Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta
Bab 51 Kelicikan Renata


__ADS_3

Kayaknya ini ada mewek-meweknya deeh.


Happy reading...


"Shila, aku mau jujur sama kamu." Azmi berucap dengan nada yang serius membuat Ashila bingung harus berbuat apa.


"Aku suka sama kamu," ungkap Azmi. "Aku suka sama kamu semenjak pertama kali kamu ospek, dulu memang aku belum punya keberanian untuk ungkapin ini semua, tapi hari ini aku mau ngungkapin semua yang ada di hati ini. Jadi Ashila, kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Azmi penuh harap.


"Aku juga suka sama kakak." Azmi tersenyum.


"Tapi… itu dulu, Kak, karena sekarang aku sudah menikah, Kak. Aku udah punya suami."


"A-apa? Kamu sudah menikah?" tanya Azmi tak percaya.


"I-iya, Kak."


"Kapan?"


"Sekitar empat bulanan yang lalu, Kak. Aku menikah karena dijodohin sama orang tuaku."


"Dijodohin? Apa sekarang kalian saling mencintai?"


"Aku gak tau, Kak."


Azmi mengernyitkan keningnya. "Kok enggak tau?"


"Aku jatuh cinta sama dia, gak tau kalau dia-nya," ucap Ashila sendu.


"Aku minta maaf ya, Kak."


***


Rayhan baru saja selesai meeting dengan beberapa kliennya, termasuk dengan klien dari Amerika yang ia dan sekertarisnya kemarin bicarakan.


Rayhan berjalan keluar restoran dengan raut wajah yang sangat senang. Namun, raut wajahnya yang tadi senang berubah menjadi tatapan yang sulit di artikan ketika melihat sang istri yang sedang duduk berduaan dengan seorang pria.


Pria itu memicingkan matanya terlebih lagi yang membuat Rayhan emosi adalah ketika tangan Ashila itu disentuh oleh pria yang bersama istrinya itu.


"Gak papa kok, Shil. Aku seneng kok akhirnya kamu mengatakan perasaan kamu yang sebenarnya.."


Deg!


Rayhan yang mendengar itu merasa tidak terima, ia mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, apa maksud dari laki-laki itu mengatakan hal seperti itu kepada istrinya.


Sampai pada akhirnya netra sepasang suami istri itu pun bertemu.


"Mas Rayhan." Ashila terkejut bukan main, ia seperti seorang istri yang kepergok suaminya sedang selingkuh.


Tanpa membuang waktu Rayhan segera pergi dari sana.


"Mas!"


"I-itu suami kamu, Shil?"

__ADS_1


"I-iya, Kak."


"Buruan kamu kejar suami kamu, Shil. Kakak yakin dia pasti salah paham."


"I-iya, Kak. Mas… tunggu Mas, aku bisa jelasin..." Ashila pun segera berlari mengejar suaminya.


Azmi tersenyum menatap punggung Ashila yang semakin menjauh darinya, meskipun hatinya sakit karena cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Mas… tunggu… berhenti, Mas." Ashila terus berlari mengejar Rayhan yang berusaha agar tak terjangkau olehnya.


"Mas, plis..." Ashila nyaris berteriak, tidak menyerah sekalipun. Tetapi Rayhan tidak mau menoleh bahkan untuk melihatnya saja.


Sekitar restoran mendadak sepi, hanya di dominasi oleh dua langkah kaki orang dan teriakan-teriakan Ashila. Orang-orang yang mereka lewati mendadak bungkam memperhatikan, ingin tahu apa yang terjadi antara suami-istri ini.


"Mas!"


Akhirnya Ashila dapat menyamai langkah Rayhan. Dengan cepat ia meraih lengan Rayhan hingga akhirnya suaminya itu berhenti dan berbalik menatap Ashila dengan tajam.


"Apa?? Kamu mau jelasin kalo laki-laki itu baru aja nembak kamu terus kamu terima dan kamu mau minta cerai sama saya, gitu kan maksud kamu."


Kedua mata Ashila sudah berkaca-kaca, dan pada detik selanjutnya kedua pipi Ashila sudah basah dengan air mata.


"Bukan, Mas. Yang kamu liat tadi nggak sesuai sama yang kamu pikir." Ashila mencoba menjelaskan.


"Dengerin aku dulu, aku mau jelasin."


"Enggak ada yang harus kamu jelasin lagi, yang saya liat itu sudah jelas, nyata." Rayhan menghempaskan lengan Ashila yang memegang tangannya hingga istrinya itu jatuh tersungkur ke lantai.


