
Luisa syok begitu terbangun dari tidurnya mendapati pria lain di ranjang yang sama dengannya. Luisa tak habis pikir, dia baru saja menyerahkan mahkota yang paling berharga di dirinya kepada seorang pelayan. Pikiran Luisa kalut, harga dirinya terluka saat ia salah sangka dan berpikir rencananya berhasil menjebak Xander. Namun, dia ditampar oleh kenyataan yang terpampang di depan mata, seketika sekujur badan Luisa melemas.
Lekas Luisa beranjak dari tempat tidur, ia memungut pakaiannya yang berserakan di atas lantai. Dia berencana untuk kabur, tapi para pelayan sudah berada lebih dulu di depan pintu untuk menghalangi Luisa agar tidak kabur. Bagaimana pun orang asing dilarang masuk ke kamar Xander apalagi sampai melakukan hal yang tidak terpuji seperti Luisa.
“Nona, apa yang Anda lakukan di kamar Duke? Apakah Anda baru saja tidur dengan pelayan mansion?”
“Astaga, Nona, berani sekali Anda mengotori tempat tidur Duke. Apa Anda begitu frustasi setelah pertunangan Anda dibatalkan oleh Duke?”
“Tapi, sampai meniduri pelayan mansion, saya kira itu cukup mengesankan. Seorang bangsawan tidur dengan pelayan mansion Duke Geraldo, menurut Anda seberapa besar rasa malu yang akan Anda dapatkan bila kabar ini tersebar?”
Para pelayan menertawakan Luisa, saat itu gadis tersebut benar-benar kehilangan mukanya. Seluruh khayalannya berbalik menyerang dan menikam dirinya, tak ada satu pun yang sesuai dengan apa yang diharapkan.
“Dasar kalian pelayan rendahan! Atas dasar apa kalian menertawakanku? Kalian akan mati kalau berani menghina bangsawan sepertiku! Aku adukan perbuatan kalian kepada Duke,” ujar Luisa seraya menunjuk-nunjuk ke arah para pelayan.
“Nona, semalam Duke membawa calon Duchess kemari dan sekarang mereka berdua sedang tidur di ranjang yang sama. Calon Duchess cantik sekali, berbeda dengan Anda yang selalu menghina kami setiap kali mengunjungi kediaman ini. Gelar bangsawan Anda tidak ada gunanya sama sekali, Duke juga tak akan membela Anda,” balas seorang pelayan wanita.
Luisa dipojokkan oleh para pelayan, mereka puas melihat Luisa yang dipermalukan seusai melakukan hal paling menjijikkan bagi seorang bangsawan. Terlebih lagi Marquess Andros merupakan bangsawan tingkat tinggi dan berpengaruh di Charise, jika dia mendengar berita tentang Luisa maka tidak menutup kemungkinan kalau Ayahnya akan membunuhnya.
“Calon Duchess? Apa yang kalian katakan? Akulah calon Duchess! Tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan aku sebagai calon Duchess kediaman ini!” sanggah Luisa menolak kenyataan yang ada.
Mendengar Luisa berkata demikian, gelak tawa para pelayan kembali terdengar, mereka miris dengan pemikiran Luisa yang masih berangan-angan menjadi seorang Duchess.
__ADS_1
“Pfft, Anda ini sedang bermimpi atau bagaimana? Seharusnya Anda tahu aturan dasar menjadi seorang Duchess Geraldo. Aturannya ialah Anda harus suci dan tidak pernah disentuh oleh pria lain, tapi Anda malah bermain panas dengan seorang pelayan. Nona, sebaiknya Anda segera bangun dari tidur dan lekaslah melihat dunia nyata. Kami tidak akan menerima seorang Duchess seperti Anda, justru Duchess seperti Nona Xena lah yang kami harapkan.”
Sekali lagi Luisa ditampar oleh kata-kata pedas para pelayan, tidak ada seorang pun yang membelanya saat ia sedang disudutkan. Luisa tidak bisa bersikap seenaknya karena dia telah melakukan kesalahan sebagai seorang bangsawan. Kesalahannya bukanlah kesalahan kecil, tapi sangat besar hingga mempertaruhkan martabat Marquess Andros yang terhormat.
“Ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul di depan kamarku?”
