Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Suasana Hati yang Buruk


__ADS_3

Raut muka Xena seketika masam begitu Derryl berteriak padanya, dia segera bangkit lalu berdiri di hadapan Derryl dengan ekspresi menantang. Tidak lupa Xena melipat kedua tangan di dada, Derryl sukses memicu emosi Xena untuk keluar.


“Kenapa kau malah berteriak padaku? Apakah yang aku katakan itu salah? Dia Ibumu, kau urus saja sendiri,” sinis Xena.


Brisia geram, dia mendorong pundak Xena dan hampir membuat Xena terjerembab ke belakang. Untung saja di belakang ada Giselle, jadi dia menahan tubuh Xena agar tidak terjatuh, kelima bawahan Xena memberi Brisia tatapan menusuk. Nyali Brisia seketika menciut, ia segera bersembunyi di belakang punggung Derryl.


“Lancang! Beraninya kalian menatapku tajam seperti itu!” bentak Brisia.


Xena terpancing emosi akibat tingkah Brisia, lalu ia menarik kasar tangan Brisia dan membuatnya tersungkur ke atas tanah. Derryl langsung membantu Brisia yang hampir menangis gara-gara Xena, muka Derryl merah padam menahan amarah dengan Xena.


“Apa? Kau mau marah denganku? Terserah kau lah, aku pusing menghadapi orang-orang seperti kalian berdua.”


Xena beranjak pergi dari hadapan Derryl, ia menyenggol bahu Derryl sebagai bentuk kekesalannya. Derryl tidak membiarkan Xena pergi begitu saja, dia mencekal pergelangan tangan Xena biar tidak bergerak lebih jauh lagi.


“Lepaskan aku! Kau tidak bisa menahanku seperti ini,” ronta Xena.


“Aku tidak akan membiarkanmu pergi, kau harus ikut denganku karena aku akan memberi pelajaran padamu.” Derryl memaksa Xena untuk ikut dengannya, tapi jalan Derryl dihadang oleh lima bawahan Xena. Mereka tidak tahan sejak tadi harus bersikap pura-pura tidak peduli kepada Xena, mereka tidak tahan membiarkan Derryl yang semena-mena kepada Xena.


“Jangan membuat kami marah.”


Mereka memelototi Derryl bersama-sama, rasa ingin membunuh mereka meningkat sesaat Derryl bersikap kasar kepada Xena. Mereka tidak akan membiarkan Derryl membawa Xena lebih jauh lagi, jadi satu-satunya yang mereka lakukan hanyalah menahan Derryl.


“Ada apa dengan orang-orang rendahan ini? Kalian hanya ksatria dan pelayan, tapi kalian dengan lancang memperlihatkan tatapan menjijikkan itu padaku,” hina Derryl tidak terima kalau bawahan Xena menahannya.


Xena paling tidak tahan kalau orang-orang terdekatnya dihina seperti itu oleh orang lain, Xena tampak akan meledak, dia mengisyaratkan pada kelima bawahannya untuk tidak terlibat lebih jauh lagi melawan Derryl.


“Kau bilang apa? Rendahan? Tapi menurutku kau lebih rendahan dari mereka, jadi harap jaga perkataanmu sebelum aku buat tulang lehermu patah,” gertak Xena.

__ADS_1


Derryl tertegun, bisa-bisanya Xena membandingkan Derryl yang notabenenya seorang Kaisar dengan bawahannya itu, sehingga membuat darah Derryl semakin mendidih. Ditambah lagi suasana hati Derryl memburuk semenjak masalah penahan Gylda.


“Apa kau baru saja membandingkanku dengan manusia rendahan seperti mereka? Kau membuat amarahku menggelora!”


Derryl mengangkat tangannya tinggi-tinggi, dia berencana untuk mendaratkan sebuah tamparan kepada Xena sebagai bentuk pemberian pelajara kepadanya. Namun, sebelum tangannya menyentuh kulit pipi, Xena bergerak menampik tangan Derryl.


“Jangan bermimpi untuk memukulku, kau akan mati bila melakukannya.” Xena memandang dingin Derryl, tatapannya itu menusuk Derryl hingga membuat sekujur badan Derryl merinding sesaat.


Tanpa menunggu balasan dari Derryl, Xena pun membawa Gia bersama kelima bawahannya untuk pergi menjauh dari Derryl. Sekali lagi Derryl dibuat tidak bergeming oleh Xena, tak ada orang yang lebih lancang kepada Derryl selain Xena. Tubuh Derryl tegang seusai menyaksikan ekspresi dingin Xena barusan, tatapan yang membuat Derryl terhisap masuk ke lubang neraka.


