Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Dewi Cinta


__ADS_3

“Xavier, dewi cinta ingin berbicara denganmu.”


Nidia – selir Derryl datang menemui Xavier secara diam-diam di mansion Xander, kedatangan Nidia membuat Xavier terkaget. Pasalnya, selama ia berada di Charise, baru kali ini Nidia datang menemuinya. Mereka bertemu di belakang mansion tanpa sepengetahuan Xander, untung saja Xander kala itu sedang melakukan pekerjaan di luar mansion. Jadi, pertemuan mereka takkan diketahui oleh Xander.


“Dewi cinta? Mengapa beliau ingin menemuiku?” bingung Xavier.


“Tidak tahu, aku hanyalah seorang perantara yang mengantarkan pesan dari dewi cinta. Mungkin ada sesuatu yang ingin beliau katakan padamu,” jawab Nidia.


Selama yang diketahui Xavier, Nidia ialah satu-satunya makhluk khusus yang diciptakan oleh dewi cinta sebagai perantara antara manusia dan dewi cinta. Tanpa dirinya, tak ada manusia yang dapat bertemu langsung dengan eksistensi suci tersebut.


“Baiklah, aku akan segera pergi bertemu beliau.”


Nidia menuntun jalan Xavier menuju sebuah portal yang dibuka oleh Nidia tidak jauh dari tempatnya kini mereka berdiri. Portal berwarna putih tersebut merupakan pintu penghubung antara dunia ini dan dunia tempat sang dewi cinta tinggal. Xavier mengekori Nidia dari belakang memasuk portal itu. Sesudah masuk ke portal, terlihat jelas perbedaan dunia manusia dengan tempat di mana Xavier berada sekarang.


“Di sinikah dewi cinta tinggal?”


Xavier tak mengerjapkan matanya karena takjub melihat pemandangan yang begitu menenangkan hatinya. Sekeliling Xavier penuh dengan warna kehangatan, meski tempat itu hanyalah sebuah ruang kosong, namun ruang itu lebih indah dibanding dunia manusia.


“Beliau tinggal di sini hanya di saat ingin memantau manusia. Setelah itu, beliau menghilang entah ke mana, bahkan aku pun tidak pernah tahu di mana beliau tinggal sebenarnya.”


Nidia terus membawa Xavier berjalan lurus hingga mereka nampak sebuah cahaya emas nan sangat mendamaikan jiwa. Di balik cahaya emas itu, Xavier melihat sosok wanita dengan wajah diselimuti sinar dewi.


“Selamat datang, Xavier.”

__ADS_1


Xavier tertegun mendengar suara yang lembut dan membawa ketentraman bagi hati, suara itu berasal dari dewi cinta yang tengah duduk di hadapannya kini. Sontak Nidia menarik tubuh Xavier agar membungkuk memberi salam kepada sang dewi. Nyaris saja Xavier lupa diri dan melupakan tentang identitas wanita yang disebut dewi cinta ini akibat ia terlalu terbuai dalam lantunan suara yang sangat indah.


“Kalian tidak perlu memberi salam kepadaku. Aku hanya ingin berbincang sedikit dengan Xavier perihal Ayah dan Ibunya,” tutur dewi cinta.


Xavier langsung menegakkan kepalanya ketika mendengar Ayah dan Ibunya, ia tak tahu percakapan seperti apa yang akan berjalan seusai ini. Namun, Xavier memasang telinga baik-baik untuk mendengar perkataan dewi cinta dan merekamnya di kepala.


“Apa yang ingin Anda bicarakan, dewi?” tanya Xavier.


“Sebelumnya kau telah kembali ke masa lalu di mana Ayah dan Ibumu masih hidup, semua itu berkat Nidia. Dia memberimu kesempatan bertemu kedua orang tuamu, tapi di sini aku ingin membicarakan bahwa Ayahmu takkan bisa menyelamatkan Ibumu dari kematian.”


Deg!


Kedua manik violet Xavier melebar saat dewi cinta berucap demikian, ia kehilangan kata-katanya dan bingung ingin memberi jawaban seperti apa.


“Ibumu ditakdirkan menjadi tumbal kedamaian dunia, dan lagi Ayahmu hanya dapat bertahan sampai umur 30 tahun karena telah mengorbankan lebih dari separuh daya hidupnya untuk memutar waktu. Apa kau tahu akibat dari pemutaran waktu dilakukan Ayahmu? Segalanya berjalan menjadi kacau, bahkan di kehidupan ke tujuh ini Raja Setan mengetahui bahwa Ayahmu telah memutar waktu,” jelas dewi cinta.


