Permaisuri Beracun

Permaisuri Beracun
Kemunculan Nidia


__ADS_3

Wanita itu terdiam, persyaratan dari Xena bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dia kabulkan. Xena masih menunggu dengan sabar jawaban dari jiwanya nan lain, terbesit perasaan ragu di pikiran wanita tersebut. Xena bisa membaca raut mukanya dengan jelas bahwa wanita itu mencoba menolak persyaratan dari Xena.


“Kenapa kau diam saja? Apa kau sedang berpikir cara kabur dariku. Sekarang kau tidak punya pilihan lain, jika kau menolaknya maka aku tidak akan memberimu kesempatan untuk hidup di dalam ruang jiwaku lebih lama lagi. Menyimpanmu di sini hanya akan mendatangkan kerugian bagi hidupku,” tekan Xena.


Wanita itu ketakutan setengah mati akibat intimidasi nan kuat dikeluarkan Xena, walau mereka memang jiwa yang sama, tapi tingkat ketegasan mereka berbeda jauh. Xena lebih tidak kenal ampun dan berhati dingin, sedangkan wanita itu mentalnya terlihat lemah. Alhasil saat ini dia tidak bisa melawan Xena lebih jauh lagi.


“Baiklah, aku akan meminjamkanmu kekuatanku, tapi kau harus ingat dengan perkataanmu. Jangan membohongiku dan diam-diam menyingkirkanku,” tuturnya.


Senyum penuh bangga terbit dari bibir Xena. “Oke, serahkan sisanya padaku, aku akan membuatmu bisa berbicara dengan Verden tanpa harus melalui tubuhku.”


Pada akhirnya, mereka membuat kontrak peminjaman kekuatan tanpa harus menyatukan jiwa mereka kembali karena Xena khawatir dirinya akan mengamuk lagi seperti kehidupan lampau kemudian membantai seluruh manusia yang tidak bersalah. Akan tetapi, pada saat proses peminjaman kekuatan itu, sebuah kejadian tak terduga mengagetkan Xander dan Xavier.


Xena yang sedang tertidur tiba-tiba mengalami guncangan dahsyat, sekilas percikan cahaya berwarna merah menyelimuti tubuh Xena. Bayangan masa kelam menenggelamkan Xander, dia khawatir Xena akan berubah seperti dahulu dan akhirnya dia terpaksa membunuh Xena demi menyelamatkan umat manusia. Begitu pula dengan Xavier, dia khawatir tidak bisa menyelamatkan sang Ibu meski telah kembali ke masa di mana kedua orang tuanya masih belum menikah dan tragedi pembantaian oleh Verden juga masih belum terjadi.


“Xena, apa yang terjadi padamu? Sadarlah! Jangan membuatku takut … bangunlah, Xena! Jangan sampai kau berubah seperti dulu lagi. Xena …,” lirih Xander. Lama kelamaan suara Xander melemah dan berselubung kegelisahan.

__ADS_1


“Ayah, kenapa Ibu bisa sampai seperti ini? Ibu tidak merespon panggilan kita, bagaimana jika Ibu—”


“Berhentilah kalian berdua.” Nidia, asisten sang dewi cinta tiba-tiba datang ke hadapan mereka. Suara mereka terjeda sembari melihat ke arah sumber suara Nidia, Xavier jelas mengenal Nidia dengan baik karena dia berutang budi kepada Nidia yang sebelumnya telah membantu dirinya menemui dewi cinta. Sedangkan Xander juga mengenal Nidia, wanita itu telah membantunya dahulu memutar waktu ke masa lalu.


“Ada apa, Xander? Kau sepertinya terkejut melihat kedatanganku. Aku kemari hanya ingin melihat kalian sebentar dan tidak sengaja menyaksikan Xena terbaring di atas ranjang.” Nidia mendekati ranjang Xena lalu memeriksa kondisi tubuh gadis berambut pirang itu.


“Nidia, bisakah kau menjelaskan alasan mengapa Xena bisa seperti ini? Aku merasakan adanya tanda-tanda kekuatan cahaya merah mengalir dari tubuhnya. Apakah jiwa abadi Xena akan menyatu kembali sama layaknya yang terjadi di kehidupan sebelumnya?” tanya Xander bertubi-tubi.


