
"Mama sama Papa mending istirahat gih," ujar Rayhan.
"Iya, Ma, Pa, perjalanan dari sana ke sini kan jauh, pasti capek," timpal Ashila.
"Iya, kalian bener, yaudah mama sama papa mau ke kamar, ya."
Setelah mama Putri dan papa Yahya berlalu, kini hanya tersisa Rayhan dan Ashila di ruang tamu.
"Sayang, tinggal kita berdua nih, ngapain nih enaknya," ujar Rayhan sambil iseng-iseng memainkan hijab Ashila.
Ashila megetuk-ngetuk jari telunjuknya di dagunya. "Emm… ngapain, ya," ucapnya berpikir.
"Ah! Iya, kamu ikut aku, yuk!"
"Kemana?"
"Ada deh, ikut aja."
Rayhan pun segera menggandeng Ashila pergi keluar rumah menuju garasi.
Sesampainya di sana, telihat beberapa mobil dan satu benda yang tertutup oleh kain, Ashila berpikir, sepertinya itu adalah sebuah sepeda motor.
Rayhan menyibakan kain yang menyelimuti benda itu, ternyata benar sebuah motor sport berwarna hitam.
"Ini motor kamu, Mas?" tanya Ashila.
Rayhan mengambil lap kanebo lalu mengelapkannya pada motor kesayangannya itu. "Iya, dulu aku sering pake motor ini pas kuliah, tapi semenjak aku ngurusin perusahaan, aku selalu pake mobil aja, gak pernah pake si Blacky lagi," ujar Rayhan
"Si Blacky siapa, Mas?"
"Ini motor namanya si Blacky."
Ashila ber oh ria.
"Gimana kalo kita jalan-jalan pake motor ini, aku pengen ajakin kamu keliling jakarta."
"Boleh, kebetulan kan aku juga pake celana jeans," ujar Ashila.
"Nih pake dulu helmnya, Sayang."
Rayhan membantu Ashila memakaikan helmnya.
"Udah, yuk, naik," ujar Rayhan.
Ashila mengangguk dan segera menaiki motor.
"Pegangan yang kuat, ya, oke berangkaaat…" Rayhan berucap ala-ala film tukang ojek pengkolan.
Motor sport Rayhan pun sudah melaju keluar dari pekarangan rumah menyusuri jalanan komplek.
Namun, baru beberapa puluh meter si Blacky melaju, tiba-tiba kuda besi itu berhenti, entah kenapa.
"Kenapa, Mas?" tanya Ashila.
"Gak tau, Yang, motornya mati tiba-tiba, kenapa, ya."
Ashila pun turun dari motor. "Mogok kali, Mas, kan motor ini lama gak kamu pake lagi."
__ADS_1
"Iya kali, ya, aku cek dulu." Rayhan pun turun dari motor dan segera mengecek mesin kuda besi-nya itu, mencari penyebab motor kesayangannya itu. "Nih motor gak ngertiin banget sih, pake mogok segala," gerutu Rayhan, lelaki itu mengganti posisi dari jongkok menjadi berdiri. "Padahal aku mau ajak kamu jalan-jalan keliling Jakarta, bikin momen romantis kayak anak SMA yang lagi pacaran, gagal deh…"
"Yaudah, mending kita jalan-jalan di taman aja, Mas." Ashila.
Rayhan mengangguk. "Yaudah deh."
Rayhan terlebih dahulu menelepon penjaga rumah papanya untuk mengambil kuda besi kesayangnnya itu dan membawanya ke bengkel.
Rayhan menggandeng tangan Ashila berjalan-jalan santai menuju taman. "Maaf, ya, Sayang."
"Gak papa, walaupun kita cuma jalan-jalan di taman, aku udah seneng banget, yang penting sama kamu."
"Sayang, mau permen kapas gak?"
"Mana?" tanya Ashila.
Rayhan menunjuk penjual permen kapas yang tak jauh dari mereka. "Tuh!"
"Itu mah, gulali harumanis, Mas."
Rayhan mencubit gemas kedua pipi Ashila. "Sama aja, Sayang, mau gak."
Ashila terkekeh pelan lalu mengangguk. "Mau."
Mereka berdua pun berjalan menuju penjual permen kapas yang berada tak jauh dari mereka berdiri tadi.
"Bang, permen kapasnya satu yang warna pink, ya," ucap Rayhan sambil mengacungkan telunjuknya.