‘Ada apa dengan Alina? Dia berubah menjadi orang lain setelah peristiwa menghilang itu. Sekarang dia membuatku terlihat rendah di hadapan banyak orang, apa dia benar-benar Alina? Ataukah ada sesuatu yang merasuki Alina sehingga membuatnya bertingkah kurang ajar? Aku harus mengusut masalah ini dan memastikannya sendiri.’ pikir Derryl.


Kedatangan Derryl kembali membuat suasana hati Xena rusak, padahal dia bersusah payah membangun kembali suasana hatinya yang kesal kepada Xander tadi, namun Derryl mengacaukannya lagi. Terpaksa Xena harus bersantai di kamarnya, sebab hanya itu tempat satu-satunya yang tidak akan diusik oleh orang lain.


Beberapa menit kemudian, Gia masuk ke kamar membawa laporan bahwa ada seseorang yang datang ingin menemui Xena, langsung saja Xena menyuruh Gia untuk membawa orang itu masuk.


“AAHHH ADA LAIV DI SINI!” Kelima bawahan Xena serentak berteriak saat mendapati Laiv di tempat yang sama dengan mereka. Kelimanya langsung berlindung di balik tubuh Xena supaya tidak diamuk oleh Laiv.


“Nona, apa Anda yang menyuruh Laiv datang?” tanya Floris berbisik kepada Xena.


“Tidak, aku tidak menyuruhnya datang,” jawab Xena.


Laiv tidak menyangka kalau dia akan melihat kelima anak-anak itu di istana, dia tidak pernah membayangkan mereka berani mendatangi Xena yang tengah sibuk menghadapi konflik di balik dinding istana.


“Oh, ternyata kalian semua di sini. Kalian seharusnya tahu bagaimana akibatnya jika pergi tanpa izin dariku,” ujar Laiv tersenyum mengerikan.


“Aku tidak ikut-ikutan, kalian nikmati saja suara ocehan Laiv yang menusuk ke pendengar,” tutur Xena menghindari kemarahan Laiv.

__ADS_1


Laiv perlahan melangkah maju mendekati mereka berlima, entah apa yang akan terjadi selanjutnya, mereka hanya bisa berpasrah dan menerima omelan dari Laiv.


“AKKHHH AMPUNI KAMI, LAIV! TOLONG JANGAN HUKUM KAMI,” mohon mereka spontan berlutut di hadapan Laiv.


Laiv menghela napas panjang, sejujurnya dia bingung bagaimana cara membuat mereka jera agar tidak membuat masalah lagi.


“Kalian sangat membuatku marah, seharusnya kalian harus dihukum sekarang, tapi aku tidak melakukannya. Aku ada laporan baru yang harus diinfokan segera,” ucap Laiv.


Mereka menghembuskan napas lega setelah mendengar hal itu, mereka pun berniat untuk segera bangkit dari posisi berlutut itu.


“Siapa yang menyuruh kalian berdiri? Tetap berlutut dan dengarkan penjelasanku,” kata Laiv menekan mereka dan tidak memperbolehkan mereka mengganti posisi.


Mereka menurut dan kembali berlutut di depan Laiv, rasanya memang agak lega mendengar Laiv yang tidak menghukum mereka.


“Ada apa? Apa yang mau kau laporkan?” tanya Xena kembali duduk di atas sofa.


Laiv ikut duduk berseberangan dengan Xena, sebelum itu dia menyerahkan sekotak koin emas kepada Xena.


“Tolong habiskan semua uang ini, Nona, kita harus mengurangi beban gudang penyimpanan harta.”


Xena menerimanya dengan berat hati, uang yang sebelum ini diberikan oleh Laiv masih banyak yang bersisa. Xena bingung harus diapakan lagi uangnya, selama ini dia tidak pernah berbelanja hal-hal yang merepotkan.


“Nona, ada penyerangan di markas kita,” lapor Laiv.


Xena dan kelima bawahan lain tersentak kaget mendengar laporan Laiv, baru kali ini ada seseorang yang tahu letak markas dan berani menyerang markas pembunuh higanbana secara terang-terangan. Xena berpikir sejenak, dia berfirasat bahwa akan ada hal lebih besar yang menyerang markas mereka nanti.


“Lalu bagaimana? Adakah info yang kau dapatkan dari penyerang itu?”

__ADS_1


__ADS_2