Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Selamat Tinggal


__ADS_3

Teriakan Chayton menyentakkan Adolph, tentu saja dia terkejut karena selama ini ia berusaha menyembunyikan fakta mengenai Alinda dan Xena yang bukan anak kandungnya supaya bisa menguasai kekayaan keluarga Duke Alister. Tetapi, ia tak menyangka bahwa putranya juga mengetahui rahasia tersebut tanpa ia beritahu.


“B-bagaimana k-kau bis—”


“Tentu saja aku bisa mengetahui semuanya, aku tak sengaja menguping pembicaraan Ayah dan Ibu. Kalian mengatakan bahwa Alina dan Xena bukanlah anak kandungmu melainkan anak Duchess sebelumnya bersama pria lain. Itulah alasan mengapa aku memanfaatkan fakta tersebut untuk menjadikan Alina sebagai pemuas hasratku.


Tidak ada yang salah dari itu, ‘kan? Dia tidak sedarah denganku, dia bukan saudaraku, jadi takkan ada y—”


PLAKK!


Xena mendaratkan tamparan kuat ke pipi Chayton, tidak habis pikir jika Chayton mempunyai pemikiran yang sangat buruk. Pria yang dikenal dengan sifat buruknya itu membuat darah Xena mendidih hingga tak tertahankan.


“Kurang ajar sekali kau membuat kembaranku menderita, awalnya aku berniat menyamar menjadi Alina untuk mencari tahu siapa otak dari pembunuhan Alina. Tapi, siapa sangka kalau kalian akan membuatku jengkel, sedari dulu aku benar-benar membenci kalian. Ditambah lagi, kau Adolph, beraninya kau bertingkah seperti Ayah kandungku. Aku baru saja mengetahui rahasia busuk itu, mulanya aku ingin membiarkan kalian hidup lebih lama, namun hidup kalian sekarang sungguh mengotori kehidupan.”


Emosi Xena meluap-luap keluar, nyali mereka menciut saat ingin melawan Xena lebih jauh, gadis itu sungguh tak memberikan celah untuk mereka melawan dan membangkang.


“Seharusnya kau ikut mati saja dengan kembaranmu itu! Kau yang datang mengusik ke hidup kami, lalu apa kau sekarang berniat membunuh kami? Jangan gegabah! Bisa saja nanti Kaisar akan menghukum matimu bila kau berani membunuh keluargamu sendiri,” ujar Yuliana sedikit mengancam Xena.


“Keluarga? Hahaha. Aku tidak punya keluarga seperti kalian, aku juga tidak takut akan dihukum mati. Oh iya, apa sebelumnya kalian pernah mendengar kelompok pembunuh higanbana? Aku adalah pemimpin dari kelompok pembunuh yang paling ditakuti di dunia ini. Membunuh kalian terlalu gampang, aku tinggal menyamarkan pembunuhan ini sebagai pembunuhan yang dilakukan pembunuh higanbana. Bagaimana pun, tak ada orang yang mengetahui wajah pemimpin pembunuh higanbana,” balas Xena.


Gertakan Xena terlalu membuat jiwa mereka terkesiap, ancaman serius dari mulut Xena sekali lagi memberi pukulan pada diri mereka. Sesaat ketakutan luar biasa menjalar ke setiap titik tubuh, tak dapat dipungkiri lagi bahwasanya mereka benar-benar ketakutan kala itu.


“Pembunuh higanbana? Tidak, mengapa bisa kau menjadi pembunuh higanbana? Kau pasti bergurau! Tidak mungkin kau pemimpin pembunuh higanbana!” bantah Merry.


“Kalau begitu, sekarang lihatlah ke sekeliling kalian, lihat apa yang ada di seluruh ruang ini.”


Satu persatu dari mereka mengedarkan pandangan, terdapat banyak bunga higanbana yang tersebar di setiap sudut ruang. Bahkan bunga itu juga ditaruh di bawah kaki mereka, aroma bunga higanbana pun menyeruak masuk ke indra penciuman.

__ADS_1


“H-h-higabana? K-kau benar-benar pemimpin pembunuh higanbana?”


Mereka mencoba melirik ke arah bawahan Xena, lambang pembunuh higanbana melekat pada pakaian serta punggung tangan mereka. Jadi, tak bisa dipungkiri lagi bahwasanya Xena tidak berbohong soal identitasnya.


“Bagaimana? Kalian percaya?”


Serentak mereka menjatuhkan diri ke atas lantai lalu bersujud di bawah kaki Xena dengan tubuh yang gemetar hebat. Siapa sangka orang yang telah mereka singgung beberapa waktu belakangan ini adalah Xena, wanita yang paling berbahaya.


“Ampuni nyawa kami, Xena! Tolong berikan kami kesempatan untuk memperbaiki semuanya dari awal. Jangan bunuh kami, tolong dengarkan sekali ini saja.”


