
Hari ini sudah genap satu bulan Xena menjalani hukuman dari Derryl, kini dia bisa bernapas lega dan keluar istana secara terang-terangan. Xena tidak perlu lagi menyelinap keluar dari istana, kebebasan ini menjadi hal paling membahagiakan untuk kala itu.
“Akhirnya aku bebas! Ke mana aku akan pergi hari ini?”
Xena merenggangkan badannya, selama satu bulan dia tidak pernah keluar pada siang hari dan hanya keluar di malam hari. Sejenak ia mendongakkan kepala ke atas langit sembari menikmati hangatnya sinar mentari. Kemudian Xena berjalan menyusuri jalanan ibu kota, dia terus berjalan tanpa arah tujuan yang jelas. Pada akhirnya, tanpa sadar dia tiba di depan mansion Xander, ia sendiri merasa bingung kenapa dia malah menuju ke kediaman Xander.
“Kenapa aku kemari? Padahal aku tidak punya rencana pergi ke mansion Xander,” bingung Xena.
Xena memutuskan untuk berbalik keluar, tapi ketika ia berada di depan gerbang mansion, secara kebetulan ia berpapasan dengan Liam. Raut muka Liam tampak sumringah begitu melihat Xena, begitu pula dengan Xena yang menyambut pertemuan mereka berdua.
“Ahh, Nona! Pas sekali kita bertemu di sini,” ujar Liam.
“Apa yang membawamu kemari?” tanya Xena.
Liam mengeluarkan sebuah map yang berisi dokumen-dokumen tambang berlian milik keluarga Xena.
“Saya ingin memberikan ini kepada Anda. Sebenarnya saya berencana menemui Anda beberapa waktu lalu, tapi dikarenakan Anda sedang menjalani hukuman, jadi saya tunda dulu,” jelas Liam.
Mereka berbincang mengenai beberapa hal sebelum akhirnya memilih untuk berbicara di restoran yang terletak tidak jauh dari mansion Xander. Akan tetapi, sebelum mereka melangkah lebih jauh, secara mengejutkan Xander muncul di belakang punggung Xena.
“Ke mana kalian?”
Suara berat milik Xander membuat darah Xena berdesir hebat, dia kaget bukan main karena ulah Xander yang memang sengaja ingin mengejutkan mereka berdua.
“Kyaaa! Xander! Tidak bisakah kau muncul dengan cara normal saja?” omel Xena menggeplak punggung Xander.
__ADS_1
“Maafkan aku, tadi aku melihatmu ingin masuk ke mansionku. Tapi, tiba-tiba kau berbalik dan pergi ke luar tanpa menyapaku lebih dulu. Makanya aku menghampirimu kemari,” ujar Xander sembari mengelus punggungnya yang sakit.
“Aku tadi tidak sadar berjalan ke mansionmu, sekarang kami berdua ingin pergi ke restoran. Apa kau mau ikut?”
Dengan senang hati Xander menerima ajakan Xena, mereka bertiga pun pergi bersama-sama ke restoran. Di sana mereka memesan beberapa makanan untuk disantap bersama sembari membicarakan mengenai seluruh aset milik keluarga Xena.
“Hey, apakah kalian tahu gosip terbaru yang beredar akhir-akhir ini? Katanya Tuan Muda Alister impoten.”
“Hahaha, jadi itu sungguhan? Aku pikir hanya gosip belaka. Bukannya selama ini dia sering bermain wanita? Mengapa baru ketahuan sekarang?”
“Aku juga tidak tahu, tapi yang menyebar rumor itu adalah wanita yang dia sewa beberapa hari lalu. Jujur saja, aku senang saat mengetahui pria itu impoten sebab selama ini aku risih melihat tingkahnya yang selalu menggoda wanita sana sini. Aku akui wajahnya memang tampan, namun sifatnya aku kurang suka.”
“Ada apa dengan keluarga Duke Alister? Hilang sudah harkat dan martabat pendahulu Duke Alister yang terkenal menghasilkan keturunan yang cantik, tampan, dan pintar.”
Xena tak kuasa menahan tawanya ketika mendengar gadis-gadis bergosip tentang Chayton. Begitu pula Liam dan Xander juga turut terkekeh, mereka bertiga tertawa tanpa henti. Orang yang membuat Chayton adalah Xena, dia melakukannya pada hari di mana Chayton bertemu dengannya. Kondisi Chayton kini akan tersebar ke penjuru kekaisaran sehingga mendatangkan satu persatu ejekan pada keluarga Duke Alister.
