
“Alina, dari mana saja kau?”
Xena baru saja menginjakkan kakinya di istana dan kepulangannya langsung disambut oleh Derryl yang marah besar setelah tidak menemukan Xena di istana. Ekspresi wajahnya masam, dia berencana ingin memarahi Xena habis-habisan. Derryl dibuat stres oleh Brisia lalu sekarang dia harus menghadapi Xena yang tidak pernah menetap di istana dan selalu pergi ke luar tanpa izin. Derryl sudah tidak bisa membiarkan Xena bertindak semena-mena, menurutnya Xena sangat keterlaluan padanya.
“Aku mau ke mana itu bukan urusanmu, jangan sok peduli padaku,” ketus Xena berlalu pergi meninggalkan Derryl.
“Tunggu! Siapa yang mengizinkanmu pergi? Aku belum selesai berbicara!”
Derryl mencekal pergelangan tangan Xena, ia bermaksud menghentikan pergerakan Xena yang kian menjauh darinya. Xena menatap sinis Derryl sambil berdecih kesal dengan sikap Derryl yang membuatnya tidak nyaman. Padahal sebelum Brisia ketahuan selingkuh, Xena selalu mendapat perlakuan tidak adil di istana. Kemudian lihatlah sekarang, Derryl lambat laun ingin menguasai diri Xena untuk dirinya seorang.
“Aku rasa tidak ada yang perlu aku jelaskan padamu lagi. Masalah aku keluyuran di luar istana juga bukan urusanmu. Cukup abaikan aku seperti biasa, aku tidak butuh perhatian darimu!” tegas Xena.
Rahang Derryl menegang, ia menggertakkan giginya, dia mendapat penolakan dari Xena sebelum sempat berbicara maksud sikapnya terhadap Xena.
“Ikut aku!”
Derryl menarik tangan Xena secara paksa, Xena pasrah mengikuti ke mana pun dibawa oleh Derryl. Ternyata Xena dibawa ke istana kediaman Derryl, entah atas alasan apa dia membawa gadis itu ke tempat yang enggan Xena injak. Selepas itu, Derryl mengajak Xena masuk ke dalam kamarnya, perasaan Xena mulai berprasangka buruk kepada Derryl.
“Lepas!” Xena menyentakkan tangannya, “Kenapa kau membawaku kemari?” tanya Xena kemudian.
Derryl tiba-tiba saja memojokkan tubuh Xena ke permukaan dinding kamar, pintu masuk pun dikunci rapat oleh Derryl. Xena masih mengamati lekat apa yang ingin dilakukan Derryl kepada dirinya, Lalu tangan Derryl mengapit dagu serta rahang Xena, tangannya bermain-main cukup lama di wajah Xena.
__ADS_1
“Jangan sentuh wajahku!” Xena menampik kasar tangan Derryl. Xena mengerutkan keningnya, dia nyaris tidak dapat menahan aura membunuhnya menonjol keluar.
“Kenapa kau semakin kasar padaku akhir-akhir ini? Aku berniat mengembalikan posisi Permaisuri padamu. Posisi Permaisuri sedang kosong, sedangkan selirku hanya tinggal kau seorang, jadi mau tidak mau kau harus menjadi Permaisuri lagi. Aku tahu aku salah padamu, tapi kau pasti memaafkanku karena aku seorang Kaisar.”
Di sela sikap kurang ajarnya dia masih saja menyombongkan posisi Kaisarnya, Xena sungguh muak dengan Derryl. Menurutnya, Alina bertemu dengan pria yang tidak tepat, posisi Kaisar Derryl tidak berarti apa pun di mata Xena.
“Menyedihkan sekali, setelah kau menanggalkan posisi Permaisuriku dengan paksa sekarang kau malah memintaku mengambil lagi posisi itu? Aku tidak sudi! Lebih baik kau cari sendiri Permaisuri yang baru. Aku tidak mau menjadi Permaisuri, posisi itu terlalu rendah untuk diriku,” tolak Xena.
“Kau baru saja menolak menjadi Permaisuri? Kenapa? Tidak cukupkah dengan aku memohon? Aku tidak bisa membiarkan posisi penting itu kosong terlalu lama. Aku tidak mau tahu, kau harus mengisi kekosongan posisi itu kembali!” paksa Derryl.
“Aku bilang tidak mau ya tidak mau! Jangan paksa aku, sialan!”