Nidia menghela napas panjang, respon mereka berdua terlalu serius dalam menanggapi situasi yang mendera Xena. Wajar saja karena mereka cemas Xena mempunyai akhir yang sama lagi, jadi Nidia tidak akan memarahi mereka.


“Apa yang baru saja kau katakan? Xena menolak penyatuan jiwa? Jadi, cahaya merah itu karena dia baru saja melakukan peminjaman kekuatan dari jiwa abadi?”


Nidia menganggukkan kepala, kini Xander dan Xavier bisa bernapas dengan lega tanpa harus khawatir terhadap kondisi Xena. Tidak disangka hal ini akan terjadi, Xena mampu membuat Xander tak bisa berkata-kata. Terbesit di pikiran Xander bahwa mungkin saja dia telah berhasil mengubah masa lalu serta kematian Xena.


“Jangan senang dulu, walau Xena menolak penyatuan jiwa bukan berarti kematian Xena tidak akan terjadi. Verden menginginkan dua jiwa itu untuk menyatu kembali, dia akan melakukan apa saja demi merebut Xena lalu menjadikannya boneka seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Sejujurnya masa kini telah banyak berubah, Verden mendapatkan ingatan dari perputaran waktu. Kita tidak tahu kemungkinan terburuk ke depannya, oleh sebab itu kalian harus tetap waspada,” jelas Nidia.

__ADS_1


“Jadi memang benar Verden mendapatkan ingatan dari sebelum perputaran waktu, pantas saja banyak kejadian yang tidak terjadi di masa lampau terjadi di masa ini. Kematian Alina terjadi jauh lebih cepat, mungkin itu akibat ulah Verden,” gumam Xander.


“Ya, itulah yang membuatku sedikit khawatir, pria itu mungkin saja akan membuat kekacauan lagi. Sekarang kalian harus mempersiapkan diri demi melakukan pertarungan akhir, jika kalian melakukan kecerobohan maka nyawa Xena berada dalam bahaya. Tetapi, tidak perlu cemas, akhir hidup Xena mungkin saja bisa berubah.”


Nidia memberi beberapa kalimat bersifat memotivasi mereka, dia tidak bisa ikut campur urusan manusia lebih lanjut. Jadi, Nidia hanya dapat memberi mereka beberapa saran untuk menghadapi Verden. Tugasnya di sini cuma sebagai pengamat, bukan pemain, dia akan melaporkan pengamatannya kepada dewi cinta.


“Hanya itu saja yang bisa aku beri tahu kepada kalian, sekarang aku pamit pulang karena masih banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan,” ujar Nidia menghilang dalam sekejap dari pandangan mata Xander dan Xavier.


Kemudian mereka berdua menunggu dengan sabar sampai Xena sadar kembali, mereka tidak perlu lagi merasa khawatir sebab Xena bisa melaluinya sendiri tanpa bantuan dari mereka. Hingga beberapa jam berlalu, Xena pun kembali sadar, kekuatan yang dimiliki jiwa abadi terasa cukup mengganjal di inti tubuhnya.


‘Cahaya merah ini cukup memberatkan dari dugaanku, tapi entah mengapa kadar racun di tubuhku jadi meningkat drastis. Dengan begini aku bisa lebih mudah mengalahkan musuh, namun menurutku ini saja tidak cukup untuk menjatuhkan Verden,’ batin Xena.


Xena melirik ke arah jendela, dia bangkit perlahan dari posisi tidurnya, ada banyak hal kini bersarang di kepala Xena, salah satunya ialah keberadaan jiwa abadi yang cukup mengoyak perasaannya. Raut muka Xena penuh keseriusan, dia menggertakkan gigi sembari mengutuk Verden yang bersikap egois. Gadis bermata perak itu turun dari tempat tidur, dia berjalan mendekati balkon kamar.


“Takkan aku biarkan siapa pun mati, aku akan memperoleh kembali kedamaian umat manusia dan memberantas kejahatan yang dilakukan Raja Barbarian serta Raja Setan. Mereka berdua akan menerima akhir yang menyedihkan.”

__ADS_1


__ADS_2