Rayhan lebih memilih berjalan luar restoran dan meninggalkan Ashila yang sepertinya merasa kesakitan itu.


Bugh, bugh, bugh!


Sesampainya di dalam mobil, Rayhan langsung memukuli setir mobilnya dengan membabi buta untuk melampiaskan semua amarahnya. Berkali-kali juga ia mengusap wajahnya kasar.


"Kenapa kamu ngelakuin ini, Shila? Kenapa? Kenapa?"


"Kenapa kamu buka luka yang udah hampir tertutup rapat ini?"


"Kenapa kamu khianatin aku?"


Rayhan mengerang frustasi lalu melajukann mobilnya tanpa arah.


Ashila langsung menangis sejadi-jadinya karena masih merasa syokan amarah suaminya itu.


"Harusnya kamu dengerin penjelasan aku dulu, Mas."


***


Suara musik yang memekakkan telinga langsung menyambut siapa saja yang masuk ke dalam club malam, suara hentakan musik keras DJ dengan manusia liar yang menari dengan penuh gairah di bawah sana.


Salah satu manusia yang berada di dalam club itu sedang duduk di atas kursi bar dengan beberapa gelas kosong di depannya.


"Hei, beri aku satu gelas lagi," ucap Rayhan pada pelayan.

__ADS_1


"Tapi anda sudah menghabiskan lima botol, Tuan."


"Cepat beri aku satu lagi!" Rayhan berteriak membuat beberapa pengunjung di tempat haram itu menoleh kepalanya.


Salah satu dari mereka menyeringai licik ke arah laki-laki yang sedang frustasi itu. "Kita ketemu lagi, Sayang."


"Ren, bukannya itu mantan lo itu, ya?" tanya salah satu temannya pada perempuan berambut panjang itu.


"Ya… lo bener," ucap perempuan berambut panjang itu yang ternyata adalah Renata, mantan pacar Rayhan.


Melihat Rayhan yang sepertinya tampak frustasi membuat Renata memikirkan sebuah ide licik. Tak lama kemudian, Renata memanggil seseorang pria.


"Tolong masukan obat ini pada sebuah minuman, lalu pastikan pria yang ada di sana meminumnya," ucap Renata sambil memberikan sebuah serbuk obat yang dibungkus dalam kertas pada pria berjas itu.


"Bayarannya?"


"Tenang aja, kalo kalian kerjanya beres bayarannya gede."


"Oke."


Orang suruhan Renata pun langsung beraksi dengan mengambil minuman dan memasukan obat yang telah Renata berikan tadi. Setelah itu dia langsung mendekati Rayhan dan mengajaknya berkenalan sembari menawarkan segelas minuman, tanpa ragu Rayhan pun menenggak minuman itu.


Brukk!


Renata tersenyum simpul saat Rayhan jatuh tak sadarkan diri.


"Sayang, kamu milikku," batin Renata tersenyum senang.


"Bawa dia ke mobil gue," titah Renata pada


Pria itu pun segera memapah Rayhan keluar dari club malam dan memasukannya ke dalam mobil Renata.


"Bos mana bayarannya," ucap salah satu pria yang memapah Rayhan tadi.


Renata pun mengambil sebuah amplop dari dalam tasnya dan menyodorkannya pada pria itu.


Pria itu pun tersenyum senang lalu mengambil amplop tersebut dan menciumnya. "Thank you, Bos," ucap pria itu lalu pergi.


Renata pun segera memutari mobilnya dan menjalankan mobilnya , sesekali ia melihat Rayhan yang tertidur di sampingnya dengan senyuman sinis yang tak pernah lepas dari bibirnya.


"Akhirnya aku mendapatkanmu kembali, Sayang, aku gak akan membiarkan orang lain memisahkan kita lagi," ucap Renata sambil membelai rambut Rayhan.


"Malam ini akan menjadi malam yang panjang buat kita, Sayang," ucapnya lagi dengan seringaian licik.


***


Aiih... gimana dong?? Rayhan mau diapain ya sama si Renata?? Kejutan ulang tahunnya gak jadi dong??


Jangan pada bully aku ya, soalnya emang dari dulu aku bikin konsep ceritanya kayak gini, jadi tunggu kelanjutannya aja, oke gengs..


Jangan lupa tekan tombol like, jangan lupa komennya jugaa..


Love-love kalian

__ADS_1


__ADS_2