Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Mengunjungi Markas


__ADS_3

Sebuah keputusan mutlak dari mulut Derryl telah disahkan, kini Xena resmi diturunkan dari status Permaisuri menjadi selir. Xena tidak terlalu memusingkan masalah tersebut, sejak awal juga dia tidak mau menjadi Permaisuri karena posisinya dengan Brisia diperlakukan setara oleh semua orang di kekaisaran, sehingga Xena berpikir menjadi Permaisuri dan selir itu sama saja. Kemudian yang paling diuntungkan di sini ialah Brisia, mungkin sekarang dia tengah melompat-lompat bahagia di kamarnya sebab sebentar lagi dia resmi diangkat menjadi Permaisuri.


Keputusan Derryl menuai pujian dari bangsawan, mereka puas dan menganggap bahwa hukumannya setimpal. Adolph tidak begitu peduli lagi dengan status Permaisuri milik Xena, dia bahkan berencana untuk mengeluarkan nama Xena dari daftar keluarga Duke Alister. Pada saat Xena keluar dari ruang singgasana, ia mengacungkan jari tengah sambil menandai wajah bangsawan yang akan mati di keesokan harinya.


‘Sebentar lagi kematian kalian akan membawa kegemparan luar biasa bagi Charise. Nikmati waktu yang bersisa sebelum kalian aku kirim menemui Raja Neraka,’ batin Xena.


Kemudian keputusan lainnya yaitu masa kurungan di istana kediaman Xena selama satu bulan penuh untuk menyadarkan Xena dari perbuatan buruk. Akan tetapi, Xena tak akan menurutinya dan dia juga telah menemukan cara menyelinap ke luar istana tanpa ketahuan oleh penghuni istana. Terdengar jelas waktu itu suara bising rakyat yang ramai membicarakan Xena, mereka juga mengkecam bahwa perangai Xena dan apa yang dia lakukan terhadap keluarganya sendiri dinilai sangat buruk. Tidak sedikit dari mereka menganggap bahwa hukuman dari Derryl masih tergolong ringan.


Kabar ini pun juga sampai ke telinga Xander, sekarang ruang kerjanya berantakan akibat tangannya yang geram ingin membinasakan seluruh manusia di Charise. Tadi dia mengamuk parah sehingga Garvin butuh tenaga ksatria untuk menahan tubuh Xander. Terlintas rencana di kepala Xander untuk mengobrak-abrik istana dan membunuh Derryl, namun segalanya digagalkan oleh Garvin.


“Mereka yang menyakiti Xena tak akan aku maafkan, aku pastikan mereka merangkak dan menderita di bawah kakiku. Apa mereka menganggap rendah istriku? Lihat saja, sebentar lagi badai besar akan menimpa mereka,” gerutu Xander.


Berselang satu jam setelahnya, Garvin datang membawa secarik surat yang dikirim langsung Xena untuk Xander. Begitu mendengar ada surat dari Xena, Xander spontan bangkit dari tempat tidurnya, garis-garis wajahnya nan marah mulai mengendur.


“Diam saja di sana dan jangan banyak tingkah.”


Hanya satu kalimat itu saja yang ditulis oleh Xena, dia bermaksud untuk menenangkan Xander agar tidak berbuat lebih jauh. Tetapi, dari surat tersebut membuktikan bahwa Xena baik-baik saja, itu sudah cukup bagi Xander. Sesudahnya, Xander memutuskan untuk menuruti Xena, dia tidak mau Xena mengomelinya nanti. Garvin baru bisa bernapas lega seusai Xander bersikap tenang, di sisi lain dia juga bersyukur kalau Xena terlihat baik-baik saja.


Pada malam harinya, atas izin dari Gia, Xena menyelinap ke luar istana, tujuannya yaitu menuju markas pembunuh higanbana. Dia melintasi hutan belantara sendirian, tubuhnya pun hanya berbalut jubah tipis berwarna hitam. Isi pikiran Xena benar-benar hampir meledak karena dipenuhi oleh berbagai hal. Sepanjang perjalanan dia hanya fokus pada kerumitan beban pikiran yang dia bawa.

__ADS_1


Setibanya di markas, kedatangan Xena yang mendadak membuat seluruh orang buru-buru untuk menyambut dirinya. Tidak ada yang tahu alasan apa yang membawa Xena ke markas di tengah malam gelap gulita.