Suara Xander memecah keributan antara para pelayan, Luisa menegakkan kepala begitu mendengar suara Xander membuat para pelayan menghentikan gelak tawanya. Luisa lekas berlari ke arah Xander sembari memamerkan ekspresi memelas.
“Yang Mulia, pelayan-pelayan rendahan ini telah menghina saya, seharusnya Anda hukum saja mereka. Saya janji akan menjadi lebih baik lagi setelah ini, tolong nikahilah saya, Yang Mulia. Saya sungguh mencintai Anda,” ujar Luisa.
Xander menampik tangan Luisa dan menatap dingin gadis itu, ia tidak habis pikir bahwa Luisa masih berani menggodanya selepas berencana membuatnya gila akibat obat terlarang.
“Kau sangat memalukan.”
“Kenapa aku harus menghukum para pelayan? Mereka sudah melakukan hal yang benar,” lanjut Xander kemudian.
“A-apa? Padahal aku—”
“Hei, kenapa kalian malah berkumpul di sini? Apa ada pertunjukan seru?”
Xena menyela masuk ke dalam suasana yang sedang keruh, melihat kedatangan Xena pun Luisa langsung mencoba menyerang Xena. Akan tetapi, niatnya malah ditahan oleh sejumlah pelayan, mereka melindungi Xena dari terjangan Luisa.
__ADS_1
“Lepaskan! Wanita itu … wanita iblis itu pasti sudah menjebakku! Dia menjebakku tidur dengan pelayan rendahan ini. Dialah yang salah! Aku tidak salah! Mengapa kalian malah memilih iblis untuk menjadi Duchess kalian? Dia merebut Xander dariku, kalian harusnya menghakimi dia dan bukan aku!” teriak Luisa.
Akan tetapi, reaksi semua orang tampak berbeda, mereka tidak kaget sedikit pun meski Luisa telah membeberkan kebenarannya. Terlebih lagi Xander, dia mengetahui semuanya dengan jelas sebab dia merupakan salah satu orang yang menjebak balik Luisa.
“Kami sudah tahu,” jawab seorang pelayan.
“Hahh?” Luisa terduduk lemas saat melihat respon semua orang di ruangan tersebut, saat ini Luisa terjebak di tengah-tengah orang yang menginginkan kematiannya.
“Kasihan sekali kau, Luisa. Apa kau ingat siapa para pelayan ini? Mereka adalah pelayan yang dulu pernah kau maki-maki, tidak sedikit di antara mereka yang mendapat pukulan fisik darimu. Kau melampiaskan kekesalanmu kepada mereka, padahal mereka tidak salah apa-apa, terkadang setiap kali mereka melarangmu masuk mansion, kau malah melayangkan tamparanmu. Sekarang mereka ingin membalas perbuatan kurang ajarmu itu,” ujar Xena seraya tersenyum miring.
Sekali lagi Luisa tertampar oleh Xena, dia tidak pernah menang sekali pun melawan Xena, saat itu dia tidak punya keinginan lain selain keluar dari tempat mengerikan itu.
‘Aku harus kabur dari tempat ini, aku tidak boleh berada terlalu lama di sini.’
Ketika Luisa bangkit dari duduknya, tangannya ditarik ke belakang oleh pelayan pria yang semalam tidur dengannya. Terlihat jelas bahwa obat terlarang tersebut telah bereaksi, pelayan itu menampakkan dirinya tergila-gila dengan Luisa. Hampir saja Luisa lupa, efek obat terlarang itu salah satunya sama seperti pelet, jadi laki-laki yang telah tidur dengannya akan terpikat serta terikat sepanjang waktu dengannya.
“Nona, saya mencintai Anda,” tutur pelayan pria itu.
“Singkirkan tanganmu dariku! Jangan pernah menyentuh kulitku dengan tangan kotormu itu!” bentak Luisa seraya menyentakkan tangan pelayan itu.
“Luisa, sepertinya dia telah jatuh cinta padamu. Kau bermainlah bersamanya lebih lama lagi, kami akan pergi dari sini. Kami tidak akan mengganggumu, nikmatilah waktumu sampai malam nanti.”
__ADS_1
Xena menutup dan mengunci pintu kamar, dia menjebak Luisa bersama pelayan pria itu di kamar Xander. Luisa memohon agar seseorang membiarkannya keluar dari sana, namun tidak ada satu pun orang yang mau mendengarnya.