
Badai racun perlahan mulai menguasai lokasi berdirinya Xena. Refleks Xena mendorong Xavier dan Xander untuk menjauhi racun tersebut. Bagaimana pun juga ini merupakan pertarungannya dengan Ayahnya sendiri. Tidak bisa dia limpahkan masalah ini kepada orang lain.
"Menjauhlah dariku! Hanya aku satu-satunya di sini yang kebal terhadap racun. Jangan sampai kalian mendekat ke arahku," ujar Xena menatap serius Thorn.
Xander dan Xavier tidak punya pilihan selain menyerahkan masalah ini kepada Xena. Mereka memutuskan untuk menjauh dari area pertarungan yang menegangkan.
"Ternyata kau sangat menyayangi kedua orang itu. Haruskah aku menghabisi nyawa mereka terlebih dahulu sebelum aku menghabisimu?"
"Jangan macam-macam! Apabila seujung jarimu saja menyentuh mereka, maka akan aku potong jarimu!" ancam Xena tidak main-main.
"Hahaha." Thorn kembali tertawa lepas. "Sangat lucu melihatmu melindungi mereka sepenuh hati."
Kemudian tanpa menunggu lebih lama, Xena langsung menyerang Thorn dan mematahkan badai racun tersebut. Dia berhasil menyeimbangi kekuatannya dengan Thorn. Hal itu membuat Thorn terkejut. Pasalnya, kadar racun di kekuatan Xena melebihi ekspektasinya.
"Aku akan membunuhmu!"
Xena melakukan serangan lanjutan, dia melontarkan gumpalan racun ke arah Thorn. Namun, pria itu malah menyerap seluruh racun tersebut.
Pertarungan di antara keduanya berlangsung sengit. Racun mematikan berputar di udara. Perasaan tegang sekaligus rasa khawatir menyelimuti hati seluruh orang yang menyaksikan Xena.
Tanpa rasa ampun, Thorn tak menunjukkan belas kasihannya. Dia terus menerus menyerang Xena dengan level kekuatan semakin meningkat. Tampaknya Xena mulai kewalahan, dia nyaris kehabisan stamina menghadapi Thorn yang begitu brutal hingga cairan racunnya hampir memenuhi lokasi sekitar.
"XENA!"
Tatkala Xena tengah mengambil napas sejenak, gulungan racun dari belakang mengincar tubuhnya. Sontak badan Xena terpental jauh sampai membentur tembok pembatas.
Xena merasakan sesak di dadanya, rasa pedih menjalar menjepit jantungnya. Xena melirik ke arah Thorn, ia masih belum menyerah. Lalu ia menengok ke Xander dan Xavier, dia memberi isyarat bahwa dirinya baik-baik saja.
__ADS_1
Xena menyeka sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Kemudian beranjak bangkit melesat cepat mengayunkan pedangnya. Tepat ujung pedang tersebut berhasil menghunus perut Thorn.
"Aku sudah meremehkanmu. Kecepatanmu sepertinya tidak bisa aku abaikan. Ya, apa boleh buat, pertarungan ini antara hidup dan mati. Jangan berhenti sampai di antara kita ada yang meregang nyawa," ucap Thorn.
"Kau ini pria yang labil, aku di sini untuk membalaskan kematian Ibu dan Alina. Aku pastikan kau terbunuh di tanganku!"
"Baiklah, mari kita lihat seberapa kuat dirimu menahan serangan dariku."
Mereka kembali saling beradu kekuatan. Racun tingkat mematikan milik Thorn terus mencoba mengenai tubuh Xena. Gadis itu dengan sangat lincah menghindari serangan Thorn. Walaupun kala itu dia merasakan jantungnya seakan-akan meledak detik itu juga.
'Ini tidak ada akhirnya. Dia benar-benar orang yang sangat gila,' gumam Xena dalam hati.
Thorn sembari tertawa dan menggila di angkasa melempar racun demi racun mengejar Xena. Dia kehilangan akal sehatnya sehingga membuatnya tidak sadar dengan apa yang dia lakukan.
Xena sekuat tenaga berupaya mengatasi serangan Thorn. Akan tetapi, ini lebih susah dari kelihatannya. Sampailah ketika Xena terjerembab ke permukaan tanah, Thorn langsung membalut tubuh Xena menggunakan badai racun. Gadis itu sesaat menghilang dari jangkauan pandang mata semua orang.
"Ibu!"
Teriakan panik menggaung di arena pertarungan. Lalu tanpa terduga, Xena mendadak muncul dari belakang punggung Thorn sambil membawa rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya.
"Matilah kau, bajing*n!"
Xena menghunuskan pedangnya ke jantung Thorn. Dia menekan pedangnya dan mengisinya dengan racun. Tikaman pedang Xena barusan menyebabkan jantung Thorn mengalami pendarahan hebat.
"Beraninya kau melukaiku! Walau begitu, kau tidak akan bisa membunuhku."
Luka Thorn nyatanya tertutup lagi seperti semula. Xena kehilangan kata-kata kala menyaksikan fenomena tersebut.
__ADS_1
"Lihat! Aku tidak bisa mati dengan mudah hanya karena serangan murahanmu itu!"
Xena menggertakkan giginya, ia nampak amat geram melihat Thorn masih bisa hidup. Namun, Xena tak menyerah begitu saja. Dia mengganti arah serangannya dari arah lain.
Thorn sangat lincah menangkis berbagai jenis serangan Xena. Hingga tibalah di waktu yang mendebarkan. Tanpa disengaja, Thorn melayangkan sebuah racun yang tidak biasa. Racun tersebut rupanya menekan pergerakan Xena lalu membuat Xena merintih kesakitan. Tubuh gadis itu meluruh ke tanah, kekuatannya seolah-olah sedang tertahan.
"Apa yang kau lakukan kepadaku?!" bentak Xena.
"Aku hanya melakukan sedikit modifikasi serangan. Asal kau tahu, itu bukanlah racun biasa melainkan racun yang dapat membunuh seseorang sepertimu yang mempunyai kekuatan racun. Meskipun kau kebal terhadap racun, bukan berarti tak ada racun yang bisa membunuhmu."
Xena menyorot tajam Thorn dengan pandangan mata mematikan. Pria itu serius ingin membunuh Xena. Padahal dia diperintahkan untuk tidak boleh menghilangkan nyawa Xena.
"Aku tidak boleh kalah di sini, jika aku kalah maka orang-orang yang tidak bersalah menjadi korbannya."
Xena memaksa diri untuk bangkit. Di sela keputusasaannya, seberkas cahaya merah memantul dari tubuhnya. Xena merasakan adanya dorongan kekuatan asing yang mencoba memperkuat dirinya.
'Hampir saja aku melupakan soal kekuatan ini.'
Xena menyeringai, ia memadukan racunnya dengan cahaya merah tersebut. Terjadilah kombinasi dahsyat di antara kedua elemen kekuatan yang berbeda.
"Apa lagi yang hendak kau lakukan? Sebaiknya kau menyerah saj—"
BUGH!
Xena melaju secepat kilat untuk memukul perut Thorn. Pria itu tersungkur dan meringis sakit di bagian perutnya. Dia merasakan adanya kekuatan yang mulai mengacak-acak inti tubuhnya dari dalam.
'Apa-apaan ini? Apa yang sudah dilakukan gadis itu?'
__ADS_1