
Anehnya, Chayton masih bisa mempertahankan kesadarannya meski berkali-kali dipukul dan ditendang oleh Xena. Saking kesalnya, Xena berencana melakukan cara lain supaya Chayton tidak sadarkan diri. Xena mendekati Chayton lalu berjongkok di depan tubuhnya, samar-samar penglihatan Chayton menangkap Xena berada di dekatnya kala itu.
“Alin—”
“Sepertinya kau masih belum mati. Oke, aku akan melakukan sesuatu yang nikmat pada tubuhmu.”
Senyum seringai menyeramkan terbit di bibir Xena, jemari lentiknya perlahan bergerak menyentuh paha Chayton. Raut muka Chayton tampak menikmati sentuhan yang didaratkan oleh Xena, Secara pelan jari tangan Xena bergerak menuju area sensitif milik Chayton. Kemudian cengkraman kuat dari tangan Xena, meremas area tersebut hingga membuat Chayton memekik kesakitan.
“AARRRRRGHHHHH! JAL*NG! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?!”
Bahana teriakan Chayton mengundang rasa penasaran dari para ksatria, seketika empat orang ksatria masuk ke dalam kamar Xena untuk memastikan apa yang sedang terjadi di sana. Mereka menemukan Chayton yang terluka parah di sudut ruang kamar, kemudian Xena dalam posisi berjongkok di depan tubuh Chayton yang menunjukkan reaksi kejang-kejang.
“Hahaha, bukankah ini yang kau inginkan dariku? Aku kan sudah memanjakan tubuhmu yang dipenuhi oleh n*fsu bejat, kenapa sekarang kau malah berteriak? Apa kau keenakan selepas menerima sentuhan lembut dariku?” Suara tawa Xena bergaung di kamar, dia tampak puas sekali sesudah menyiksa Chayton.
“Kurang ajar…,” lirih Chayton, ia tak sanggup lagi menahan sakit yang seakan menyentrum sekujur badan. Cengkraman tangan Xena benar-benar memberi rasa pedih yang tak terhingga, bahkan kini untuk menggerakkan tangan saja dia tak lagi mampu.
“Mulai saat ini, kau akan menerima penghinaan besar dari para wanita. Aku pastikan kau hidup dalam rasa malu serta selalu berada di bawah hinaan semua orang. Ingatlah! Aku tak mau membiarkanmu hidup damai, sebaiknya kau mati perlahan di bawah tekanan hinaan dunia padamu.”
Selepas Xena berkata demikian, Chayton tidak punya tenaga lagi mempertahankan kesadaran diri. Para ksatria yang menonton juga tak bergerak dari tempatnya, tubuh mereka gemetar melihat apa yang dilakukan oleh Xena kepada saudara laki-lakinya.
“Apa yang kalian lakukan di sana? Bawa pria baj*ngan ini keluar dari kamarku,” titah Xena.
__ADS_1
“B-baik, Yang Mulia.”
Mereka langsung menyeret Chayton ke luar dari kamar, emosi Xena benar-benar terkuras berhadapan dengan Chayton. Rasa jijik kian menjalar di badan Xena, merinding hingga membuat bulu kuduknya berdiri, baru kali ini dia merasa seperti itu. Tidak berapa lama setelahnya, Gia masuk membawakan makan siang untuk Xena. Gia tidak tahu sama sekali kalau barusan Chayton datang mengunjungi Xena.
“Nona, ini makan siang And—”
“Gia, apa yang sudah dilakukan oleh Chayton kepada Alina selama ini? Aku yakin, kau pasti mengetahuinya, ‘kan? Lekas beritahu aku! Apa saja yang diperbuat Chayton?” selidik Xena, ia tidak dapat menyingkirkan bayangan sentuhan menjijikkan yang didaratkan oleh Chayton ke tubuhnya.
Gia pun tersentak saat Xena bertanya perihal Chayton dan Alina, dia menghindari tatapan Xena yang masih tersisip kemurkaan luar biasa. Gia seakan enggan untuk memberitahukan kepada Xena masa kelam antara Chayton dan Alina. Akan tetapi, dia juga tidak bisa menyembunyikan ini selamanya dari Xena. Bagaimana pun dia yakin bahwa rahasia itu akan terkuak juga di lain waktu nanti.
“Nona, sebelumnya tolong maafkan saya telah merahasiakan masalah ini dari Anda. Saya tidak bermaksud menyimpan semua itu dari Anda,” tutur Gia seraya membungkuk di depan Xena.
“Apa maksudmu? Sebenarnya apa yang terjadi? Cepat katakan!” desak Xena diburu emosi.
