus nyetir."


"Cie ngambek, lagian aku kan godain suami sendiri, dapet pahala loh."


...


Sorry baru Up, ditempatku lagi gak ada sinyal soalnya, jgan lupa tekan tombol likenya kawan-kawan.


Jangan lupa komen jugaa..


Love you.

__ADS_1


__ADS_2