Xavier tertunduk lemas, padahal dia paling mengharapkan keselamatan serta kebahagiaan di antara kedua orang tuanya. Akan tetapi, semuanya mengalir ke luar dari ekspektasinya terhadap hidup Ayah dan Ibunya. Xavier ingin membantu merek berdua, tapi dia tidak punya kekuatan lebih untuk melakukan hal itu. Mengingat bagaimana Xander dan Xena mati memberi trauma besar di hati Xavier.


“Tidak adakah cara untuk menyelamatkan mereka? Aku akan melakukan apa saja asal orang tuaku bisa terus hidup bersama. Aku hanya menginginkan kebahagiaan mereka berdua, tolong hamba, dewi cinta. Beritahu saya, apa yang mesti saya lakukan supaya keduanya selamat dan bahagia sampai akhir hayat?”


Xavier memohon teramat sangat sampai terisak di depan dewi cinta, tujuan dia balik ke masa lalu orang tuanya ialah ingin melihat mereka tersenyum tanpa diberatkan oleh beban dunia. Tetapi, rupanya tak ada yang berbeda dari kehidupan lalunya.


“Untuk saat ini tidak ada yang bisa dilakukan, kita hanya berjalan mengikuti arus takdir. Mereka berdua adalah sepasang insan yang aku sayangi. Meskipun telah berlalu lebih dari beratus-ratus tahun, cinta mereka tidak pernah pudar. Ikatan mereka sangat erat sampai susah untuk dipisahkan.”

__ADS_1


“Beratus-ratus tahun? Maksud Anda apa, dewi?”


Dewi cinta menatap Xavier dengan senyum yang merekah, Xavier tidak mengetahui kisah sesungguhnya antara Xander dan Xena.


“Apa kau pernah mendengar tentang buku kuno ini?” Dewi cinta menunjukkan sebuah buku bersampul hitam.


Xavier terkesiap melihat buku tersebut karena bukunya persis dengan yang diceritakan oleh Carian sebelumnya.


“Buku itu bukankah yang diceritakan oleh—”


“Benar, ini adalah buku yang aku tulis sendiri tentang sejarah kelam manusia dan kaum setan. Sepasang insan yang berakhir tragis di buku ini ialah orang tuamu, mereka mati bunuh diri demi cinta. Buku ini beberapa waktu lalu menghilang dan ditemukan oleh bawahan Ibumu, aku dengan cepat merebut buku ini kembali sebelum kisahnya menyebar lebih jauh lagi,” papar dewi cinta.


“Ayah dan Ibuku pernah bertemu dulunya? Apakah mereka mengingat kehidupan pertamanya?” tanya Xavier lagi.


Dewi cinta menggelengkan kepalanya pelan, terlintas raut sendu di wajah dewi cinta.


“Mereka tidak mengingatnya, kisah cinta mereka membuatku tersentuh, jadi aku memutuskan untuk mengawasi mereka secara khusus. Kisah cinta mereka sungguh tragis, pada kehidupan pertama mereka sama-sama bunuh diri, di kehidupan kedua sampai sekarang Xander terpaksa menghunuskan pedangnya ke jantung Xena karena Xena dikendalikan sepenuhnya oleh Raja Setan. Sejujurnya, aku ingin membantu mereka, tapi seorang dewi tidak boleh melewati batas dalam membantu manusia.”


Xavier kembali menunduk lesu, sepintas rasa putus asa menghampiri dirinya dan harapan yang dia bangun terasa sia-sia.


“Jadi, tak ada cara untuk menyelamatkan keduanya. Menyaksikan jantung Ibu tertikam pedang Ayah membuat pilu hatiku, Aku berharap akan ada jalan lain untuk mereka berdua bahagia,” tutur Xavier.


“Aku juga berharap demikian, tapi Xavier, kau juga tahu, ‘kan? Kau tidak bisa terlalu lama berada di samping mereka, waktumu hanya tiga bulan saja. Pada dasarnya kau telah mati, jadi nikmati waktumu selagi masih ada kesempatan yang tersisa.”

__ADS_1


__ADS_2