“Permaisuri Alina sering menerima pelecehan dari Tuan Muda Chayton, beliau tidak hanya melecehkan dan mempekosa Permaisuri satu kali, tapi berkali-kali. Bahkan ketika Permaisuri berada di istana pun, pria baj*ngan itu masih sempat-sempatnya datang untuk melakukan hal bejat tersebut. Pada suatu ketika saya mendengar bahwa Tuan Muda Chayton ingin menikahi Permaisuri dan akan mengajaknya keluar dari istana, namun Permaisuri menolaknya mentah-mentah.
Hingga tiba hari di mana pria itu kembali lagi ke istana, dia memperkosa Permaisuri selama semalaman penuh. Saya berusaha untuk melaporkan kejadian itu, tapi tidak ada orang yang mau mendengarkan saya. Bahkan saya ragu anak yang dikandung oleh Permaisuri sebenarnya anak dari Kaisar atau anak Tuan Muda Chayton. Tolong maafkan saya karena telah merahasiakan ini dari Anda, Nona, tolong maafkan saya….”
Gia menjatuhkan diri lalu bersujud di bawah kaki Xena, suaranya bergetar sepanjang menceritakan masalah tersebut kepada Xena. Memori Gia seakan berputar ke masa di mana dia menyaksikan serta mendengar dengan jelas suara rintihan tangisan Alina yang sedang dilecehkan oleh Chayton. Dirinya tak berdaya untuk memberikan pertolongan kepada Alina sehingga rasa bersalah yang begitu besar, terpendam di hati Gia salama ini.
Manik perak Xena berapi-api membayangkan nasib Alina di masa lalu yang tersiksa oleh Chayton. Suara teriakan, rintihan, dan suara meminta tolong, tak ada satu pun yang sampai ke telinga orang lain. Meski sampai sekali pun, kemungkinan tidak akan ada orang yang percaya terhadap apa yang telah dilakukan oleh Chayton.
__ADS_1
“Bangkitlah, Gia. Aku tidak menyalahkanmu terhadap apa yang menimpa Alina di masa lalu. Aku sekarang sangat murka, ternyata penderitaan Alina tidak hanya sebatas hinaan atau cacian. Saudari bodohku itu bisa-bisanya dia tidak menceritakan masalah seberat
ini padaku!”
Xena meraih sebilah pisau dari atas meja lalu melemparkannya ke sembarang arah, kemurkaan yang meluap dari diri Xena tak lagi bisa ditangani oleh orang lain.
‘Sebentar lagi waktu kalian akan datang, kematian dan kehancuran telah aku rencanakan sebaik mungkin. Jadi, terimalah dengan lapang hati hadiah yang aku persiapkan sejak lama, wahai para manusia biad*b.’
Masih pada hari yang sama, di waktu sore terjadi keributan lagi di istana. Hanya saja keributan ini tampak berbeda dari biasanya, kehebohan tersebut tercipta dari seorang bangsawan kepercayaan Derryl. Pria itu berlari menyusuri lorong membawa ekspresi panik yang tak dapat terbendungkan.
“Yang Mulia! Saya ada berita,” ucapnya menerobos masuk ke ruang kerja Derryl.
“Ada apa? Berita apa yang kau bawa untukku?” tanya Derryl, dia tidak memarahi pria tersebut karena terlihat nyata bahwasanya berita yang akan dibicarakan pria itu sangatlah penting dan mengejutkan.
“Saya baru mendapatkan laporan dari bawahan saya, Kekaisaran Lizie dan Kekaisaran Velroy telah hancur dalam semalam. Dua kekaisaran besar digulingkan oleh kelompok misterius yang bernama pasukan revolusioner!”
“Apa kau serius?” tanya Derryl memampangkan mimik terkejut.
“Benar, Yang Mulia. Saya tidak berbohong soal ini.”
“Sekarang lekas kumpulkan seluruh bangsawan di ruang rapat! Kita adakan rapat mendadak!”
__ADS_1
Berita kejatuhan dua kekaisaran besar berhasil menciptakan kegemparan dahsyat di Charise. Derryl tiba-tiba disibukkan oleh pertemuan tak direncanakan, suasana santai istana juga berubah menjadi sibuk. Sementara kesibukan itu berlangsung, Xena menikmati berita kehebohan di dalam kamarnya sembari mengintip dari balik jendela.
“Gelombang perubahan besar telah dimulai, dalam beberapa waktu, Charise juga akan rata dengan tanah. Kerja bagus untuk kalian semua, pasukan revolusionerku tercinta.”