Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Kesempatan Terakhir


__ADS_3

Carian tertawa kencang ketika ia mendengar dan menyaksikan penderitaan para bangsawan yang ia bunuh. Kekuatan Carian berupa jarum pembunuh, yakni dia bisa mengubah darahnya menjadi beberapa jarum yang tajamnya mampu menembus dan mengoyak tubuh targetnya. Menyiksa korban hingga mati adalah kegemarannya sejak dulu, setiap mayad yang ditemukan setelah dibunuh Carian pasti tubuhnya dipenuhi oleh bolongan jarum.


Kemudian Carian mengumpulkan seluruh budak yang berada di kediaman para bangsawan yang dia bunuh. Kondisi tubuh mereka terlihat sangat mengenaskan, alangkah prihatinnya Carian atas penderitaan mereka selama ini. Walau bagaimana pun, Carian juga pernah merasakan menjadi budak bersama Xena. Itulah mengapa setiap kali ia melihat budak, dia akan teringat dengan masa lalunya yang kelam.


“Kalian pasti terkejut melihatku, tenang saja karena aku tidak akan menyakiti kalian. Aku akan bertanya, kalian ingin bebas, bukan?” tanya Carian.


Para budak saling bertukar pandang lalu menganggukkan kepala mereka serentak.


“Aku akan membebaskan kalian, tapi mungkin tidak akan aman bagi kalian berkeliaran sekarang. Apa kalian tahu letak Kerajaan Shofin?”


Kerajaan Shofin adalah kerajaan yang dijadikan markas tempat tinggal oleh Xena, kerajaan yang terbengkalai dan telah lama tidak ditinggali, dihuni oleh Xena bersama para bawahannya yang jumlahnya sangat banyak. Keberadaan Kerajaan Shofin sengaja disembunyikan dari mata orang lain menggunakan sihir, sehingga yang bisa melihat kerajaan itu hanyalah orang-orang yang telah diizinkan untuk masuk ke sana.


“Saya tahu, bukannya itu kerajaan yang telah lama menghilang dari peta?” jawab seorang budak laki-laki.


“Ya, kalian pergilah ke sana, nanti teman-temanku akan membantu kalian, sebaiknya kalian berada di sana selama beberapa waktu. Jangan khawatirkan apa pun, sebab orang-orang yang menetap di kerajaan itu bernasib sama seperti kalian,” tutur Carian.


Setelah itu, Carian memberikan secarik kertas yang berisi permohonan izin masuk, lalu ia membagikan beberapa uang, makanan, serta pakaian yang hangat untuk mereka gunakan selama perjalanan nanti. Tak lupa Carian memberitahu jalur yang aman menuju ke Kerajaan Shofin, mereka juga didampingi oleh beberapa orang bawahan Carian untuk meminimalisir kemungkinan terburuk yang akan terjadi.


“Tugasku sudah selesai, aku yakin Nona pasti memberiku pujian nantinya, terlebih aku menyelesaikan tugasnya tidak sampai dalam waktu satu jam. Aku yang terhebat untuk diandalkan oleh Nona,” gumam Carian tersenyum bangga.


Keesokan paginya, kabar mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh Carian semalam sudah tersebar ke setiap sudut kekaisaran. Banyak mayat yang ditemukan berserakan di jalanan, anehnya tidak ada orang lain yang mendengar atau melihat bagaimana pembunuhan itu bisa terjadi. Hanya saja di setiap tubuh mayat, ditaburi oleh


bunga higanbana, yang artinya pembunuhnya adalah bagian dari kelompok pembunuh higanbana.

__ADS_1


Laporan tentang hal ini langsung disampaikan kepada Derryl sebagai Kaisar, kondisinya kian waktu kian memburuk. Tak ada dokter yang dapat mengobati racun yang menggerogoti tubuh Derryl. Ketika mendengar berita pembunuhan itu, Derryl menderita syok berat, apalagi yang dibunuh itu merupakan bangsawan ternama di Charise. Dengan langkah yang tertatih-tatih, dada yang sesak, serta pernapasan yang tak beraturan, Derryl memaksakan diri pergi ke ruang singgasana untuk mendengaar laporan dari setiap orang.


Selama mendengar laporan, Derryl tak henti-hentinya batuk darah, racun itu semakin menyakiti tubuhnya. Brisia yang selalu menemani Derryl setiap saat tampak kewalahan menghadapi penyakit Derryl yang terlihat tak ada celah untuk sembuh.


“Racun ini membuatku sengsara, apa masih belum ditemukan dokter kematian itu? Padahal aku sudah menyebarkan poster sebanyak-banyaknya, tapi tidak ada kabar baik yang aku dapatkan,” ujar Derryl.