“Nona, apa yang membawa Anda kemari?” tanya Giselle.


Xena menyingkap tudung jubah yang menutupi wajahnya, alangkah terkejutnya semua orang ketika menyaksikan ekspresi Xena yang dingin dan dipenuhi niat membunuh nan kuat. Sudah lama sekali sejak terakhir kali mereka mendapati mimik yang seperti itu.


“Kumpulkan semua orang di ruang rapat,” titah Xena langsung berlalu pergi selepas memberi perintah.


Lekas saja mereka bergegas menuju ruang rapat, di sana ada Laiv, Klaus, Carian, Floris, Giselle, Elinor, serta sejumlah orang lainnya. Xena duduk di kursi pemimpin, melihat raut serius dari Xena, memberi tekanan khusus kepada mereka semua.


“Sebenarnya apa yang terjadi pada Anda, Nona? Apakah ada masalah?” tanya Floris.


“Aku baru saja mengetahui sesuatu yang membuat kepalaku pusing, dan yang aku temukan itu ialah bahwa aku serta Alina bukan anak kandung dari Adolph, pria baj*ngan itu,” ungkap Xena.


“Apa?”


Mereka tercengang sesaat Xena mengungkapkan hal itu, tidak terbayangkan oleh mereka betapa kacaunya hati Xena saat itu. Tercermin dari wajah Xena tentang dia yang berupaya menahan diri untuk tidak mengamuk.


“Lalu Kaisar brings*k itu menurunkan statusku menjadi selir karena aku telah menyakiti manusia-manusia biad*b itu. Aku juga dikurung selama satu bulan penuh di istana tanpa boleh berkomunikasi dengan orang luar. Mungkin mereka berharap aku akan sadar\, namun aku menolak untuk sadar karena aku memang tidak salah\,” tutur Xena.

__ADS_1


“Seharusnya Anda biarkan saja kami waktu itu untuk menginjak-injak mukanya,” geram Carian. Mereka bertambah geram oleh kelakuan Derryl, rasanya saat itu juga mereka ingin terbang ke Charise hanya untuk menghajar Derryl.


“Tidak masalah soal itu, yang terpenting sekarang ada hal yang ingin aku bicarakan dengan kalian.”


Inilah tujuan kedatangan Xena sesungguhnya, mereka bersiap-siap pasang telinga untuk mendengar apa yang akan dibicarakan oleh Xena.


“Persiapkan diri kalian, kita akan memulai langkah baru,” ujar Xena.


Muka mereka semua mendadak berubah sumringah, mereka paham apa yang dimaksudkan oleh Xena.


“Benarkah? Jadi, segala persiapannya telah selesai? Saya tidak sabar melaksanakannya,” sahut Klaus, pikirannya langsung dipenuhi oleh berbagai pikiran buruk.


“Tapi, apakah Anda yakin, Nona?” tanya Laiv.


Xena mengangguk lalu menajawab, “Yakin, aku serahkan sisanya padamu, Laiv. Segera panggil anggota kita yang tersebar di seluruh dunia. Tiga hari lagi minta mereka berkumpul di markas, lakukan itu setelah mereka selesai dikumpulkan. Kita akan membawa gelombang perubahan besar, aku harap kalian juga bisa diandalkan dalam masalah ini.”


Xena menyudahi pertemuan itu lebih cepat dari biasanya sebab Xena ingin mengunjungi para budak yang dibawa kemari oleh bawahannya. Jumlah budak yang berkumpul di depan kastil lumayan banyak. Mereka tampak sangat mengagumi Xena, sebagaimana yang diketahui, Xena merupakan pemimpin dari kelompok pembunuh yang sudah menyelamatkan hidup mereka dari perbudakan.


“Mungkin sebagian besar dari kalian sudah tahu namaku, tapi sekali lagi aku akan memperkenalkan diri secara langsung. Perkenalkan, aku Xena – pemimpin dari pembunuh higanbana, aku minta maaf telah mengumpulkan kalian malam-malam begini. Tujuan aku memgumpulkan kalian adalah aku ingin menghapus tanda budak yang melekat di tubuh kalian. Hari ini aku akan menyudahi segala bentuk penderitaan kalian menjadi seorang budak selama ini.”

__ADS_1


__ADS_2