"Siap, Mas!"
"Kok kamu tau aku suka arum manis warna pink?" tanya Ashila.
Ashila ber oh ria.
"Lagian aku tau kali apa yang kamu suka dan gak suka, aku kan udah tau luar dalam ka–"
Bugh!
Ashila memukul lengan Rayhan. "Maas… jangan malu-maluin deh!"
Rayhan hanya terkekeh seakan tak berdosa.
Penjual permen kapas itu pun memberikan satu permen kapas berukuran lumayan pada Rayhan. "Mas, ini udah jadi," ujarnya.
"Makasih, Bang, berapa?"
"Sapuluh rebu, Mas?"
Rayhan memberikan uang seratus ribuan pada tukang tukang permen kapas. "Kembaliannya ambil aja, Bang," ujar Rayhan.
"Ya Allah, haturnuhun pisan, semoga kalian berdua teh selalu sehat, selalu langgeng, pokona mah selalu bahagia dunia akhirat deh."
"Amin, haturnuhun abang, semoga abang oge rezekina selalu lancar," balas Ashila, sedangkan Rayhan hanya mematung mendengar percakapan istrinya dan tukang permen kapas itu.
Setelah itu mereka pun segera berlalu meninggalkan penjual permen kapas tadi.
"Yang, itu tadi bahasa apa sih?" tanya Rayhan.
__ADS_1
"Bahasa sunda."
"Kok kamu bisa bahasa sunda?" tanya Rayhan.
Ashila mengangguk lagi. "Iya dong, umi kan orang sunda, Mas, makanya aku tau sedikit-sedikit bahasa sunda gitu," ujar Ashila.
Rayhan hanya ber oh ria aja.
"Mas, abdi bogoh ka anjeun, bogoh pisan," ujar Ashila.
Rayhan mengernyitkan keningnya. "apa tuh artinya?"
"Ada deh, cari tau sendiri."
Rayhan mengerucutkan bibirnya. "Kasih tau aja napa, kamu tuh bikin aku kepo tau gak."
Ashila menggeleng. "Gak mau, cari tau aja sendiri."
"Huh! Oke deh, aku cari."
Sambil berjalan, Rayhan pun mengambil ponselnya yang berada di dalam sakunya, lelaki itu membuka internet mencari arti kata yang dimaksud istrinya itu. "Yang, tadi kamu bilang apa sih? Aku lupa soalnya."
"Abdi bogoh ka anjeun, bogoh pisan," ujar Ashila.
Rayhan mengangguk, lalu mengetikan kata yang keluar dari mulut istrinya tadi, tak lama kemudian, lelaki itu tersenyum sendiri.
"Kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Ashila. "Kayak orang gak waras tau," sambungnya.
"Gak papa, aku ikhlas dibilang gak waras, asalkan gak warasnya gara-gara kamu."
"Dih! Dasar!"
"Sayang, abdi oge bogoh ka anjeun, bogoh pisan," ujar Rayhan sembari membaca tulisan di layar ponselnya. Lelaki itu mengatakan dengan logat jawa, membuat Ashila tertawa.
"Kenapa?"
"Kamu lucu tau, masa ngomong bahasa sunda pake logat jawa," ujar Ashila tanpa berhenti tertawa.
Rayhan nyengir kuda sambil mengusap tengkuknya. "Emang logatnya harus kayak gimana?"
"Ya, biasa aja, abdi oge bogoh ka anjeun, bogoh pisan, ngomongnya halus gitu, Mas."
***
Di sini ada orang sunda gak, ya? Pasti tau dong apa arti abdi bogoh ka anjeun?
Yang gak tau, cari tau sendiri hehe.
Huhuhu... gimana udah baper belum? Belum lah, author gimana sih! Huh gak lucu wkwk..
Yang fans nya Kayla Azka, maaf, ya belum di up soal mereka, tunggu aja ada di episode selanjutnya, oke.
Jangan bosen buat bacanya ya, selalu ikuti kelanjutan ceritanya.
Di episode-episode selanjutnya bakal ada kejutan-kejutan menarik yang pastinya bakal bikin greget, gak tau juga sih hehe.
Jangan lupa like, like, like, komen, komen, komen, vote, vote, vote, ya, supaya author nya semangat terus ngetiknya, oke makasih, haturnuhun arigato, gomawo, syukron katsiiran.
__ADS_1
Love you emuach-emuach.