Emosi Xena menggebu-gebu tak menentu, Derryl geram akibat penolakan Xena yang terdengar sangat angkuh.
Derryl menghentakkan tangan Xena lalu menghempaskan tubuh Xena ke atas kasur. Sampai sini Xena mengerti apa yang akan dilakukan oleh Derryl berikutnya. Tetapi, tentu saja Xena takkan menyerahkan tubuhnya kepada pria itu begitu saja. Xena ingin menyerahkan tubuhnya kepada Xander dan bukan kepada lelaki lain.
“Ini kau sendiri yang memintanya, aku akan membuatmu sadar bahwa penolakanmu barusan salah besar!”
Derryl mencopot kancing bajunya satu persatu sembari tersenyum nakal dan penuh hasrat kepada Xena. Mimik muka Derryl membuat Xena jijik, baru kali ini seumur hidupnya bertemu pria tidak tahu malu seperti Derryl.
“Jangan harap kau dapat melakukan hal menjijikkan itu padaku!” Xena menendang area sensitif Derryl hingga membuatnya terpekik kencang.
__ADS_1
Xena memanfaatkan kelengahan Derryl untuk kabur dari istana kediaman Derryl, Xena sangatlah ingin membunuh Derryl detik itu juga. Namun, Xena menahan diri dan bersabar sampai hari penyerangan tiba.
‘Sial! Kenapa gadis itu kuat sekali? Aku belum pernah mendapat penolakan memalukan seperti ini sebelumnya. Ini adalah pertama kalinya, aku harus lebih keras padanya lain kali agar dia bersedia aku ajak tidur bersama,’ batin Derryl meringis sakit.
Xena berjalan di lorong istana disertai ekspresi penuh kepuasan sesudah menendang Derryl. teriakan Derryl rupanya mengundang rasa penasaran para ksatria dan pelayan, mereka berbondong-bondong menuju kamar Derryl.
‘Dasar pria bodoh, hidupmu sebentar lagi akan habis di tanganku. Jadi persiapkan dirimu bertemu dengan raja neraka.’
Gia menunggu dengan sabar kedatangan Xena di dalam kamar, sebelumnya Gia tidak ikut pergi menemui Kakek dan Paman Xena. Ketika tiba di kamar pun Gia langsung menyuguhi Xena berbagai macam cemilan cokelat.
“Astaga, Gia, ada apa ini? Tumben sekali kau menyuguhiku cemilan sebanyak ini,” ucap Xena bahagia melihat banyak cemilan di atas meja.
“Nona, lusa penyerangan akan dimulai. Anda harus makan cokelat sepuasnya sebelum penyerangan dikerahkan,” kata Gia.
“Kau sangat perhatian padaku, memang kaulah yang terbaik.”
Xena memakan dengan lahap seluruh cemilan tersebut sambil mengobrol bersama Gia. Mereka berdua ingin menikmati waktu luang ini sebelum disibukkan oleh berbagai masalah yang menghadang jalan. Selesai menikmati cemilan, Xena pun merebahkan badan ke permukaan ranjang nan empuk. Xena tanpa henti memandangi langit-langit kamar, sesekali dia mengalihkan pusat pikirannya kepada alur kehidupannya yang terlalu berliku-liku.
“Akankah aku berhasil mengalahkan Verden? Apakah pada kehidupanku kali ini aku bisa mencapai final? Jujur saja, aku sangat khawatir dengan hidupku, lebih tepatnya aku khawatir dengan Xander dan Xavier. Mereka berdua begitu menderita seusai kehilangan diriku, aku tidak mau mati lagi hingga harus meninggalkan Xander dalam kehancuran. Tolonglah takdir baik, berpihaklah padaku sekali ini saja,” gumam Xena.
Xena tertidur membawa pikiran-pikiran yang membuatnya larut di dalam ketidakpastian roda takdir. Xena terus menerus berharap mendapatkan akhir yang baik untuk hidupnya, dia mencintai Xander dan menyayangi anak semata wayangnya. Xena menginginkan kebahagiaan tanpa harus kehilangan siapa pun lagi.
__ADS_1
Dua hari kemudian tepatnya di hari penyerangan yang telah dijanjikan, seisi kekaisaran dihadapkan oleh kepanikan luar biasa, Salah satu ksatria melaporkan kepada Derryl bahwasanya mereka melihat adanya pergerakan misterius dari segerombol orang yang menggunakan bendera pasukan revolusioner.