Mereka bermohon untuk diampuni oleh Xena, berharap sedikit belas kasih Xena agar mereka diberi kesempatan menebus dosa. Akan tetapi, tampaknya Xena tidak berniat membiarkan mereka lepas apalagi memberi kesempatan untuk bertobat.


“Ampun? Sepertinya sudah terlambat untuk kalian, tapi aku akan memberi kalian kesempatan jika kalian menjawab pertanyaanku dengan jujur.”


Segera mereka mengangkat wajah serentak, raut ketakutan dan kesenduan berubah menjadi tatapan penuh harapan serta rasa syukur.


“Baiklah, tanyakan apapun sesukamu. Kami akan menjawabnya,” ujar Adolph.


“Ibuku… apakah kalian membunuh Ibuku?”


Deg!


Sekali lagi darah mereka dibuat berdesir karena pertanyaan Xena, mereka enggan menjawab tapi Xena sungguh menakutkan dan mendatangkan ancaman besar bagi nyawa mereka saat itu. Mereka tidak bisa memikirkan hal lain selain cara untuk keluar dari situasi menyesakkan tersebut.


“Y-ya, aku membunuh Ibumu, tapi b-bukan aku dalangnya,” jawab Adolph gelagapan.


“Huh? Jadi, siapa dalangnya? Lekas katakan padaku!” desak Xena membentak mereka.

__ADS_1


“Ibu Suri. Beliau adalah otak dari kematian Ibumu, beliau memberi perintah agar aku membunuh Ibumu menggunakan racun lalu menciptakan skenario bahwa Ibumu meninggal karena sakit. Akhirnya, Kakekmu mengetahui hal tersebut dan mengajukan protes agar Kaisar sebelumnya menyelidiki kematian itu. Hanya saja, pengaruh Ibu Suri yang kala itu masih menjadi Permaisuri terlalu besar. Jadi, mau tidak mau Kaisar harus menolak permintaan Kakekmu untuk menyelidiki kematian yang menimpa Ibumu,” jelas Adolph.


Xena tidak tahu lagi harus merespon dan memperlihatkan ekspresi yang bagaimana, rasanya semua itu sulit diterima oleh hati. Walaupun sebenarnya dia sudah tahu tentang alasan mengapa Ibunya meninggal, tapi ia baru tahu kalau dalangnya ialah Ibu Suri itu sendiri.


“Astaga, Ibu Suri benar-benar memicu amarahku,” geram Xena.


“Jadi, bagaimana? Apa kau akan melepaskan kami?” tanya Merry.


Senyum seringai jahat terbit dari bibir tipis itu, mereka sangat bodoh mengharapkan Xena akan mengampuni nyawa mereka. Padahal sebenarnya Xena cuma bermaksud memancing mereka agar membocorkan rahasia di balik kematian sang Ibu.


“Bodoh! Aku tidak mau mengampuni kalian! Aku masih dendam atas perlakuan kalian kepadaku dan Alina. Manusia rendahan dan terhina layaknya diri kalian, tak lagi berhak menghirup oksigen di bumi yang sama denganku,” kata Xena penuh penekanan.


“WANITA JAL*NG! KURANG AJAR SEKALI KAU TELAH MENIPU KAMI. KAU—”


Bugh!


Xena menendang wajah Adolph hingga tubuhnya memental terlalu jauh, ia tak sanggup lagi menahan diri untuk tidak membunuh mereka.


“Ikat tubuh mereka lalu sekap mereka di kamar masing-masing,” perintah Xena.


Bawahan Xena segera melaksanakan sesuai apa yang diperintahkannya, lalu Xena beranjak dari ruang itu dan memberi perintah juga kepada seluruh bawahannya yang tersebar di mansion ini.


“IKAT SEMUA ORANG YANG ADA DI MANSION INI! MULAI DARI PELAYAN, KSATRIA, DAN PEKERJA LAINNYA. TARUH MEREKA DI RUANG BERBEDA!” teriak Xena memberi perintah.


Setelah semuanya selesai, Xena menunggu terlebih dahulu hingga langit berubah gelap. Tidak lupa juga dia menyimpan barang-barang Ibunya ke dalam cincin penyimpanan. Lalu ketika langit mulai gelap, Xena memerintahkan para bawahannya untuk keluar dari mansion.


“Inilah saatnya. Kalian bakar mansion ini! Jangan lupa sebarkan bunga higanbana ke sekeliling mansion! Pastikan semua orang berada di dalam mansion!” titah Xena.

__ADS_1


Para bawahannya bergerak cepat, mereka mulai menyebarkan api yang perlahan membesar membakar mansion. Terdengar raungan kesakitan, minta tolong, dan teriakan meminta pengampunan dari mansion yang dilahap oleh api. Xena menikmati suara orang-orang itu, dia tersenyum sembari tertawa memandang mansion milik keluarganya yang menyimpan bejibun kenangan manis dan pahit.


“Selamat tinggal, manusia sampah. Akhirnya, tiba juga hari di mana kalian akan bertemu dengan neraka.”


__ADS_2