Liam dan Xander serentak menatap nanar Xena, mereka membutuhkan penjelasan terkait apa yang baru saja dibicarakan oleh Xena.
“Apa maksudnya? Kau yang membuat Chayton seperti itu?” tanya Xander.
Xena menganggukkan kepala sambil mengunyah puding cokelat.
“Beberapa hari lalu dia datang mengunjungiku ke istana, tak terduga dia berniat untuk melecehkanku. Jadi, aku hajar saja dia lalu aku menaruh racun pada area sensitifnya dan tanpa sengaja aku baru mengatahui rahasia Alina.”
Xena menjeda penjelasannya, Liam dan Xander menunggu dengan serius lanjutan dari kalimat penjelasan Xander.
__ADS_1
“Alina selama ini ternyata dilecehkan oleh Chayton, mengenai anak yang dikandung Alina, ada kemungkinan anak itu anaknya Chayton. Aku tidak habis pikir ternyata mereka merusak Alina sampai seperti itu, dan yang membuat aku semakin marah adalah ternyata Adolph bukan Ayah kandungku.”
Kedua mata Liam membelalak tak percaya, sedangkan Xander memberi respon biasa saja karena dia sudah tahu semua itu. Alina dan Xena merupakan anak kandung dari Raja Barbarian yang bersekutu dengan Raja Setan.
“Apakah Anda tahu siapa Ayah kandung Anda sebenarnya?” tanya Liam.
Xena menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu, ini membuat diriku frustasi.”
Xander enggan memberitahukan kepada Xena perihal Ayah kandungnya, jika Xena tahu maka kemungkinan akan terjadi masalah yang lebih besar. Oleh sebab itu, Xander memilih diam sampai waktu di mana Xena mengetahui kebenaran itu dengan sendirinya.
“Chayton itu sempat melecehkanmu? Haruskah aku hancurkan dia berkeping-keping? Aku paling tidak suka bila ada pria lain selain aku yang menyentuhmu!”
Xander mengalihkan emosinya kepada Chayton, dia marah sampai menancapkan garpu ke permukaan meja. Seluruh mata pengunjung terpusat ke arah Xander yang terbakar emosi, Xena segera membungkam mulut Xander yang mengomel tak karuan.
“Diamlah, Xander! Kau membuat kami berdua malu,” tutur Xena.
Xander pun merapatkan mulutnya sebelum mengoceh lebih jauh lagi, dia benar-benar ingin menghancurkan seluruh keluarga Xena saat itu juga.
“Kenapa Anda tidak hancurkan saja mereka, Nona?” tanya Liam.
“Itulah yang ingin aku bicarakan sekarang, aku ingin meminta tolong padamu. Bisakah kau sebarkan berita tentang aku yang membeli kembali seluruh aset keluarga Duke Alister? Ada sesuatu yang sedang aku rencanakan.”
“Baiklah, itu hal yang mudah. Saya akan membantu Anda menyebar luaskan berita ini,” jawab Liam setuju. Walaupun dia masih belum paham apa yang sedang direncanakan Xena, tapi dia tetap melakukan apa yang diminta oleh Xena.
Selepas itu, mereka kembali ke kediaman masing-masing, Liam bersegera untuk menyebarkan kabar ini ke setiap sudut Charise. Sebelumnya, Xena telah membayar Liam sesuai perjanjian, Liam menelan ludah saat di hadapannya ada ratusan ribu koin emas. Sedangkan Xena kini hanya menunggu sampai kabar ini tersebar dan mencapai gendang pendengaran keluarganya.
__ADS_1
Xena baru saja tiba di istana kediamannya, dia bermaksud untuk langsung masuk ke kamarnya. Kemudian di pertengahan lorong, Xena kebetulan berpapasan dengan seorang wanita bersurai pirang pucat, dia adalah Nidia – selir Derryl. Wajah Nidia tampak begitu suram seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan di dirinya. Xena hendak menyapa Nidia, namun Nidia malah melewatinya begitu saja.
“Takdirmu adalah menjadi tumbal untuk keselamatan dunia. Mau berapa kali pun Xander memutar waktu demi menyelamatkanmu, akhirmu tetaplah pada kematian."