“Mohon maaf, Yang Mulia, kami belum menemukannya,” jawab seorang ksatria.


“Ya sudahlah, sekarang kal—”


“Bagaimana kalau aku bisa menyembuhkanmu?” Xena tiba-tiba saja muncul dari pintu masuk, lagi-lagi kedatangannya menarik perhatian banyak orang. Pasalnya, semenjak kejadian runtuhnya istana, Xena tidak pernah menampakkan diri di hadapan Derryl. Bahkan Derryl tidak mengerahkan pencarian untuk Xena, benar-benar tidak ada rasa perhatian sedikit pun kepada Xena.


“Apa maksudmu? Kau sungguh dapat menyembuhkanku?” tanya Derryl dengan nada pelan, karena tak ada daya untuk meninggikan volume suaranya.


“Tentu saja, ini adalah masalah gampang, kau hanya perlu mengandalkanku saja,” jawab Xena.


Brisia tidak menerima Xena yang akan menyembuhkan Derryl, ia dengan cepat berdiri dari tempat duduknya.


“Jangan percaya dengan wanita ini! Dia pasti ingin mengelabui Kaisar lalu meracuninya. Wanita kejam ini punya niat terselubung—”


“DIAM, BRISIA!” teriak Derryl, Brisia refleks merapatkan mulut saat Derryl berteriak padanya. Air matanya berlinang karena tidak terima diteriaki oleh Derryl, sontak Brisia berlari keluar dari ruang singgasana. Namun, Derryl tampak tidak mempedulikannya, yang dia inginkan hanyalah kesembuhan.


Senyum Xena merekah seketika Brisia dimarahi oleh Derryl, ini adalah momen paling langka yang dia saksikan.

__ADS_1


“Bagaimana? Kau mau aku obati atau tidak?” tanya Xena sekali lagi untuk memastikan.


Derryl berpikir sejenak, kemudian menjawab, “Baiklah, tapi kalau kau ketahuan mempunyai niat buruk padaku, aku tidak segan-segan untuk menghukum mati dirimu,” gertak Derryl.


“Baiklah, tidak masalah.”


Seusai itu, Xena menyuruh pelayan untuk mengantarkan Derryl ke dalam kamar agar pengobatannya segera dilaksanakan. Derryl disuruh berbaring dengan bertelanjang dada, setitik racun yang Xena taruh di kulit Derryl sungguh merambat cepat ditubuh Derryl. Xena meraih semangkok air putih, dari kantong gaunnya dikeluarkan


sebuah botol kecil, cairan yang berada di botol itu dituangkan ke dalam air putihnya. Setelah merata sempurna, Xena mengoleskannya ke tubuh Derryl. Sedikit demi sedikit Derryl merasakan bahwa racunnya tak lagi menyakiti tubuhnya, racun itu perlahan menghilang.


Melihat Xena menggunakan ekspresi serius di wajahnya, membuat Derryl terpana sesaat bahwa Permaisurinya sangat cantik tanpa ia sadari selama ini.


‘Wanita ini kalau diam dan kalem seperti ini terlihat cantik sekali, dia bahkan lebih cantik dari Brisia. Bagaimana aku bisa mengabaikannya selama ini? Aku benar-benar bodoh,’ batin Derryl.


...***...


Xander tak dapat memejamkan matanya sedari tadi malam, dia terus bermimpi buruk dan memimpikan hal yang sama setiap harinya. Xander saat ini hanya duduk termenung di atas ranjang tempat tidur, kamarnya gelap meskipun saat itu masih siang. Xander meraba dada merasakan jantungnya yang berdetak tak wajar, rasa perih di


tubuhnya menyebar dengan cepat, tapi Xander sudah terbiasa oleh rasa sakit di tubuhnya itu.


“Uhukkk.” Xander batuk berdarah, tak terhitung jumlah entah berapa kali ia batuk sejak tadi. Garvin mengkhawatirkan kondisi Xander yang terlihat tidak sehat selama beberapa waktu ini. Kerap kali Garvin menyuruh Xander untuk berobat ke dokter, namun ia menolaknya secara tegas dan mengatakan ia tidak butuh dokter.


‘Kondisi tubuhku semakin memburuk, mimpi yang terus berulang setiap hari membuatku sulit memejamkan mata. Aku takut mimpi itu akan terjadi lagi, mimpi di mana Xena mati di pangkuanku. Aku sudah memutarbalikkan waktu sebanyak enam kali demi menyelamatkan Xena, lalu ini adalah kesempatan terakhirku untuk menyelamatkan istriku dari kematian. Semoga takdir baik berpihak pada kami berdua, aku tidak akan bosan meski harus terus mengulang kisahku dari awal.’

__ADS_1


__ADS_2